
Di aula keluarga, mereka kini sudah membaca surat tulisan tangan Hung Fei. Raut wajah
keluarga Hung sangat senang, bahkan mereka akan mengadakan pesta kecil untuk
menyambut kabar gembira ini.
“Long Guan, sebaiknya kamu tinggal di sini untuk beberapa hari sebelum kembali ke Sekte Pedang Bintang” kata Hung Yuwen.
“Apakah tidak merepotkan?” tanya Long Guan tanpa bermaksud menolak.
“Tentu saja tidak, kamu adalah tamu istimewa keluarga Hung. Bahkan jika kamu ingin menetap di sini, kami akan sangat senang” jawab Hung Yuwen dengan tulus.
“Terimakasih Tuan, aku akan menginap di sini untuk beberapa hari” ucap Long Guan.
Hung Yuwen lalu memerintahkan kepada Kepala Pelayan keluarga untuk mengantarkan Long Guan ke sebuah wisma khusus untuk ia tempati.
Setelah Long Guan meninggalkan aula keluarga, tampak Hung Yin seperti tidak rela
berpisah dengan Long Guan.
“Hmm.. Sepertinya putriku sedang dimabuk asmara” ucap Hung Quon kepada Hung Yin.
Lagi-lagi Hung Yin menjadi memerah wajahnya, ia baru saja digoda oleh kakeknya. Kini ayahnya sendiri yang menggoda dirinya di depan anggota keluarga Hung lainnya.
“Bukan begitu ayah, pria itu telah beberapa kali menyelamatkan nyawaku” ungkap Hung
Yin.
“Apa?” Bagaimana bisa ada kejadian macam itu?” tanya ayahnya yang sangat terkejut.
Tidak jauh darinya, Hung Yuwen juga mengerutkan dahi dengan dalam. Ia menoleh ke cucunya tersebut seolah meminta konfirmasi.
“Semua itu adalah perbuatan dari keluarga Tang, kejadian pertama aku disergap sepulang dari tempat ibu dan beberapa orang pengawal telah tewas dibunuh.” Ucap Hung Yin.
“Untungnya ada Long Guan yang datang menyelamatkanku di saat diriku hendak dilecehkan. Ia membunuh lima orang pendekar ahli dari keluarga Tang dalam satu gerakan” lanjut Hung Yin dengan wajah yang sangat serius.
Pengalaman di malam itu kembali terbayang dalam ingatan Hung Yin, bayangan ketakutan masih tergambar jelas, ia juga menceritakan bagaimana proses pembantaian yang dilakukan oleh Long Guan.
Hung Yin juga menceritakan kejadian yang baru saja terjadi, dua orang Tetua keluarga Tang ikut menyergapnya saat perjalanan pulang. Lagi-lagi berkat Long Guan ia selamat.
“Apakah kamu tidak berlebihan?” tanya Hung Yuwen dengan sedikit ragu sembari ia menahan kesal terhadap Keluarga Tang.
“Bukankah kekuatan dua orang Tetua yang kau sebutkan berada pada ranah Kelima dan Keenam? Sedangkan kekuatan Long Guan hanya berada pada Semesta Kedua” ucap Hung Yuwen dengan serius.
Hampir seisi ruangan masih tidak percaya dengan kekuatan Long Guan, jika kekuatannya seperti itu lalu bagaimana dengan kekuatan Hung Fei sebagai gurunya? Ada beberapa pertanyaan yang terbersit.
“Awalnya aku juga sama seperti kalian, bahkan situasi saat itu membuatku putus asa” jawab Hung Yin.
“Kalian hanya melihatnya sebagai pria sederhana, namun perlu kalian ketahui jika ia
berada pada pertempuran ia seperti Dewa Perang” lanjut Hung Yin
Hung Yuwen tampak berpikir serius, “Mungkin saja pemuda itu memiliki rahasia yang tidak mau diungkap” gumamnya dalam hati.
“Besok pagi kita akan berkumpul kembali untuk menyusun kekuatan. Malam harinya kita akan berangkat menuju kediaman Keluarga Tang untuk menuntut pertanggungjawaban mereka” ucap Hung Yuwen dengan tegas.
“Baik Patriark” ucap para anggota keluarga yang hadir.
Kemudian Mereka semua bubar, beristirahat menuju tempatnya masing-masing. Adapun Hung Yin dan ayahnya diminta untuk tetap tinggal. Patriark keluarga Hung, Hung Yuwen
masih ingin mengkonfirmasi beberapa informasi terkait penyergapan keluarga
Tang. Selain itu Hung Yuwen juga ingin mengenal lebih jauh tentang Long Guan.
Setelah apa yang diceritakannya barusan, ia mulai tertarik dengan sosok pria
muda yang tampak merendah tersebut. Di masa kini, sangat sulit mencari kultivator
muda yang tidak sombong, apalagi ia berasal dari Sekte besar seperti Sekte
Pedang Bintang.
Waktu terus berlalu, tak terasa ini adalah malam kedua Long Guan berada di kediaman
keluarga Hung. Selain berkultivasi, ia tidak pernah keluar kamar. Hanya sesekali
Hung Yin datang mengantarkan makanan serta menyampaikan beberapa informasi yang terjadi di luar. Menurut rencana, malam ini Keluarga Hung akan mengadakan
sudah tidak dapat ditolerir lagi.
Long Guan sebenarnya agak suntuk di dalam
kamar saja, ia juga ingin membantu keluarga Hung saat ini. Ia ingin menunaikan
kewajiban gurunya yang sekarang berada di Dunia Fana. Masalah keluarga guru,
tentu saja akan menjadi kewajibanku untuk membantunya” gumam Long Guan dalam
hatinya, kemudian melangkah menuju ke ruang pertemuan.
Saat ini di ruang keluarga Hung.
“Ayah, biar aku saja yang memimpin serangan ini” ucap Hung Quon sekaligus ayah dari Hung Yin.
“Baiklah, kamu pimpin para ahli keluarga kita. Kalian berangkat malam ini juga” ucap Kepala Keluarga, Hung Yuwen.
Tap! Tap!
Terdengar suara langkah kaki, semua orang menoleh ke arah seorang pemuda. Long Guan hadir di ruang aula pertemuan keluarga Hung, ia berkata “Mohon maaf jika lancang, izinkan aku untuk ikut. Tolong berikan aku kesempatan untuk berbakti kepada keluarga guruku” ucap Long Guan tulus.
“Apakah ini tidak akan merepotkanmu?” tanya Hung Yuwen menatap wajah Long Guan.
Setelah mendengar cerita Hung Yi, tentu ia takkan tertipu oleh wajah lugu Long Guan.
Dengan ranah kultivasi Semesta Kedua yang Long Guan tampakkan, Hu Yuwen merasa
penasaran dengan kemampuan dari murid putranya tersebut.
“Aku akan senang sekali jika diberi kesempatan untuk bergabung” kata Long Guan penuh semangat.
“Baiklah, kamu bisa bergabung bersama dengan keluarga Hung lainnya” ucap Hung Yuwen.
“Terimakasih Tuan” ucap Long Guan dengan senang.
Di salah satu kursi, Hung Yin menatap Long Guan dengan kekaguman. Dia masih tidak menyangka jika Long Guan akan peduli dengan permasalahan keluarganya. “Jika kamu berhasil membawa kemenangan maka aku akan menyerahkan diriku padamu” gumamnya dalam hati.
Kemudian ia pergi meninggalkan ruang pertemuan, ekspresinya tampak rumit
seperti ia akan merencanakan sesuatu.
Setelah melakukan persiapan, mereka semua bergerak menuju ke kediaman Keluarga Tang.
Jarak antar kedua tempat tidak terlalu jauh, sama-sama berada dalam wilayah ibukota. Dibutuhkan sekitar satu jam untuk rombongan Ksatria Keluarga Hung tiba di kediaman pribadi Keluarga Tang.
Kedatangan pendekar ahli dari keluarga Hung langsung disambut oleh para penjaga, namun
kekuatan para penjaga pintu masuk bukanlah lawan setimpal dengan kekuatan pendekar ahli Keluarga Hung yang berada pada ranah Semesta Kelima dan Keenam.
Dalam beberapa gerakan, puluhan mayat penjaga Keluarga Tang berserakan di tanah. Hung Quon memimpin sekitar lima belas orang Pendekar ahli segera merangsek masuk ke halaman kediaman Patriark keluarga Tang.
Dalam waktu sekejap kedatangan mereka disambut oleh Patriark dan Penatua keluarga Tang. Mereka berdua memiliki kekuatan Semesta Kedelapan dan Kesembilan. Anggota keluarga Tang lainnya mengelilingi pendekar ahli keluarga Hung.
“Cari mati!
Ucap salah seorang lelaki paruh baya, ia adalah Patriark keluarga Tang.
“Kalian sudah keterlaluan, untung saja upaya kalian gagal dalam rencana membunuh
putriku” ucap Hung Quon penuh emosi.
“Salahkan putrimu yang tak mau menjadi menantu di keluarga ini, hanya kematian yang
pantas didapatkan bagi siapapun yang menolak permintaan keluarga kami” ucap
Patriark Tang dengan angkuh.
Long Guan mendengarkan dengan tenang, ia memeriksa kekuatan keluarga Tang melalui
indera spiritualnya. Dengan tatapan dingin ia berkata,
“Serahkan dua orang itu padaku!, kalian bisa bereskan yang lainnya” ucap Long Guan dengan tenang.