
Dalam beberapa minggu aktivitas di Kota Awan kembali normal, perbincangan tentang Sekte Pedang Angin yang mengalami bencana penyerangan pasukan iblis perlahan mulai redup.
Berita selanjutnya yang mulai terdengar adalah kebangkitan Sekte Pedang Angin dengan kekuatan barunya serta proses pembangunan ulang bangunan Sekte.
Dalam satu kesempatan, Long Guan berbincang dengan Tetua Yang Guifei ditemani oleh Jian Ling yang kini usia kehamilannya memasuki delapan bulan.
“Tetua, untuk Paviliun Obat apakah mengalami kendala?” Tanya Long Guan yang beberapa hari ini mendengar kemampuan pemurnian Pil Tingkat Tiga mulai berkurang. “Setelah Mei Shin menjadi penanggungjawab Akademi Huangshan dan dengan kepergian Xie Annchi membuat kuantitas Pil dan obat-obatan Tingkat Tiga menjadi tersendat, namun belum pada tahap mengkhawatirkan.
Tetapi jika dibiarkan berlarut tentu akan berdampak pada pasokan Pil ke rumah lelang Pedang Emas yang kini sudah memiliki tiga cabang” Yang Guifei menjelaskan. Long Guan tentu sudah mengetahuinya, ia sejenak berpikir untuk mencari solusi.
Yang Guifei mengatakan jika dibiarkan terlalu lama akan berpengaruh pada rumah lelang Pedang Emas yang selama ini menjadi pundi-pundi penghasilan Sekte Pedang Angin. Paviliun Tiga Serangkai memang menjadi satu-satunya tempat yang bertugas memurnikan bahan herbal untuk membuat Pil Tingkat ketiga di Paviliun Obat.
Long Guan sangat serius memperhatikan masalah ini, ia membawa Jian Ling dan Tetua Yang Guifei masuk ke dalam Aula Tiga Serangkai, ada kerinduan sosok Xie Annchi yang biasa berada di ruangan ini menemani Jian Ling.
Seorang gadis anggun yang kini berada jauh dan pada dunia yang berbeda, ketika menyadari suaminya tengah memikirkan sesuatu Jian Ling tersenyum hangat dan mengelus tangan suaminya “Gege pasti memikirkan Xie Annchi” Gumam Jian Ling sambil tersenyum lebar.
“Tetua Yang, tolong bantu aku untuk menyiapkan bahan-bahan untuk Pil Inti Emas dan Pil Penambah Energi. Serta panggil tiga orang murid yang kau anggap cakap untuk membantuku memurnikan Pil.”
Tetua Yang Guifei segera memanggil tiga orang murid senior untuk menuju Aula Tiga Serangkai, sementara Jian Ling mulai membantu menyiapkan bahan-bahan untuk membuat Pil Inti Emas.
Tidak berapa lama tiga orang murid muncul di hadapan Long Guan membawa bahan-bahan yang hendak digunakan untuk membuat Pil Inti Emas dan Pil Penambah Energi. “Kalian semua perhatikan baik-baik dan manfaatkan waktu seharian ini untuk fokus belajar” Ujar Long Guan pada tiga orang murid senior yang baru tiba.
“Baik Ketua” Ketiga murid senior tersebut menjawab dengan ekspresi senang. Long Guan hanya tersenyum setelah ketiga murid menjawab demikian, Long Guan kemudian menunjukkan aksinya dalam memurnikan Pil.
Dengan menjentikkan jarinya lima buah api muncul mulai memanaskan lima buah tungku obat.
Dengan cekatan Long Guan memasukan bahan-bahan herbal ke dalam masing-masing tungku obat, “Kalian perhatikan kestabilan suhu pada proses selanjutnya agar Pil terbentuk dengan sempurna dan memiliki tekstur yang rata” Long Guan mengingatkan ketiga murid setelah melakukan penggabungan bahan-bahan.
Dalam waktu tiga puluh menit aroma obat yang sangat kuat tercium dari lima tungku, Long Guan mulai mengontrol api pada suhu yang sedikit lebih rendah agar Pil yang sudah hampir jadi tidak gosong dan memiliki kepadatan yang ideal.
Keahlian lain yang harus diketahui adalah kemampuan menghitung waktu dengan cermat, jangan terlalu lama dan jangan terlalu cepat dalam membuat Pil, semua ada waktu perkiraan sesuai dengan kemampuan kontrol energi Qi.
Lima buah tungku sudah dibuka dan berhasil membuat dua puluh Pil Tingkat Tiga dengan kualitas sempurna dari tiap-tiap tungku sehingga dalam satu kali proses pembuatan Long Guan membuat seratus butir Pil Inti Emas.
Dalam waktu seharian Long Guan terus memberikan pelajaran secara praktek kepada tiga orang murid, sementara Jian Ling semakin memahami proses pembuatan Pil yang lebih cepat serta memiliki kualitas yang lebih baik.
Dalam sehari Long Guan mampu menciptakan delapan ratus butir Pil Inti Emas dan delapan ratus Pil Penambah Energi dengan kualitas sempurna. Tiga orang murid senior tampak puas dengan metode pengajaran Ketua Sekte yang berulang, sehingga dalam kesempatan sore harinya mereka bertiga yang didampingi Tetua Yang Guifei melakukan percobaan terpisah untuk menguji kemampuan mereka.
“Gege, sepertinya anak yang aku kandung berjenis kelamin laki-laki” Long Guan langsung meraih tangan Jian Ling dan memeriksa nadinya. Melihat tindakan suaminya, Jian Ling tersenyum hangat karena kini Long Guan memiliki banyak waktu bersamanya dalam menanti hari kelahiran bayi mereka.
“Ling’er kamu benar, anak kita berjenis kelamin laki-laki, kuberi nama Long An jika ia sudah lahir ke dunia ini” Raut wajah Jian Ling merona merah mendengar Long Guan telah menyiapkan nama.
“Long An, putra keturunan Long yang memiliki arti kedamaian. Dimanapun ia berada, ia harus bisa menjaga kedamaian di dunia ini” Long Guan menjelaskan maksud dari nama tersebut.
Jian Ling menarik tangan Long Guan masuk ke dalam kamar pribadinya, di dalam kamar Jian Ling memandang Long Guan dengan tersenyum lebar.
Jian Ling hendak menggoda suaminya atas kejadian di Aula Tiga Serangkai saat Long Guan melamun tiba-tiba. Namun Jian Ling mengurungkan niatnya dan tidak mau membuat Long Guan sedih.
Selepas tengah malam, keduanya kembali melakukan hubungan suami istri dengan gerakan yang lembut dan hati-hati. Setelah melewati momen bahagia, Jian Ling yang kelelahan segera tertidur, namun Long Guan masih terjaga dan segera bangkit menuju sudut kamar tepat dekat jendela.
Memandang malam tanpa bulan, hanya beberapa bintang yang hadir mengingatkan kembali satu sisi hati Long Guan yang mulai terganggu. “Mulai saat ini kamu akan menjadi tujuanku di kehidupan yang lain.”
Malam semakin berlalu dengan cepat namun Long Guan tidak dapat memejamkan matanya, ia sedang berusaha menyusun rencana untuk memasuki Alam Spiritual.
Dalam ingatannya Alam Spiritual dan Alam Manusia memiliki perbedaan waktu yang cukup signifikan. Jika di dunia ini waktu berjalan selama seratus tahun maka di Alam Spiritual hanya terjadi perputaran waktu selama sehari semalam saja.
“Di dunia ini, setidaknya aku memiliki waktu sekitar seratus tahun untuk meningkatkan kekuatanku. Namun adanya pembatasan kekuatan alam yang tak dapat ku singgung, setidaknya aku harus memiliki cara lain agar latihanku tidak menjadi sia-sia.”
Long Guan merasa ragu dan berpikir untuk segera mengaktualisasikan kemampuannya lebih jauh. Long Guan bermaksud menemui gurunya kembali dan belajar lebih dalam tentang kehidupan Alam Spiritual.
Dalam ingatannya Long Guan juga membuka catatan Kitab Raja Obat tentang Pil Abadi dan Pil Dewa Suci. Sambil memejamkan mata dirinya mengambil posisi duduk bersila mencoba memahami setiap bahan dan kandungan Pil Abadi dan Pil Dewa Suci.
Ia terus memikirkan formula terbaik dengan kondisi yang terbaik pula untuk menciptakan dua jenis Pil tersebut.
Pagi menjelang dengan menggeser embun pagi yang terusik dengan sinar mentari. Sekte Pedang Angin yang kini masih mengalami perbaikan, membuat aktivitas para murid saling bahu membahu membangun Sekte tercinta mereka.
Sementara para pekerja ahli yang dipekerjakan oleh Sekte tampak senang karena pekerjaan mereka menjadi lebih mudah dan lebih cepat dengan adanya ribuan murid yang membantu.
Kini tampilan Sekte Pedang Angin mulai tampak berubah setelah terus berbenah sesuai dengan tiga bulan tenggat waktu yang diberikan Long Guan.
Kemampuan keuangan Sekte yang sangat baik juga mempengaruhi pemilihan bahan-bahan berkualitas, sehingga selama seratus tahun bahkan lebih Sekte Pedang Angin tidak akan melakukan renovasi lagi. Bangunan akan berdiri dengan sangat kokoh dan menjadi mercusuar di Kota Awan.