
Murid tersebut merupakan bagian dari kaki tangan Chang Gui, ia secara sederhana ingin menyingkirkan Long Guan dengan racun pelemas tulang. Efeknya tidak secara langsung, melainkan secara bertahap akan terasa saat akumulasi jumlah dan waktu mencukupi.
Pada akhirnya, kompetisi antar Sekte hanya akan menjadi kuburan Long Guan. Salah satu peraturan menyebutkan jika peserta tidak dilarang melakukan pembunuhan selama itu memungkinkan. Kehadiran Long Guan memang sudah dinantikan oleh Chang Gui sejak lama, sejak Keluarga Wang dimusnahkan ada andil Long Guan di dalam peristiwa tersebut. Adapun Sekte Pedang Bintang, ia akan mengurusnya di kemudian hari. Tanpa ia harus mendatangi Long Guan, kesempatan baik justru menyertainya. Long Guan hanya mengantarkan kematiannya.
Ketika berhadapan dengan Wang Yushan di Kota Dengfeng, Long Guan mengetahui jika ia memiliki guru yang bernama Chang Gui. Sebagai Tetua senior, tentu tidak sulit bagi Long Guan mengetahui tentang identitas orang tersebut. Menurut Long Guan, mengenal musuh dengan baik adalah tiga puluh persen penentu kemenangan di medan pertempuran.
Sebelum berangkat ke Sekte Puncak Abadi, Long Guan telah memperhatikan hal-hal yang sekiranya dapat membahayakan dirinya. Kekhawatiran Ketua Sekte, Chan Fan terhadap sikap Tetua Sekte Puncak Abadi tersebut sangat beralasan. Melalui ingatan singkat, Long Guan mulai memahami alasan dirinya diikutsertakan pada kompetisi antar Sekte.
"Tok! Tok!" terdengar suara ketukan pintu.
Long Guan yang berada di tempat peristirahatan segera keluar, ruangan yang diberikan oleh Sekte Puncak Abadi memang cukup luas. Setiap ruangan khusus dihuni untuk setiap orang murid, dan mendapatkan pelayanan yang cukup istimewa.
"Permisi, saya hendak mengantarkan jamuan untuk makan" ucap seorang pemuda yang mengenakan seragam Sekte Puncak Abadi.
"Silahkan masuk" ucap Long Guan dengan sopan.
Murid tersebut lalu masuk dan meletakkan hidangan di atas meja dengan rapi. Ia bekerja dengan profesional, sepintas tidak akan ada yang akan mencurigainya jika ia memiliki maksud yang tidak baik terhadap Long Guan.
Setelah selesai melakukan tugasnya, ia segera undur diri dan berlalu meninggalkan Long Guan.
Setiap peserta mendapatkan perlakuan yang sama, hal ini adalah standar layanan yang diberikan oleh Sekte penyelenggara. Setelah murid tersebut pergi, Long Guan segera memeriksa jamuan yang diberikan tadi. Ia mendapati beberapa kudapan serta teh yang masih hangat.
Dengan hati-hati dirinya memeriksa makanan dan minuman yang baru saja disajikan. Dengan metode yang ia pelajari dari Kitab Raja Obat, tidak sulit baginya untuk mendeteksi sebuah kejanggalan. Saat ini ia tidak mau ceroboh, berhati-hati tentu lebih baik.
Dugaan Long Guan ternyata tidak meleset, apa yang ia khawatirkan terjadi. Ini adalah wilayah Tetua Chang Gui, ia terkenal licik. Makanan dan minuman yang disajikan ternyata mengandung racun yang sangat mengerikan. Sepintas tidak tercium karena tidak memiliki warna dan bau yang mencolok.
Tetapi indikator racun menunjukkan jika makanan dan minuman tersebut mengandung racun, sepertinya racun pelemah tulang. Long Guan mencoba menebak, dalam hal racun ia memang tidak terlalu ahli.
Long Guan tersenyum tenang, ia tidak mengeluarkan ekspresi berlebihan. Pada dasarnya ia akan mengikuti permainan ini sampai akhir. Ia ingin mendapatkan petunjuk yang lebih mengarah ke suatu tujuan, siapa dalang sebenarnya serta sasaran apa yang akan dicapai.
Kompetisi masih berjalan tiga hari lagi, baru Sekte Pedang Bintang yang tiba lebih awal. Saat ini Long Guan berada di sebuah tempat mirip asrama, penempatannya diatur rapi dan masing-masing memiliki kamar sendiri. Tak banyak yang ia lakukan, sesekali ia keluar bercengkrama dengan kesembilan murid lainnya. Walaupun sama-sama berasal dari Sekte Pedang Bintang, Long Guan tidak terlalu dekat dengan mereka.
Saat ini adalah momen yan tepat untuk saling mengenal, mereka semua merupakan murid senior Sekte Pedang Bintang. Usia mereka berada pada kisaran tiga puluh hingga tiga puluh lima tahun. Memang kompetisi ini dikhususkan bagi para murid senior yang memiliki kekuatan tidak terbatas. Dari penglihatan Long Guan, sembilan orang lainnya merupakan Diaken.
"Kami semua tidak mungkin memiliki harapan" jawab salah seorang murid senior tersebut yang berada pada ranah Semesta Kelima.
"Memangnya kenapa?" tanya Long Guan penasaran.
"Apakah kamu tidak tahu?" ucap murid senior tersebut dengan sedikit mengernyitkan dahinya.
"Tentang apa? setelah selesai menjalankan misi aku hanya berada di Aula alkimia membuat Pil dan ramuan" ujar Long Guan memberi penjelasan.
"Huh"
Terlihat murid senior tersebut menghela napas pendek. Dia bernama Tong Zhi perwakilan dari Bukit Pertama dan merupakan murid Chan Fan sebelumnya.
"Saat ini ada telah muncul beberapa murid jenius di sekte-sekte besar, mereka semua memiliki kekuatan setingkat para Tetua Sekte kita" ucapnya dengan tak berdaya.
Di kompetisi ini sangat kejam, aku sudah mengikutinya pada periode yang lalu, selalu saja ada yang mati" ucap Tong Zhi.
Lalu mulutnya mulai terangkat kembali, secara perlahan ia menjelaskan kepada Long Guan.
"Diantara para jenius yang ikut, bisa dikatakan bahwa Wu Xin adalah peserta terkuat, ia hampir mencapai alam surgawi pada usianya yang belum tiga puluh tahun. Selain itu semua orang tahu, jika Wu Xin termasuk orang yang sangat kejam. Wu Xin dari Sekte Puncak Abadi, sebagai tuan rumah ia dikabarkan memiliki kekuatan yang mendekati dengan Tingkat Surgawi. Kekuatannya yang sangat misterius membuat orang-orang enggan bersinggungan dengannya.
Sementara itu Dewi Phoenix Es mendapatkan tempat kedua, ia dikenal sebagai murid pribadi Matriark Xiu Juan. Kekuatannya sudah berada di tingkat Semesta Kesembilan, bahkan ada rumor yang mengatakan jika kekuatannya hampir tidak jauh dengan Wu Xin.
Tidak kalah dengan dua orang jenius tersebut, kali ini Ketua Sekte Badai Guntur Patriark Meng Tian mengutus putranya. Meng Gao adalah murid terbaik di Sektenya, pada usianya yang saat ini menginjak dua puluh tujuh tahun ia sudah berada di ranah Semesta Kedelapan. Bahkan ia memiliki teknik rahasia yang sangat mematikan, dalam beberapa tahun terakhir kekuatannya meningkat dengan pesat"
Hanya Sekte Pedang Bintang yang tidak memiliki murid jenius, hanya nama Liu Xianzhong yang berada di ranah Semesta Ketujuh yang menjadi andalan. Kiprahnya di dunia persilatan mulai dikenal sejak beberapa kali dirinya menjalankan misi, sehingga ia satu-satunya murid yang dikabarkan akan menjadi harapan Sekte Pedang Bintang.
Adapun Long Guan, tak ada satupun yang mengenalnya. Kehadirannya yang belum lama di Sekte Pedang Bintang, tidak membuat namanya terkenal. Aksinya menumpas Bandit Kecoa Hitam di Gunung Song juga tidak terekspos, saat itu ia tidak menyembunyikannya dengan rapi.
Hanya saja, nama Long Guan cukup akrab di telinga Tetua Chang Gui, aksinya memusnahkan Keluarga Wang tidak luput dari pantauannya. Hanya Long Guan yang akan menjadi ancaman nyata di kompetisi antar Sekte ini.
Setelah mendengar penjelasan dari murid senior, Long Guan hanya mengangguk pelan. Perhatiannya hanya pada Dewi Phoenix Es yang bernama Xie Annchi, Ia yakin bahwasanya orang yang dimaksud adalah Xie Annchi yang sama, wanita yang dicari Long Guan ketika berada di Alam Spiritual.