Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Pelarian Xiao Qing


Apa yang dipertanyakan oleh Qiu Long sebenarnya tidak salah, karena ia juga menyadari jika orang seperti Azazil di Alam Fana serta Kaibo di Alam Spiritual memiliki pemahaman hukum ruang dan waktu juga.


"Bangsa Iblis awalnya berteman baik dengan kita di Alam Surgawi, bahkan leluhur Klan Naga sempat menjadikan salah seorang dari mereka untuk dijadikan murid. Namun sikap khianat mereka serta kecemburuan terhadap bangsa kita membuat mereka lupa diri" terang Shen Long


"Lalu kenapa mereka tidak dimusnahkan sejak dahulu agar tidak menjadi masalah seperti saat ini?" tanya Qiu Long penasaran.


"Tentu saja mereka berbuat seperti itu setelah leluhur tiada, jika leluhur masih ada tentu mereka tidak akan berani" jawab Shen Long.


Setelah bercerita cukup lama, akhirnya Qiu Long mengerti banyak hal tentang sejarah Klan Naga yang selama ini ia anggap tidak penting. Dahulu ia hanya sibuk berlatih dan bagaimana caranya agar menjadi petarung yang dapat melindungi segenap Alam Surgawi.


Namun tak disangka keberuntungannya mendapatkan warisan kuno telah banyak membawa perubahan dalam hidupnya terutama rahasia kehidupan di beberapa alam kehidupan.


"Terimakasih paman, sekarang aku mau permisi untuk beristirahat" ucap Qiu Long dengan sopan.


"Sampaikan salam ku buat kakakmu, sering-seringlah main ke tempat ini" balas Shen Long.


"Baik paman, aku akan sampaikan setelah kembali ke Kota Shandian. Besok pagi kami akan kembali pulang, untuk urusan lainnya paman bisa berhubungan dengan Wei Long langsung" pungkas Qiu Long sebelum beranjak pergi.


"Baiklah, kalian berhati-hatilah" ucap Shen Long.


Sementara itu di salah satu bagian Kota Leiyu, nasib Xiao Qing masih sangat memprihatinkan selama beberapa hari ini ia selalu menjadi sasaran pelampiasan nafsu Shun Long yang merupakan orang kepercayaan Wang Long.


Sadar jika dirinya akan dibunuh maka Xiao Qing berencana menyusun rencana demi menyelamatkan nyawanya. Ia tidak mungkin begitu saja di tempat ini menunggu kematian. Oleh karena itu ia akan melancarkan tipu daya agar bisa selamat dari perangkap Shun Long dan Wang Long yang telah membohongi dirinya selama ini.


"Klik"


Suara pintu kamar dibuka dari luar, wajah Xiao Qing tersenyum manis saat melihat Shun Long masuk.


"Tentu saja, sampai beberapa waktu ke depan kau akan jadi wanitaku" jawab Shun Long dengan senyum nakal.


"Sepertinya setelah beberapa kali kau menyentuhku, aku mulai terbiasa" ucap Xiao Qing sambil menggoda Shun Long.


"Hahahaha.. Apakah aku lebih tangguh dari yang lain?" tanya Shun Long yang sudah mulai masuk perangkap Xiao Qing.


"Ya tentu saja, denganmu aku merasakan kehangatan yang berbeda" goda Xiao Qing sambil menyentuh dada Shun Long.


Merasakan sentuhan tangan lembut Xiao Qing membuat Shun Long lupa akan banyak hal, napasnya memburu dengan cepat dan segera ia menyentuh Xiao Qing dengan penuh gairah.


Demi menjalankan misinya, Xiao Qing pun melayani Shun Long seolah dia juga menginginkan hal yang sama. Rasa kepedihan dan kepahitan menyelimuti hati Xiao Qing pada saat yang bersamaan, ia benar-benar merasa hancur atas apa yang ia alami saat ini.


Ia ingin menangis dan menyesal atas pengkhianatan terhadap suaminya yang begitu baik dan setia, hanya demi hubungan masa lalu dengan Wang Long ia rela mengorbankan banyak hal hingga saat seperti sekarang ini.


Setelah beberapa waktu berlalu akhirnya Xiao Qing memiliki kesempatan untuk melarikan diri pada saat Shun Long terlena dan kelelahan. Dengan cepat dan meski tubuh lemah, ia berjalan mencari jalan menuju pintu keluar.


"Untungnya tempat ini tidak ada penjaganya" gumam Xiao Qing dalam hati.


Setelah mengendap-endap cukup lama akhirnya ia berhasil melarikan diri dari sebuah bangunan yang selama ini mengurungnya. Di tengah kegelapan malam, Xiao Qing berjalan menelusuri jalanan sunyi demi mempertahankan hidupnya.


Dengan langkah yang lemah ia terus berjalan berupaya sejauh mungkin meninggalkan tempat tersebut, ia juga tidak mau sampai dikejar oleh Shun Long.


"Aku harus bergerak lebih cepat lagi" gumam Xiao Qing dengan tetap mempertahankan staminanya agar tetap bisa selamat.