
Lin Jiuquan tersenyum senang mendengar pengakuan Long Guan. Ia berpikir jika Long Guan adalah murid khusus. Jika hanya sebagai murid biasa tentu saja ia tidak percaya. Liu Jiuquan yakin bahwa Long Guan adalah murid yang sedang menjalankan tugas Sekte.
Long Guan beristirahat duduk sejenak sambil menunggu kedatangan keluarga Wang, ia mulai menikmati perjalanannya. Petualangan di dunia luar memang berbeda dengan di Sekte.
Kemudian Lin Jiuquan datang unty berbincang dengan Long Guan, ia menceritakan tentang Lin Mei cucu satu-satunya yang sejak kecil ia rawat.
"Tuan pendekar, jika berkenan tolonglah bawa Lin Mei ikut bergabung dengan Sekte Pedang Bintang. Aku dengar di sana ada guru muda yang ahli dalam Alkimia" ucap Lin Jiuquan dengan memohon.
"Lin Mei sejak kecil sudah memiliki bakat dan ketertarikan dengan dunia alkimia. Ia sudah beberapa kali menyelamatkan warga yang sedang sakit dan terluka" sambung Lin Jiuquan.
Lin Jiuquan berkata lagi, "Aku sangat mengkhawatirkan keselamatan dirinya, aku sudah semakin tua."
Liu Jiuquan hendak berlutut, setengah tubuhnya sudah merendah. Namun dengan cepat Long Guan menarik kembali tubuh Lin Jiuquan.
"Kakek, tidak usah bersikap seperti demikian" aku akan mencobanya, ucap Long Guan tidak berdaya.
"Aku hanya akan mengarahkan kepada seseorang, selanjutnya bagaimana sikap orang tersebut itu di luar kemampuanku" ujar Long Guan sambil menghela napas.
"Kakek, makanan sudah siap"
Kata Lin Mei sambil menyediakan hidangan di ruang makan.
"Mari tuan pendekar" ajak Lin Jiuquan dengan sopan. Kini ia bergantung pada Long Guan demi nasib cucunya.
Long Guan segera mengikuti Lin Jiuquan ke meja makan. Ia duduk di samping Lin Mei, dengan cekatan Lin Mei menyiapkan makan untuk Long Guan. Sejenak Long Guan termenung, ia ingat Jian Ling yang selalu bersikap seperti ini kepadanya.
Kerinduan kepada istrinya membuat pupilnya sedikit mengecil, ia merindukan sosok istri yang selalu merawat dan menjaganya.
"Tuan, apakah anda tidak suka menunya?" tanya Lin Mei tiba-tiba.
"Owh maaf, aku hanya kepikiran sesuatu. Menunya tidak ada masalah" jawab Long Guan dengan cepat.
Lin Jiuquan yang menyaksikan hanya mengangguk pelan, lalu melanjutkan makan. Mereka makan tanpa canggung, sebagai seorang yang berbisnis pada rumah makan tentu Lin Jiuquan tahu bagaimana cara bersikap di meja makan.
Lima ratus meter dari posisinya kini, Long Guan merasakan adanya pergerakan beberapa pendekar ahli. Ia merasakan ada tiga orang dengan Kekuatan semesta Ketujuh sedang bergerak ke arahnya.
Ketika semuanya selesai makan, Long Guan berkata, "Kakek, sebaiknya Kakek dan Nona Lin mencari tempat berlindung" ucap Long Guan dengan tenang. "Sebentar lagi kita akan kedatangan beberapa orang dengan kekuatan besar" lanjut Long Guan menjelaskan.
"Baik tuan pendekar" lalu dua orang tersebut segera mencari tempat aman. Kemudian mereka segera meninggalkan kediamannya melalui pintu belakang.
Long Guan melangkah ke luar, ia hendak mengeluarkan pedangnya dari dalam cincin penyimpanan namun urung ia lakukan.
Di halaman rumah Lin Jiuquan, telah berdiri tiga orang pendekar ahli semesta ketujuh. Sisanya sekitar sepuluh orang berada pada ranah semesta ketiga hingga kelima.
"Hai bajingan! Segera lepaskan nyamu atau kami yang akan mencabutnya" teriak seorang lelaki dengan tatapan tajam.
Tatapan Long Guan menyapu ketiga orang pendekar ahli dalam sesaat, lalu mengarah kepada sepuluh orang pendekar di belakangnya.
"Kupikir akan sulit menemukan keluarga Wang, namun siapa yang sangka kalian akan datang sendiri mengantarkan nyawa" ucap Long Guan sambil melangkah maju dengan tenang.
"Siapa sebenarnya kamu? ada urusan apa dengan keluarga Wang?" teriak salah seorang pendekar ahli tersebut.
"Tidak hanya Wang Xuemien dan Wang Chunying yang angkuh, ternyata kalian semua sama angkuhnya" ucap Long Guan sambil mendongakkan kepalanya.
"Hahha.. Ternyata kamu adalah bocah sialan dari Sekte Pedang Bintang" ucap salah seorang Tetua Keluarga Wang.
“Apakah Sekte Pedang Bintang sudah kekurangan pendekar ahli? Hingga harus mengirim seorang bocah lemah untuk menakuti kami” ucap Tetua tersebut yang diiringi gelak tawa dari yang lainnya.
Detik berikutnya, sosok tubuh pria tersebut terpental beberapa meter ke belakang. Pilar yang terbuat dari batu hancur ketika dilewati tubuhnya, suara memilukan keluar dari mulut pria tersebut.
“Aaahh!”
Dari mulutnya keluar segumpal darah kental, tampaknya organ dalamnya ikut hancur dan keluar bersama gumpalan darah tersebut.
Semua orang yang menyaksikan hening seketika, mereka tidak menduga serangan cepat dari seorang pemuda bisa berdampak sangat mengerikan.
Seorang pendekar Semesta Ketujuh tumbang dalam satu gerakan!
“Si..Siapa kau sesunguhnya” tanya Tetua lainnya.
Menyaksikan saudaranya seperti itu timbul ketakutan di dalam dirinya.
“Kau bisa bertanya dengan Wang Xuemien di neraka” tanpa banyak bicara lagi tubuh Long Guan sudah melesat dengan cepat.
Jurus seribu bayangan memiliki kecepatan yang sangat luar biasa, saat tubuh asli Long Guan melesat jauh namun bayangan dirinya masih tetap berada di posisi semula. Secara kasat mata orang-orang hanya melihat Long Guan tidak bergerak sama sekali.
Sebuah tinju mendarat sempurna di dahi lelaki tersebut. Tinju yang dilepaskan barusan mengandung esensi api abadi, dalam sepersekian detik kekuatan api abadi masuk ke dalam tubuh pria tersebut.
Rasa panas terbakar yang menyebar melalui jaringan pembuluh darah membuat tubuh lelaki tersebut meledak.
“Boom”
Sepuluh orang pendekar tahap menengah tercengang, melihat pembantaian di depan mata mereka.
Sebelum mereka kembali tersadar, sebuah lubang hitam menarik tubuh mereka secara paksa.
“Woosh”
“Woosh”
Jangankan melawan, bahkan berteriakpun mereka tidak sempat!
Hanya seorang tetua keluarga Wang yang tersisa, tatapannya kosong menyaksikan kegilaan di depannya.
Bahkan seorang pendekar Tingkat Surgawi saja tidak akan mampu melakukan hal seperti ini!
Tampaknya keluarga Wang sudah menyinggung orang yang tak dapat disinggung.
“Bugh!”
tubuh lelaki tua itu melorot ke tanah. Ia tidak menduga semua akan berakhir seperti ini.
Tiba-tiba aura dingin menyelimuti tubuhnya, waktu terasa jalan melambat. Tubuhnya terkunci tak bergerak, hanya dalam hitungan detik ia sudah tidak merasakan apapun!
“Boom!”
Long Guan menggunakan Pukulan Sembilan Naga, jurus andalannya warisan dari leluhur Long. Jurus tersebut telah mendapatkan kesempurnaan saat bagian terakhirnya ia temukan di Perpustakaan Sekte Pedang Bintang.
Seluruh pendekar ahli Keluarga Wang tewas dalam satu tarikan napas, hampir semua tewas tanpa jasad, hanya menyisakan satu jasad sebagai pengingat.
Long Guan berencana mengirimkan jasad tersebut ke kediaman pribadi rumah Wakil Penguasa Kota yang kini dijabat oleh Keluarga Wang.
Long Guan menyadari kekuatan Keluarga Wang memang bukan sesuatu yang bisa disentuh, bahkan jika saja mereka bersatu sebelumnya maka bisa dipastikan Sekte Pedang Bintang akan musnah.