Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Menuju Medan Pertempuran


"Kalian sudah selesai menjalani kultivasi tertutup..." ucap Qiu Long yang tidak menyelesaikan ucapannya karena merasa senang.


"Kekuatan kami sudah meningkat. Sekarang kami sudah berada di ranah Pendekar Dewa" ucap Xiao Jian dengan bangga.


"Selamat.. Aku akan memberikan hadiah atas kenaikan tingkat kalian" ucap Qiu Long dengan tenang.


"Hadiah?.. Wah Ketua sangat pemurah" ujar Yong Rui dengan nada suka cita.


Zi Hao dan Wei Sheng pun ikut senang mendengar kata hadiah dari Qiu Long.


"Yun Mei, tolong atur pelayan untuk menyiapkan makanan untuk mereka semua. Selepas itu kami akan segera berangkat" ucap Qiu Long kepada Yun Mei.


"Baik Ketua" jawab Yun Mei dengan senyum senang.


"Kita mau kemana setelah ini?" tanya Xiao Jian dengan penasaran.


"Menjemput hadiah kalian" jawab Qiu Long dengan enteng.


"Ayolah Ketua, jangan sampai membuat kami penasaran" ucap Yong Rui.


"Hahaha... Ternyata kalian sudah tidak sabar" ucap Qiu Long sambil tertawa.


"Kota Cai Hong sedang dalam kekacauan, Klan Yinzhen melakukan serangan kepada penduduk dalam skala besar. Dari Kota Shandian hanya mengandalkan kita untuk bertempur, ada lima kekuatan pendekar dewa di pihak musuh. Sepertinya ini hadiah yang sudah dipersiapkan untuk menyambut kenaikan tingkat kalian" ucap Qiu Long dengan ekspresi tersenyum lebar.


"Baiklah jika begitu aku akan menerima hadiah ini sebagai kado pembuka" ucap Xiao Jian dengan penuh semangat.


Zi Hao, Wei Sheng dan Yong Rui juga mengangguk penuh semangat. Darah petarung mereka segera bergejolak saat mendengar nama Klan Yinzhen. Sebagai anggota Pasukan Gerbang Naga mereka adalah orang-orang yang telah menorehkan banyak prestasi.


Prestasi mereka diraih melalui berbagai pertempuran, di atas darah dan airmata mereka harus siap kapanpun mereka menjalankan misi. Itulah tugas Pasukan Gerbang Naga, pasukan keamanan Alam Surgawi.


Tidak lama kemudian beberapa pelayan sudah tiba diantara mereka untuk menyiapkan banyak hidangan. Setelah melakukan kultivasi tertutup selama beberapa hari, mereka perlu asupan makanan untuk mengisi kembali energi fisik mereka.


"Sepertinya nafsu makanku semakin bertambah besar setelah berada di Tingkat Dewa" ucap Yong Rui saat mereka memulai makan.


"Nafsu makan mu sudah besar memang sudah bawaan lahir" celetuk Zhi Hao sambil menahan tertawa.


"Enak saja.. Lihat lah dan rasakan energi Qi ku paling besar diantara kita berempat" balas Yong Rui sambil memakan makanan yang tersedia.


"Hahaha..." tawa dari Xiao Jian dan yang lainnya melihat kelakuan Yong Rui.


Qiu Long hanya terdiam, suasana di meja makan diantara mereka memang seperti ini. Bahkan dia sendiri tidak jarang mendapat ejekan dari rekan-rekannya.


Setelah selesai menyantap makanan, dirinya membaca peta yang sudah ditandai oleh Yun Mei. Kota Cai Hong tidak begitu asing bagi tim Qiu Long, pada misi terdahulu mereka sudah dua kali ke Kota tersebut. Saat itu tim Qiu Long masih lengkap berjumlah tujuh orang, dan satu-satunya tim yang sangat ditakuti oleh orang-orang dari Klan Mo Gui dan Klan Yinzhen.


Bagi Qiu Long, selain sebagai anak buahnya Xiao Jian dan yang lainnya merupakan sahabat sehidup semati. Oleh sebab itu kematian Li Jingguo dan Li Junjie harus dibayar dengan kematian juga, Qiu Long tidak akan menoleransi kematian dua sahabatnya.


Pada peristiwa yang lalu Qiu Long mendapat kepungan dari puluhan Pendekar Tingkat Dewa yang berada di atasnya. Saat itu kekuatan Qiu Long baru saja memasuki ranah dewa surgawi yakni pada ranah Pendekar Dewa Bumi.


Setelah mengetahui informasi Kristal Cinnabar, dalam beberapa hari saja setelah menyerap Kristal Cinnabar yang mengandung darah naga, kekuatan Qiu Long kembali melonjak dengan pesat. Bahkan dengan Kristal Cinnabar pemberian Fan Dian, kekuatan Qiu Long menjadi semakin kuat berada di ranah Kaisar Dewa.


Setelah selesai makan, Xiao Jian dan yang lainnya segera bersiap. Untung saja sebelum makan mereka sudah membersihkan diri setelah melakukan kultivasi tertutup.


"Ketua, kami sudah siap" ucap Xiao Jian.


"Ketua, tolong selamatkan Kota Cai Hong" suara Yun Mei tiba-tiba terdengar dengan nada memohon.


"Tentu saja, walau bagaimanapun aku membawamu dari Kota itu" jawab Qiu Long dengan tenang.


"Terimakasih Ketua" ucap Yun Mei dengan tulus.


"Kamu tidak usah sungkan, atau kamu bersedia sudah berubah pikiran dengan yang aku tawarkan saat di rumah makan tadi" goda Qiu Long sambil berjalan santai.


Yun Mei seketika menjadi salah tingkah, ia tidak tahan jika harus digoda seperti itu. Siapapun wanita pasti akan menganti jika ditawarkan untuk menjadi pendamping Dewa Perang Kota Shandian tersebut. Jangan bicara tentang manfaatnya, melihat rupa Qiu Long saja sudah membuat wanita menjadi tergila-gila.


"Mari kita berangkat" ajak Qiu Long kepada empat orang anggota timnya sambil menggerakkan tangan kanannya ke udara.


Dalam sekejap, sebuah portal cahaya berwarna keunguan muncul dari kehampaan. Energinya lebih stabil dan terlihat tenang, fluktuasi gelombang udara juga sudah dirasakan semakin lembut.


Diantara mereka yang berada di ruangan utama, hanya Yun Mei yang terkejut melihat portal teleportasi yang baru saja dibuat oleh Qiu Long. Selama ini ia hanya mendengarnya saja, namun sekarang ia baru percaya dengan kemampuan luar biasa pimpinannya tersebut.


Di Alam Surgawi sendiri, keberadaan portal teleportasi masih sangat jarang. Setiap kali mengaktifkannya akan membutuhkan formasi yang rumit serta menghabiskan seratus batu energi tingkat atas.


Detik berikutnya Qiu Long dan keempat rekannya sudah berada dalam portal teleportasi, lalu menghilang berbarengan dengan memudarnya cahaya ungu.


Di sebuah bangunan yang sangat besar, seberkas cahaya keunguan muncul dari kehampaan. Dari dalamnya tiba-tiba keluar lima sosok pemuda yang memakai topeng dengan pedang tunggal di punggungnya.


Dengan memakai seragam khas Pasukan Gerbang Naga, kelima orang tersebut melangkah dengan aura tempur yang sangat mengerikan.


Tingkat Dewa!


Tingkat Dewa!


Tingkat Dewa!


Seruan penuh kekaguman keluar dari mulut orang-orang Gerbang Naga Kota Cai Hong. Mereka adalah pasukan yang masih bersiaga di dalam markas utama Kota Cai Hong.


Setelah tiba di ruang pertemuan, Qiu Long dapat melihat sosok yang hendak ia temui sebelum menuju garis pertempuran.


Beberapa orang yang berada di dalam ruangan tersebut seketika menjadi takjub dengan kehadiran kelompok Qiu Long.


"Salam paman.. Maaf aku terlambat" ucap Qiu Long dengan sopan kepada Shen Long.


"Kamu sudah datang, kemari lah" ucap Shen Long yang dapat meyakini jika orang yang baru saja menyapanya adalah Qiu Long.