Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Naik Tingkat!


Di Lapangan Uji Tanding semua penonton sudah membubarkan diri, Yu Nuan dan Yu Nuwa segera melangkah cepat hendak menyusul Long Guan. Yu Nuan sangat khawatir dengan kondisi Long Guan yang baru saja menghadapi pertarungan yang luar biasa, perasaannya mengatakan bahwa Long Guan tidak dalam keadaan baik-baik saja.


Sementara Lin Bei dan yang lainnya mengikuti di belakang, ada sejuta perasaan bahagia dalam dirinya, ia sangat senang atas peristiwa yang baru saja terjadi di Lapangan Uji Tanding, “Aku tidak salah mengikuti Long Guan” Ucapnya dalam hati diikuti dengan senyum cerahnya.


Tidak beberapa lama kemudian mereka tiba di Bukit Kelima, Lin Bei dan yang lainnya menuju tempat tinggal masing-masing. Di sisi lain, kakak beradik Yu Nuan dan Yu Nuwa langsung menuju ke kediaman Long Guan.


Tubuh Yu Nuan sedikit gemetar, sejak memasuki kediaman Long Guan ia memiliki kecemasan, seolah di pundaknya ada tekanan yang sangat besar.


Yu Nuan berdiri diam terpaku, memperhatikan tempat tinggal Long Guan yang kosong. Ia mengetuk pintu namun tidak ada jawaban dari dalam, khawatir terjadi sesuatu ia mencoba masuk ke dalam dan mmeriksa setiap ruangan. Namun orang yang dicarinya tidak dapat ditemukan, Yu Nuan memiliki perasaan yang berkecamuk di hatinya, matanya berkaca-kaca dan membuat pandangannya sedikit kabur bersama air mata yang menetes.


Walau diantara mereka hanya berteman, namun dalam beberapa hari terakhir rasa kagum pada Long Guan berubah menjadi sebuah rasa yang sulit diungkapkan. Yu Nuan yang sebelumnya tidak pernah dekat dengan seorang laki-laki, kini ia justru akan merasa kehilangan jika tidak bertemu dengan Long Guan.


Di tempat yang berbeda, setelah menjalani duel dengan Tetua Wang Xuemien tampak tubuh Long Guan terhuyung berjalan keluar dari portal teleportasi. Tubuhnya bergetar dan matanya nanar memandang puncak Gunung Lima Jari.


Ia segera duduk bersila, memejamkan matanya dan mengatur napas untuk menstabilkan tenaga dalamnya. Dari dalam sebuah gubuk sederhana, seorang lelaki tua menyaksikan pemandangan tersebut dengan ekspresi bingung.


Melihat keadaan Long Guan yang tidak stabil karena fluktuasi Qi nya yang kacau, Tetua Ang Bei memperkirakan Long guan baru saja mengalami pertarungan hebat. Sebagai praktisi bela diri ranah Surgawi, ia dapat merasakan adanya benturan tenaga Qi eksternal.


Tetua Ang Bei mengernyitkan dahi dan berkata dalam hati, “Anak ini, apa yang sudah ia lakukan?” Mulanya ia sedikit khawatir terhadap Long Guan, namun setelah merasakan energi kehidupannya masih bagus ia menarik diri untuk membiarkan Long Guan berkultivasi.


Di dalam tubuh Long Guan fluktuasi energi yang kacau mulai lebih tenang, Gunung Lima Jari memiliki esensi alam yang sangat pekat dan lebih murni dari Bukit Kelima tempat ia tinggal. Alasan ini juga yang membuat ia memilih Gunung Lima Jari untuk memulihkan diri. Setelah satu jam berlalu energinya mulai stabil, punggungnya basah dengan keringat.


“Huh”


Long Guan menarik napas dalam-dalam, tubuhnya mulai membaik kini ia hanya membutuhkan Pil Penambah Energi untuk mempercepat pemulihan. Ia mengeluarkan tiga butir Pil lalu memasukkannya secara bersamaan ke dalam mulutnya, energi yang luar biasa menyembur dari tiga butir pil yang baru saja ia telan.


Lautan diafragma menarik udara ke paru-paru dengan disertai energi dari dalam Pil, dalam sekejap Long Guan tersadar “Ah aku lupa! Pil yang kuminum bukan Pil standar Dunia Fana, ini adalah Pil Penambah Energi Alam Spiritual!” Pikir Long Guan sedikit panik.


Namun tanpa ia duga, saat ia menarik napas otot-otot pernapasan di dadanya mengembang menimbulkan kontraksi yang lebih datar, energi spiritual yang masuk ke paru-paru menjadi lebih murni. Dantiannya menerima asupan energi yang sangat besar, pengaruh penyerapan Pil yang sempurna membuat tubuhnya dipenuhi energi.


“Bam!”


Suara ledakan teredam yang akrab di telinganya kembali terdengar. Baru kemarin ia menerobos, kini ia sudah menerobos kembali.


“Semesta Tingkat Ketiga!”


“Mustika Naga, sepertinya aku harus mulai mencarimu” Ucap Long Guan dalam hatinya. Masih dalam keadaan sila ia kembali memejamkan matanya, mengaktifkan seni pernapasan Naga Tersembunyi.


Energi spiritual Gunung Lima Jari mulai berputar dan memasuki tubuhnya dengan cepat, hembusan napas Long Guan terasa ringan seiring esensi alam dari Gunung Lima Jari yang terus ia netralkan dalam tubuhnya untuk menjadi energi.


Kedua Dantiannya terus menyerap energi alam dengan lahap, mengumpulkan dan menyimpan energi yang sangat banyak. Melihat ini Tetua Ang Bei hanya menggelengkan kepala, “Kemampuan anak ini benar-benar seperti monster” Ucapnya pelan setelah merasakan jejak peningkatan basis kultivasi Long Guan.


Di Gunung Empat Dewa, tempat Sekte Pedang Bintang bertengger masih ramai memperbincangkan Long Guan. Kebanyakan murid-murid berbicara tentang kemampuannya yang bisa mengimbangi Tetua Wang Xuemien.


Mulai saat ini tidak ada yang berani menjulukinya sebagai murid pecundang lagi, bahkan banyak yang menyebutnya sebagai sosok jenius Sekte Pedang Bintang. Hal ini ditambah setelah menyebarnya berita bahwa Long Guan mempermalukan ratusan murid Bukit Keenam dengan teknik Jiwa Pedang.


Bahkan di Bukit Utama Pertama, murid-murid Tetua Chan Fan merasa sangat tertarik dengan berita tersebut. Sebelumnya mereka tidak peduli sama sekali dengan Long Guan, namun berita tentang dirinya yang mampu menguasai Jiwa Pedang adalah sesuatu yang berbeda.


Tetua Chan Fan bahkan sangat antusias, sebelumnya ia masih ragu tentang Hung Fei yang menyerahkan identitas Tetua Bukit Kelima kepada murid yang biasa saja dan berasal dari Dunia Fana. Chan Fan merupakan mentor Hung Fei saat ia masih berada di Bukit Pertama dengan status Murid Dalam.


Keberuntungan Hung Fei berubah dengan drastis setelah ia memasuki makam kuno saat kompetisi antar Sekte yang diadakan setiap 10 tahun sekali oleh Sekte Puncak Abadi, menurut hitungan kalender Alam Spiritual kompetisi tersebut akan digelar dalam waktu 8 bulan lagi.


“Menarik, tampaknya Hung Fei telah menemukan penerus yang luar biasa” Batin Tetua Chan Fan dalam hatinya.


Di tengah malam, Long Guan sudah benar-benar pulih dan bangkit dari kultivasinya. Ia melihat Tetua Ang Bei tengah duduk menikmati secangkir minuman hangat.


“Mohon maaf Tetua Ang, aku kembali mengganggumu” Ucap Long Guan penuh hormat. “Bagaimana keadaanmu?” Tanya Tetua Ang Bei sambil memeriksa tubuh Long Guan melalui persepsinya. “Aku sekarang sudah pulih dan jauh lebih baik” Ucap Long Guan sambil tersenyum.


“Kekuatan tulangmu sangat luar biasa, jika aku tidak salah menilai maka tulangmu adalah tulang legenda, Kaisar Naga. Legenda ini hanya dimiliki oleh Klan Naga di Dunia Surgawi. Namun aku tidak mengerti kenapa kamu yang berasal dari Dunia Fana bisa memiliki darah murni Klan Naga” Ucap Tetua Ang Bei sambil menyesap tehnya.


Ia begitu menikmatinya, udara yang dingin di Gunung Lima Jari seolah sudah menjadi bagian dari dirinya. Tanpa sungkan kemudian Long Guan menceritakan tentang Leluhur Long Tian yang pernah mendiami Benua Timur di Dunia Bawah.


“Pufft”


“Long Tian?”


Tanya Tetua Ang Bei sambil menyemprotkan minuman yang ada di mulutnya, ia sangat terkejut mendengar Long Guan menyebutkan Long Tian sebagai leluhurnya. “Apakah Tetua Ang mengenalnya?” Tanya Long Guan dengan ekspresi penuh tanda tanya.