Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Dominasi Kerajaan Wei


Zu Aiguo dengan tenang berkata, “Mohon maaf tua-tuan apakah ada yang bisa saya bantu? Perkenalkan saya adalah penanggung jawab rumah lelang Pedang Emas ini” ucap Zu Aiguo dengan tatapan yang tenang namun aura pendekarnya tidak bisa ia tutupi.


Melihat kedatangan Zu Aiguo, seketika membuat rombongan murid Kristal Es tersebut terdiam, mereka memperhatikan sekilas penampilan Zu Aiguo yang tingkat kultivasinya setara dengan ketua rombongan.


“Kami hanyalah pengelana dari negeri seberang yang kebetulan mampir di Kota Awan ini, sebelum pulang ke daerah asal kami di kerajaan Wei kami ingin membeli oleh-oleh sebagai cinderamata perjalanan kami” ucap Ketua rombongan.


Sementara anggota yang lainnya hanya diam memperhatikan manajer penanggung jawab yang sedang berbicara dengan ketua rombongan mereka.


“Mohon maaf atas kesalahpahaman ini, silahkan kalian lanjutkan untuk mencari barang keperluan kalian” ucap Zu Aiguo dengan sopan. Namun dalam hati Zu Aiguo sedang menahan diri, dirinya sudah mendapat kabar tentang murid Sekte Kristal Es yang berada di hadapannya.


“Terimakasih tuan atas kesopanannya, sebaiknya kami undur diri untuk bersiap kembali ke daerah asal kami” ucap ketua rombongan dengan ragu-ragu.


Perkataan Ketua rombongan membuat para anggotanya sedikit bingung, mengapa harus kembali pulang padahal mereka sudah berada di tempat tujuan. Namun sebagai anggota, mereka tidak mungkin menolak seruan dari Ketua rombongan. Tak menunggu lama, mereka bergegas meninggalkan rumah lelang Pedang Emas dengan tergesa-gesa tanpa membeli apapun.


Di dalam perjalanan, salah seorang anggota rombongan bertanya,


“Ketua mengapa kita kembali dengan cara seperti ini?” tanyanya dengan menyimpan nada kekecewaan.


“Kalian hampir saja bertindak bodoh, kekuatan pemuda itu memang masih setingkat denganku, namun aku merasakan aura pendekar yang sangat kuat tengah mengintimidasi ku dari balik dinding rumah lelang tersebut” ucap Ketua rombongan dengan perasaan yang tidak tenang.


“Sebaiknya kita segera kembali dan melaporkan hal ini kepada Jenderal Xiaoru. Ucap Ketua rombongan dengan wajah serius.


Sementara di dalam rumah lelang Pedang Emas, Tetua Xie Rong keluar menuju lobi,


“Sepertinya mereka memang memiliki maksud yang tidak baik” ucap tetua Xie Rong menatap kepergian rombongan murid Sekte Kristal Es dari jauh.


“Kecurigaan tetua tidak salah, aku tadi sempat berbincang dan memperhatikan mereka dari dekat. Untuk ukuran murid, kekuatan mereka tidak biasa dan selain itu aku merasakan ada aura hitam yang berbeda sekali dengan kultivator yang pernah kutemui sebelumnya” ucap Zu Aiguo kepada Tetua Xie Rong dengan sikap yang sopan.


“Sebaiknya mereka segera meninggalkan Kota Awan, atau jika tidak maka aku takkan menahan diri untuk membunuh mereka” ucap tetua Xie Rong sambil mendengus kesal.


Ia teringat akan saudara kandungnya yang bernama Xie Bao yang tewas dibunuh oleh gerombolan pasukan bayangan dari kerajaan Wei dan Sekte Kristal Es, meskipun belum dilakukan penyelidikan menyeluruh namun ia yakin bahwa Raja Wei Cuan dan Sekte Kristal Es bersekongkol melakukan kekacauan di Kota Pelangi.


Meningkatnya jumlah permintaan Pil tahap satu dan dua membuat Tetua Yang Guifei terlihat sibuk mengatur murid-murid yang berjumlah hampir seratus orang tersebut. Untungnya pemilihan bahan sudah dilakukan secara terpisah dengan bantuan dari Xie Annchi dan Mei Shin.


Bakat Xie Annchi memang luar biasa, selain bertugas bersama Jian Ling ia juga menjadi murid dengan prioritas tertinggi dalam pemahaman pengembangan racun pada senjata tempur.


Walaupun Paviliun Obat mayoritas diisi oleh wanita, namun perannya sangat vital bagi sekte, baik dalam peningkatan kekuatan sekte maupun sebagai penopang bisnis Sekte Pedang Angin.


Sementara di aula pemurnian Pil tingkat tiga, yang kini disebut dengan aula tiga serangkai tampak Jian Ling, Mei Shin dan Xie Annchi sedang membuat pil dalam jumlah besar.


Selain pil Inti Emas, ada juga pil penyembuhan serta pil penambah energi. Ketiga jenis pil tersebut merupakan produk unggulan Sekte Pedang Angin. Di rumah lelang Pedang Emas, penjualannya dilakukan secara lelang, dan dikenal dengan sebutan pil tiga serangkai.


Dikatakan tiga serangkai karena diprakarsai oleh tiga orang wanita yang membuat pil tingkat tiga dan terdiri dari tiga jenis saja pil yang mereka buat. Kata tiga serangkai ini pertama kali dicetuskan oleh tetua Yang Guifei dan para murid di Paviliun Obat. Kini paviliun obat, selain menghasilkan pil dan ramuan untuk sekte, tetapi juga menjualnya melalui rumah lelang Pedang Emas.


Banyak para keluarga dan pihak kerajaan yang membeli pil-pil produksi Sekte Pedang Angin, bahkan penghasilan dari pil-pil saja sudah dapat menghidupi sekte untuk jangka Panjang.


Sekte juga kini memiliki usaha penginapan dan rumah makan, sehingga dapat memberdayakan para alumni Sekte itu sendiri, selain itu keberadaan perwakilan rumah lelang Pedang Emas di ibukota kekaisaran Qin mulai aktif, membuat penghasilan sekte berlipat ganda.


Teh herbal yang dikembangkan oleh sekte kini menjadi salah satu teh terbaik yang diburu para pecinta teh di kekaisaran Qin. Siklus usaha ini tidak terlepas dari otak bisnis Long Guan, yang kini memang terbukti nyata. Selama di aula Tiga Serangkai, hubungan Jian Ling dengan Xie Annchi semakin akrab, mereka terpaut usia tiga tahun.


Jian Ling menganggap Xie Annchi seperti adiknya, di sisi lain ia juga sangat mengagumi bakat dan kecantikannya. Awalnya Jian Ling agak cemburu dengan Xie Annchi, namun setelah mengenalnya lebih dekat Xie Annchi adalah sosok wanita yang menyenangkan.


Berita tentang kompetisi bela diri yang akan dilaksanakan di Sekte Pedang Angin kini telah beredar luas, para pemimpin sekte di setiap wilayah sudah menerima surat undangan tersebut, dan menanggapi dengan antusias.


Banyak para pemimpin Sekte di kekaisaran Qin yang sudah mendengar tentang Sekte Pedang Angin, ada yang penasaran namun ada juga yang merasa bahwa sekte Pedang Angin terlalu sombong. Selain Ibukota provinsi kekaisaran Qin, masih ada lima wilayah kerajaan dibawah kekuasaan Kaisar Qin Huang, yakni kerajaan Zu, Wei, Han, Zhao dan Yan.


Selama beberapa dekade sebelumnya wilayah kerajaan Wei paling mendominasi dengan Sekte Kristal Es nya. Dalam lima bulan tersisa para pemimpin sekte tengah menyiapkan murid-murid terbaiknya untuk bertukar pengalaman dalam kompetisi tersebut.


Kegiatan ini juga telah mendapat persetujuan dari Kaisar Qin, bahkan sang Kaisar berencana merekrut talenta-talenta muda yang mengikuti kompetisi tersebut. Para raja di wilayah masing-masing juga sangat antusias menyikapinya, hanya raja Wei Cuan yang memiliki niat buruk untuk melakukan sabotase ketika perhelatan itu digelar.


Walau bagaimanapun raja Wei tidak mau kehilangan dominasinya di wilayah kekaisaran Qin. Apalagi kini ia sudah bergabung sebagai pemuja Azazil, tentu ia akan merasa lebih mendominasi Kekaisaran Qin dan merebutnya kelak dari Kaisar Qin Huang.