
Long Guan tidak menyangka kedatangannya ke Gunung Song akan membawa keuntungan yang sangat luar biasa. Tetapi di dalam pemikirannya, ia semakin tidak mengerti dengan jalan hidupnya, apakah ia akan bisa kembali hidup normal seperti dulu waktu di dunia fana? Ataukah takdir harus mengantarnya pada kehidupan lain.
Setelah pikirannya tenang, Long Guan segera membuat lubang untuk memakamkan mayat Dun Ming. Dengan penuh rasa penghormatan, Long Guan menyelesaikan prosesi tersebut.
Setelah melewati prosesi pemakaman, Long Guan memeriksa pedang yang berada di dalam peti. Melihat pedang tersebut tidak biasa, Long Guan meneteskan darahnya di pedang tersebut. Aura kematian seketika menyeruak dari pedang yang kini berada di genggaman tangannya.
Niat membunuh yang besar menyebar di ruangan dalam Gua, cahaya yang keluar dari pedang sangat menyilaukan. Di waktu yang bersamaan, energi di tubuh Long Guan mengeluarkan cahaya keunguan. Seperti satu frekwensi, kedua cahaya tersebut menyatu dan membentuk sebuah cahaya pedang. Long Guan memfokuskan pikirannya, cahaya pedang yang terbentuk segera terserap dan memudar dengan cepat ke dalam pedang.
"Teknik Penyerap Jiwa" ucap Long Guan pelan. Ia baru saja mendapatkan pencerahan. Pedang yang ditangannya kini sudah sehaluan dengan dirinya, bisa dibilang Long Guan adalah tuan pemilik yang baru.
Long Guan kemudian beralih kepada sebuah Mustika berwarna hitam seukuran kepalan tangan orang dewasa.
"Ini adalah Mustika Naga ketiga, ukurannya lebih besar dari yang sebelumnya aku serap" batin Long Guan.
Setelah berpikir sejenak, ia akan menyerapnya di sini. Lalu Long Guan menuju bibir Gua untuk menutup area Gua dengan array formasi. Selain formasi yang sebelumnya ada, Long Guan juga membuat formasi baru untuk melapisinya.
Setelah selesai menyiapkan formasi, ia mengambil posisi duduk sila. Ia menelan sebutir penambah energi untuk asupan energinya. Setelah aliran energinya stabil, ditambah pekatnya Qi dari pegunungan Song membuatnya dalam kondisi terbaik.
Mustika Naga ia genggam dengan erat, dengan tenaga dalam dari dalam tubuhnya ia mulai menyerap Mustika Naga tersebut. Dengan tenang ia lalui proses tersebut.
Long Guan menarik nafas dalam-dalam menghirup udara dingin dari puncak gunung, ia merasakan energi Qi yang berada di dalam Gua ini sangat kuat, jika dibandingkan dengan di luar maka kemurniannya jauh lebih pekat.
Long Guan merenung sejenak, ia merasakan tekanan yang sangat besar, nafasnya mulai terasa sesak. Secara perlahan dan tak terhenti kekuatan besar terus merembes keluar dari Mustika Naga yang ia genggam.
Tiba-tiba Mustika Naga tersebut mengeluarkan cahaya, sinarnya cukup terang untuk menyinari hingga ke dinding-dinding Gua. Energi hangat memasuki Long Guan, tubuhnya kini mulai bisa beradaptasi.
"Kami dari Sekte Pedang Bintang ingin bertemu dengan Kepala Desa Songshan" ucap Ming Hao penuh semangat. Pada saat ini ia ingin membangun citranya kembali di depan Fang Yin.
Mereka berempat langsung diantar oleh penduduk setempat ke kediaman Kepala Desa. Gong Fei yang kebetulan menyambut mereka sedikit terkejut. Demikian juga rombongan yang dipimpin oleh Ming Hao. Mereka jelas dapat merasakan kekuatan Gong Fei yang berada pada ranah Semesta Ketiga.
"Apakah kalian teman dari Long Guan?" tanya Gong Fei pada satu kesempatan.
Ming Hao semakin tidak mengerti, mengapa pemuda di depannya mengenal Long Guan.
"Ya, tentu saja. Dia bagian dari murid Sekte Pedang Bintang" ucap Fang Yin.
"Oh begitu.. " ucap Gong Fei sembari mengangguk ringan.
"Apakah tuan mengenal saudara Long Guan" cecar Fang Yin penuh semangat.
"Ya, kami kemarin berada pada waktu dan kesempatan yang sama" sahut Gong Fei.
"Apa?" keempat murid tersebut kaget tak percaya.
"Bisakah tuan menceritakan apa yang terjadi" tanya Ming Hao yang penasaran.
Kemudian Gong Fei menjelaskan tentang bagaimana ia dan Long Guan membantai Bandit Kecoa Hitam, serta beberapa kejadian lainnya. Hanya saja Gong Fei tidak memberitahukan dimana Long Guan berada. Hal ini sesuai dengan kemauan Long Guan.
Fang Yin semakin kagum dengan sosok Long Guan, selain dapat menghancurkan Keluarga Wang, ia juga mampu menumpas kawanan bandit.