Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Long Guan Yang Mujur


Long Guan menatap wanita yang kini berada di sampingnya, lalu ia meraih salah satu tangannya. Long Guan menarik napas panjang sebelum akhirnya, ia berkata,


"Tuan, aku menyukai putrimu dan tolong izinkan kami untuk bersama" ucap Long Guan dengan sungguh-sungguh.


Hung Quon seperti disiram air es yang sangat dingin, ia diam membeku. Sementara Hung Yin tidak kalah terkejutnya, ia memandang Long Guan penuh kerumitan.


Untuk beberapa saat, ruangan menjadi hening.


Long Guan hanya berpikir jika masalah ini harus diselesaikan. Jika tidak maka akan merusak jalan beladirinya di masa yang akan datang. Ia bukanlah lelaki yang tak bertanggungjawab, untuk sisanya ia hanya menyerahkan semuanya kepada takdir.


"Hahaha.. Tentu saja boleh, aku akan sangat senang jika kalian bisa hidup bersama" ucap Hung Quon yang kini sudah kembali kepada kesadarannya.


"Yin'er kenapa kamu tidak pernah bilang ke ayah tentang kedekatan kalian?" tanya Hung Quon kepada putri semata wayangnya.


Mendengar pertanyaan ayahnya, Hung Yin tidak dapat menjawabnya. Ia hanya membiarkan Long Guan yang kini tengah menyentuh tangannya di hadapan ayahnya.


"Baiklah, aku akan membahas masalah ini dengan kakekmu. Kalian tetaplah di sini jangan kemana-mana" ucap Hung Quon kepada Long Guan dan putrinya.


"Baik tuan" sahut Long Guan dengan hormat.


Lalu Hung Quon penuh semangat meninggalkan mereka berdua di ruang keluarga.


Long Guan lalu meletakkan tangan Hung Yin kembali.


"Kenapa kau melakukan ini? jika terpaksa masih ada waktu untukmu berubah pikiran" ucap Hung Yin.


"Entahlah, yang jelas aku akan tetap menikahimu. Untuk kedepannya nanti biar waktu yang akan menjawabnya" jawab Long Guan dengan pasrah.


Hung Yin lalu melangkah ke sudut ruangan, ia berdiri dekat jendela. Dari tempat ia berdiri, ia memandang bunga krisan yang tengah mekar, di sebelahnya terdapat bunga lili yang masih berupa kuncup.


Long Guan kemudian mendekati Hung Yin, pandangannya mengikuti arah mata Hung Yin yang tengah memandang bunga di taman.


"Seperti krisan, lili pun akan mengikuti bermekaran. Semua hanya butuh waktu untuk saling terbuka, biarkan alam menyeleksinya dengan bijak" ucap Long Guan sambil menatap wajah Hung Yin.


Entah siapa yang memulai duluan, keduanya langsung berhamburan ke dalam satu pelukan, Hung Yin memeluk erat Long Guan dan menumpahkan air mata kesedihannya.


"Maafkan atas kebodohanku" ucapnya kepada Long Guan.


Long Guan terdiam, ia menarik napas lalu berkata, "Semua sudah terjadi. Biarlah cinta bersemi menemukan jalannya secara pribadi. Kita tidak bisa mengungkap rahasia, semua sudah memiliki  alurnya masing-masing" ucap Long Guan.


Ada yang perlu kamu ketahui tentang diriku, bahwa sesungguhnya aku sudah memiliki kehidupan di dunia fana. Aku sudah memiliki keluarga kecil, aku juga sangat menyayangi mereka" ucap Long Guan dengan jujur.


"Iya, tidak masalah. Aku akan menerimamu dengan keadaanmu yang bagaimanapun juga.Hanya satu pintaku, jangan pernah lupakan aku" jawab Hung Yin dalam pelukan Long Guan.


"Terimakasih Yin'er" ucap Long Guan yang kini sudah merubah panggilannya kepada Hung Yin.


Setelah melewati obrolan di ruang keluarga, Hung Yin mengajak berkeliling tempat kediamannya, tanpa sungkan keduanya bergandengan tangan sepanjang jalan di taman rumah.


Para pelayan yang melihatnya merasa kagum dengan sepasang kekasih yang begitu sempurna. Kecantikan dan ketampanan mereka berdua seperti karya lukisan terindah Dewa dan Dewi. Pemandangan ini di lihat oleh Hung Quon dan Hung Yuwen, keduanya tersenyum lepas melihat pasangan muda mudi tersebut.


"Bagus.. Bagus.." ucap Hung Yuwen yang mengagetkan Hung Yin.


"Kakek, Ayah.." ucap Hung Yin dengan pipi memerah.


"Salam Tuan..." ucap Long Guan yang belum menyudahi perkataannya.


"Baik Kakek" ucap Long Guan sedikit menahan rasa malu. Saat ini ia sudah bisa menerima garis hidupnya. Semua tanpa ia rencanakan dan tanpa ia duga. Kehadiran Hung Yin juga melalui proses yang aneh, jadi Long Guan mau tidak mau harus menerima takdir.


Kemudian mereka kembali ke ruang keluarga, membahas beberapa hal. Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa lusa mereka akan dinikahkan. Hal ini dikarenakan Long Guan akan kembali ke Sekte Pedang Bintang untuk melapor.


Waktu dua hari berlalu dengan cepat, kini Long Guan baru saja selesai menikahi Hung Yin dengan sangat sederhana. Mereka hanya mengundang kerabat terdekat saja, sementara Long Guan memberikan mas kawin dalam jumlah yang besar.


Keluarga Hung tidak menduga Long Guan memiliki harta simpanan yang luar biasa, membuat status Long Guan sebagai lelaki terhormat dan bukan sebagai menantu yang menumpang. Kekayaan keluarga Hung yang luar biasa, seringkali dijadikan alasan untuk menikahi Hung Yin. Selain cantik, wanita tersebut merupakan keturunan bangsawan.


Pada malam hari..


Long Guan yang baru saja masuk ke kamar pengantin, melihat Hung Yin sedang duduk di di atas kursi sudut ruangan.


Ia menemukan sosok Hung Yin yang sedang memerah wajahnya. Ia merasakan sesuatu yang berbeda dari sebelumnya, wajah Hung Yin yang cantik jelita dan tubuh yang proporsional membuat pesona yang sangat memabukkan.


Pada saat ini, Long Guan menggertakkan giginya lalu menghampiri Hung Yin yang tampak tak bergerak. Ia mengulurkan tangan, menyentuh hidung Hung Yin dengan lembut.


Mendapat perlakuan dari Long Guan, seluruh tubuh Hung Yin bergetar.


"Gege.. " ucap Hung Yin malu-malu.


Long Guan tersenyum dan berkata, "Kenapa kamu berbeda dengan malam sebelumnya" goda Long Guan pada Hung Yin yang kini sudah resmi menjadi istrinya.


"Ah.. Gege" ucap Hung Yin sambil meraih tangan suaminya dan mencubitnya dengan malu-malu.


Bolehkah aku bertanya? tanya Long Guan


"Tentu saja" jawab Hung Yin.


"Saat itu apa yang kau pikirkan?" tanya Long Guan dengan serius.


"Mulanya aku hanya ingin menjalin hubungan dengan orang yang amat kukagumi, itu saja tidak lebih" ucap Hung Yin, lalu ia berkata lagi,


"Mengenalmu secara perlahan membuatku merasa berbeda, sebelumnya aku tidak pernah menyukai seseorang. Entah kenapa bisa terjadi, padahal kamu itu sangat menyebalkan. Aku sangat membencimu saat kamu meninggalkan ku sendiri di malam itu, seumur hidup baru kamu yang berbuat kejam kepadaku.


Aku sebenarnya membencimu, namun memikirkan kembali saat kau datang menyelamatkan diriku membuatku merasa berhutang budi padamu. Kukira semuanya cukup sampai di situ, hingga kamu datang kembali memberikan perlindungan kepada keluargaku.


Tidak bisa tidak, aku memikirkan tindakanmu yang jelas bukan siapa-siapa di kehidupanku. Aku memikirkan tindakanmu yang tanpa pamrih, lalu aku ingin memberikan sesuatu yang berharga dalam hidupku kepadamu. Apalagi semenjak kamu berada di sini, seringnya kita berkomunikasi membuatku selalu memikirkan dirimu disepanjang hari.


Aku tidak berani memikirkan untuk bisa memilikimu, kekuatanmu yang luar biasa hanya akan memperdalam jurang diantara kita. Aku juga memperhatikan dirimu, sikapmu seperti tidak pernah tertarik dengan diriku. Semua itu menjadi tantangan buatku untuk menaklukkan dirimu.


"Kupikir semua akan berakhir di malam itu, kita tidak akan saling mengganggu. Tetapi sikapmu kemudian telah membawa kita hingga seperti saat ini" jelas Hung Yin.


Setelah selesai berbicara, Long Guan sedikit menggunakan tenaganya untuk mengangkat tubuh istrinya ke ranjang. Perasaan Long Guan kini sudah benar-benar ada untuk Hung Yin, ia akan memperlakukan wanita dihadapannya selayak istrinya.


Mulanya ia tidak menduga, Hung Yin yang ia kenal gadis sebagai bodoh dan manja bisa menjadi istrinya.


Di dalam kamar yang seolah tanpa ruang dan batas, keduanya melakukan hubungan suami istri menemani malam yang panjang. Keduanya tidak tahu sudah berapa kali mereka terbuai dalam kenikmatan, hingga pagi hari menjelang barulah mereka beristirahat.


Hung Yin yang kelelahan, kini terlelap dalam pelukan suaminya. Long Guan yang melihat istrinya kelelahan, hanya tersenyum manis. Dalam pikirannya ia masih terngiang adegan semalam dengan istrinya tersebut.


"Benar-benar terlalu rumit" gumam Long Guan dalam hati. Dalam perjalanannya kali ini ia tidak hanya mendapatkan kekuatan tetapi juga seorang istri.