
Keesokan paginya, setelah semuanya siap Long Guan akan segera berangkat. Saat ini ia masih duduk, di sebelahnya Ketua Sekte Chan Fan tampak santai membicarakan beberapa hal.
“Kekaisaran Xia sangat luas, jika tiba di Ibukota kamu agar lebih hati-hati” ucap Chan Fan.
“Baik Ketua, murid akan mendengarkan nasihat dari Ketua” jawab Long Guan.
Pagi ini sebelum turun gunung Long Guan sengaja menemui Ketua Sekte, ada beberapa hal yang ingin ia utarakan secara langsung. Setelah itu, ia berpamitan untuk memulai petualangannya.
Di bawah langit Sekte Pedang Bintang, seekor Elang raksasa mendarat di halaman tempat tinggal Ketua Sekte.
“Bugh”
Suara kakinya terdengar berat ketika menghentakkan kakinya di tanah. Chan Fan berdiri, kemudian elang emas mengangguk patuh padanya.
Ini adalah hewan spiritual yang dimiliki oleh Sekte. Long Guan sedikit tertegun, sebagai orang yang berasal dari dunia fana pemandangan ini luar biasa.
“Bawalah kami ke perbatasan Kota Dengfeng” ucap Chan Fan sambil mengusap lembut kepala burung elang emas tersebut.
Seolah mengerti dengan ucapan Ketua Sekte Pedang Bintang, keduanya melakukan dialog.
“Long Guan! kemarilah” ucap Chan Fan.
Long Guan melangkah maju menghampiri Ketua Sekte, matanya memandang Elang emas dengan takjub.
Ditatap oleh Long Guan, beast Elang emas tersebut mundur beberapa langkah. Kakinya menghentakkan tanah beberapa kali, ia tampak ketakutan!
Ketua Sekte yang menyaksikan, sedikit mengernyitkan alis, lalu berkata “Tenang, tenang dia adalah bagian dari Sekte.” Ucap Chan Fan berupaya menenangkan Elang Emas tersebut.
Long Guan sedikit bingung dengan pemandangan di depannya, ia sedikit merasa bersalah.
Setelah beberapa saat, Elang emas itu mulai tenang. Ketua Sekte segera menaikinya dan duduk di atasnya.
“Naiklah!
Ucap Ketua Sekte kepada Long Guan.
Dengan mantap Long Guan naik ke punggung beast elang tersebut, burung Elang itu cukup besar bisa menampung tiga sampai empat orang.
“Wush”
“Wush”
Tak beberapa lama, burung Elang Emas tersebut mulai mengepakkan sayapnya terbang ke langit luas.
Meskipun di dunia fana Long Guan memiliki kemampuan terbang, tetapi ini adalah pertama kalinya ia merasakan sensasi terbang di atas hewan.
Beast sejenis Elang Emas merupakan kendaraan yang biasa digunakan untuk bepergian. Hewan seperti ini biasa dimiliki oleh Sekte-sekte besar, bahkan beberapa Klan memilikinya.
Sepanjang jalan, Ketua Sekte dapat merasakan Elang Emas yang begitu tertekan.
“Anak ini memiliki sesuatu yang terpendam” gumam Chan Fan sambil melirik Long Guan.
Di Sekte Pedang Bintang, meskipun posisinya sebagai murid Long Guan memiliki status tinggi namun tak bergelar. Hanya para petinggi Sekte saja yang mengetahuinya, bahkan Chan Fan yang notabene sebagai Ketua Sekte tidak akan berani menyinggung Long Guan.
Setelah melewati beberapa pegunungan, Long Guan melihat sebuah gerbang kota yang cukup megah.
“Nah, kita sudah hampir sampai” ucap Ketua Sekte sambil menunjuk ke bawah.
Sebelumnya Long Guan tidak menyangka jika Sekte akan memperlakukannya seperti ini. Mulanya ia berencana akan menuju Kota Dengfeng dengan berjalan kaki sebelum ia menuju ke Ibukota Kekaisaran Xia di Kota Zhenxun.
Ia sudah berjanji kepada gurunya Hung Fei untuk menemui keluarganya. Keluarga Hung berada di Ibukota Kekaisaran, namun Long Guan belum memiliki petunjuk.
“Bugh”
Burung Elang Emas menginjakkan kakinya di tanah, mereka telah mendarat tidak jauh dari Gerbang Kota. Beberapa orang yang melihat, tidak bereaksi berlebihan.
Pemandangan seperti ini sudah lumrah terjadi di Kota Dengfeng. Long Guan segera melompat ke tanah dan mendapatkan pijakkan kakinya dengan baik.
“Jangan lupa kembali sebelum kompetisi antar Sekte!”
Ucap Ketua Sekte lalu terbang kembali bersama Elang Emas. Dalam satu kepakkan sayap, burung Elang Emas sudah melompat terbang tinggi meninggalkan Long Guan.
Long Guan berjalan mendatangi petugas penjaga gerbang, ia melihat ada dua baris orang yang mengantri. Long Guan mengikuti barisan bersama rombongan para pedagang dan penduduk biasa lainnya.
Sementara pada barisan kedua yang berada di sebelahnya nampak lebih lengang. Sebagai orang yang baru memasuki Kota Dengfeng, ia tidak mengetahui banyak informasi. Ia hanya mengetahui bahwa keluarga Wang tinggal di Kota ini.
Pada saat ini, dua orang yang sepertinya kakak beradik memasuki Gerbang Kota tanpa pemeriksaan. Long Guan melirik para penjaga yang tengah menundukkan kepala kepada mereka.
Untuk sementara ia tidak dapat menemukan latar belakang dua orang kakak beradik tersebut.
Long Guan dikenakan biaya masuk sebesar 1 koin emas atau setara dengan 10 perak. Jumlah ini terbilang sangat mahal, tetapi ia tidak protes. Long Guan hanya sedang memahami beberapa keadaan yang belum ia pahami.
Ia tidaklah kekurangan uang, pemberian dari gurunya belum ia gunakan. Bahkan di dalam Cincin penyimpanannya terdapat emas yang masih sangat banyak. Dan lagi Long Guan tidak menggunakan identitas sebagai murid Sekte Pedang Bintang.
Jika para penjaga itu mengetahui Long Guan berasal dari Sekte Pedang Bintang maka ia akan mendapatkan perlakuan yang berbeda.
Pada kesempatan ini Long Guan juga diberikan sebuah token khusus sebagai pengunjung. Ia mendapatkan token dengan masa berlaku selama satu bulan.
Setelah cukup lama mengantri ia berjalan mencari sebuah rumah makan sederhana. Biasanya di rumah makan seperti ini banyak terdapat kultivator lepas serta para pedagang. Pertukaran informasi akan lebih mudah terjadi sini.
“Tuan, selamat datang di rumah makan kami” ucap seorang nona dengan ramah
Long Guan mengangguk pelan, lalu melangkah masuk menuju meja makan yang telah menantinya.
“Tuan mau pesan apa?” tanya salah satu pelayan datang menghampiri.
“Tolong buatkan aku makanan yang terbaik di sini” ucap Long Guan.
Ia tidak tahu menu makanan di Kota Dengfeng.
Di Sekte ia hanya makan seperlunya dan tidak pernah menanyakan nama makanan yang dimakannnya.
"Baik tuan" sang pelayan yang merupakan seorang pria tengah baya mengangguk pelan, kemudian ia berjalan ke dapur menyampaikan pesanan.
Dari luar rumah makan, Seorang pemuda dengan pedang menggantung di pinggang berteriak cukup keras,
“Pelayan! Buatkan aku makanan seperti biasanya.
Ucap pemuda tersebut lalu berjalan ke arah Long Guan. Di samping pemuda tersebut nampak seorang gadis cantik, namun wajahnya terlihat angkuh menatap ke arah Long Guan.
“Kak’ siapa orang itu?” tanyanya kepada kakaknya sambil menunjuk ke arah Long Guan.
“Hai, siapa kamu? Kenapa duduk di sini?” tanya pemuda tersebut dengan tatapan marah.
Long Guan menarik napas pelan, namun ia cukup tenang. Ia melirik sejenak ke arah dua orang adik kakak tersebut, itu adalah dua orang yang sama yang tadi ia lihat di Gerbang masuk Kota.
Pemuda tersebut berteriak lagi,
“Pelayan! Usir orang ini aku mau makan” ucap pemuda tersebut dengan nada tinggi.
Seorang pelayan wanita lari tergopoh-gopoh, ia adalah nona yang menyambut Long Guan di depan pintu masuk.
“Maaf tuan muda, ada yang bisa saya bantu?” ucapnya dengan cepat ketika melihat pemuda di depannya.
Pelayan tersebut mengenal dua orang saudara kakak beradik ini, dia adalah Wang Shu dan Wang Miao anak dari wakil penguasa Kota Dengfeng.
“Tuan muda Wang, mohon maaf. Biarkan aku carikan tempat yang lain” lanjut pelayan tersebut dengan sopan.
“Apa?’ kamu pikir kamu siapa? Apakah kamu ingin menentangku” bentak pemuda tersebut yang diketahui bernama Wang Shu.
“Ampun tuan muda Wang, hamba tidak berani” ucap pelayan tersebut.
“Meja ini sudah dipesan oleh tuan tersebut, tidak etis jika harus menggesernya” tandas pelayan tersebut dengan ragu-ragu.
Ia sebenarnya sangat takut dengan tuan muda Wang tersebut, tempramen dan perangainya terkenal buruk di Kota Dengfeng, namun tidak ada yang berani menghentikannya.
Keluarga Wang cukup kuat, meskipun beberapa bulan yang lalu ia kehilangan Patriark dan beberapa pendekar ahlinya, namun sikap arogannya tidak berhenti.
Wang Yushan, ayahnya masih memiliki kekuasaan politik di Kota Dengfeng. Semua itu ditopang juga oleh keberadaan asosiasi Giok Hijau dalam menyediakan Pil-pil untuk memajukan kultivasi pendekar.
Long Guan mengerutkan dahinya mendengar pelayan tersebut menyebut nama keluarga Wang. Ia tidak menyangka akan dengan mudah menemukan keluarga Wang di Kota ini.
Long Guan mengangguk pelan, ia mengapresiasi keberanian pelayan yang berada di depannya. Tindakannya sangat berani, ada kekaguman di dalam hati Long Guan.
“Dasar pelayan hina! Panggil pemilik rumah makan ini” ucap pemuda itu dengan tatapan bola matanya yang mau melompat keluar.
Pelayan tersebut segera melangkah cepat, ia melaporkan peristiwa yang baru saja terjadi.
“Tuan dan nona, mari silahkan duduk bersamaku” ucap Long Guan berusaha mencairkan suasana. Dalam hatinya ia menahan amarah, keluarga Wang sudah digariskan oleh Sekte untuk dimusnahkan.
Long Guan sedikit berpikir dengan keadaan ini, mengapa mereka tidak pergi meninggalkan wilayah selatan? Padahal tidak mungkin mereka tidak tahu dengan apa yang telah di Sekte Pedang Bintang.
“Cuih” Wang Shu meludah
“Dasar orang miskin, jaga sikapmu! Suara seorang wanita tidak kalah emosinya dengan Wang Shu.
Wanita itu telah memperhatikan kekuatan Long Guan yang hanya berada di Semesta tingkat pertama. Sehingga ia memandang Long Guan bukan sebagai ancaman.
Selama beberapa bulan ini Long Guan selalu berlatih Teknik Pernapasan Naga Tersembunyi. Dalam perkembangannya, untuk menyembunyikan tingkat kultivasi bukanlah hal yang sulit baginya.
Long Guan hanya menggeleng pelan, ia melihat kedua orang itu dengan acuh.
“Tap!”
“Tap!”
“Tap!”
Terdengar langkah yang tergesa-gesa, ia adalah pemilik rumah makan ini.
“Tuan, maafkan kami” ucap lelaki tua tersebut dengan sopan. Di sebelahnya seorang pelayan wanita muda menemaninya.
“Cepat usir orang ini” sebelum selera makanku hilang!
Ucap Wang Shu d engan arogan.
Pemilik rumah makan tersebut memandang Long Guan, setelah beberapa saat ia memastikan baru pertama kali melihat Long Guan. Di pinggangnya juga tergantung sebuah token pengunjung, tampaknya ia hanya seorang pendatang.