
Wang Dhu tiba di Aula Utama Sekte Pedang Bintang, kedatangannya diterima langsung oleh Ketua Sekte yang baru, Chan Fan.
Di dalam Aula tersebut sudah hadir pula dua orang Tetua serta Penatua Agung Han Zao. Hanya Penatua Agung Ang Bei yang belum hadir.
Sementara Long Guan juga nampak hadir, ia akan menjadi saksi saat dibutuhkan.
Di pihak Keluarga Wang, terdapat sepuluh orang pendekar ahli dengan raut kesombongan muncul di wajah mereka.
Di dalam Aula Sekte, Wang Dhu duduk dengan tatapan tidak menyenangkan. Seorang pendekar dengan Ranah Surgawi Tingkat Dua berada persis di sebelahnya, sementara Sembilan orang pendekar ahli lainnya berdiri di belakangnya.
Chan Fan menduga kedatangan mereka terkait dengan Tetua Wang, di sampingnya mantan Patriark Han Zao juga berpikiran demikian.
Long Guan tidak dapat mengukur kekuatan dari pendekar ahli Keluarga Wang, namun ia dapat memastikan bahwa kekuatan mereka berada di atas petinggi Sekte.
Baru kali ini Long Guan merasakan tekanan yang sangat mengintimidasi. Kekuatan mereka jelas berada di atas Ketua Sekte.
Wang Dhu tidak bertele-tele secara terbuka ia mengatakan bahwa kedatangannya terkait kabar dua orang Tetua Sekte Pedang Bintang yang berasal dari Keluarga Wang.
Ia meminta penjelasan kepada Ketua Sekte yang baru untuk menjelaskan masalah tersebut.
“Tuan Wang, masalah ini terkait dengan aturan Sekte Pedang Bintang. Tetua Wang Xuemien dan Tetua Wang Chunying telah terbukti bersekongkol untuk berkhianat.
Keduanya terbukti memanfaatkan sumberdaya Sekte demi kepentingan pribadi. Selain itu murid-murid Sekte telah menjadi imbas dari perbuatan Tetua Wang Xuemin.
Pil-pil yang dibuatnya terbukti gagal dan mencelakai ribuan murid. Kultivasi mereka terhambat dan bakat mereka terhalangi karenanya.
Sekte Pedang Bintang terkenal dengan Sekte yang memegang teguh peraturan, siapapun yang melanggar maka akan dihukum.
Pelanggaran terberat adalah pengkhianatan, sesuai peraturan maka hukumannya adalah kematian.
Setelah Chan Fan menjelaskan masalah yang mendera dua orang Tetua dari Keluarga Wang, terlihat Wang Dhu memiliki tatapan penuh kebencian.
Ia menatap Ketua Sekte Pedang Bintang penuh permusuhan.
“Persetan!”
“Alasan macam apa itu?”
“Kalian saja yang bodoh karena telah menerima murid tidak berbakat”
Ucap Wang Du dengan mata melotot.
Penatua Han Zao, segera berdiri dan berkata
“Jaga bicaramu!”
Seorang pendekar ahli Keluarga Wang ikut angkat bicara,
“Jika kau hebat jangan banyak bicara”
Tatapannya sinis memandang Penatua Agung Han Zao.
Sementara semua yang hadir merasakan hawa dingin yang menyeruak di sekejur tubuh mereka.
Saat ini seisi ruangan menjadi sunyi, aura pendekar surgawi membuat udara di ruangan menjadi hampa.
Long Guan mulai kesulitan bernapas. Tidak bisa dipungkiri ia adalah orang yang memiliki kekuatan paling rendah. Namun Long Guan telah menjalani proses pembentukan tulang.
Kualitas tulang Kaisar Naga tidak dapat diragukan dalam hal kekuatan serta dapat melindungi diri.
Kemampuan menyimpan tenaga dalam adalah salah satu keistimewaan tulang Kaisar Naga. Seperti pada saat ini, ia bisa bertahan karena kemampuan tulangnya tersebut.
Ketua Sekte yang mengkhawatirkan Long Guan sangat terkejut, ia tidak menyangka Long Guan masih sanggup bertahan.
Bahkan dirinya saja yang berada di ranah Semesta Kedelapan merasa sangat terbebani, dan jangan tanyakan bagaimana tersiksanya Tetua Liu Yaoshan dan Liu Changhai.
Penatua Agung Han Zao dahinya mulai berkeringat dingin, ia menyadari kekuatan lawannya berada di atasnya.
“Biar aku yang membereskan para pendekar murahan ini!”
Suara Penatua Agung Ang Bei terdengar, seketika itu juga ia muncul dengan seringai senyuman.
Wang Dhu mengerutkan dahinya, ia sedikit mengetahui tentang legenda pendekar pedang yang ada di depannya.
“Sepertinya kemunculan seorang Legenda Pedang di Sekte Pedang Bintang bukanlah bualan”. Ucap Wang Dhu yang berusaha bersikap tenang di bawah tatapan mematikan Ang Bei.
Sebagai Kepala Keluarga, tentu Wang Dhu telah memperkirakan situasi ini, Ang Bei meskipun kuat ia takkan mampu melawan banyak ahli sekaligus.
“Perbedaan kekuatan ini terlalu jauh!”.
Ang Bei menatap seorang ahli yang setingkat dengannya itu, lalu ia mengeluarkan tenaga dalamnya.
Sebuah cahaya terang menyelimuti tubuh Ang Bei, cahaya tersebut perlahan-lahan naik keatas kepalanya dan mulai membentuk ratusan pedang.
Pendekar ahli tersebut sangat terkejut, dalam hal ini ia merasa telah dibohongi oleh Wang Dhu. Berdasarkan informasi yang ia terima, Sang Legenda Pedang sudah tidak mencampuri urusan Sekte.
Walaupun mereka berada pada level yang sama namun untuk membentuk pedang dari tenaga Qi bukanlah sesuatu yang mudah.
Menghadapi master pedang seperti ini membuat ia bergeser ke belakang meski enggan.
Tidak aneh jika ia disebut sebagai Legenda Pendekar Pedang, kemampuannya dalam menciptakan ratusan pedang dari energi Qi sangat mengerikan.
Seringai senyum muncul di wajah tua Ang Bei, kerutan di wajahnya menggambarkan garis kematian.
“Jika saja kalian datang dengan niat yang baik, mungkin aku bisa melepaskan kalian”
Pria ahli yang memakai jubah hitam tersebut menelan ludahnya, begitu juga pendekar ahli lainnya yang disewa Wang Dhu.
Namun di luar dugaan, sepuluh orang pendekar tersebut saling pandang, seolah merencanakan sesuatu.
Kemudian mereka menyatukan tenaga dalam dan mengeluarkan tekanan energi yang sangat besar ke arah Penatua Agung Ang Bei.
Dalam sekejap tubuh Penatua Ang Bei seperti dihimpit oleh gunung raksasa, ratusan cahaya pedang yang sebelumnya telah terbentuk menjadi hancur berkeping-keping.
Wajah Penatua Agung Ang Bei pucat pasi, sikap dominan sebelumnya berubah menjadi kesakitan.
Melihat kondisi ini, Penatua Agung Han Zao dan tiga orang lainnya ikut menyalurkan tenaga dalam untuk melawan kekuatan musuh.
Seketika ua kekuatan besar beradu menimbulkan gelombang kejut yang sangat dahsyat.
“Boom!”
Bangunan Aula Utama Sekte menjadi hancur berantakan. Dua gelombang energi berkekuatan besar terus beradu dan berbenturan.
Daya saling tarik menarik kedua gelombang energi tersebut membuat semua yang berada di sekitar menjadi hancur lebur.
Mereka semua bertarung mengeluarkan tenaga dalam secara penuh untuk menunjukan keunggulannya, dalam hal ini pihak Sekte Pedang Bintang sangat dirugikan mengingat kalah jumlah.
Namun Penatua Ang Bei dan yang lainnya terus menembakkan energi Qi untuk tetap bertahan. Jika dibiarkan terus menerus maka mereka akan mati.
Di sisi lain, Long Guan yang sangat tersiksa dengan tekanan energi dahsyat tesebut hampir jatuh pingsan.
Namun keajaiban terjadi pada saat kritis tersebut. Ia merasakan jiwanya beresonansi terhadap tekanan dari benturan dua kekuatan alam surgawi.
Teknik Jiwa yang Long Guan miliki, seolah mendapatkan stimulan dari dua gelombang energi yang dipancarkan oleh kedua belah pihak.
Tanpa sadar ia memejamkan matanya, merasakan kekuatan jiwanya meningkat pesat.
Sebelumnya di dunia fana, Long Guan memiliki keahlian dalam membuat teknik Formasi Ilusi. Kemampuan jiwanya tersebut terdorong secara ganas mendobrak persepsinya.
Ia dapat merasakan kembali kebangkitan indera spiritualnya semakin kuat. Emosi dan pikirannya bergerak secara terpisah dengan fisiknya.
“Apa yang terjadi dengan anak itu?”
Penatua Agung Han Zao mengernyitkan matanya memandang Long Guan.
Sementara di dalam dirinya, Long Guan kini tengah beradaptasi antara kesadaran dengan situasi dunia nyata.
Api Abadi dalam lautan diafragmanya terus membakar Qi untuk meningkatkan reflexs, akurasi dan kecepatan.
Tekanan energi eksternal dari kekuatan Surgawi telah mendorong tekad Long Guan dari zona ketidakberdayaan untuk mengeluarkan kemampuan maksimalnya sebagai kultivator.
Tanpa orang lain sadari, dua energi surgawi yang bertabrakan di udara diserap oleh salah satu Dantiannya.
Dantian yang tercipta karena menyerap Mustika Naga sebelumnya kini menarik jiwa Long Guan yang saat ini berpikiran kosong.
Teknik Kultivasi Naga Tersembunyi bekerja dengan otomatis membantu penyerapan energi secara ganas ke dalam tubuh Long Guan.
Seluruh ahlli beladiri yang terlibat pertempuran mulai menyadari keanehan yang terjadi. Kekuatan besar yang mereka keluarkan diserap secara sporadis masuk ke dalam tubuh Long Guan.
“Monster!”
“Monster!”
Teriak beberapa pendekar ahli bawaan Keluarga Wang. Bahkan Para petinggi Sekte Pedang Bintang tidak kalah tercengangnya.