
“Hahaha..” ternyata istriku yang cantik ini bisa cemburu juga ya” canda Long Guan sambil menyentuh hidung Jian Ling dengan mesra.
Ia lalu memeluk istrinya dan merasakan kehangatan saat mereka berdua. Setelah mengurai pelukannya, mereka berdua menuju ruang tengah untuk mengobrol bersama.
Sementara di halaman samping tampak suara dua orang yang sedang melakukan latih tanding, mereka adalah pelayan pribadi Jian Ling yang mendapat pelatihan khusus darinya, terutama untuk mempelajari jurus pedang membelah hujan.
Long Guan memerhatikan mereka dari jendela, ia tampak puas melihat gerakan-gerakan yang ditampilkan oleh dua muridnya tersebut.
“Sepertinya aku harus menciptakan beberapa teknik pedang yang baru untuk menyempurnakan jurus-jurus sekte" gumam Long Guan.
Setelah sebulan ia menikah, Long Guan merasakan tinggal di sekte Pedang Angin berasa lebih nyaman ketimbang di Klan Long yang pernah ia tinggali.
Namun Long Guan menyadari perjalanannya masih sangat Panjang, ia juga tidak bisa mengajak Jian Ling untuk menemaninya. Long Guan berencana segera memiliki keturunan agar Jian Ling tidak sedih saat dirinya tak berada di sisinya.
Saat ini Long Guan kembali menatap wajah cantik istrinya.
“Hmmph.. Gege kenapa memandangiku seperti itu?” tanya Jian Ling agak malu.
“Kamu sungguh cantik Ling’er, andai saja kehidupan ini damai tercipta. Aku akan memilih menua bersamamu dengan sederhana” ungkap Long Guan.
“Sampai kapanpun aku akan selalu mendampingi gege apapun yang terjadi” tanggap Jian Ling yang segera menghamburkan dirinya ke pelukan suaminya.
Long Guan memeluk erat dan mencium wajah istrinya dengan mesra, dari wajah lanjut ke bibir memaksa birahi mereka terpacu dengan cepat di sore hari.
Tanpa ragu Long Guan langsung menggendong Jian Ling masuk ke kamar pribadi mereka untuk menuntaskan gairah muda mereka.
Setelah selesai melakukan pertempuran yang dimenangkan oleh Long Guan, Jian Ling tampak tak berdaya di ranjang. Long Guan lalu bangkit membersihkan diri dan menuju ruang tengah.
Ia membuka cincin penyimpanannya dan mencari beberapa gulungan teknik jurus berpedang dan sedikit mengubahnya dengan variasi gaya pedang Sekte Pedang Angin. Dalam semalam ia berhasil membuat dua buah gulungan yang berisi jurus pedang tingkat menengah, teknik tersebut ia namakan pedang rembulan dan pedang kilat.
Pedang rembulan tampak gemulai dengan ciri khas tarian pedang yang mematikan, setiap gerakannya mengarah kepada titi-titik vital tubuh lawan, dengan tiga puluh enam langkah sudah cukup untuk membunuh ahli pedang di alam Kelahiran Kembali tingkat awal.
Sementara teknik kedua juga tidak berbeda, hanya langkahnya lebih sedikit terdiri atas dua puluh empat langkah mematikan dengan jurus penguncian dan pembantaian. Jurus ini efektif untuk membunuh ahli pedang di alam kelahiran Kembali tingkat awal.
Melihat Long Guan yang sedang serius, Jian Ling tidak berani mengganggunya, ia hanya berdecak kagum tanpa henti kepada sosok lelaki yang kini menjadi suaminya.
Dalam benaknya ia juga berfikir tentang suaminya yang merupakan sosok pahlawan besar, ia tidak menampik kehadiran wanita lain yang kelak akan hadir di kehidupannya. Walau bagaimanapun wanita akan sulit tidak terpesona dengan kekuatan dan ketampanan suaminya.
Pagi harinya Long Guan memanggil Tetua Jian dan ke empat Tetua lainnya ke kediaman pribadinya.
Setelah mereka semua kumpul, Long Guan menyampaikan kepada mereka tentang kedua teknik yang baru saja ia tulis. Long Guan ingin jurus ini dipelajari oleh murid yang nantinya berada di alam Inti Qi tahap awal sebagai jurus tingkat menengah.
Long Guan menjelaskan ada 3 teknik pedang tingkat menengah, yaitu jurus pedang rembulan, jurus pedang kilat serta jurus pedang menebas meteor yang sudah dikuasai Jian Ling.
Ketiga jurus tersebut hanya boleh dipelajari murid inti senior, karena jurus tersebut sangat berbahaya dan memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.
Namun para tetua wajib menguasainya sebagai bekal guru beladiri. Untuk jurus-jurus yang selama ini berada di sekte akan diturunkan menjadi jurus tingkat rendah yang boleh dikuasai pembudidaya tingkat pondasi Qi, seperti jurus membelah hujan.
Untuk yang lainnya akan menjadi tingkat dasar yang wajib dikuasai oleh alam pemurnian Qi.
Menyaksikan penemuan yang dilakukan oleh Long Guan, lagi-lagi para Tetua hanya bisa berdecak kagum.
Terobosan pengembangan ilmu beladiri telah berkembang ke arah yang sangat ekstrem. Di tengah rasa takjub para tetua, Long Guan berkata.
“Setelah ranah kalian memasuki alam kelahiran tingkat kedua, aku akan mengajarkan Jurus Pedang Ledakan Bintang sebagai jurus tingkat tinggi Sekte Pedang Angin” ucap Long Guan sambil tersenyum tenang.
Namun para Tetua saling memandang dengan tatapan kehebohan, mereka mengetahui bahwa jurus Pedang Ledakan Bintang adalah jurus yang hanya boleh dimiliki oleh Ketua Sekte.
Namun Long Guan sangat bermurah hati tidak menyembunyikannya. Seketika para tetua berlutut
“Terimakasih Ketua” jawab mereka serempak.
“Bangkitlah, kalian tidak perlu melakukan hal tersebut, aku hanya melakukan apa yang harus kulakukan. Tanggungjawab sekte adalah milik bersama, aku sangat berterimakasih atas kerja keras para tetua dalam mengembangkan dan menjaga sekte” ucap Long Guan dengan tulus.
Sementara Jian Ling memandang suaminya penuh cinta, dari aspek manapun ia sangat beruntung memiliki sosok suami sekaligus pemimpin sekte yang kharismatik dan kuat.
Namun, semakin hebat Long Guan semakin ia khawatir akan kehadiran wanita lain. Bahkan ada sedikit rasa cemburu ketika Long Guan menyebut nama Xie Annchi kemarin,
"Apa yang terjadi denganku, kenapa pikiran ku tak menentu" gumam Jian Ling yang hatinya gelisah.
Meskipun ia tidak menolak, namun ia tidak mau kehilangan suami yang amat ia cintai. Kebersamaan mereka memang belum lama masih seumur jagung, namun terasa nyaman sekali buat Jian Ling saat bersama suaminya, waktu terasa berhenti saat ia berdua.