Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Kekuatan Terpendam Xie Annchi


Long Guan berusaha bangkit dengan Pedang Biru di tangannya, di tubuhnya masih mengalir semangat perjuangan yang tinggi.


“Ketua, sebaiknya anda istirahat dahulu” Ucap Xie Annchi yang memang berada di sampingnya sambil berupaya memapah tubuh Long Guan yang masih lemah.


“Terimakasih atas perhatian dan pengorbananmu, andai aku memiliki kehidupan lain maka aku akan menjadikanmu sebagai wanitaku seperti Jian Ling” Ucap Long Guan dengan sungguh-sungguh.


Pada dasarnya Long Guan sudah merasakan ketulusan Xie Annchi akhir-akhir ini, seperti saat ini dirinya tidak menghiraukan keselamatan nyawanya demi menolong dan menjaga dirinya.


Xie Annchi tersenyum bahagia mendengar ucapan Long Guan, tanpa sadar ia menangis. Dengan lembut Long Guan mengusap air matanya, “Kelak jika aku tak selamat tolong sampaikan kepada Ling’er bahwa aku sangat mencintainya” Ucap Long Guan pelan sambil berlalu meninggalkan Xie Annchi.


Dengan langkah yang terseok Long Guan kembali menyerang Azazil menggunakan jurus Pedang Pembunuh Iblis dengan seluruh kekuatannya.


“Anak ini sungguh nekat, semangatnya tidak pernah kendor meskipun menghadapi pertarungan hidup dan mati” Ucap Hung Fei sambil menggelengkan kepala.


Mulanya ia berencana membawa Long Guan ke Alam Spiritual menggunakan portal dimensi waktu dan meminta bantuan Patriark Sekte Pedang Bintang untuk memusnahkan Azazil. Namun situasi sudah berkembang seperti ini, lalu Hung Fei melakukan serangan susulan membantu Long Guan.


Mendapati dua serangan sekaligus, Azazil tidak menganggapnya serius, dia menggunakan sebuah teknik Pedang Sabit untuk menghalau serangan Long Guan serta Hung Fei yang datang lebih kuat berkali lipat.


Tubuh Long Guan kembali terpental dan terluka sangat parah, wajahnya sudah berlumur darah akibat benturan luka di kepalanya.


Sementara Hung Fei juga ikut terluka dengan cukup parah akibat ledakan energi dari teknik yang dikeluarkan Azazil. Xie Annchi berteriak dengan histeris saat memapah tubuh Long Guan yang sudah sangat lemah, aura kehidupannya sudah mulai redup, sambil menghancurkan Pil Penyembuh menjadi bubuk, ia membuka mulut Long Guan memberikan pertolongan.


Ia menangis dengan cukup keras, sementara di seberang tampak Jian Ling juga berada dalam posisi yang sama. Ia tidak berdaya dan tidak bisa mendekati tubuh suaminya yang kini tengah terluka, kondisi Jian Ling semakin bersedih dan terus meronta tak berdaya di bawah pengawasan ayahnya.


Kondisi kehamilan Jian Ling yang sudah membesar tentu menjadi alasan khusus dirinya tak bisa mendekati area pertempuran, selain mengancam nyawanya, tentu akan mengancam keselamatan bayi dalam kandungannya.


Menahan kesedihan Jian Ling pingsan dalam pelukan Tetua Yang Guifei, atas arahan Tetua Jian, Jian Ling segera dievakuasi ke tempat yang lebih aman oleh Yang Guifei. Walaupun kondisi Tetua Jian belum sepenuhnya pulih akibat pertempuran sebelumnya melawan Xiaoru namun ia masih mau tetap bertahan menjaga Sekte Pedang Angin sampai titik darah penghabisan.


Kesedihan mendalam meliputi diri Xie Annchi melihat Long Guan yang terluka parah, di pangkuannya Long Guan tampak tak sadarkan diri.


Tanpa disadari oleh Xie Annchi, kesedihan tersebut telah menimbulkan gejolak energi dalam tubuhnya. Keinginan untuk melindungi dan rasa cinta yang mendalam telah membangkitkan kekuatan tersembunyi Xie Annchi. Aura dingin yang luar biasa merembes keluar dan merenggut kesadaran Xie Annchi.


Dirinya tiba-tiba melayang, cahaya biru tua terus mengeluarkan elemen es yang sangat dingin. Dari tubuh Xie Annchi keluar seperti burung Phoenix Es abadi menatap seluruh makhluk di sekitarnya, dengan kibasan sayapnya ribuan kristal es bergerak sangat cepat ke arah Azazil yang tengah bersiap melakukan serangan balasan ke Hung Fei.


Tanpa diduga kekuatan yang sangat dahsyat menyerang Azazil.


“Gawat, apakah ini kekuatan makhluk mitologi Phoenix Es?”


Gumam Azazil dalam hatinya. Di Alam Spiritual memang ada Sekte Phoenix Es, apakah wanita ini reinkarnasi dari makhluk abadi tersebut?” Tanya Azazil dengan bingung sambil menghindari serbuan kristal es.


Seiring munculnya kristal es, suhu di wilayah Sekte Pedang Angin langsung turun secara drastis, butiran es mulai turun dari langit membentuk salju. Azazil mengeluarkan jurus andalannya untuk menghalau serangan kristal es yang terus semakin banyak dan mengkristal lebih keras. Dengan peningkatan kekuatan Xie Annchi yang aneh, membuat Hung Fei sangat terkejut, tatapannya jatuh pada Long Guan yang ikut membeku akibat es yang turun semakin banyak.


Hung Fei bergegas menghampiri Long Guan dan memberikan Qi vitalitas, “Syukurlah keadaannya baik-baik saja. Meskipun tubuh luarnya mulai kedinginan, namun energi internalnya terus bekerja bersama panas Api Abadi dalam tubuhnya” Ucap Hung Fei pelan.


Long Guan juga sudah tersadar kembali akibat merasakan perubahan suhu yang sangat ekstrim. Pada saat ini suara Long Guan terdengar lemah, “Nona Xie, kamu berhati-hatilah”


Namun Xie Annchi yang sudah kehilangan kesadarannya hanya bergeming, ia tetap fokus menyerang Azazil dengan membabi buta. Sementara Azazil tampak kewalahan menghadapi serangan brutal dari Xie Annchi. Azazil kini mengaktifkan energi perlindungan tubuh yang terus di bombardir oleh serangan kristal es yang kian lama kian kuat.


“Bam”


“Bam”


Serangan bertubi-tubi terus dikeluarkan oleh Xie Annchi, sementara wilayah Sekte Pedang Angin sudah mengalami rusak parah.


Seberkas cahaya muncul membuat gelombang dimensi yang cukup besar, lima orang wanita berpakaian putih muncul dari gelombang energi tersebut.


“Bagaimana mungkin, ada situasi seperti ini?”


Tiba-tiba ia berkata sambil menyipitkan matanya melihat seorang wanita muda yang tengah melayang mengeluarkan kekuatan es abadi. Sementara di sudut lainnya, ia melihat Azazil yang tengah kewalahan menahan gempuran serangan kristal es.


“Wanita itu adalah reinkarnasi Dewi Phoenix Es”


Ucap Matriark Xiu Juan penuh semangat. “Akhirnya Sekte Phoenix Es akan mengalami kejayaan” Sambungnya dengan penuh rasa bangga.


Matriark Xiu Juan seperti menemukan harta karun, “Tidak sia-sia aku ke dunia fana ini” gumamnya dalam hati. Matriark Xiu Juan segera menembakkan sinar putih ke dahi Xie Annchi, jika dipaksakan terus maka Xie Annchi akan kehilangan nyawanya akibat terlalu banyak mengeluarkan energi es.


Kekuatannya masih terlalu lemah untuk mengendalikan kekuatan legendaris Phoenix Es. Tubuh Xie Annchi segera jatuh terkulai sebelum ditangkap oleh Matriark Sekte Phoenix Es.


Sementara Azazil yang melihat kedatangan rombongan petinggi Phoenix Es ingin segera melarikan diri, dengan kekuatan Matriark Sekte yang sudah berada di ranah Surgawi, Azazil hanya akan menjadi bulan-bulanan.


Dari sisi lain, Long Guan sedikit bingung dengan situasi yang baru saja terjadi, namun sekelompok orang yang bersama Xie Annchi membuatnya cemas.


“Guru, siapakah mereka?” Tanya Long Guan dengan suara yang lemah. “Mereka berasal dari Alam Spiritual, tepatnya Sekte Phoenix Es. Tampaknya kebangkitan Azazil telah menarik perhatian para petinggi Sekte di Alam Spiritual” Jawab Hung Fei dengan datar.


Walau bagaimanapun kekuatan Sekte Phoenix Es tidak bisa disinggung, bahkan Sekte Pedang Bintang harus bersikap segan kepada mereka.


Melihat gelagat Azazil yang hendak melarikan diri, Matriark Xiu Juan segera mengeluarkan sebuah pukulan jarak jauh berbentuk tombak raksasa terbuat dari kristal es padat yang sangat keras. Aura dingin kembali terasa di sekitar Sekte Pedang Angin yang kini porak poranda.


“Booom”


Suara ledakan yang keras terdengar saat tombak yang melesat dengan cepat menghancurkan garis pertahanan Azazil.


Dalam sepersekian detik tubuh Azazil terluka parah, dan mulutnya mengeluarkan darah segar berwarna hitam keruh.


“Dasar wanita tua sialan, kelak aku akan membunuhmu seperti halnya aku membunuh murid-muridmu! darah mereka sangat manis, tubuhnya pun sangat harum” Ucap Azazil dengan tatapan cabulnya.


Mendengar hal tersebut, amarah Matriark Xiu Juan semakin memuncak, ia mengibaskan tangannya dan muncul energi dingin berbentuk jarum es yang berjumlah ribuan menghujani tubuh Azazil,


“Agghh”


"Agghh"


Erangan kesakitan Azazil menggema di arena pertarungan. Xie Annchi yang mulanya tak sadarkan diri menjadi terbangun. Dirinya merasa linglung, ia tidak mengerti apa yang baru saja terjadi.


Ia memandang sekitarnya yang berubah menjadi butiran salju serta suhu yang dingin, tubuhnya juga kini dipapah oleh dua orang wanita yang seusia dengannya.


“Siapa kalian dan apa yang terjadi?” Tanya Xie Annchi penuh keheranan. “Kami dari Sekte Phoenix Es, Nona tidak usah khawatir” Jawab salah seorang wanita yang merupakan murid senior di Sekte Phoenix Es.


“Aku mau melihat keadaan Ketua Sekteku terlebih dahulu” Sela Xie Annchi yang mulai teringat akan keberadaan Long Guan.


“Tunggu sebentar Nona, keadaan masih belum memungkinkan. Tengoklah di depan, Matriark Sekte sedang memberikan pelajaran kepada iblis Azazil” Ucap murid senior tersebut. Pandangan Xie Annchi mengarah kepada sosok wanita paruh baya yang masih kelihatan cantik dan kuat yang sedang menghajar Azazil.


Sementara di sudut lain, Xie Annchi dapat melihat Long Guan yang tengah berdiri bersama seorang pria yang tampak berusia sekitar tiga puluh lima tahunan. “Syukurlah jika Ketua Sekte selamat” Gumam Xie Annchi dalam hati dengan senang.


Tubuh Azazil yang sudah tidak berdaya dan terluka parah tiba-tiba diselimuti oleh cahaya hitam, di bawah tatapan Matriark Xiu Juan tubuh Azazil menghilang bersama cahaya hitam yang membungkusnya.


Pemandangan ini mengagetkan semua orang dan terjadi dengan begitu cepat. "Kalian Sekte Kegelapan, aku akan membuat perhitungan dengan kalian" ucap Matriark Xiu Juan yang segera tersadar.