Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Datangnya Pertolongan


Dalam perjalanan menuju Sekte Pedang Angin, Klan Long merupakan pasukan terdepan karena jaraknya yang paling dekat dengan sekte tersebut.


Dibawah komando Long Bei sekitar 1000 ahli Klan Long bergerak dengan kecepatan tinggi. Long Chu, Long Zai dan Long Kai masing-masing bertanggung atas 250 orang ahli keluarga Long.


Dalam perjalanan ini juga terdapat Long Huan dan Long Hai yang bergabung di bawah komando Long Bei. Sebagai generasi muda jenius, tentu ini akan menjadi panggung buat karir Long Huan di masa depan, begitulah pemikiran sebagian besar anggota klan Long.


Di pasukan bantuan lainnya terdapat Sekte Lembah Racun yang mengirimkan 400 orang ahli racun, Shaolin mengirimkan 500 orang. Sementara kekuatan dari keluarga besar lainnya diminta bertahan di gerbang Kota Awan. Sementara kerajaan Zu mengirimkan 500 orang pasukan ahli dalam perjalanan ke Sekte Pedang Angin.


Dalam waktu kurang dari tiga jam, pasukan Klan Long telah tiba di depan gerbang Sekte Pedang Angin. Tampak pemandangan yang berantakan seperti baru saja terjadi pertempuran besar. Long Bei membagi pasukannya dimana dirinya dan Long Chu membawa 500 orang masuk ke dalam sekte, sementara 500 lainnya dipimpin oleh Long Zai dan Long Kai mengepung dari sisi kiri dan kanan.


Dengan sigap Long Bei langsung merangsek masuk, namun alangkah kaget dirinya yang telah disambut ribuan pasukan iblis yang sudah siap sedia. Tanpa bisa dihindari pertempuran pun terjadi. Dengan kekuatan Klan long awalnya tidak begitu kesulitan namun stamina mereka memiliki keterbatasan, hanya Long Bei dan Long Chu yang masih bersemangat membantai pasukan iblis.


Tak menunggu lama, Long Kai dan Long Zai tiba untuk bergabung. Ke empat putra Patria Long bergerak seperti mesin pembunuh, mereka menggunakan taktik melumpuhkan dan membunuh. Mereka melumpuhkan lawan-lawannya di garis depan, setelah musuh lemah barulah pasukan ahli Klan Long maju bergerak untuk mengeksekusi lawan.


Hal ini dilakukan untuk meminimalisir jatuhnya korban jiwa di pihak Klan Long. Pertarungan sengit kian terjadi, dari arah belakang sudah berdatangan pula pasukan dari Kerajaan Zu dan pasukan dari Shaolin serta pasukan dari Lembah racun, mereka bekerjasama bahu membahu membunuh pasukan iblis.


Pertarungan di luar aula diketahui oleh Jenderal Iblis Xiake, namun ia tetap bergeming menunggu mereka di dalam. Ia tidak peduli dengan nasib pasukannya yang mulai terkikis.


Jenderal Xiake ingin melihat berkumpulnya para pesilat Kota Awan untuk dimanfaatkan olehnya. Dengan indra spiritual nya Xiake merasakan tidak ada pesilat yang mampu mengancamnya.


Sementara itu nasib para Tetua sekte Pedang Angin hanya pasrah menunggu nasib, di belakangnya terdapat ratusan murid sekte yang terluka juga hanya bisa menunggu kematian dengan putus asa.


Tiba-tiba di tengah rasa ketidak berdaya mereka, muncul para pemimpin pasukan bala bantuan. Wajah Tetua Jian tersenyum melihat kedatangan Long bersaudara, namun ia juga pesimis melihat kekuatan Jenderal Iblis Xiake yang sangat besar.


Jika itu Patriark Long yang tiba, masih ada peluang untuk membalikkan keadaan. Xiake tersenyum mencibir kedatangan Long bersaudara yang diikuti oleh pemimpin pasukan bantuan.


"Apakah masih ada yang lain?" Tanya Xiake dengan nada meremehkan. Tatapannya yang penuh aura membunuh membuat Long bersaudara dan para pemimpin pasukan bantuan mundur beberapa langkah. "Aura yang begitu kuat" Gumam Long Bei dalam hati.


"Serang.. !!" Teriak Long Bei.


Lalu keempat Long bersaudara mengeluarkan tinju Klan Long. Kekuatan gabungan Long bersaudara setingkat dengan energi alam Kelahiran Kembali tahap awal.


"Duar!


Pukulan tersebut ditangkis oleh Xiake dengan cahaya hitam berbentuk serigala. Dalam satu serangan keempat Long bersaudara terpental beberapa meter ke belakang, tampak darah mulai menetes dari mulut mereka.


"Ugh.. Benar-benar kuat" Lirih Long Bei. Melihat serangan tersebut membuat pemimpin pasukan bantuan menjadi ragu, namun mereka tetap maju bersama menyerang Xiake.


Satu tebasan cahaya pedang yang dikeluarkan oleh Xiake langsung membuat mereka terhempas terbang dan menyemburkan seteguk darah.


"Hahahaha... Dasar manusia lemah. Sebaiknya kalian menyerah dan menjadi pengikutku untuk melayani Kaisar Iblis Azazil" Ucap Xiake dengan nada kesombongan. "Kalian bisa hidup kekal dan bebas berbuat apa yang kalian mau"


Kata Jenderal Iblis Xiake melanjutkan. "Lebih baik kau bunuh kami" Kata Tetua Jian dengan nada yang tak berdaya. "Kalian akan ku paksa menelan pil esensi darah Iblis, kelak kalian merasa bangga ketika menjadi pengikutku, Hahaha"


Kata Xiake sambil tertawa puas. Sementara para tetua sekte Pedang Angin beserta pemimpin pasukan bantuan hanya giginya menahan kebencian.


Setelah selesai menghormati kuburan Ketua Sekte, Jian Ling dan Long Guan berjalan mencari pintu keluar, tanpa sengaja Long Guan menemukan batu bertanda khusus.


Setelah diperhatikan ternyata itu adalah pintu rahasia yang memiliki simbol. Long Guan mengeluarkan lencana giok ungu untuk mencoba keberuntungannya.


"Klik..." Pintu batu tersebut langsung terbuka. Jian Ling tidak menyangka mereka keluar tepat di ruang tidur Ketua Sekte Pedang Angin yang telah lama kosong, namun terlihat terawat nampak bersih.


"Gege, ayo ikuti aku" Ajak Jiang Ling sambil menarik tangan kekasihnya dengan lembut. Long Guan berjalan dengan Pedang Angin di punggungnya, ia begitu tampan dan gagah sangat serasi dengan kecantikan Jian Ling.


Dalam sekejap mereka tiba di aula utama sekte. Long Guan dan Jian Ling terlihat kaget melihat banyak mayat serta bekas pertempuran. Di tengah aula nampak ayahnya dan tetua lainnya duduk dalam posisi sila nampak sangat lemah tak berdaya.


"Ayah!"


Teriak Jian Ling memecah keheningan lalu bergegas menuju tetua Jian. "Kenapa kau kembali putriku, disini sangat berbahaya" Ucap Tetua Jian dalam kondisi sangat lemah, dia uduk tepat di samping tetua Yang Guifei.


Melihat orang yang disayang nya terluka parah membuat Jian Ling menangis, batinnya berontak penuh amarah. Sementara Long Guan pandangannya jatuh pada sosok pria tinggi besar dengan wajah menyeramkan, Xiake.


Xiake yang dipandang dingin oleh Long Guan merasakan jantungnya berdetak keras. Seolah merasakan binatang buas hendak menerkam nya. Sesaat kemudian Long Guan teralihkan pandangannya kepada empat orang berjubah biru toska, yang keadaannya tidak jauh berbeda dengan Tetua Jian.


Mereka adalah Long bersaudara, paman Long Guan. Seketika aura dingin merembes keluar dari tubuh Long Guan, dalam sekejap mata ia menghilang lalu muncul di hadapan para pamannya.


Bahkan Jenderal Iblis Xiake tidak dapat melihat bayangan Long Guan bergerak, "Siapakah bocah itu" Batin Xiake penuh dengan tanda tanya besar. Sebelumnya ia tidak pernah mendapatkan informasi tentang sosok pemuda dengan kekuatan mengerikan seperti ini. Tetua Jian yang menyadari kehadiran Long Guan tidak biasa, menatap Jian Ling penuh telisik.


"Ayah, perkenalkan dia adalah Guan gege, putra mendiang paman Long Fan".


Mendengar ucapan putrinya, tetua Jian langsung syok. Tentu ia mengetahui tentang Long Guan cucu Patriark Long yang hilang di hutan Kabut Abadi enam tahun yang lalu.


Namun yang membuat Tetua Jian lebih terperanjat hebat adalah pedang yang berada di punggung Long Guan, ia sangat mengenali pedang legenda tersebut. Pedang sakral Sekte Pedang Angin yang memiliki entitas tertinggi di sekte, warisan dari generasi pendiri sekte sekaligus pemegang mandat sekte.


Hal ini juga disadari oleh para Tetua lainnya, yang sedari tadi memperhatikan Long Guan dari awal kemunculannya.


Di sisi lainnya, pandangan Long Guan berkaca-kaca melihat keempat pamannya terluka. Aura dingin perlahan hilang saat Long Guan berlutut di depan keempat pamannya. Pemandangan ini membuat para keluarga Long yang hadir, menjadi bingung.


"Para paman, maafkan aku datang terlambat!"


Ucap Long Guan dengan nada penuh penyesalan. Seperti guntur di siang hari, ucapan Long Guan mengagetkan seluruh orang yang hadir. Terutama Long Bei, Long Chu, Long Zai dan Long Kai.


"Long..Guan!"


Seru Long bersaudara. Long Guan mengangguk, dengan tenang. Sementara keempat pamannya langsung bergegas untuk memeluknya, mereka lupa bahwa saat ini nyawa mereka dalam bahaya.


Kegembiraan bertemu dengan keponakannya telah mengesampingkan Jenderal Iblis Xiake yang masih bergeming. Sebenarnya Long Guan telah melepaskan teknik penguncian dari jurus Ledakan Bintang.