
Long Guan sudah tiba di Alam Spiritual, tidak ada keraguan di hati Xie Annchi tentang perasaan mereka berdua. di alun-alun Sekte Puncak Abadi, pemandangan ini jelas terpampang dengan jelas di layar yang begitu besar. Ada banyak ragam ekspresi dari orang-orang yang menontonnya, terutama para anggota keluarga Hung. Tetapi melihat reaksi tenang Patriak Hung, mereka dalam sekejap berubah menjadi tenang. Rasa canggung yang sebelumnya hadir, seketika sirna.
Di kursi khusus pimpinan para Ketua Sekte, secara tak sadar Matriark Xue Juan menelan ludahnya, ia teringat kejadian saat berada di Dunia Fana. Matriark Xue Juan tahu persis tentang kekuatan Long Guan pada saat itu, jelas ia masih berada jauh di bawah muridnya yang bernama Zhishu.
Xie Anchi menghela napas dengan lega, luka-luka yang ia alami seketika tidak ia rasakan. Ia mengurai pelukannya, membiarkan Long Guan untuk melanjutkan sisa pertempuran yang tentu belum berakhir. Di dalam hatinya, Ia tidak mengira bahwa pria yang dicintainya telah berubah dengan sangat mengerikan.
Walaupun adanya perbedaan tingkat kekuatan yang sangat jauh, antara Long Guan dengan Murid Jenius Sekte Puncak Abadi tetapi pemandangan di depan mereka telah membalikkan fakta. Dalam pandangan semua orang, Long Guan masih menekan kekuatannya yang berada di ranah Semesta Kelima.
Di Area pertempuran, mata murid Puncak Abadi tampak berkedip, Wu Xin menengadahkan kepalanya ke atas menatap Long Guan dengan penuh kengerian.
Pertukaran pukulan yang baru saja terjadi, jelas ada jurang yang sangat dalam yang memisahkan kekuatan keduanya. Jangan ditanya bagaimana nasib rekan-rekan Wu Xin yang kini masih terbaring lemah.
Dalam pikirannya, Wu Xin ingin berlari untuk menghindari Long Guan. Dari mulutnya kini keluar darah segar, benturan barusan membuatnya terlempar dengan sangat keras. Ia merasakan tulangnya menjadi lunak, energi dalam tubuhnya menjadi tidak beraturan.
Semula ia merasa paling kuat di antara seluruh peserta kompetisi, namun setelah pertarungan barusan ia dapat merasakan perbedaan kekuatan yang sangat jauh sekali. Tubuhnya serasa remuk saat ia mencoba bangkit berdiri, pupil matanya bergerak ke kiri dan ke kanan mencari celah.
Melihat gelagat dari tubuh Wu Xin yang hendak melarikan diri, membuat Long Guan mengerutkan kening. Long Guan tentu tidak akan membiarkan Wu Xin lari setelah dengan apa yang terjadi.
Di bawah tatapan Long Guan, Wu Xin tampak putus asa dan akhirnya meski dengan ragu ia mengeluarkan sebutir Pil dari dalam sakunya. Di tengah rasa putus asa itu, ia menatap Long Guan dengan tatapan yang aneh.
"Kau terpaksa membuatku seperti ini, setidaknya jika aku mati maka kita akan mati bersama" ucap Wu Xin meraung penuh emosi.
Mulutnya terbuka lalu sebutir pil masuk ke dalam mulut dan menelannya. Dalam sekejap, otot di tubuhnya menjadi membesar, matanya memerah dan energi Qi nya bertambah lebih kuat. Tubuhnya semakin membesar, kekuatan otot dan tulangnya terlihat mengerikan.
"Kekuatan ini adalah kekuatan ranah Surgawi" ucap Xie Annchi dengan cukup keras.
"Cepat, kalian semua menyingkir" suaranya meraung keras memberi peringatan.
Dalam sekejap, seluruh murid berhamburan. Mereka tidak mungkin berada di sini untuk waktu yang lebih lama, pertarungan ini jelas sudah tidak di level mereka.
"Dasar bajingan" umpat Patriark Agung Li Hongli. Ia dan beberapa petinggi Sekte jelas mengerti tentang peubahan yang ditampilkan di depan layar. Itu adalah Pil Setan buatan Sekte Kegelapan, ini menandakan selama ini Sekte Puncak Abadi telah kecolongan.
Long Guan menyipitkan matanya, teknik di depannya jelas tidak asing baginya. Di dunia fana pengikut Azazil kerap melakukannya sebagai jurus pamungkasnya, namun efeknya tentu saja sangat mengerikan.
"Aku akan membunuhmu dengan kejam, aku takkan menahan diriku lagi" ucap Wu Xin yang kemudian mengangkat pedangnya lalu mengayunkannya ke arah Long Guan.
Dalam sekejap kini ia sudah di hadapan Long Guan.
Menghadapi situasi seperti ini Long Guan mundur dua langkah ke belakang, Pedang Jiwa ia keluarkan dari sarungnya. Jurus Tebasan Bintang, teriak Long Guan. Pedang Jiwa di tangannya mengayun dengan cepat membuat tebasan ke arah Wu Xin.
"Trank"
"Trank"
"Trank"
Beberapa orang yang berada di sekitar segera mengevakuasi diri masing-masing. Benturan energi Qi dari pertempuran kedua orang ini sangat mengerikan, orang-orang yang berada di Semesta Kelima akan kesulitan untuk bertahan.
Hembusan gelombang angin terus bertabrakan menciptakan lubang-lubang besar pada tanah, kerusakan di sekelilingnya tidak dapat dihindari.
"Kenapa bisa" ucap Ziushu yang kini terluka cukup parah. Ia mulai duduk dan mencoba memulihkan luka dalamnya.
"Baammm"
"Baammm"
Di pertarungan antara Long Guan dan Wu Xin, benturan energi kian intens terjadi. Kali ini bahkan lebih besar dari sebelumnya. Setelah Wi Xin menelan Pil Setan, ia menyerang Long Guan dengan membabi buta tanpa rasa ragu dan rasa takut. Ia tidak menghiraukan apapun yang terjadi di sekitar, kerusakan yang diakibatkannya sunggh sangat mengerikan, tetapi fokusnya hanya membunuh Long Guan.
Namun demikian, meskipun Wu Xin sudah mengeluarkan taktik terakhirnya, ia masih belum bisa menyentuh level Long Guan.
"Aaggh"
Tiba-tiba terdengar suara erangan dari medan pertempuran, saat Long Guan menebaskan pedangnya yang ke sekian kali tubuh Wu Xin sudah tidak dapat menahannya lagi. Mulutnya mulai menyemburkan darah secara terus menerus, efek Pil Setan terus memacu tubuhnya pada kondisi puncaknya, namun tekanan Long Guan yang terus menerus membuatnya tertekan hingga ke titik terendah.
"Krak"
Terdengar suara patahan pedang, pedang yang berada di tangan Wu Xin patah menjadi dua bagian.
"Zleb"
Pedang Jiwa menebas dengan sangat cepat, menghantam tubuh Wu Xin dan membelahnya menjadi dua bagian.
"Sudah berakhir" ucap orang-orang yang berada di luar pertandingan. Mereka melihat Long Guan dalam keadaan tenang, gerakan tangannya dengan santai memasukkan pedang ke dalam sarungnya.
Enam orang murid Sekte Puncak Abadi yang semula mengepung Xie Annchi kini melemparkan pedangnya. Mereka sudah tidak mungkin melanjutkan pertarungan, apa yang terjadi pada Wu Xin sudah di luar sepengetahuan mereka. Sebelum kematiannya, Wu Xin jelas menunjukkan rahasianya sebagai bagian dari Sekte Kegelapan. Keenam murid yang tersisa tentu tidak mau dianggap terlibat dengan sekte terlarang tersebut.
"Kami menyerah" ucap salah seorang murid Sekte Puncak Abadi. Keenam murid Sekte Puncak Abadi tersebut terlihat lemah tak berdaya, pukulan yang mereka terima sebelumnya memiliki efek yang sangat dahsyat. Hampir saja mereka kehilangan nyawa jika saja Long Guan mengeluarkan tenaga penuhnya.
Setelah situasi mulai tenang, tiba-tiba beberapa bayangan hitam muncul. Setelah cukup jelas, ada tiga orang murid Sekte Puncak Abadi lainnya yang sedang menyamar kini mulai unjuk gigi. Sebelumnya mereka hanya diam menyaksikan pertandingan Long Guan melawan Wu Xin. Mereka ingin menguras tenaga dalam Long Guan dengan mengorbankan Wu Xin.
Menyaksikan kedatangan ketiga orang murid Sekte Puncak Abadi tersebut, Long Guan menarik napas dalam-dalam. Long Guan dapat melihat kekuatan ketiga orang ini lebih kuat dari Wu Xin yang sebelumnya tewas di tangannya.
"Apakah kalian dari Sekte Kegelapan?" ucap Long Guan dengan tatapan datar.
"Apa urusanmu? Sebaiknya kamu mati saja" jawab salah seorang dari mereka dengan tatapan dingin. Ketiganya adalah rencana cadangan terakhir yang disiapkan oleh Kaibo untuk membantu Tetua Chang Gui.