
Setelah menunggu selama beberapa hari, tidak ada hal aneh yang terjadi. Long Guan yakin bahwa mereka baik-baik saja di dalam makam kuno. Lalu ia berpikiran untuk menjemput Liu Xianzhong dan Zhishu.
Beberapa hari telah berlalu di dalam Gerbang Naga, namun hanya beberapa saat di dunia luar. Oleh karena itu Long Guan tidak begitu khawatir dengan keadaan teman-temannya itu.
Pada saat ini Long Guan menggunakan keahlian khususnya yaitu, portal teleportasi. Ia tidak mau membuang waktu percuma sekaligus Ia ingin mencoba apakah portal teleportasi bisa bekerja dengan baik di tempat ini.
"Nguuungg"
Seberkas sinar keunguan muncul diikuti oleh suara dengungan. Portal teleportasi terbentuk dengan mudah, ada lubang energi tercipta yang kemudian menyedot tubuh Long Guan masuk ke dalamnya.
Dalam sekejap, Long Guan berhasil kembali ke tempat dimana Liu Xianzhong dan murid-murid lainnya berada. Kehadiran Long Guan yang tiba-tiba membuat Zhishu dan Liu Xianzhong terkejut, keberadaan portal dimensi selalu menjadi momok di Alam Spiritual.
"Ka.. Kamu bagaimana bisa muncul di sini?" tanya Zhishu yang tampak terkejut.
"Sudahlah itu tidak penting. Sebaiknya kalian semua bersiap. Bawa murid yang terluka, kita akan menuju tempat yang lebih baik" ucap Long Guan.
Mendengar ucapan Long Guan, Liu Xianzhong dan yang lainnya segera bergegas bangkit. Zhishu yang masih belum begitu pulih tampak mendapat perhatian berlebih dari Liu Xianzhong. Sementara tiga orang murid Sekte Phoenix Es juga tampak dipapah oleh beberapa murid dari Sekte Pedang Bintang. Mereka semua tampak berpasangan, menyisakan Long Guan dan seorang murid Sekte Pedang Bintang.
"Baiklah kita berangkat sekarang" ucap Long Guan dengan tenang. Empat orang murid Sekte Phoenix Es dan Lima orang murid Sekte Pedang Bintang mengikuti Long Guan dengan patuh. Mereka semua masuk ke dalam portal teleportasi sama seperti sebelumnya yang digunakan Long Guan.
Dalam sekejap mereka semua tiba di sebuah taman yang sangat luas. Ada ratusan makam kuno yang terbentang luas dengan masing-masing pintu tersendiri.
"Kita sekarang berada dimana" tanya Liu Xianzhong kepada Long Guan.
"Saat ini kita berada di dalam Gerbang Naga, ini adalah tempat rahasia Alam Spiritual. Kalian bisa memasuki masing-masing makam kuno di depan kalian. Silahkan pilih dan temukan keberuntungan kalian. Selain itu ada perbedaan waktu, sepuluh tahun kita di sini maka sama saja kita satu berada di Alam luar. Jadi manfaatkan waktu di sini dengan sebaik-baiknya" ujar Long Guan.
Mendengar ucapan Long Guan, semua orang terkesiap. Zhishu yang awalnya mengetahui sejarah Alam Spiritual tidak bisa menahan keterkejutan. Fakta yang di hadapannya kini terlalu mengagetkannya, seperti berada dalam mimpi ia bisa menginjakkan kakinya di tempat ini.
Fakta lainnya yang tidak bisa ia pungkiri adalah para Patriark pemimpin Sekte saja tidak dapat menemukan tempat ini. Sedangkan Long Guan dengan mudahnya keluar masuk ke tempat ini. Zhishu memandang Long Guan dengan tubuh gemetar, ia benar-benar takut jika Long Guan mengingat peristiwa yang telah berlalu.
Kekhawatiran Zhishu tentu terlalu berlebihan, Long Guan bukanlah orang yang dipenuhi dengan dendam tak beralasan. Apalagi jika membunuh seseorang, ia tidak dengan mudah menargetkan seseorang untuk menjadi tujuannya.
"Kalian yang masih terluka sebaiknya pulihkan kondisi kalian dahulu. Di sini kalian akan aman dan bisa berkultivasi dengan baik" ucap Long Guan lagi.
Liu Xianzhong menarik napas panjang, matanya tertutup. Hati dan pikirannya dengan cepat menyatu, merasakan energi Qi yang sangat besar di seluruh taman ini. Sebentar ia membuka kedua matanya lalu berkata.
"Tempat ini diliputi energi Qi murni yang sangat besar. Berkultivasi di sini selama sepuluh tahun sama saja seratus tahun berkultivasi di dunia luar" ucap Liu Xianzhong penuh semangat.
Setelah melakukan beberapa pengaturan, Liu Xianzhong dan keempat murid Sekte Pedang Bintang lainnya memasuki makam kuno.
Saat ini Zhishu berdiri dan menatap Long Guan dan berkata.
"Apakah Dewi Phoenix Es memasuki tempat itu?" tanya Zhishu sambil menunjuk ke salah satu makam kuno besar dengan ukiran patung Phoenix.
"Ya, ia lebih dulu masuk ke dalam. Berbeda dengan yang lainnya, ia sepertinya memiliki garis singgung yang kuat" ucap Long Guan.
Mendengar penjelasan dari Long Guan, Zhishu mengangguk puas. Ini sesuai tebakannya jika legenda Dewi Phoenix Es akan muncul di Alam Spiritual.
Setelah menentukan pilihannya, Zhishu segera memasuki salah satu makam kuno. Sementara tiga orang gadis yang merupakan murid Sekte Phoenix Es masih berdiam diri. Mereka masih mempunyai luka yang harus disembuhkan terlebih dahulu.
Setelah tiga hari beristirahat dengan baik, ditambah dengan meminum Pil pemulihan dari Long Guan, ketiganya sudah bisa memasuki makam kuno untuk mencoba peruntungannya.
Pada saat ini, tinggal Long Guan seorang diri. Setelah memastikan teman-temannya memasuki makam kuno, barulah ia mulai memikirkan dirinya. Begitulah Long Guan bersikap, ia selalu mengutamakan kepentingan orang lain daripada dirinya.
Long Guan menatap sebuah makam kuno yang memiliki ukiran Naga. Diantara yang lainnya, makam kuno ini adalah yang terbesar dan termegah. Long Guan sendiri bingung mengapa bisa ada tempat seperti ini di Alam Spiritual.
"Mungkinkah peradaban di masa lalu sudah sepesat ini perkembangannya? gumam Long Guan sambil menelan ludah.
Long Guan menarik napas, lalu ia mulai berjalan perlahan memasuki makam kuno. Ada sebuah pintu kecil dari batu, dengan sedikit tenaganya Long Guan mendorongnya ke dalam. Seperti ada sesuatu yang menariknya dari dalam, Long Guan memikirkan tentang Mustika Naga.
Setelah menyerap tiga Mustika Naga, ia merasakan aura yang semakin familiar terus menariknya.
Di dalam makam kuno, Long Guan merasakan tempat yang ia masuki terasa begitu luas. Dinding dan lantainya terbuat dari bahan khusus.
Di dalam ruangan besar itu, Long Guan melihat banyak tumpukan batu energi kelas atas. Ada rak buku, berisi kitab-kitab beladiri yang tampaknya sudah lama tersimpan dengan rapi. Meskipun sudah mulai berdebu, namun tulisan-tulisan yang terdapat pada kitab-kitab tersebut masih dapat terbaca dengan baik. Ini berarti kitab-kitab ini ditulis dengan bahan terbaik pada masanya. Long Guan menatap dengan penuh rasa takjub.
Berdasarkan cerita Zhishu sebelumnya, wajar saja jika tempat ini menjadi incaran para Ketua Sekte di Alam Spiritual. Bahkan menjadi alasan invasi orang-orang yang berasal dari Sekte Kegelapan.
Perlahan Long Guan mendekati rak-rak buku tersebut. Ada empat rak buku yang tersedia, beberapa tulisan besar terdapat di setiap rak buku tersebut. Mata Long Guan terbelalak, ia memperhatikan tulisan tersebut dimana tercantum tiap rak bertuliskan jenis beladiri Sekte bela diri di Alam Spiritual.
"Ini adalah rahasia besar setiap Sekte!" ucap Long Guan penuh ketakjuban.