Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Kondisi Kakek Zu Lian


"Bagaimana keadaan kakek Zu?" tanya Long Guan kemudian.


"Itu dia, kakek sedang tidak baik-baik saja. Sepertinya kelelahan sehabis berlatih" ucap raja Zu Sanfeng.


"Kami ingin bertemu dengan kakek" ucap Long Guan dengan khawatir.


"Mari ikuti paman" ucap Zu Sanfeng.


Long Guan kemudian mengikuti pamannya tersebut sambil menggendong Long Tian dan Long Yushan.


"Ayah, lihatlah siapa yang datang" ucap Zu Sanfeng ketika tiba di ruang istirahat ayahnya.


"Salam Kakek"


"Salam Kakek buyut"


Sapa Long Guan dan anak-anaknya secara bersamaan.


"Owh Ya ampun... Senang sekali bisa melihat kalian semua" ucap Zu Lian dengan penuh bahagia.


Long Guan dan anak-anaknya segera merangkul kakeknya tersebut, ada rasa haru yang menyelimuti semuanya. Meskipun Long Guan cucu dari Zu Lian dan juga memiliki keturunan kerajaan Zu, namun Long Guan jarang sekali berkunjung ke tempat kakeknya tersebut.


Selain karena kondisi fisik Long Guan waktu kecil bermasalah, perjalanan Long Guan dalam dunia kultivasi juga membuatnya harus melanglang buana hingga menembus beberapa alam dunia yang berbeda.


Oleh karena itu pada saat seperti ini, Long Guan ingin memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Long Guan menyadari jika keutamaan kehidupan adalah saat berkumpul bersama keluarga tercinta serta saling peduli dengan saling mengunjungi satu sama lain.


"Kakek, aliran Qi dalam tubuh kakek sepertinya bermasalah" ucap Long Guan yang dapat merasakan ketidak seimbangan energi Qi di dalam tubuh kakeknya.


"Kamu tidak usah khawatir, ini hanya karena efek kelelahan berlatih saja" ucap Zu Lian.


"Biar aku perbaiki" ucap Long Guan menawarkan diri.


"Baiklah" jawab kakeknya.


Dengan posisi duduk sila, Long Guan mengeluarkan energi vitalitas untuk disalurkan kepada kakeknya. Dalam sekejap energi murni Long Guan mampu menetralkan kembali energi Qi di dalam tubuh kakeknya.


"Huh"


Kakek Long Guan menarik napas dalam-dalam, ia merasakan lautan diafragma nya kembali merasa nyaman. Napasnya pun kembali lancar dan tidak terasa sakit akibat cedera sebelumnya.


"Jauh lebih baik dari sebelumnya, terimakasih cucuku" ucap Zu Lian dengan senang.


Long Guan tidak terlalu lama berada di kediaman pribadi kakeknya tersebut, setelah mengobrol sambil melepas kerinduan akhirnya Long Guan mohon izin pamit karena khawatir para istrinya kini sedang mencarinya.


"Jadi kau datang kemari tanpa sepengetahuan para istrimu?" tanya kakeknya dengan ekspresi heran.


"Tidak, aku hanya bilang akan ke alun-alun Kota Awan namun tiba-tiba aku teringat kakek, jadi aku dan anak-anak segera mengunjungi kakek" jawab Long Guan dengan santai.


"Hmmph.. Baiklah jika demikian. Tolong sampaikan kepada Patriark Long, beberapa hari lagi aku akan berkunjung dan menginap di sana" ucap Kakek Zu Lian sambil mengusap lembut kepala Long Tian dan juga Long Yushan.


"Baik Kakek, dengan senang hati kami akan menyambut kedatangan mu di sana" pungkas Long Guan.


Setelah berpamitan dengan kakek serta pamannya, Long Guan segera membuat portal teleportasi yang diarahkan menuju Kota Awan.


Hanya dalam satu tarikan napas Long Guan dan lima orang anaknya tiba di alun-alun Kota Awan. Tempat yang sedikit mengenangkan Long Guan akan Shu Mingyu. Wanita pertama yang ia kenal dan wanita yang juga sudah mengkhianatinya bersama Long Huan.


"Guan Gege" teriak Xie Annchi dan juga Hung Yin bersamaan.


Setelah mendengar kepulangan suami mereka, keduanya segera bergegas ke kediaman Patriark Long. Namun Long Guan dan anak-anaknya sudah pergi menuju alun-alun Kota.


"Owh kalian.." ucap Long Guan sambil tersenyum cerah memandang ke arah kedua istrinya tersebut.


"Sepertinya Guan Gege sudah tidak peduli dengan kami lagi" ujar Hung Yin dengan wajah cemberut.


"Ha ha ha ... Masa iya kalian cemburu dengan anak-anak?" tanya Long Guan dengan nada bercanda.


Setelah mengatakan hal tersebut Long Guan segera menghampiri kedua istrinya tersebut dan memeluk mereka dengan penuh kerinduan.


"Aku sangat merindukan kalian, maafkan aku yang tidak segera menemui kalian" ucap Long Guan dengan tulus.


"Tidak apa-apa, kami mengerti. Anak-anak selama ini selalu menanyakan kehadiran mu" ucap Xie Annchi.


Long Guan menatap Xie Annchi dengan lembut, lalu berkata.


"Kepulangan ku saat ini karena ingin menemani pertumbuhan mereka, setelah itu kita akan kembali berpetualang ke Alam Surgawi seperti yang pernah aku janjikan sebelumnya".


"Sepertinya kekuatan Guan Gege sudah bertambah dari yang sebelumnya kita bersama" ucap Xie Annchi yang kini melihat sosok suaminya tanpa aura kultivasi.


"Nanti ketika kamu sudah siap maka aku akan menceritakan banyak hal" ucap Long Guan dengan tenang.


"Baiklah aku akan mempersiapkannya dengan sebaik mungkin" jawab Xie Annchi sambil mengangguk senang.