
Long Guan kemudian berjalan ke luar dari Perpustakaan diikuti oleh para tetua, kemudian Long Guan melayang ke udara dengan cepat seperti terbang.
Pemandangan ini membuat takjub para Tetua dan murid-murid yang hadir di sekitar. Dengan kekuatannya yang baru, kini Long Guan sudah bisa terbang dengan stabil. Long Guan memandang wilayah Sekte Pedang Angin dari ketinggian sambil tersenyum.
Matanya terpejam, dalam ingatannya ia sedang merangkai gerakan-gerakan khusus yang tampak rumit, namun ia tidak mengalami kesulitan.
Setelah beberapa saat, ia membuka matanya kemudian mengangkat kedua tangannya, muncul sebuah bola energi yang sangat besar berwarna ungu, cahayanya sangat menyilaukan membuat pandangan orang-orang terhalangi.
Pusaran badai energi terbentuk begitu kuat, Long Guan tampak tenang dengan senyumannya. Dengan pengetahuan leluhur di ingatannya, membuat segel pelindung tidak sesulit seperti dulu dimana ia kehilangan banyak energi.
Dengan adanya dua sumber energi dalam tubuhnya, hal tersebut sudah bukan jadi masalah lagi bagi dirinya.
"Duaaaar!"
Bola energi tersebut pecah seperti badai yang pecah menghantam karang lalu menimbulkan garis-garis energi berwarna keunguan menyerupai jaring laba-laba mengitari seluruh Sekte.
Ada getaran terasa begitu kuat namun seolah lembut di dalam Sekte. Murid-murid yang melihat kejadian ini menjadi takjub dengan kekuatan segel yang dibuat oleh Ketua Sekte, mereka mengetahui bahwa segel pelindung ini sangat kuat dalam mencegah serangan musuh.
Setelah dirasakan cukup, Long Guan kembali turun untuk menapakkan kakinya di tanah Sekte, "Teknik segel ini sungguh luar biasa berbeda dengan sebelumnya dimana sangat menguras energi Qi ku" Ungkap Long Guan dalam hati.
Long Guan berjalan menghampiri para Tetua sekte, lalu ia duduk sejenak menetralkan energi dalam tubuhnya. Dalam satu tarikan napas, ia sudah kembali stabil.
Berkat Mustika Naga yang berada di dalam tubuhnya, kekuatan Long Guan jauh meningkat seperti memiliki energi yang tiada habisnya. Awalnya para Tetua sempat khawatir dengan kondisi Long Guan yang baru saja sadar dari pingsannya, mereka takut Long Guan terlalu memaksakan diri.
Sementara itu, Jian Ling yang mengetahui adanya bola energi besar menyelimuti Sekte, tentu ia sangat mengetahui bahwa suaminya kini sedang membuat segel pelindung.
Ia berlari ke arah dimana Long Guan berada, ia khawatir jika Long Guan kembali pingsan dengan situasi seperti ini. "Gege, apakah kamu baik-baik saja" Tanya Jian Ling sambil terengah-engah karena baru saja berlari cepat untuk sampai di sini.
"Aku baik-baik saja Ling'er, kekuatanku sekarang sudah bertambah" Ucap Long Guan dengan tenang.
"Lalu adakah yang perlu kubantu?" Tanya Jian Ling yang masih cemas. "Ada" Jawab Long Guan singkat. "Apa itu gege cepat katakan" Tanya Jian Ling. "Aku hanya ingin kamu selalu tersenyum di setiap hari-hariku" Ucap Long Guan sambil tersenyum.
Mendengar candaan dari suaminya di depan para Tetua membuat Jian Ling mukanya memerah. Namun para Tetua hanya senyum sambil tertunduk.
Walau bagaimanapun Ketua mereka masih muda dan memiliki sisi kasih sayang terhadap istrinya. Bagi para Tetua Jian Ling sudah berkontribusi besar untuk Sekte, karena dirinya lah Long Guan bisa datang dan menjadi penyelamat Sekte.
"Gege, ini terimalah" Ucap Jian Ling sambil menyerahkan beberapa pil buatannya. Long Guan memeriksa 10 buah Pil yang terdiri dari enam buah Pil Penyembuhan dan empat buah Lil Inti Emas atau Pil Inti Core yang berfungsi menaikkan kultivasi pada ranah Inti Qi.
"Ini adalah pil kualitas tinggi!"
Jawab Long Guan dengan penuh semangat, lalu menatap istrinya, "Ling'er kerjamu sangat bagus dan pemahamanmu juga sangat luar biasa, sungguh keberuntunganku memiliki istri seperti Ling'er" Ucap Long Guan apa adanya.
Sementara para Tetua yang melihat Pil di tangan Long Guan juga merasakan hal seperti itu.
Dalam sekejap Jian Ling merasakan ada pusaran energi masuk ke dalam tubuhnya, ia segera mengambil posisi duduk untuk menstabilkan energi tersebut.
"Boom!"
"Boom!"
Terdengar dua kali suara redaman di dalam tubuh Jian Ling. Dalam waktu kurang dua jam ia mengalami dua kali terobosan, basis kultivasinya yang semula berada pada tahap Pondasi Qi Tahap Menengah kini berada pada tahap Inti Qi tahap awal.
Kejadian ini juga membuat para Tetua menjadi heran, di dunia kultivasi kejadian ini sangat luar biasa, secara normal untuk meningkatkan basis kultivasi dibutuhkan energi Qi yang sangat besar.
Namun pemahaman mereka kini terbuka lagi, kekurangan sumberdaya sejenis Pil selama ini sangat berpengaruh pada keahlian pembudidaya.
Tetua Yang Guifei sebagai Kepala Paviliun merasa sangat senang dengan keberhasilan di depan mata, "Sungguh Pil yang tak ternilai" Batin tetua Yang Guifei di dalam hatinya.
Sebagai pembudidaya obat dan ramuan tentu ia sangat mengetahui kelangkaan Pil tingkat Tiga seperti ini.
Jian Ling perlahan membuka matanya, ada senyum cerah yang tersirat di wajahnya, ada tatapan bahagia memandang wajah suaminya, sejak mengenal Long Guan berbagai keajaiban ia alami saat ia bersamanya.
Long Guan sangat puas melihat pemandangan di depan matanya, "Kitab Raja Obat memang sesuai dengan namanya" Gumam Long Guan dalam hati.
Kemudian ia berkata "Tetua Yang, untuk kedepannya agar dipersiapkan secara khusus, ruangan terpisah untuk pemurnian Pil Tingkat Tiga ini dan biarkan Jian Ling bertanggungjawab di bawah wewenangmu" Perintah Long Guan kepada tetua Yang Guifei.
"Baik ketua, saya mengerti" Jawab tetua Yang Guifei dengan senang hati. Para Tetua yang lain juga tersenyum cerah, adanya Pil Inti Emas tentu akan meningkatkan kekuatan Sekte.
Selain itu Pil Inti Emas dan Pil penyembuhan tentu memiliki nilai komersil yang sangat tinggi. Kekayaan Sekte dalam menunjang kesejahteraan di masa depan bukanlah isapan jempol.
Ucapan Ketua Sekte terkait pembentukan Paviliun Harta yang memayungi badan usaha kini sudah terbukti, bahkan belum satu bulan.
Para tetua sudah tidak bisa berpikir lagi, kekagumannya pada Long Guan sangat besar, ia membuktikan tidak dengan kata-kata, waktu itu terasa mimpi namun kini sudah mulai nampak hasilnya.
Jian Ling yang gembira segera menghamburkan dirinya ke dalam pelukan Long Guan, "Gege, terimakasih banyak atas bimbingannya" Ucap Jian Ling dengan sungguh-sungguh.
"Ini semua juga berkat kesungguhan dan kecerdasanmu" Ucap Long Guan menyenangkan istrinya.
Tak lama mereka berpelukan, Long Guan mengatakan bahwa ia akan kembali ke Hutan Kabut Abadi untuk memeriksa murid-murid inti yang sedang dalam pelatihan khusus, sudah hampir seminggu Long Guan meninggalkan mereka.
Long Guan mencemaskan ke sembilan muridnya yang sedang berada dalam pengawasannya langsung. Long Guan sudah memiliki rencana terhadap mereka semua sebagai murid inti di Sekte Pedang Angin.
Long Guan pamit kepada istri dan para Tetua setelah menyampaikan beberapa pengaturan. Jian Ling bisa memahami dengan kesibukan suaminya, ia merasa bahagia memiliki suami yang sangat berguna bagi orang banyak.
Ada jejak kebahagiaan saat ia menatap wajah suaminya sebelum ia melangkah pergi meninggalkan mereka.