
Ada kebanggan memancar di wajah para Diaken, kekuatan Pil Semesta yang diberikan oleh Long Guan benar-benar sangat luar biasa.
“Ini sungguh harta tak ternilai, aku tak menyangka secepat ini bisa mencapai alam Kebangkitan Kembali dalam waktu singkat” Gumam Zu Aiguo dalam hati.
Hal ini tentu sama dengan yang dirasakan oleh para Diaken lainnya. Mereka kembali berkultivasi dan berupaya untuk menstabilkan kekuatan baru mereka dengan penuh percaya diri.
Dalam posisi Lotus mereka menarik napas Panjang dan mengatur energi Qi yang terus mengembang.
Di dalam tubuhnya, mereka merasakan aliran kekuatan yang tak kunjung berhenti, terus mengalir dan membuat aliran darahnya menjadi lebih lancer dari sebelumnya.
Tubuh terasa lebih ringan, kumpulan energi di telapak tangan menjadi kekuatan terpusat yang semakin kuat.
Sementara itu, para murid jenius muda kini tengah berkumpul di Aula Pertemuan Sekte Pedang Angin setelah mereka menyiapkan segala kebutuhannya untuk berlatih dalam jangka waktu lama.
Mereka yang terdiri atas sepuluh orang pria berusia tujuh belas tahunan telah memantapkan tekadnya untuk berlatih lebih serius.
Setelah memasuki Sekte Pedang Angin mereka bercita-cita menjadi pendekar yang hebat serta dapat mengharumkan nama keluarga dan Klan mereka.
“Dalam beberapa bulan ke depan, aku akan melatih kalian secara pribadi di salah satu tempat khusus Sekte Pedang Angin. Untuk menempa fisik dan mental kalian, kuharap kalian sudah siap dengan segala sesuatunya.” Ucap Long Guan penuh penekanan.
“Kami sudah siap Ketua”
Jawab para murid tersebut penuh semangat.
“Bagus jika demikian"
Hari ini akan menjadi awal sejarah baru dimana impian akan menjadi kenyataan. Namun ingat, hasil yang gemilang tidak akan bisa kalian dapatkan dengan berleha-leha.
"Kerja keras kalian akan menentukan hasil yang kalian petik sendiri kelak” Imbuh Long Guan menambahkan perkataannya.
Sementara beberapa Tetua yang menyaksikan tampak sangat antusias terhadap masa depan murid-murid tersebut. Pencapaian para Diaken adalah hasil nyata yang telah Ketua Sekte torehkan dalam waktu tiga bulan saja.
Oleh sebab itu, masa depan Sekte Pedang Angin tentu kian cemerlang di masa mendatang.
Long Guan kemudian membuat sebuah portal teleportasi untuk menuju kedalaman hutan kabut abadi, dalam satu tarikan napas mereka telah tiba di tempat pelatihan khusus murid inti.
Melihat pemandangan dan suasana baru membuat ke sepuluh orang murid jenius muda tersebut terheran-heran, namun tidak terlalu lama hingga mereka kembali tenang.
“Mulai besok, kalian akan berlatih di sini dengan sungguh-sungguh dan sekarang kalian akan kuberi tahu tentang beberapa hal diantaranya tentang peraturan di tempat ini” Ucap long Guan yang kemudian menyampaikan petunjuk berburu hewan dan tumbuhan untuk bertahan hidup serta sumber mata air.
Long Guan juga menunjuk sepuluh buah gubuk sederhana untuk mereka tinggal selama berada di dalam Hutan Kabut Abadi.
Kemudian Long Guan mengajak mereka berkeliling sambil menjelaskan metode latihan yang akan mereka jalani selama beberapa bulan ke depan.
Long Guan menunjukan batu-batu yang sudah dimodifikasi bentuk dan beratnya untuk menunjang latihan fisik mereka secara bertahap.
Melihat dan mendengarkan penjelasan dari Ketua Sekte membuat mereka menelan ludah, namun mereka sudah bertekad untuk semangat menjalani pelatihan ini.
“Jika kalian sudah mengerti, sebaiknya kalian beristirahat atau boleh berkeliling sejenak untuk beradaptasi terhadap lingkungan sekitar” Ucap Long Guan santai.
“Baik Ketua” Jawab mereka dengan kompak. Energi alam yang lebih pekat daripada di Sekte Pedang Angin membuat mereka merasa nyaman dan ingin segera berkultivasi.
Hal ini pernah diutarakan Long Guan sebelumnya, mengingat sumberdaya di Hutan Kabut Abadi yang melimpah membuat Long Guan berpikiran untuk menjadikannya sebagai pasokan bahan-bahan obat Sekte Pedang Angin.
Mendengar ucapan Long Guan, mata tetua Yang Guifei berbinar dan ia segera menyiapkan dua puluh orang murid untuk segera menuju Hutan Kabut Abadi menjalankan misi perburuan dan penanaman herbal.
“Tetua Yang, silahkan anda dan para murid berjalan ke sana terlebih dahulu, nanti aku menyusul.” Ucap Long Guan dengan sopan.
“Baik Ketua, jika demikian aku mohon pamit untuk berangkat terlebih dahulu” Ucap Tetua Yang Guifei dengan tatapan berseri.
Sebagai pembudidaya tumbuhan herbal, tentu ia merasa senang sekali dengan rencana Ketua Sekte Pedang Angin, pasokan Pil dan obat-obatan Tingkat Tiga tentu akan menjadi lebih stabil.
Pada akhirnya kemampuan Sekte Pedang Angin akan cepat melesat menjadi yang teratas.
Setelah Tetua Yang Guifei pergi bersama dua puluh orang muridnya, Long Guan menuju ke kediaman tetua Guo Yang untuk melihat pasukan inteligen Sekte.
“Hormat pada Ketua” Ucap Tetua Guo Yang sambil menangkupkan kedua tangannya.
“Maaf mengganggu Tetua, kehadiranku ke Paviliun ini untuk berbincang-bincang kepadamu.” Ungkap Long Guan menjelaskan maksud kedatangannya.
“Terimakasih atas perhatian Ketua” Ujar Tetua Guo Yang dengan nada senang. “Bagaimana perkembangan pasukan mata-mata, apakah ada kendala selama menjalankan tugas di lapangan?” Tanya Long Guan.
“Semua berjalan dengan baik dan sesuai arahan dari Ketua” Jawab tetua Guo Yang.
“Sepertinya Divisi informasi perlu membangun beberapa penginapan lagi di wilayah-wilayah yang dianggap strategis. Selain itu, pembukaan penginapan dapat menyerap tenaga kerja dari para murid yang sudah selesai berguru di Sekte.
Ibukota kekaisaran Qin dan Kota Pelangi adalah wilayah yang tepat untuk menjalankan rencana tersebut.
Namun perlu diingat agar keterlibatan Sekte tidak diketahui oleh pihak manapun untuk tidak menimbulkan kecurigaan” Ungkap Long Guan menyampaikan gagasannya.
“Baik Ketua, aku akan segera menjalankan pengembangan penginapan untuk menunjang informasi dan keberadaan pasukan intelijen Sekte Pedang Angin dalam menjalankan misi” Jawab tetua Guo yang merespon arahan dari Long Guan.
Kemudian mereka berdua berbincang-bincang sambil menyampaikan beberapa informasi sekitar Kerajaan Zu.
Informasi tentang pembukaan pendaftaran kompetisi antar Sekte yang diadakan di Sekte Pedang Angin kini tengah menyebar ke seluruh Kawasan.
Kerajaan Zhao yang awalnya merasa sombong kini setelah mendengar berita wilayah kerajaan Wei sudah diambil alih berkat campur tangan Sekte Pedang Angin mereka tidak bisa berbuat apa-apa.
Walau bagaimanapun Kerajaan Wei adalah kerajaan besar yang sulit ditaklukan dan memiliki dukungan yang tidak sederhana. Wilayah Kerajaan Zhao sendiri memiliki beberapa Sekte bela diri, ada lima sekte yang berencana hadir meramaikan kompetisi tersebut.
Dalam persyaratan pertandingan, setiap Sekte wajib mengirimkan sepuluh orang peserta individu serta lima orang peserta kelompok.
Berita dimulainya pendaftaran kompetisi juga diketahui oleh Wei Cuan yang kini berada di pegunungan Dushou,
“Hahaha.. Kalian para pendekar lemah tunggulah pembalasanku” Batin Wei Cuan dalam hati.
Pada kesempatan kompetisi antar Sekte, Wei Cuan berencana untuk mengacaukannya. Ia ingin membalas kekalahan Kerajaan Wei terhadap Sekte Pedang Angin.
Wei Cuan ingin mempermalukan Sekte Pedang Angin di depan peserta kompetisi dan ingin membuktikan dengan kekuatannya yang baru.
Wei Cuan ingin menghancurkan dan membunuh Tetua Jian imbas dari kekalahan sebelumnya.