Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Kepergian Yu Nuan


Empat bulan waktu yang dihabiskan Long Guan meninggalkan Sekte Pedang Bintang, kini setelah dirinya selesai bertemu dengan Ketua Sekte ia menuju aula misi. Ketua


Di dalam aula misi ia bertemu dengan seorang petugas, lalu Long Guan diarahkan untuk menuliskan laporan pada sebuah gulungan khusus. Secara detail ia melaporkan misinya dalam menghancurkan keluarga Wang di Kota Dengfeng, tetapi dalam laporan tersebut ia tidak menuliskan pengalamannya di Gunung Song dan keterlibatannya dalam menumpas Bandit Kecoa Hitam.


Setelah meriksa secara seksama, seorang petugas penjaga aula misi tersebut mengkonfirmasi bahwa misi sudah selesai. Pada misi tingkat satu Long Guan berhak mendapat poin kontribusi sebanyak Seribu poin. Poin kontribusi Long Guan langsung meroket hanya dengan sekali misi saja. Dengan memiliki seribu poin kontribusi tentu saja ia bisa menukarnya dengan beberapa item barang berharga. Tapi sayangnya ia tidak tertarik dengan barang-barang di Sekte, ia keluar menjalankan misi hanya mengasah pengetahuannya saja.


Dengan teknik Naga Tersembunyi ia bisa menekan kultivasinya empat tahap sekaligus.


Orang-orang hanya melihat jika kekuatannya hanya berada pada Semesta Keempat. Long Guan berjalan keluar dari aula misi dengan perasaan yaang biasa saja, saat ini ia merasa Sekte Pedang Bintang sudah tidak cocok dengannya.


Setelah selesai mengikuti kompetisi antar Sekte maka dirinya akan pergi meninggalkan Sekte untuk berpetualang kembali. Sekarang Long Guan merasa bersalah jika terus berada di Sekte, dirinya tidak mungkin selalu bisa menerima wanita lagi. Yu Nuwa dan Yu Nuan adalah wanita yang cantik, memiliki pesona yang bisa meluluhkan laki-laki manapun. Menghindarinya tentu akan lebih baik daripada kini harus diam dan menerima suatu perasaan rumit.


"Aku juga harus segera mencari sisa empat Mustika Naga di empat gunung suci lainnya." batin Long Guan sambil menatap langit, pandangannya jauh lurus ke angkasa seolah bisa menembus awan.


Long Guan memasuki kediamannya di Bukit Keenam ketika hari masih belum terlalu sore. Para murid masih sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Hanya ada beberapa murid senior yang berpapasan dengan Long Guan dan menyapa seperlunya.


Mereka tidak terlalu akrab, hanya saja para murid senior tidak ada yang berani mengusik Long Guan lagi. Cerita tentang dua orang Tetua Wang tewas tanpa kuburan sudah menjadi rahasia internal Sekte Pedang Bintang.


Saat ini Long Guan memasuki kamar pribadinya, ia membaringkan tubuh sambil memikirkan cara untuk menghindari dari kedekatan Yu Nuan.


Sementara di dalam Sekte, berita tentang kembalinya Long Guan dari misi telah menyebar dengan cepat. Dari mulut ke mulut berita tersebut tersiar dalam waktu semalam.


Diantara orang yang paling berbahagia adalah Yu Nuan, tanpa menghiraukan waktu ia segera mengunjungi Long Guan malam itu juga.


Baru saja Long Guan hendak memejamkan mata, terdengar suara ketukan pintu. Dari arah luar, Yu Nuan berdiri dengan tidak tenang setelah mengetuk pintu beberapa kali.


Long Guan membuka pintu rumahnya, pandangannya jatuh pada sosok tubuh wanita yang tidak asing, Yu Nuan berdiri tepat di hadapannya. Yu Nuan menggigit bibir merahnya, menatap pria yang sangat ia rindukan.


Mereka diam sejenak ketika dua pasang mata beradu pandang. Perasaan Yu Nuan membuncah kebahagiaan, rasa rindu yang bergemuruh di dalam dada tak dapat ia tahan lagi. Kedua tangan Yu Nuan segera bergerak memeluk tubuh pria di depannya.


Yu Nuan tersenyum indah menatap wajah pria tampan yang kini berada di dekatnya, ia meregangkan pelukannya, lalu berkata " Kenapa kamu hanya diam saja?" ucap Yu Nuan memulai pembicaraan.


Long Guan hanya terdiam, dirinya dipenuhi oleh rasa bersalah. Sebelumnya ia secara terang-terangan menolak Yu Nuan dengan alasan sudah menikah di dunia fana. Tetapi Long Guan belum lama ini baru saja menikah lagi dengan Hung Yin.


"A.. Aku hanya sedikit lelah saja" ucap Long Guan asal.


Yu Nuan, sedikit mengerti karena Long Guan baru saja dari luar menjalankan misi.


"Baiklah kamu istirahat, besok aku akan membawakan sarapan untukmu" ucap Yu Nuan.


"Tidak usah merepotkan, aku tak mau merepotkan kamu" ucap Long Guan sedikit hati-hati.


"Kenapa kamu berubah? apakah kamu menemukan wanita lain di luar sana?" kata Yu Nuan sambil mengerucutkan bibir tipisnya.


Mendapati reaksi Long Guan yang hanya terdiam, Yu Nuan menatap Long Guan penuh arti. Perlahan ia mundur beberapa langkah lalu pergi menjauh. Butiran air matanya membasahi wajah cantiknya, seiring berlalu tanpa kata pamit.


Melihat Yu Nuan yang pergi meninggalkannya, Long Guan hanya menghela napas panjang. Ada ekspresi rumit di wajahnya.


"Maafkan aku Nona Yu" ucap Long Guan pelan.


Ia tidak mengejar Yu Nuan, namun ia kembali masuk ke dalam kediamannya dengan sedikit rasa bimbang. Setelah beberapa saat, ia menenangkan dirinya. Saat ini yang ia pegang teguh adalah statusnya sebagai seorang suami, ia tak mau membuat Yu Nuan semakin berharap kepada dirinya. Ia juga tidak mau dirinya jatuh terlalu dalam pada kisah percintaan.


Long Guan duduk bersila, memejamkan matanya hendak melanjutkan kultivasinya yang tertunda. Ia menenangkan jiwa dan perasaannya, meninggalkan perasaan duniawi untuk berkonsentrasi kembali pada kultivasinya.


Malam pun berlalu ditandai sinar matahari yang bersinar cerah. Burung berkicau di beberapa pohon rindang Bukit Keenam, Long Guan membuka matanya dengan perasaan lebih baik. Setelah membersihkan diri, Long Guan segera menuju ke aula alkimia.


Setelah beberapa bulan, ia ingin melihat perkembangan apa saja yang terjadi. Setelah berjalan tidak begitu lama, ia tiba ke tempat yang ia maksud. Long Guan memasuki aula kimia yang identik dengan bau obat-obatan. Aroma yang khas baginya, sejak di dunia fana hingga di alam langit ia sering berkecimpung pada dunia herbal.


Long Guan tiba tepat di saat para murid lainnya tengah memurnikan bahan-bahan herbal untuk dijadikan pil. Dari kejauhan ia melihat Lin Mei sedang memilah milah bahan yang akan dijadikan pil. Long Guan memperhatikan Lin Mei yang sangat fokus menjalankan pekerjaannya, hingga tidak menyadari kedatangan Long Guan.


"Nona Lin, bagaimana kabarmu" tanya Long Guan dari samping sebelah kanannya.


Lin Mei sedikit tertegun melihat sosok pria yang menegurnya,


"Saudara Long Guan?" tanyanya penuh semangat.


"Akhirnya aku melihatmu juga" ucap Lin Mei dengan nada senang.


"Terimakasih atas pertolonganmu tempo hari, aku dan kakek berhutang budi padamu" lanjut Lin Mei menambahkan perkataannya.


"Justru Sekte Pedang Bintang yang beruntung telah kedatangan bakat yang luar biasa" balas Long Guan dengan nada memuji.


"Ngomong-ngomong dimana nona Yu?" tanya Long Guan yang tampak memperhatikan Yu Nuan dan Yu Nuwa. Long Guan menoleh ke kiri dan ke kanan namun tak menjumpai kedua wanita kakak beradik tersebut.


"Aku belum melihat mereka sejak pagi tadi" mungkin mereka sedang ke aula Sekte" ujar Lin Mei mencoba menebak.


"Aula Sekte? memangnya ada apa di sana?" tanya Long Guan dengan rasa ingin tahu.


"Hari ini ada pengumuman daftar nama murid, ada sepuluh orang yang akan mewakili Sekte untuk mengikuti kompetisi antar Sekte" jawab Lin Mei dengan tenang.


Long Guan sedikit menganggukkan kepala tanda mengerti. Setelah menanyakan keadaan kakeknya Lin Jiuquan, ia kembali memeriksa bahan-bahan yang tersedia. Selama kepergian Long Guan, pasokan bahan-bahan herbal di bawah pengawasan Yu Nuan berjalan sangat bagus. Dalam hal ini Long Guan memberi apresiasi atas kinerja Yu Nuan.


Hingga hari menjelang sore, aktivitas di aula kimia mulai berkurang. Para murid melakukan aktivitas lainnya seperti berlatih beladiri. Long Guan menyipitkan matanya, namun bayangan Yu Nuan masih belum hadir.