Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Masalah Mulai Muncul


Long Guan dan dua orang temannya yaitu Yu Nuan dan Yu Nuwa tiba di Aula Perbendaharaan. Sepanjang jalan menuju pintu masuk, tatapan penuh kehinaan tertuju pada Long Guan.


Perasaan acuh tampak di wajah Long Guan, ia tidak menanggapi tatapan ke arahnya, ia tidak menganggap penting orang-orang yang hanya mampu berkata nyinyir.


Kedatangan Yu Nuan dan Yu Nuwa segera disampaikan oleh seorang pemuda kepada Wang Cao, salah seorang murid terkuat di Bukit Keenam, dirinya sudah lama mengincar Yu Nuan namun tidak pernah ditanggapi.


Selama di Bukit Keenam, Yu Nuan pernah ditawari untuk tetap bertahan di Bukit Keenam dengan syarat ia mau menjadi kekasih Wang Cao. Namun Yu Nuan memilih pergi ketimbang menerima bujukan Wang Cao, ia tidak khawatir dengan identitas Wang Cao yang merupakan keponakan dari Tetua Wang Xuemin dari Bukit Keenam dan Tetua Wang Chunying dari Paviliun Keempat.


Di Lobi Aula Perbendaharaan, tampak seorang pria berusia tiga puluh lima tahun. Dia adalah Diaken yang bertanggungjawab atas Aula Perbendaharaan, Lin Feng. Yu Nuan dan Yu Nuwa tidak asing dengan sosok tersebut.


“Hormat pada Senior Lin” Ketika Yu Nuan mengatakan hal tersebut, beberapa orang yang berada di Aula Perbendaharaan menatapnya. Lin Feng berkata, “Oh, kalian Yu bersaudara apa kabar? Kudengar kalian kini tinggal di Bukit Kelima?” Wajah Yu Nuan tiba-tiba memerah, ia tampak kebingungan.


Ia tidak menyangka kabar tentang dirinya telah menyebar dengan sangat cepat di Sekte. “Ya kabarku baik, kalau menyangkut tentang Bukit Kelima memang kini aku dan adikku bergabung menjadi bagian di dalamnya” Jawab Yu Nuan menanggapi pertanyaan Lin Feng.


Keberadaan dirinya di Bukit Kelima telah diketahui, tak mungkin juga Yu Nuan menyembunyikan hal tersebut. Bagaimana mungkin wanita seperti dirinya bisa merasa sebagai orang penting. Meskipun keluarga Yu memiliki identitas yang tidak mudah disentuh, namun keadaan dirinya yang gagal dalam berkultivasi telah menjadi lelucon di Sekte Pedang Bintang beberapa waktu ini.


Sebenarnya Yu bersaudara memiliki minat dan bakat terhadap Alkimia, namun di Bukit Keenam dirinya tidak memiliki kesempatan tersebut karena bakatnya sendiri seperti ditekan oleh Tetua Wang Xuemin yang mengetahui jika keponakannya diacuhkan oleh Yu Nuan.


Lin Feng mengerutkan kening, tatapan matanya jatuh pada seorang pemuda yang berada di samping Yu Nuan. “Senior mohon maaf, aku lupa mengenalkan mu. Ini adalah Saudara Guan murid dari Tetua Hung Fei yang kini mendiami Bukit Kelima” Ucap Yu Nuan memperkenalkan Long Guan.


“Salam kenal Senior, Namaku Long Guan murid dari Bukit Kelima” Ucap Long Guan memperkenalkan dirinya. Lin Feng mencoba mengingat-ingat apakah dirinya pernah melihat Long Guan di Sekte Pedang Bintang, sambil menggeleng ia mengeluarkan ekspresi bingung.


Memang Long Guan berasal dari Dunia Bawah, dirinya tentu saja tidak akan ada yang mengenalinya.


“Sebentar!”


Ucap Lin Feng tiba-tiba. “Bukankah kamu murid baru yang berasal dari Dunia Bawah yang baru-baru ini terkenal?” Tannya Lin Feng yang kini mulai teringat dengan selentingan yang belum lama ini menjadi isu miring.


Lin Feng agak tertarik dengan Long Guan, pemuda yang baru-baru ini viral sebagai murid pecundang Sekte Pedang Bintang. Ia bukanlah tipe orang yang membenci tanpa mengetahuinya secara langsung, dalam keyakinannya ia percaya bahwa Hung Fei yang merupakan teman berlatihnya tidak akan keliru memilih murid.


“Pemuda ini berasal dari manusia biasa, namun napasnya terasa kuat, tatapan matanya juga teduh namun terasa menghanyutkan seperti ada kekuatan yang hendak menarik ke lubang yang sangat dalam” Lin Feng mengamati dengan serius, ia semakin tertarik.


Long Guan tentu dapat merasakan dirinya tengah diamati oleh Lin Feng namun ia memilih pura-pura tidak mengetahuinya karena Long Guan dapat merasakan tidak ada niat buruk dalam tatapannya, sehingga Long Guan mengurangi kewaspadaannya.


“Baiklah, ini sumberdaya untuk satu bulan” Lin Feng berkata sambil mengeluarkan dua bungkusan, bungkusan pertama berisi Pil dan Giok penyampai pesan, sementara bungkusan kedua berisi Batu Energi tingkat rendah dan tingkat tinggi.


Setelah menghitungnya, dua bungkusan itu dimasukkan ke dalam cincin penyimpanan. “Terimakasih Senior” ucap Long Guan hendak berniat pamit.


Lin Feng mengangguk pelan, ia cukup puas melihat tindakan murid sahabatnya yang sangat sopan. Ia memperhatikan kepergian Long Guan dan dua orang murid wanita, ia berucap pelan.


“Bahkan sampai Patriark Ketua Sekte memperhatikan pemuda tersebut!”


"Menarik!”.


Tidak jauh Long Guan keluar dari Paviliun Perbendaharaan, pandangan Long Guan sedikit terganggu dengan kedatangan tiga orang murid yang bergegas menghampirinya. “Apakah kamu Long Guan dari Bukit Kelima” tanya salah seorang murid yang memiliki perawakan kekar dengan tinggi badan sekitar 190 Centi Meter, tatapannya penuh kebencian.


“Kurang ajar!”


Teriak salah seorang murid yang bernama Wang Cao, lalu ia mencabut pedangnya.


“Hentikan! jangan bertarung di sini!”


Suara teriakan seseorang dari arah belakang segera menghentikan aksi Wang Cao.


“Salam Senior, saya ingin memberikan pelajaran kepada murid baru yang kurang ajar ini” Ungkap Wang Cao.


Long Guan mengangkat alisnya tidak mengerti dengan maksud murid tersebut yang menyerang tiba-tiba. “Murid baru ini sudah tidak sopan dengan menghajar kedua orang saudaraku” Sela Wang Cao sambil menunjuk ke arah dua orang murid di sampingnya yang masih dalam kondisi terjatuh karena tendangan Long Guan.


Melihat dua orang yang tampak terluka ringan, tatapan mata murid senior sedikit mengernyit melihat Long Guan yang baru saja ia lihat. “Bagaimana kau bisa menjelaskan atas keadaan ini?” Tanya murid senior tersebut yang bernama Tang Bei, berusaha memberikan kesempatan pada Long Guan.


“Aku tidak tahu dan tidak mengenal mereka, namun tiba-tiba mereka menyerangku tanpa alasan” Ujar Long Guan menyampaikan penjelasannya.


“Dasar Pecundang!


Jika kau tidak sengaja menghalangi jalan kami mana mungkin kami berdebat denganmu!” Ekspresi Long Guan masih diam dan tidak bergerak menyikapi ucapan Wang Cao. Tang Bei sebagai Murid Dalam di Bukit Keempat mengenali sosok Wang Cao, latar belakangnya tidak bisa diremehkan.


“Pertarungan dilarang Sekte Pedang Bintang, namun apabila ada perselisihan kalian bisa menyelesaikannya di Lapangan Uji Tanding”


Ucap Tang Bei mencoba menjilat Wang Cao, ia tahu kemampuan Wang Cao, murid asing itu tentu bukanlah lawan Wang Cao.


Dengan menggiring mereka kepada lapangan uji tanding, tentu Wang Cao dapat memberi pelajaran kepada Long Guan dengan puas. Begitulah pemikiran yang ada di benak Tang Bei.


Yu Nuwa tampak mencondongkan tubuhnya ke Yu Nuan, mereka berbicara pelan mengenai siapa yang mencari gara-gara sesungguhnya. Dengan kemampuan yang pernah diperlihatkan Long Guan di Bukit Kelima, tentu kakak beradik tersebut tidak resah dalam situasi seperti ini.


“Baiklah jika begitu, apakah kau berani menghadapiku di Lapangan Uji Tanding?” tantang Wang Cao, “Kau tidak usah khawatir, kedua peserta dilepaskan dari tanggungjawab masing-masing jika tejadi sesuatu. Lagian aku akan sedikit berbelas kasih kepadamu, aku tak mau mengotori tanganku menghadapi pecundang sepertimu.”


Tatapan Long Guan menyeringai, “Oh, benarkah? Apakah kau sudah siap untuk terluka?” Ucapan provokasi Long Guan semakin membuat Wang Cao marah, sementara dua orang sahabatnya termenung dengan ekspresi gelap di tempat.


“Sudahlah jangan banyak bicara, sebaiknya kalian menuju Lapangan Uji Tanding” Ujar Tang Bei yang mulai tidak menyukai kesombongan Long Guan. Tanpa menunggu lama mereka menuju Lapangan Uji Tanding, dalam sekejap berita ini menyebar dengan sangat cepat.


Bahkan di Bukit Keenam, Tetua Wang Xuemin tampak sedikit penasaran dengan performa Long Guan.


“Hmm.. Dasar bocah tak tahu malu, jangan samakan dunia fana dengan alam spiritual” Ucap Tetua Wang Xuemin, ia tentu senang keponakannya akan memberi pelajaran kepada Long Guan, ia tidak mempedulikan yang lainnya karena ia yakin dengan kemampuan Wang Cao.


Di Lapangan Uji Tanding yang biasanya sepi, kini mulai ramai dihadiri para murid yang kebetulan sedang berada di sekitarnya. Pemandangan ini tentu sangat menarik dan akan menjadi tontonan seru sebagai ajang pembuktian diri.


Saat ini, setelah mengkonfirmasi pernyataan di depan saksi Long guan dan Wang Cao berdiri saling berhadapan, jika Wang Cao penuh api kemarahan yang dilatar belakangi rasa cemburu melihat Yu Nuan dengan Long Guan.


Sementara itu dari sisi lainnya, sikap tenang dapat terlihat dalam diri Long Guan. Ia sama sekali tidak terpengaruh dengan Wang Cao, dalam benaknya ia hanya ingin mengakhiri pertandingan ini dengan cepat.