Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Tiba Di Dunia Para Dewa


Di dalam Portal Dimensi, tubuh Long Guan bergetar sangat hebat menahan gelombang kejut akibat fluktuasi energi.


Dalam pemahamannya yang sederhana Long Guan bergumam “Pantas saja Guru Hung Fei bisa terhempas saat menggunakan Portal Dimensi, kekuatannya begitu dahsyat dan bisa menarik kesadaran seseorang jika tidak memiliki dasar yang kuat.”


Long Guan yang kini sudah memahami Hukum Ruang dan Waktu hingga ke Tahap Tiga tentu tidak terpengaruh terhadap efek yang ditimbulkan namun bagi orang biasa tentu akan sangat sulit, salah-salah bisa terlempar ke dimensi waktu dan tempat secara acak.


Setelah hampir satu jam berada di dalam pusaran Portal Dimensi, Long Guan mulai melihat setitik cahaya terang yang semakin lama semakin besar.


Hingga dalam satu tarikan nafas berikutnya, ia terlempar ke luar dan berada pada suatu tempat yang sangat asing. Ia melihat sebuah gerbang yang sangat besar bertuliskan “Sekte Pedang Bintang” Mengingat gambaran yang diceritakan Guru Hung Fei, maka tidak salah lagi kini ia sudah berada di Alam Spiritual.


Dalam penglihatannya, dua buah gunung berdiri kokoh berjajar saling berhadapan, pohon-pohon kuno berusia ribuan tahun serta awan yang dipenuhi kabut cerah. Dari atas udara tekanan gravitasi terasa lebih berat daripada di dunia fana, energi spiritual terbang bebas di udara.


Long Guan hendak menyerap energi spiritual namun tiba-tiba sebuah suara mengagetkannya, “hai, siapa kamu dan ada keperluan apa?” lalu tiga orang pria memakai baju berwarna biru dengan pedang di punggung menghampiri Long Guan dengan tatapan bengis. Dengan jelas Long Guan dapat merasakan salah seorang dari mereka memiliki kekuatan di atasnya.


Sebagai pendatang baru di Alam Spiritual tentu Long Guan tidak berani bersikap gegabah, “Mohon maaf kiranya kehadiran saya mengganggu para senior, perkenalkan saya adalah Long Guan dari dunia bawah dan saya adalah murid dari Guru Hung Fei” Terang Long Guan tanpa menyembunyikan identitas dirinya.


Mendengar perkataan Long Guan, tiga orang murid tersebut saling tatap dan salah satunya mengangkat bahu tanda tidak tahu harus berbuat apa. Salah seorang dari mereka lalu berkata “kuharap ucapanmu dapat dipertanggungjawabkan, namun jika tidak jangan salahkan kami jika bersikap kasar kepadamu” Murid senior yang bernama Zhao Yang sangat serius menanggapi ucapan Long Guan.


Sudah menjadi rahasia umum di Alam Spiritual bahwa Tetua Hung Fei hilang ditelan badai ruang dan waktu tanpa ada yang mengetahui nasibnya, bahkan banyak ahli yang memperkirakan dirinya sudah meninggal. Kini muncul seorang anak muda dengan tiba-tiba mengaku sebagai murid Tetua Hung Fei, sebagai murid senior tentu Zhao Yang mengetahui sepak terjang Tetua Hung Fei yang tidak pernah menerima murid. Dua orang murid di sampingnya memperhatikan wajah Long Guan yang tampak asing, dari atas kepala hingga ke kaki tatapan mereka penuh kewaspadaan.


Maklum saja, sebagai penjaga pintu masuk Sekte mereka adalah garda terdepan dalam melindungi Sekte dari gangguan keamanan. Long Guan cukup senang atas sikap murid senior yang tidak asal menuduh dan berbicara kasar, sikapnya hanya penuh kehati-hatian dan itu cukup wajar menurut Long Guan.


Sebuah lencana giok berwarna perak dengan logo tiga bintang dikeluarkan dari dalam saku Long Guan. Melihat pemandangan ini membuat tubuh mereka bergetar, mulut terkunci rapat tanpa bisa berucap sepatah kata.


Belum sempat mereka tersadar dari keterkejutannya, Long Guan mengeluarkan sebuah pedang dengan panjang 1,3 meter dengan lebar 20 centi meter. Tiga orang murid penjaga tersebut tentu saja mengenal ke dua benda tersebut sebagai identitas yang tidak boleh mereka singgung. “Tolong maafkan atas tindakan kami yang tidak sopan” Zhao Yang segera tersadar dan mencairkan suasana, ia paham betul akibat dari tindakannya jika sampai terdengar oleh Patriark Han Zao.


“Baiklah, tidak masalah.” Kata Long Guan dengan tersenyum tenang. Bersama Zhao Yang dirinya diantarkan menuju Aula Utama Sekte Pedang Bintang untuk bertemu dengan para petinggi Sekte. Melalui giok informasi, kedatangan Long Guan sebagai murid Tetua Hung Fei dengan cepat tersebar ke seluruh bagian Sekte Pedang Bintang.


Kehebohan langsung terjadi, para Tetua dan Patriark segera bergegas ke Aula Utama Sekte untuk menemui secara langsung pemuda yang mengaku sebagai murid Tetua Hung Fei tersebut. Sementara para murid senior yang berada di sekitar Aula Utama Sekte Pedang Bintang terus memantau perkembangan situasi terbaru.


“Lapor Patriark, mohon maaf telah lancang mengganggu Patriark Sekte, hamba Zao Yang ingin melaporkan bahwa ada seorang pemuda yang bernama Long Guan berasal dari dunia bawah mengaku sebagai murid Tetua Hung Fei” Zhao Yang menyampaikan laporannya kepada Ketua Sekte Pedang Bintang dengan hati-hati. Sebagai murid senior yang kebetulan sedang berjaga, maka ia memiliki tanggungjawab untuk melaporkan berita tersebut sambil menunjuk ke arah Long Guan.


“Hmmph.. Baiklah terimakasih atas laporan yang kamu sampaikan” Lalu Patriark Han Zao melirik ke arah Long Guan, seketika banyak pasang mata yang tertuju pada Long Guan. “Mohon maaf Patriark apabila kehadiran saya telah mengganggu ketenangan Sekte, perkenalkan nama saya adalah Long Guan berasal dari dunia bawah atau sering disebut sebagai dunia fana.


Saya adalah murid dari Guru Hung Fei yang berasal dari Sekte Pedang Bintang namun karena suatu keadaan dirinya terlempar dan tinggal di dunia bawah” Ungkap Long Guan sambil mengeluarkan Lencana Giok serta sebuah pedang.


Dari semua pihak yang memeriksa tak ada satupun penolakan atau keraguan terhadap keaslian kedua benda tersebut. “Kedua benda ini memang tidak diragukan keasliannya, namun aku mau membuktikan dengan cara lain.


Jika kau memang murid dari Tetua Hung Fei silahkan tunjukan beberapa gerakan yang pernah diajarkannya” Ucap Patriark Han Zao sambil mengembalikan pedang serta lencana giok kepada Long Guan. Paham akan maksud Patriark Sekte, Zao Yang segera mencabut pedangnya sambil berkata,


“Silahkan maju dan tunjukan jika kau adalah murid Tetua Hung Fei” Tantang Zao Yang dengan sebilah pedang yang sudah keluar dari sarungnya. Long Guan segera mencabut pedang yang diberikan oleh gurunya, melihat basis kultivasi lawannya yang berada pada ranah Semesta tingkat dua juga namun terasa lebih kuat membuat Long Guan cukup berhati-hati.


Zhao Yang segera maju dan menyerang Long Guan menggunakan jurus Ledakan Bintang. Menghadapi teknik tersebut Long Guan tampak tenang menggunakan jurus seribu bayangan untuk menghindarinya.


Pemandangan ini disaksikan oleh para Tetua dan Patriark Sekte Pedang Bintang. “Hmm.. cukup menarik, ada seorang pemuda dengan mudah dapat menghindari jurus Sekte Ledakan Bintang” Ucap Patriark Han Zao sambil mengusap jenggotnya yang panjang. Merasa jurusnya tidak mempan, Zhao Yang merasa sedikit kesal, ia mulai serius menggunakan jurus pamungkasnya, yaitu Pedang Penghancur Gunung. Di Aula yang cukup luas, aura pedang yang menakutkan muncul di tubuh Zhao Yang dalam sekejap ia kembali menyerang Long Guan dengan kecepatan serta kekuatan dua kali lipat dari sebelumnya.


Namun sama seperti sebelumnya Long Guan menghindar menggunakan jurus Seribu Bayangan. Long Guan segera menggunakan jurus ini karena ia sedang membiasakan diri dengan tingkat gravitasi yang cukup menekannya sejak ia pertama tiba di Alam Spiritual. “Apakah kamu takut atau kamu memang tidak memiliki jurus yang diajarkan oleh Tetua Hung Fei” Ucap Zhao Yang dengan nada agak kesal akibat dua kali serangannya gagal mengenai Long Guan.


“Bersiaplah”


Ucap Long Guan singkat, lalu ia bergerak tanpa diketahui oleh Zhao Yang, dalam dua langkah pedang Long Guan sudah ada di leher Zhao Yang.


Melihat pemandangan ini para Tetua menjadi terkesiap, mereka tahu betul jurus yang baru saja diperlihatkan adalah Jurus Ledakan Bintang Tingkat Sempurna.


Di Sekte Pedang Bintang sendiri teknik seperti itu hanya bisa dilakukan oleh para Tetua. Zao Yang seketika berkeringat dingin menghadapi sebilah pedang menempel di tenggorokannya, apalagi ia melihat tatapan Long Guan yang tenang seperti malaikat maut yang sudah terbiasa mencabut nyawa.


“Cukup! ”


Ucap Patriark Han Zao. Dirinya sudah tidak meragukan identitas Long Guan sebagai murid langsung dari Tetua Hung Fei. Mendengar ucapan Ketua Sekte, Long Guan segera menurunkan pedangnya.


“Mulai hari ini kamu adalah bagian dari Sekte Pedang Bintang. Kamu berhak tinggal di tempat dimana Tetua Hung Fei tinggal sebelumnya” Ucap Ketua Sekte memberi perintah.


Mendengar ucapan Patriark Han Zao seorang Tetua yang bernama Wang Xuemin merasa keberatan, “Mohon maaf Patriark apakah tidak berlebihan jika seorang murid biasa tinggal di Bukit Kelima. Aku takut masalah ini akan menjadi pembicaraan para murid lainnya yang akan menimbulkan keirian, apalagi basis kultivasi Long Guan masih sangat rendah”


Ucap Wang Xuemin menyampaikan alasan keberatannya sambil memandang Long Guan dengan risih. “Aku memahami pemikiranmu, namun aku memiliki pertimbangan llain


Long Guan akan berada di Bukit Kelima dengan masa percobaan selama dua tahun, jika dalam masa itu ia bisa membuktikan kualitasnya maka ia berhak menetap di sana mewakili Tetua Hung Fei, namun jika ia gagal maka statusnya akan berubah menjadi murid luar.” Mendengar ucapan Ketua Sekte, semua Tetua yang hadir tersenyum puas termasuk Wang Xuemin.