
Long Guan sedang menyaksikan murid-murid yang telah berhasil masuk menjadi bagian Sekte Pedang Angin. Ada rasa haru gembira di wajah-wajah mereka.
Tetua Jian tiba-tiba mendekat hendak melaporkan apa yang terjadi di pintu masuk Sekte, mendengar laporan tetua Jian sekaligus ayah mertuanya Long Guan sedikit mengernyitkan alis matanya yang tebal.
Tetua Jian berbicara cukup pelan dan hati-hati. "Sepertinya mereka dari Kerajaan Wei sudah berani masuk ke wilayah Kota Awan.
Tetua Jian, kita harus segera melatih para murid yang dipersiapkan untuk pasukan penjaga.
Selain itu aku akan menghubungi Tetua Guo Yang untuk mengatur pengintai untuk melaporkan segala pergerakan yang terjadi di Kota Awan" Ucap Long Guan dengan nada yang sangat serius.
"Baik Ketua" jawab tetua Jian.
Sementara itu tetua Huang Xun masih memberikan pengarahan, "Kalian yang sudah dinyatakan lulus silakan menuju aula utama, untuk pengenalan sekte secara lebih jauh"
Kalian akan diberikan pemahaman secara detail terkait keberadaan lima divisi pembagian Jurusan atau Paviliun yang kalian kehendaki.
"Namun ingatlah memilih jurusan harus sesuai dengan potensi kalian" Ucap Tetua Huang Xun dengan sungguh-sungguh.
Lalu para murid mengikuti kegiatan tersebut dengan sungguh-sungguh. Melihat pemandangan aula yang luas ada decak kagum dalam hati para murid baru, mereka tidak salah memilih sekte Pedang Angin sebagai tempat meningkatkan beladiri.
Hari menjelang sore saat para murid baru berada di aula sekte untuk menerima arahan dan petunjuk dari lima tetua secara bergantian.
Dalam seleksi murid kali ini juga terdapat sepuluh murid yang menjadi perhatian sekte, mereka semua yang nantinya akan menjadi murid inti.
Umumnya perlu satu tahun untuk memantau perkembangan mereka, namun dengan sumberdaya Sekte Pedang Angin kini sepertinya perkembangan para murid akan berjalan sangat pesat.
Saat ini para murid baru sudah berbaris dan memilih paviliun masing-masing untuk menentukan masa depan beladiri mereka.
Adalah Klan Long berhasil memunculkan beberapa nama sebagai murid baru, ada lima orang pemuda dengan basis kultivasi di tanah pemurnian Qi Tingkat Tujuh dan Delapan yang mewakili Klan Long untuk menempa ilmu di Sekte Pedang Angin. Long Fan merupakan generasi terakhir saat itu yang belajar seni beladiri di luar Klan Long.
Setelah mendapatkan lencana Sekte Pedang Angin mereka segera menuju untuk tinggal dan berlatih di Paviliun masing-masing.
Ada empat jenis lencana di Sekte Pedang Angin, warna perak menunjukkan mereka sebagai murid biasa, warna biru untuk mereka yang disebut murid inti dan Wakil Kepala Divisi, warna emas untuk para Tetua, sedangkan Long Guan masih menggunakan lencana warna ungu sebagai identitas Ketua Sekte.
****
Keesokan harinya di Paviliun Alkemis
Suasana kesibukan mulai nampak di Ruang pemurnian obat. Paviliun Obat merupakan penyedia pil dan ramuan berkualitas yang dimiliki Sekte Pedang Angin.
Hari ini ada kunjungan dari Tetua Sekte Lembah Racun yang berencana melakukan kerjasama pemurnian Pil.
Sementara pihak Sekte Pedang Angin sedang membutuhkan keahlian dalam meramu racun.
"Racun tidak selamanya digunakan untuk kejahatan, semua bergantung kepada penggunanya." Hal demikian pernah disampaikan oleh Long Guan ketika awal Paviliun Alkemis didirikan.
Tubuh pasukan Iblis memiliki kekebalan dengan senjata jenis biasa, sehingga menyulitkan pasukan Sekte Pedang Angin untuk menaklukannya, akan butuh waktu dan energi yang sia-sia.
Oleh sebab itu Long Guan memikirkan cara yang tepat guna untuk menyikapi hal tersebut. Tampak tetua Lembah Racun, Tetua Li Chan berdegup kagum akan kemampuan Sekte Pedang Angin dalam mengintegrasikan sumberdaya manusia dengan bahan-bahan herbal yang melimpah.
Teknik pemurnian yang dilakukan nampak berbeda dengan kebanyakan alkemis di Kota Awan. Pencampuran bahan dan kontrol api sangat sesuai dengan hasil yang diperoleh.
Setidaknya murid-murid ini jika berada di luar sekte maka akan diburu dengan iming-iming gaji besar oleh para keluarga atau klan besar untuk menjadi alkemis mereka.
Di Sekte Lembah Racun sendiri, Tetua Li hanya memiliki beberapa orang murid yang berbakat dalam bidang alkemis namun hasilnya tidak sebaik yang dihasilkan oleh Sekte Pedang Angin.
"Tetua Li, bagaimana menurut pendapat tetua tentang kerjasama kedua sekte? " Tanya Long Guan memecah keterkejutan Li Chan dalam memandang Paviliun Obat.
"Tentu tidak masalah Ketua, malahan kami mohon agar disegerakan kerjasama ini" Ucap tetua Li Chan dengan penuh semangat.
"Baiklah Tetua, silakan kirim 10 orang muridmu untuk bertukar pengalaman. Namun sebaliknya aku membutuhkan tetua Li Chan untuk mengajari 10 orang muridku untuk belajar tentang membuat racun seperti yang pernah aku utarakan sebelumnya" Ucap Long Guan tanpa ragu-ragu.
Walau bagaimanapun membangun hubungan baik adalah salah satu langkah yang sudah Long Guan cetuskan dalam 9 langkah perubahan Sekte.
Ia juga ingin menyebarluaskan pengetahuan warisan leluhur terkait pemurnian Pil. Membangun peradaban tidak mungkin bisa ia lakukan sendiri, mesti ada proses yang ia harus ikuti alurnya, begitulah pemikiran Long Guan secara sederhana.
"Baiklah Ketua, besok lusa aku akan kembali kesini dengan beberapa persiapan, namun sebelumnya tolong persiapkan bahan-bahan yang diperlukan" Ucap Tetua Li sambil mengeluarkan catatan dari sakunya.
"Terimakasih Tetua" Ucap Long Guan.
Kemudian ia berbicara pelan dengan Tetua Yang Guifei dan dilanjutkan dengan Tetua Yang Guifei menyerahkan sebuah botol dari porselen.
"Ini adalah Pil Pondasi Qi hasil budidaya dari Paviliun kami, tolong diterima" Ucap Long Guan sopan sambil menyerahkan botol porselen yang berisi 50 butir Pil.
Tetua Li menerimanya dengan sangat gembira, menurutnya Ketua Sekte Pedang Angin sangat murah hati dan tidak sombong.
Setelah berbincang sejenak tetua Li Chan izin pamit untuk kembali pulang ke Sekte Lembah Racun.
Dua hari kemudian, sepuluh orang murid yang didampingi oleh tetua Li Chan baru saja tiba di Sekte Pedang Angin.
Sesuai perjanjian mereka akan mengadakan kerjasama pertukaran pengetahuan dengan Sekte Pedang Angin.
Selama ini orang-orang di Kota Awan sangat enggan berhubungan dengan Sekte Lembah Racun, karena selain dikenal dengan Sekte yang tertutup juga karena orang-orang takut berhubungan dengan racun.
Namun tidak banyak yang tahu bahwa Ketua Sekte Lembah Racun adalah Kakak kandung Tetua Yang Guifei yaitu Yang Guang.
Mereka adalah kakak beradik yang berkonsentrasi pada ilmu herbal dan kegunaannya, jika Yang Guifei memiliki bakat dalam meramu obat-obatan maka Yang Guang ahli dalam meracik racun, ia tidak hanya tertarik dengan racun tumbuhan tetapi juga pada racun binatang.
Pada masa mudanya tetua Yang Guifei adalah bagian dari Sekte Lembah Racun, namun karena adanya rasa bersalah ketika tidak dapat menyelamatkan nyawa seorang wanita yang tengah melahirkan. Membuat ia rela meninggalkan Sekte Lembah Racun demi mengurus anak dari wanita tersebut yang diketahui sebagai ibu dari Jian Ling.