Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Pertempuran Long Guan Vs Xiaoru


Ini adalah pertemuan pertama kali antara Long Guan dengan Wei Cuan. Melihat luka-luka yang dialami oleh para Tetua Sekte membuat Long Guan yakin bahwa serangan tersebut merupakan pukulan Tapak Es yang sama yang pernah ia alami sejak ia kecil.


Long Guan menatap Wei Cuan dengan sorot penuh kebencian, aura penuh dendam langsung mengunci Wei Cuan.


Ditatap seperti itu, Wei Cuan bergidik ngeri menahan nafas dan tanpa disadari ia mundur beberapa langkah.


Jika itu tentang Sekte Kristal Es maka seperti mengorek luka lama yang pernah ia alami, dimulai dengan kematian kedua orangtuanya hingga luka dalam yang ia rasakan selama bertahun-tahun.


Dengan pedang yang masih terhunus, Long Guan segera mengeluarkan jurus andalan Sekte Pedang Angin yaitu jurus Pedang Ledakan Bintang yang ia kombinasikan dengan langkah seribu bayangan.


Dengan kekuatan Semesta Dua, keefektifan jurus tersebut serasa sangat mematikan. Udara di sekitar Wei Cuan dalam seketika terasa tersedot ke ruang hampa, ia tidak bisa bergerak sama sekali dan hanyut dalam tatapan ilusi yang kosong.


Namun tanpa ada yang menyadari Long Guan telah berada di hadapan Wei Cuan melakukan tebasan secepat kilat dan melewatinya.


“Pluf!"


Suara benda jatuh terdengar pelan, kepala Wei Cuan putus dan terjatuh dengan posisi mata yang melotot.


Pemandangan ini membuat seluruh situasi menjadi hening, tak ada yang menyangka kekuatan Long Guan sangat mengerikan.


Jika sebelumnya para Tetua Sekte menjadi bulan-bulanan mantan Raja Wei Cuan, kini tanpa ada yang bisa melihat gerakan Long Guan, hanya dalam sekejap mata Wei Cuan tewas seketika tanpa melakukan serangan apapun.


Long Guan dengan senyum dingin menatap jasad Wei Cuan, dengan jentikan jarinya Api Abadi muncul dan langsung ditembakkan ke tubuh Wei Cuan.


Dalam hitungan beberapa detik tubuh Wei Cuan berubah menjadi debu, membuat orang-orang yang melihatnya semakin bergidik ngeri dengan kemampuan Ketua Sekte Pedang Angin.


Long Guan jelas belum memasuki usia dua puluh lima tahun, namun sudah menjadi sosok yang sangat hebat.


Raja Zu Lian dan keluarga Long yang menyaksikan pemandangan tersebut semakin kagum dengan kemampuan cucunya.


“Patriark Long, sepertinya langit sangat bermurah hati menganugerahkan seorang cucu yang sangat luar biasa kepada kita” Ucap Raja Zu dengan tatapan bahagia memandang Patriark Long yang beberapa saat lalu tampak sangat tegang.


“Kamu benar, kita adalah orang-orang yang sangat beruntung” Balas Patriark Long dengan senyuman bahagianya.


Jian Ling dan Xie Annchi yang mendengar keberhasilan Long Guan dalam mengalahkan pasukan iblis tidak dapat menahan dirinya untuk menemui suaminya di gerbang masuk Sekte.


Dibantu Xie Annchi, ia melangkah cepat menuju gerbang depan. Sesampainya di gerbang masuk Jian Ling menyaksikan ayahnya yang sedang terluka tengah memulihkan diri.


Ada Tetua Yang Guifei tengah merawatnya sehingga kekhawatiran Jin Ling sedikit berkurang, ia juga menyaksikan tetua lainnya tampak terluka parah.


Tatapan Jian Ling jatuh pada Long Guan yang berdiri tegak di atas udara seolah tidak terpengaruh dengan sekitarnya, kedatangan Jian Ling dan Xie Annchi pun tidak membuat Long Guan bergerak untuk turun.


Perasaan Long Guan mulai gelisah, dengan suara yang agak keras ia berkata,


“Kalian segera menjauhlah dari sini!


Bahaya yang sebenarnya baru saja dimulai"


Mendengar perkataan Long Guan, sontak orang-orang yang berada di bawahnya segera bergeser mundur ke belakang.


“Hahahaha"


"Manusia kurang ajar rupanya kau cukup cerdik”


Suara seseorang yang seolah muncul tiba-tiba dari langit mengagetkan banyak orang.


Aura jahat yang begitu kuat sangat mendominasi, membuat orang-orang yang berada di Sekte Pedang Angin merasa ketakutan.


Long Guan segera membangkitkan aura pertempurannya untuk menetralisir kekuatan Xiaoru yang sudah memasuki ranah Semesta Tingkat Kedua, kekuatannya setara dengan Long Guan.


Dua kekuatan yang kini beradu menimbulkan gesekan energi yang terus berderak, sesekali lompatan energi yang menimbulkan gelombang kejut terus menyebar ke beberapa titik di sekitar Sekte Pedang Angin yang berdampak pada kerusakan bangunan dan obyek lainnya.


Pohon-pohon hancur dan menciptakan lubang yang sangat besar akibat tubrukan gelombang kekuatan Xiaoru dan Long Guan.


Orang-orang mulai panik menyaksikan perubahan yang begitu cepat, Long Guan segera meningkatkan kekuatannya untuk menekan Xiaoru untuk menghindari kerusakan yang lebih parah.


“Hahaha"


"Namun sekarang, kamu akan segera mati! Yang mulia Kaisar sudah hampir pulih dalam beberapa saat lagi, tak ada yang mampu menghalangi kami untuk menghancurkan dunia kalian” Ucap Jenderal Iblis Xiaoru yang sudah menarik kembali aura membunuhnya.


Long Guan sedikit tertekan mendengar ucapan Xiaoru, dalam hatinya ia mengamini kekuatan Azazil yang menurut Hung Fei tidak bisa dianggap sepele, bahkan kekuatan Azazil berada jauh di atas Long Guan.


Ada tatapan permusuhan diantara Xiaoru dan Long Guan, bagai dua sisi mata uang keduanya memiliki kepentingan yang berbeda.


Sesama petarung ranah Semesta Dua, Long Guan bersikap lebih hati-hati dalam menghadapi lawannya.


Xiaoru tersenyum mengejek memandang Long Guan, ia mengeluarkan sebuah jurus tangan kosong yang memiliki kekuatan dahsyat.


“Pukulan Penghancur Naga”


Teriak Xiaoru penuh percaya diri mengeluarkan pukulannya, gerakannya yang sangat cepat masih dapat dilihat oleh Long Guan yang dibalas dengan Pukulan Sembilan Naga yang diajarkan oleh leluhur Long.


Efek pukulan yang dikeluarkan Long Guan menghadirkan bayangan Sembilan Naga Ungu yang bergerak dengan cepat ke arah Xiaoru.


Dua pukulan beradu di udara, menimbulkan gelombang kejut yang sangat dahsyat.


"Booom"


Meskipun terjadi di atas udara, getarannya sangat terasa hingga di bawah.


Orang-orang mulai berlindung dari efek pecahan energi yang terpencar tak beraturan, korban luka-luka tidak bisa dihindari, hanya orang-orang yang memiliki kekuatan Kelahiran Kembali yang tidak memiliki efek yang serius.


Pertempuran ini adalah pertama kalinya mereka saksikan, mereka berkeyakinan ranah immortal sangat menakutkan, untuk meratakan satu kerajaan seperti menindas seekor semut saja.


Antara kepanikan dan pikiran kehebatan Ketua Sekte Pedang Angin terus berkecamuk, mereka menaruh harapan hidup dan mati mereka pada Long Guan.


Menyaksikan pukulannya ditahan oleh pukulan yang dahsyat pula membuat Xiaoru mundur dua langkah, sementara Long Guan masih kokoh tidak bergerak.


“Pantas saja adikku tewas di tanganmu, ternyata memang kekuatanmu cukup luar biasa. Jika kau bergabung bersamaku maka kamu akan memiliki kesempatan untuk menjadi Raja di dunia fana ini” Ujar Xiaoru berusaha membujuk Long Guan.


“Dalam mimpimu!"


Sela Long Guan dengan tatapan yang semakin marah.


****


Di Pegunungan Dushou


Istana iblis tampak bergetar hebat, beberapa bagian runtuh dan hancur berkeping-keping.


Sepasang mata yang terbuka merasakan energi di dalam tubuhnya sudah bangkit sepenuhnya, dengan satu lambaian tangan sebuah benda berwarna hitam melesat ke telapak tangannya.


Itu adalah segel darah yang selama ini dicari oleh Azazil, “Sudah waktunya aku kembali menuju Alam Spiritual"


"Hahahaha..”


Ucap Azazil berteriak seorang diri. Kemudian ia menyerap energi yang tersimpan dalam segel darah, tidak butuh waktu yang lama hanya selang satu jam ia sudah bisa menyerap kekuatan segel darah secara optimal.


Kekuatan ranah Semesta Tingkat Kedelapan tampak mengalir kuat di dalam tubuhnya, kilatan petir terus bersahutan menandakan kebangkitan Azazil secara utuh.


Awan gelap yang disertai badai petir tidak hanya menarik perhatian orang-orang yang berada di sekitar pegunungan Dushou, bahkan fenomena seperti ini juga sampai terlihat di Kota Awan.


Azazil dengan tenang mulai memindai segala sesuatu yang ada di dunia ini, Hung Fei yang berada di Tanah Terlarang juga tidak luput dari pengawasannya,


“Owh.. cukup menarik, ada makhluk dari Alam Spiritual yang tinggal di dunia ini”


Gumam Azazil pelan. Melalui indra spiritualnya ia juga merasakan ada dua orang yang kini tengah berhadapan, aura keduanya begitu familiar.


“Hmm"


"Anak itu sudah bertambah kuat dalam sesaat, jika dibiarkan maka ia akan menjadi batu sandunganku di masa depan”


Batin Azazil yang dapat merasakan kekuatan Long Guan meski dari jarak yang cukup jauh.