Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Kabar Xie Annchhi


Ketua sekte lalu melanjutkan perkataannya, “Buat kalian yang berada di Bukit pertama maka berbahagialah! Tetua Agung Ang Bei akan bertanggungjawab penuh terhadap kalian”.


Ucapan Ketua Sekte segera diikuti suara gemuruh kegirangan dari para murid Bukit Pertama, pekikan kegembiraan keluar dari mulut para murid. Mereka tidak menyangka akan mendapati pengasuh seorang Legenda Pedang!


Tatapan keirian muncul dari wajah murid-murid dari Bukit Utama lainnya. Long Guan memperhatikan reaksi semuanya, namun ia cuek seolah tidak peduli. Hanya tiga ratusan murid yang tengah berlatih di bawah pengawasannya merasa bangga. Mereka tidak mengira Bukit Keenam akan dikuasai oleh Long Guan. Murid yang paling sering dicap sebagai murid pecundang oleh Bukit Keenam.


Ketua Sekte menyampaikan kebijakan kedua, hal yang sangat krusial. Seluruh murid yang telah terdegradasi akan dipanggil kembali dan dipulihkan statusnya sebagai Murid Sekte. Hal ini juga berlaku bagi murid yang sudah keluar.


Mereka akan dipanggil kembali dan mendapatkan hak-haknya sebagai murid. Murid-murid tersebut akan bergabung di Bukit Kelima untuk mendapatkan penanganan lebih khusus.


Setelah mendengarkan pengumuman dari Ketua Sekte yang baru, Yu Nuan semakin yakin bahwa Long Guan terlibat dalam masalah ini. Lalu dimanakah kini Tetua Wang Bukit Keempat dan Bukit Keenam?


Seketika Yu Nuan bergidik ngeri, walau bagaimanapun ia adalah orang yang paling paham dengan konflik yang terjadi. Long Guan telah menyinggung Tetua Wang, namun keadaannya justru Tetua Wang yang kini menghilang.


Identitas apa yang dimiliki oleh Long Guan? Bahkan dari tadi ia terus memperhatikan Tetua Agung Ang Bei. Sikapnya begitu lembut terhadap Long Guan, bahkan Ketua Sekte sempat melirik Long Guan sebelum ia maju ke depan.


Pemikiran-pemikiran seperti ini terus berkecamuk, dari segala kemungkinan ia tidak dapat menemukan benang merah dari semua peristiwa hari ini. Long Guan terlalu cerdik menyembunyikan rahasianya.


Era baru Sekte Pedang Bintang sudah dimulai, kabar ini segera menyebar dengan cepat di dunia bela diri.


****


Seminggu setelahnya, kabar ini menyeruak dengan cepat di alam spiritual. Tiga Sekte besar lainnya menyikapi dengan serius, Sekte Puncak Abadi, Sekte Phoenix Es serta Sekte Badai Guntur menyikapi dengan serius terhadap perubahan yang terjadi. Kemunculan Ang Bei dan Pedang Biru adalah suatu hal yang sangat disegani, dengan adanya dua hal ini kekuatan Sekte Pedang Bintang layak diperhitungkan.


Semua orang tahu, jika kombinasi Ang Bei dan Pedang Biru tercipta maka akan sangat mengerikan. Pendekar ranah Surgawi Ketiga dan Keempat akan berpikir ulang jika ingin bertarung dengannya.


Namun setiap Sekte memiliki rahasia masing-masing.


Seperti Sekte Phoenix Es yang kini tengah merawat murid bawaan dari Dunia Fana, yang memiliki Darah murni Phoenix Es. Dalam ramalan Sekte Phoenix Es, kejayaan Sekte akan bangkit ketika Dewi Phoenix Es telah muncul.


Phoenix dilambangkan sebagai keabadian, kekuatannya sangat besar dan tidak dapat disinggung. Oleh karena itu Matriark Sekte Phoenix Es merasa jumawa.


Di Sekte Phoenix Es, seorang wanita cantik digelari Dewi Phoenix tengah serius berlatih untuk meningkatkan kekuatannya. Di bawah sumberdaya Sekte yang melimpah, kekuatan gadis tersebut sudah berada di ranah Semesta Ketiga.


Kekuatannya masih akan terus bertambah seiring dengan kemampuan pengendalian dirinya yang baik, jiwa Phoenix Es masih perlu penyesuaian dalam diri gadis tersebut.


Seminggu setelah perubahan yang terjadi di Sekte Pedang Bintang, murid-murid terus mengalami peningkatan. Hal yang aneh justru di Bukit Pertama, mereka kini tengah berlatih penguatan fisik seperti yang Long Guan terapkan di Bukit Kelima.


Mereka semua menjalani pelatihan dengan sangat tersiksa di bawah pengawasan Penatua Agung Ang Bei. Kondisi ini dialami baik murid dalam maupun murid luar, hanya bobotnya saja yang disesuaikan.


Di Bukit Kelima, para murid yang sudah berlatih selama dua minggu berturut-turut kini mulai tersenyum lepas. Penderitaan mereka dihadiahi kekuatan yang terus bertambah.


Kekuatan fisik yang terus digenjot disertai dengan asupan Pil berkualitas, membuatan kultivasi mereka meningkat. Kini sebagian besar dari mereka sudah memasuki ranah Semesta Kedua! Dulu ini adalah kekuatan yang mereka harapkan sebagai standar titik aman.


Mereka yang awalnya mengeluh kini merasa sangat puas. Bahkan sampai ada yang tidak melepaskan beban latihan meskipun mereka sedang beristirahat.


Animo para murid sangat tinggi, mereka memandang Long Guan dengan penuh penghormatan. Mereka semua telah dibangkitkan dari sampah yang tidak berguna menjadi seorang pendekar kembali. Sampai matipun mereka bersumpah akan berhutang budi pada Long Guan.


Murid-murid yang sudah keluar dari Sekte karena degradasi kultivasi, kini berbondong-bondong datang kembali Ke Sekte. Adalah mantan Patriark Han Zao yang paling antusias menyambut kepulangan mereka kembali. Kecerobohannya di masa lalu akan ia tebus dengan pengabdian di Bukit Kelima.


Kesibukannya yang secara langsung mengawasi pelatihan murid membuatnya memilih untuk menetap di Bukit Kelima, menjadikan nama Bukit Kelima terkenal.


Sementara keberadaan Long Guan dan dua keindahan telah bergeser ke Bukit Keenam. Perlengkapan menyuling dan kemudahan untuk mengakses bahan baku Pil membuat mereka bertiga lebih sering beraktivitas di Bukit Keenam.


Setelah adanya Penatua Agung Di Bukit Kelima, otomatis Long Guan fokus membuat Pil-Pil. Semua Pil buatan Bukit Keenam yang berada di bawah pengawasannya sangat bagus. Kualitasnya sangat berbeda jauh dengan sebelumnya, Long Guan juga melakukan pemusnahan massal terhadap Pil yang sebelumnya pernah dibuat oleh Tetua Wang Xuemien.


Sebelumnya, satu hari setelah pengumuman perubahan Sekte Pedang Bintang Wang Cao memutuskan untuk pergi. Ia dibantu oleh antek-antek keluarga Wang segera meninggalkan Sekte Pedang Bintang.


Ia kembali pulang dan melaporkan atas hilangnya dua orang pamannya. Keluarga Wang tentu saja tidak dapat menerimanya, mereka ingin meminta penjelasan ke Sekte Pedang Bintang.


Hari ini, saat para murid sedang menjalani kesibukan di Bukit Utama masing-masing. Tampak kedatangan beberapa pendekar ahli yang dipimpin oleh Kepala Keluarga Wang sekaligus ayah Wang Cao, yakni Wang Dhu.


Ia memimpin sepuluh orang pendekar ahli dari keluarga Wang yang berada pada ranah Semesta Sembilan dan satu orang yang berada pada ranah Surgawi tingkat Dua.


Menghadirkan petarung ahli tidak terlalu sulit bagi keluarga Wang.


Kultivator bebas seperti itu banyak ditemui di Alam Spiritual, namun untuk yang berada pada ranah Surgawi sangat jarang dan kalaupun ada maka harganya sangat mahal.


Keluarga Wang merupakan salah satu keluarga bangsawan di Kekaisaran Xia.


Mereka memiliki badan usaha rumah lelang Giok Hijau di beberapa Kota Besar. Asosiasi Hijau sebelumnya sudah diperhitungkan Long Guan. Namun dia tidak menggubrisnya, baginya siapapun yang berbuat kejahatan maka harus disingkirkan.