Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Dua Tamparan


Seorang pemuda berperawakan cukup besar pun berjalan ke depan Long Guan, menunjuk ke arah wajah Long Guan dan berkata, “Kamu, waktu itu kami berlima sedang mencari herbal, kamu datang menghampiri kami dan tiba-tiba menyerang kami secara diam-diam, dasar pecundang!”


”Tidak mungkin!” Teriak Yu Nuan langsung menurunkan tangan pemuda tersebut yang ia kenal di Bukit Keenam sebagai Tang Bao. Yu Nuan berjalan ke sisi Long Guan dan berkata, “Saudara Guan tidak mungkin berbuat demikian, jika tidak kalian yang membuat gara-gara mana mungkin saudara Guan akan mengganggu kalian” Ucap Yu Nuan membela Long Guan.


Melihat tindakan Yu Nuan yang membelanya di depan umum membuat perasaan Long Guan sedikit hangat. Namun ia segera berkata, “Atas dasar apa kamu menuduhku telah membunuh kawan-kawanmu?” Tanya Long Guan ringan.


Ucapan Long Guan terdengar sangat menusuk, membuat wajah murid Bukit Keenam itu menjadi pucat, bagaikan tersengat jarum es. Pemuda itu tidak menyangka Long Guan begitu tenang saat berada dalam posisi seperti ini.


Ekspresi Tang Bao pun menjadi murung, 200 orang Murid Dalam yang ikut bersamanya menjadi terdiam. Lin Bei yang berada di belakang Long Guan bisa membaca situasi.


Melihat ekspresi Long Guan yang tenang, Lin Bei merasa jauh lebih baik, saat ini ia bersiap memanggil ratusan murid yang tengah berlatih di Lapangan bela diri jika mereka berani menyerang Long Guan.


Tang Bao yang menunjuk Long Guan berkata, “Yu Nuan, apakah kamu mengira kamu bagian Murid Bukit Keenam? Kamu hanyalah murid tidak berguna yang tidak mampu mencapai ranah Semesta Tingkat Kedua dan merupakan murid tidak berguna yang seharusnya diusir dari sekt


"Jika karena bukan tuan Wang Cao menyukaimu, maka aku sudah menghajar wajahmu hari ini, beruntung tuan Wang Cao menyukaimu,berarti dia masih memandang kamu, namun kamu malah sok jual mahal!!”


Ucapan Tang Bao membuat Yu Nuan emosi, ”Lebih baik menjadi murid yang tidak berguna, itu lebih baik ketimbang menjadi anjing seseorang yang kini sudah cacat!


Tang Bao menjadi naik pitam, wajahnya merah padam. Selama ini di Sekte Pedang Angin tidak pernah ada yang berani menghinanya seperti ini.


Dengan senyuman licik, Tang Bao menoleh ke arah 200 orang temannya, “Ayo, hajar mereka, beri mereka pelajaran agar pecundang seperti mereka pantas diberikan pelajaran”


Para murid lainnya segera melangkah maju hendak menghajar Long Guan dan yang lainnya, namun tiba-tiba aura dingin menyeruak penuh aura membunuh.


“Jiwa Pedang!”


“Ini bagaimana mungkin, si.. siapa kamu sebenarnya?”


Wajah mereka seketika berubah pucat pasi, sebagai Murid Dalam Sekte Pedang Bintang mustahil mereka tidak mengetahui apa yang dihadapinya kini. Ratusan pedang terbentuk dari energi spiritual yang sangat menakutkan mengarah ke mereka.


Mata pedang yang sangat tajam siap menusuk ke tubuh mereka, “Jika kalian berani melangkah maka aku takkan segan menghabisi kalian” Ucap Long Guan dengan tatapan mematikan.


Ia tersulut emosi atas penghinaan yang diterima oleh Yu Nuan, ia akan sabar dan menahan diri jika orang hanya menghina dirinya, namun ia akan bertindak tegas jika orang lain mengganggu keluarga dan sahabatnya.


Seketika tempat tersebut menjadi hening, Tang Bao yang semula begitu mendominasi di bawah ancaman hidup dan mati ia tidak bisa berkutik. Tubuhnya gemetar tidak karuan, “Ma.. maafkan aku” Ucapnya lirih memohon belas kasihan.


Ia tidak bodoh, lebih baik sedikit mengalah daripada harus kehilangan nyawa. Keahlian Jiwa Pedang di Sekte Pedang Angin sangat dipandang tinggi oleh Sekte, bahkan di Bukit Pertama keberadaan kultivator yang sudah menguasai Jiwa Pedang akan mendapatkan kualifikasi sebagai Murid Inti! Bagaimana mungkin Tang Bao berani bersinggungan dengan orang seperti ini.


Tatapan rumit kembali menghiasi wajah cantik Yu Nuan, ia kembali terkejut dengan kemampuan Long Guan yang selalu mengejutkannya.


“Bakat alkemisnya saja sudah tidak masuk akal, kini ilmu pedangnya sudah mencapai tahap pemahaman seorang Master Pedang!” Gumam Yu Nuan dalam hati.


Long Guan melangkah dengan sangat cepat, sedetik yang lalu ia masih berada beberapa langkah dari Tang Bao, namun kini ia sudah berdiri di depannya.


“Plak!”


“Plak!”


Tamparan kedua Long Guan mendarat di pipi Tang Bao, seketika ia terbang ke udara, tubuhnya terhempas beberapa meter ke belakang dan ambruk tertelungkup di tanah, beberapa giginya copot bersamaan dengan darah yang menetes dari mulutnya.


Melihat pemandangan ini, para murid yang berada di bawah ancaman pedang hanya bisa menggertakkan giginya menahan kesal dan takut. mereka tidak bisa bereaksi untuk menolongnya, bahkan mereka tidak menyangka Long Guan berani menyerang Tang Bao dengan kejam.


Mulanya mereka berpikir Long Guan akan ciut karena kalah jumlah, namun ternyata ia justru begitu mendominasi. Kaki Long Guan sudah berada di punggung Tang Bao, menekannya cukup keras membuat Tang Bao kesulitan bernapas dan wajahnya tampak pucat.


Di sisi lain, para murid Bukit Keenam memandang Long Guan dengan tubuh gemetar, kini akhirnya mereka mengerti bahwa mereka bukan lawan Long Guan, jika masih mencari masalah dengannya sama saja dengan mencari mati.


“Ini hanya pelajaran kecil, jika kalian berani menginjakkan kaki lagi ke Bukit Kelima serta mengganggu kawan-kawanku maka aku tidak akan segan menghancurkan kalian” Ucap Long Guan dengan nada mengancam.


Tatapan dingin matanya menambah kengerian aura pedang yang mengelilingi tubuh para murid Bukit Keenam. Tang Bao mendengarkan ancaman Long Guan sambil menahan sakit, punggungnya cedera cukup parah, beberapa tulang belikatnya patah akibat tekanan yang diberikan Long Guan.


Ia berdiri menahan linu di bagian belakang punggungnya serta menahan sakit dari wajahnya yang bengkak.


Perlahan Long Guan menarik energi pedangnya, para murid Bukit Keenam berlarian menghamburkan diri meninggalkan Bukit Kelima.


Hanya dua orang yang bertahan sambil memapah tubuh lemah Tang Bao, penghinaan ini akan menjadi catatan sejarah di Sekte Pedang Bintang. Dengan tatapan lirih, mereka semua menghilang dari Bukit Kelima tanpa berani menoleh ke belakang.


Melihat Long Guan yang berani menghajar Tang Bao, ekspresi Yu Nuan sedikit rumit. Satu sisi ia sangat senang dengan pembelaan Long Guan, namun di sisi lain ia justru mengkhawatirkan keselamatan Long Guan.


Yu Nuan sangat memahami karakteristik Tetua Wang Xuemien, ia tidak akan menerima perlakuan seperti ini. Long Guan tidak dapat disalahkan, namun bertindak benar terkadang tidak bisa dibenarkan di bawah kekuasaan. Hal ini tentu saja tidak berlaku untuk Long Guan, ia tidak takut sama sekali menantang kejahatan.


“Saudara Guan, kita harus segera melaporkan masalah ini kepada Ketua Sekte”


Ucap Yu Nuan dengan cemas.


“Kamu tidak usah khawatir, semua akan baik-baik saja”


“Daripada menyembunyikannya, lebih baik berkonflik secara terbuka!”


Ucap Long Guan sambil berlalu, ia sama sekali tidak peduli dengan masalah ini.


Yu Nuan melihat tubuh Long Guan yang menghilang kian menjauh, ia tidak mengira akan diabaikannya!. Dia tertegun sejenak sebelum memutuskan pergi untuk mengejarnya.


Lin Bei yang berada di belakangnya ikut berlari mengejar Long Guan. Pengalaman hari ini membuatnya semakin sulit mengenal identitas Long Guan, ia merasa Long Guan memiliki identitas lain yang tidak biasa.


“Long Guan!"


"Tunggu aku!” Teriak Yu Nuan.


Long Guan menoleh ke belakang, mengangkat kedua alisnya “Ada apa lagi?” Tanyanya dengan bingung. “Apakah kau akan pergi begitu saja meninggalkanku?” Tanya Yu Nuan dengan tersipu malu.