
Hari belum beranjak siang saat rombongan pimpinan Sekte Pedang Angin hampir tiba di Klan Long.
Sepanjang jalan sudah ramai para tamu undangan yang hilir mudik serta para pedagang dadakan yang mencoba peruntungan mereka.
Klan Long merupakan Klan terbesar dan terkuat di Kota Awan. Informasi pernikahan putra-putra Patriark Long tentu menjadi berita heboh yang terjadi beberapa waktu belakangan ini.
Berita ini juga menarik pihak-pihak tertentu untuk datang. Melihat iring-iringan petinggi Sete Pedang Angin membuat orang-orang merasa sangat takjub, sangat sulit untuk digambarkan, bahkan para kultivator yang melihat mereka hanya bisa berdecak kagum.
“Apakah mereka benar-benar Ketua dan para petinggi Sekte Pedang Angin?” tanya seorang warga dengan tatapan tidak percaya.
“Ya itulah mereka, benar-benar luar biasa” jawab salah seorang lainnya.
Diantara para warga yang menyaksikan tampak Shu Mingyu berdiri menggunakan penutup wajah, ia melihat Long Guan dan Jian Ling yang tampak serasi.
Wajah Long Guan yang semakin tampan membuat Shu Mingyu meneteskan air mata, ia mengingat peristiwa lampau yang kini hanya bisa ia sesali seumur hidupnya.
Rombongan Long Guan tiba di gerbang keluarga Long dengan penyambutan yang meriah.
Tampak Kepala Pelayan Keluarga Long dan beberapa tetua keluarga yang berdiri menyambut dengan wajah yang sumringah.
Mereka sangat terkejut melihat Long Guan dan para tetua Sekte Pedang Angin yang begitu mendominasi, setiap pesilat Klan Long yang menyaksikan ini hanya bisa berdecak kagum tanpa bisa mengeluarkan kata-kata.
Long Guan benar-benar bisa dikatakan legenda Klan Long pada generasi sekarang, bahkan Patriark Long pencapaiannya masih tertinggal dengan Long Guan. Long Guan dan Jian Ling menjadi pusat perhatian sepanjang menuju aula utama klan Long.
Para tamu undangan semua terdiam saat rombongan Long Guan tiba, namun Long Guan tetap tersenyum ramah kepada siapapun meski ia kini sudah menjadi orang nomor satu di kota Awan.
“Salam hormat kepada Kakek” ucap Long Guan dan Jian Ling saat bertemu dengan Patriark Long, Patriark Long segera memeluk Long Guan dengan hangat.
“Kekuatanmu sudah meningkat pesat sejak terakhir kali kita bertemu” ucap Patriark kaget. Namun belum saja Long Guan menjawab ia kembali tersentak melihat kelima tetua Sekte Pedang Angin yang berada di belakang Long Guan.
“Ka..kalian bagaimana bisa kekuatan kalian” Patriark Long berkata dengan tidak beraturan menahan keterkejutannya.
“Ini semua berkat Ketua Sekte kami” ucap para tetua sambil tersenyum.
Patriark Long ikut gembira melihat perkembangan Sekte yang kini dipimpin oleh cucunya.
Setelah Long Guan bertemu kakeknya ia lalu segera memberikan selamat kepada para pamannya.
“Hai bocah, lihat kegaduhan yang kamu perbuat” tiba-tiba Long Chu melontarkan ucapan yang membuat yang lainnya terkekeh.
Long Guan dan Long Chu memiliki hubungan yang paling unik karena sudah biasa bercanda tanpa beban.
“Hahaha.. karena para paman sudah memberikanku bibi, maka aku akan memberikan kalian hadiah yang bagus” ucap Long Guan dengan senyum lebarnya memandang Long Chu, Long Kai dan Long Zai.
Mereka adalah paman Long Guan yang selalu memperhatikan dan menyayanginya sejak Long Guan kecil.
Ada suasana keakraban diantara mereka, bahkan raja Zhu Lian juga hadir di ruangan tersebut.
Raja Zhu Lian sangat bangga melihat Long Guan tumbuh besar menjadi pemuda yang memiliki kekuatan luar biasa.
Para keluarga yang menjadi besan keluarga Long juga tidak dapat menyembunyikan kegembiraan mereka, sungguh keberkahan yang sangat besar bisa bergabung dengan Klan Long.
Ini semua tidak lepas dari pamor Long Guan yang semakin terkenal di Kota Awan. Adapun keberadaan Sekte Pedang kini sudah tidak terbantahkan sebagai Sekte terbesar dan terkuat di wilayah kerajaan Zhu bahkan di kekaisaran Qin.
Setelah perbincangan hangat tersebut, long Guan yang ditemani Jian Ling menuju kediaman pribadi Patriark Long, tampak juga Raja Zhu Lian yang merupakan kakek Long Guan mengikuti.
Ada beberapa hal yang perlu Long Guan sampaikan pada mereka dengan cukup mendesak.
“Mohon maaf kakek, aku lancang telah mengganggu kalian hingga harus meninggalkan aula perjamuan” ucap Long Guan dengan sopan.
“Kamu tidak perlu berkata seperti itu, justru kami sangat senang bisa berbicara dan bertemu secara pribadi seperti ini” jawab Patriark Long Yan dengan nada yang santai.
Demikian pula Raja Zhu Lian yang ikut mengangguk senang melihat cucunya dan istrinya yang tampak sangat serasi. “Terimakasih kepada kedua kakek atas pengertiannya”.
Lalu Long Guan melanjutkan “Dalam waktu yang tidak begitu lama aku akan mulai berpetualang hingga sambil mencari tempat persembunyian pasukan iblis, sebelum mereka bertindak lebih jauh aku perlu memotong langkah mereka” ungkap Long Guan menyampaikan rencananya.
“Guan’er apakah itu tidak terlalu berbahaya?” tanya Patriark Long dengan khawatir, ia tidak mau kehilangan Long Guan untuk yang kedua kalinya. “Aku tidak bisa berdiam diri melihat kehancuran mendekati, sebelum bencana itu datang aku harus menghancurkannya.
Melawan lebih baik daripada kita menunggu kematian dengan pasrah. Namun dengan perencanaan yang baik dan tepat kita semua bisa bekerjasama untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan.
Dalam hal ini Kakek Zhu sebagai seorang Raja pasti lebih memahami dari apa yang aku ketahui” ujar Long Guan.
Tampak Raja Zhu Lian mengamini ucapan cucunya tersebut.
Long Guan lalu melirik istrinya, kemudian Jian Ling mengeluarkan menyerahkan bungkusan kepada Long Guan.
“Kakek ini adalah Pil tingkat dua dan Pil tingkat tiga. Pil tingkat dua digunakan untuk pembudidaya ranah pondasi Qi, sedangkan Pil tingkat tiga berguna untuk menaikkan kultivasi pada ranah Inti Qi.
Selain itu Pil-pil tingkat tiga ini dibuat dan dimurnikan oleh Jian Ling yang kini tengah mengandung cicit kalian” ucap Long Guan sambil memandang istrinya dengan bangga.
Mendengar ucapan long Guan, mereka berdua sangat bersuka cita, kehamilan Jian Ling merupakan berita besar buat mereka berdua yang hampir saja melompat kegirangan.
“Cucu menantu selamat atas kehamilanmu. Kami sangat bahagia mendengarnya” ucap Raja Zhu dan Patriark Long bersahutan. “Long Guan tidak salah memilih pendamping, sungguh sangat luar biasa.
Kalian pasangan suami istri yang sempurna” puji Patriark Long dengan bangga.
“Kakek tolong berikan Pil-pil tersebut kepada pesilat di Klan Long serta prajurit pilihan di kerajaan Zhu, aku sangat khawatir dengan serangan dadakan yang dilakukan pasukan iblis.
Selain itu secara khusus aku membuat Pil semesta, berguna untuk meningkatkan kultivasi kakek yang berada di alam Kelahiran Kembali”
Long Guan lalu menyerahkan lima buah butir pil kepada Patriark Long dan sebutir untuk Kakek Zhu Lian. “Untuk empat butir sisanya yang di kakek Long agar diberikan kepada para paman.
Sementara untuk kakek Zhu baru tersedia satu butir, sisanya nanti akan kuberikan dalam waktu dekat.
Aku harap kekuatan Klan Long bisa bertambah kuat dengan signifikan seperti Sekte Pedang Angin agar bisa menjaga sesame anggota keluarga dan masyarakat pada umumnya.
Aku ingin semua berperan ikut serta dalam menghadapi serangan pasukan iblis yang tentunya memiliki kekuatan menakutkan” ucap Long Guan sungguh-sungguh.
Dengan adanya sumberdaya seperti ini tentu membuat Patriark Long sangat berterimakasih atas kepedulian Long Guan terhadap keluarga.
Dengan Pil tingkat dua dan tingkat tiga tentu akan sangat mendorong kekuatan Klan Long secara signifikan.
Dalam hati Long Guan ia akan memperkuat Klan Long dan Keluarga Zhu sebagai penyokong dan pelindung warga Kota Awan, sementara Sekte Pedang Angin akan bergerak di garda terdepan memusnahkan pasukan iblis.