
Di Kota Awan
Beberapa orang menggunakan pakaian berwarna hitam memasuki gerbang masuk Kota Awan sebelah barat, mereka merupakan utusan Jenderal Iblis Xiaoru yang kini tengah menyamar.
“Tolong tunjukkan tanda pengenal tuan-tuan sekalian” ucap salah seorang penjaga kepada kelompok orang tersebut.
“Kami berasal dari Sekte Kristal Es dari Kerajaan Wei yang baru saja selesai menjalankan tugas dari Sekte, namun kami membutuhkan penginapan untuk beristirahat sambil memulihkan tenaga” jawab salah seorang dari mereka sambil menunjukkan lencana pengenal Sekte Kristal Es.
Setelah memperhatikan dengan teliti, penjaga tersebut menyampaikan laporan kepada komandan jaga, lalu tanpa pemeriksaan yang rumit mereka diizinkan masuk setelah membayar pajak masuk Kota.
“Sepertinya penjagaan di Kota Awan sangat ketat, untungnya kita memakai identitas murid Sekte Kristal Es” ungkap salah seorang dari mereka.
Untuk mencegah kecurigaan para prajurit jaga, mereka menanyakan penginapan terdekat kepada warga yang melintas. Tidak terlalu jauh dari gerbang pemeriksaan terdapat sebuah penginapan yang cukup mewah, tanpa menunggu lama mereka memasuki penginapan untuk memesan kamar.
Penampilan mereka yang berbeda dengan penduduk sekitar, membuat beberapa pasang mata memperhatikan kedatangan mereka. Namun rombongan tersebut terkesan cuek, “Dasar manusia sampah” gumam dalam hati salah seorang dari mereka merendahkan tatapan dari penghuni penginapan lainnya.
Hari yang baru beranjak malam, membuat rombongan dari Kerajaan Wei menuju restoran untuk makan malam. Suasana restoran cukup ramai, mereka duduk di sudut jendela sambil memperhatikan orang-orang di sekitar.
Ada beberapa percakapan yang membicarakan tentang pil-pil yang dijual oleh rumah lelang Pedang Emas, serta adanya pembicaraan tentang perkembangan Sekte Pedang Angin yang begitu pesat. Para anggota pasukan iblis yang sedang menyamar sangat tertarik dengan informasi tersebut.
Mereka saling memandang, setelah mendengar beberapa informasi kemudian mereka menuju kamar yang telah dipesan. Ketua rombongan memanggil seorang pelayan untuk mencari informasi tentang Sekte Pedang Angin.
Seorang pelayan segera menghampiri kamar ketu rombongan, setelah dijanjikan bayaran yang cukup tinggi pelayan tersebut menceritakan tentang Sekte Pedang Angin secara detail. Termasuk keberadaan Ketua Sekte Pedang Angin yang masih sangat muda namun memiliki kekuatan yang sangat tinggi, pelayan tersebut dengan semangat menceritakan tentang kekalahan Jenderal Iblis Xiake dengan pasukannya yang dibantai oleh Long Guan.
Namun ekspresi kekesalan Nampak di wajah ketua rombongan tersebut, hampir saja ia tidak bisa menahan aura membunuh yang sangat besar, namun buru-buru ia segera menahannya. Misinya kali ini adalah hanya sebatas mencari informasi tanpa membuat kekacauan.
Setelah mendapat bayaran, pelayan tersebut keluar dari kamar tamu dengan wajah yang tersenyum gembira. “Sebaiknya besok aku harus mengunjungi rumah lelang Pedang Emas untuk membeli beberapa pil kultivasi” gumam ketua kelompok tersebut dalam hatinya.
Kedatangan rombongan yang mengaku sebagai murid Sekte Kristal Es, tidak lepas dari pantauan pasukan mata-mata Sekte Pedang Angin. Malam harinya berita tersebut sudah didengar oleh tetua Guo Yang dan menyampaikan kepada para tetua lainnya.
“Tampaknya kita harus waspada dengan kedatangan mereka” ucap tetua Xie Rong saat mendengar berita tersebut.
Walau bagaimanapun kedua sekte tidak memiliki hubungan yang baik, apalagi ayah Long Guan, Long Fan merupakan murid Sekte Pedang Angin yang tewas dibunuh oleh dua tetua dari Sekte Kristal Es.
Masalah tersebut meninggalkan luka yang mendalam bagi Sekte Pedang Angin, namun tatkala itu situasi Sekte Pedang Angin masih sangat lemah dan berada di bawah Sekte Kristal Es dari segi kekuatan. Pada saat itu juga Ketua Sekte Pedang Angin menghilang tanpa kabar di tanah terlarang. Membuat keadaan Sekte dalam posisi yang sangat sulit, saat itu lima orang tetua masih berstatus sebagai murid senior.
“Sebaiknya kita perhatikan mereka dengan teliti, jangan sampai kecolongan. Segera informasikan kepada rumah lelang Pedang Emas untuk tidak menjual atau melakukan transaksi dengan mereka” ucap Tetua Jian kepada Tetua Xie Rong.
“Aku juga memiliki kecurigaan tertentu dengan Sekte Kristal Es terkait pembunuhan keluarga Xie. Apalagi para penyusup dari kerajaan Wei yang waktu itu membuat kekacauan di gerbang masuk Sekte yang hendak mencari keponakanku.
Besok aku sendiri yang ikut berjaga di rumah lelang Pedang Emas” lanjut tetua Xie Rong dengan suara yang menggebu-gebu, ia tampak sangat membenci saat menyebut nama Kristal Es.
“Baiklah jika demikian, aku akan menyerahkan masalah ini kepada tetua Guo Yang dan tetua Xie Rong untuk memantau mereka” ucap Tetua Jian dengan nada sopan.
“Ini adalah malam pertama Ketua Sekte memasuki tanah terlarang, semoga tidak terjadi sesuatu yang mengkhawatirkan” ucap tetua Yang Guifei mencoba mengalihkan topik lain.
“Dengan kemampuan Ketua Sekte, seharusnya tidak akan terjadi masalah. Namun aku juga tetap merasa khawatir, mengingat rahasia tanah terlarang belum terpecahkan hingga saat ini” ujar Tetua Huang Xun yang sedari tadi diam.
“Ketua Sekte adalah bakat langka, aku merasakan ada rahasia dalam dirinya yang tidak sederhana” ungkap Tetua Jian tampak tenang menghadapi situasi ini.
“Semoga Ketua Sekte senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan dimanapun ia berada” lanjut Tetua Jian yang dibarengi anggukan dari semua tetua.
Keesokan harinya, rombongan murid Kristal Es hendak berbelanja pil peningkat kultivasi di rumah lelang Pedang Emas, mereka berjalan dengan tatapan sinis melihat penduduk di Kota Awan.
Tampak pula para kultivator bebas yang tampak hilir mudik, namun perlu diakui kekuatan para kultivator di Kota Awan lebih tinggi ketimbang Kota Pelangi di wilayah kerajaan Wei.
“Pantas saja Jenderal Xiaoru Nampak waspada dengan kota ini” batin ketua rombongan tersebut.
Tidak lama kemudian mereka semua sampai di rumah lelang Pedang Emas, melihat Gedung yang cukup besar dan megah membuat mereka tertegun sejenak.
Hal ini sama persis dengan informasi yang mereka terima dari salah satu pelayan di penginapan.
“Ada yang bisa kami bantu tuan?” ucap seorang pelayan wanita dengan ramah.
“Kami ingin membeli pil kultivasi tingkat tinggi, apakah kalian menjualnya?” tanya salah seorang dari kelompok murid Kristal Es.
“Mohon maaf tuan, jika boleh tahu dari mana asal tuan-tuan?” tanya pelayan wanita tersebut.
“Kami ini pembeli, apa perlu kami harus menjelaskan asal usul kami?” ucap salah satu mereka dengan nada agak keras.
“Maaf tuan, ini sudah prosedur pelayanan di tempat kami, apalagi kami baru pertama kali melihat tuan-tuan sekalian” kilah pelayan wanita tersebut.
Melihat ada kerumunan membuat penanggung jawab rumah lelang Pedang Emas Zu Aiguo menghampirinya. Zu Aiguo adalah Diaken yang baru diangkat untuk membantu mengelola badan usaha Sekte Pedang Angin, ia ditugaskan mengelola rumah lelang Pedang Emas di Kota Awan, dengan latar belakangnya sebagai cucu dari Raja Zu Lian setidaknya akan membuat orang berpikir ulang untuk mengganggu kegiatan usaha di rumah lelang Pedang Emas.