Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Datangnya Bantuan


Di dalam Sekte Puncak Abadi, pertempuran besar telah usai. Ratusan orang meninggal, puluhan luka berat dan untuk yang luka ringan tidak terhitung jumlahnya.


Pada beberapa sudut bangunan terlihat berantakan, kerusakan dari efek pertempuran memang tidak dapat dihindari karena semuanya terjadi dengan begitu cepat.


Kedigdayaan Sekte Puncak Abadi runtuh pada saat ini, banyaknya tokoh penting yang meninggal membuat pandangan orang lain menjadi suram.


"Patriark sebaiknya anda istirahat dulu. Sisanya biar kami yang membereskan" ucap salah seorang Tetua yang berhasil selamat.


"Aku tidak tenang, semua salahku yang tidak memperhitungkan kedatangan orang-orang dari Sekte Kegelapan" ucap Patriark Li Hongli dengan suaranya yang lemah.


"Ini juga karena Chang Gui, aku tidak menyangka jika ia akan bekerja sama dengan Sekte Kegelapan" ujar Tetua tersebut.


"Xiao Chen, bagaimana keadaan para Ketua Sekte lainnya" tanya Patriark Li Hongli.


"Patriark Meng Tian tewas, penatua Han Zao dan Matriark Xue Juan terluka cukup parah. Keduanya mengalami luka dalam yang serius. Perlu beberapa waktu untuk beristirahat. Tabib terbaik sudah menangani mereka" ucap Tetua Sekte Puncak Abadi yang bernama Xiao Chen tersebut.


"Namun, hal lain yang tidak kalah mengkhawatirkan adalah lepasnya ketiga buah Giok formasi ke tangan orang-orang Sekte Kegelapan" ujar Xiao Chen menambahkan laporannya.


"Apa?" ucap Patriark Li Hongli dengan wajah menggelap. Ia sangat khawatir tentang ketiga Giok formasi tersebut.


"Habis sudah. Tanpa Giok formasi itu bagaimana para murid yang berada di dalam dimensi Gunung Abadi akan kembali?" gumam Patriark Li Hongli dengan pasrah.


Di sebuah ruangan di dalam bangunan Sekte Puncak Abadi, tampak Matriark Xue Juan dalam kondisi tidak berdaya. Sebagai Pendekar Tingkat Surgawi, ia baru kali ini di keroyok oleh puluhan Pendekar pada ranah yang sama, selain kehilangan Giok formasi ia juga kehilangan banyak murid terbaiknya.


Bahkan memikirkan Dewi Phoenix Es dan Zhishu yang kini terjebak di dalam dimensi Gunung Abadi membuat kondisi tubuhnya semakin memburuk. Semula ia memiliki harapan saat rombongan Long Guan dan yang lainnya memasuki tempat rahasia Alam Spiritual, namun dalam kondisi saat ini ia merasa harapannya pupus.


Dari sekian banyak orang yang merasa frustasi, hanya Penatua Han Zao yang tidak terlalu khawatir. Di tempat ini cuma dirinya yang mengetahui jika Long Guan memiliki kekuatan hukum ruang dan waktu. Di tambah bakat formasinya, membuat Penatua Han Zao bertambah yakin jika Long Guan memiliki jalan untuk kembali.


"Penatua Agung, bagaimana kondisi anda saat ini" tanya seorang murid yang ikut menemani Penatua Han Zao.


"Luka yang kualami cukup parah, tolong kabarkan hal ini kepada Sekte. Biarkan Ketua Sekte dan Liu Yaoshan menuju kemari membawa obat-obatan" ucap Penatua Han Zao dengan lemah.


"Baik Penatua" ucap murid tersebut.


Ia merupakan murid pendamping yang bertugas mengurusi keperluan Penatua Han Zao.


Dalam sekejap murid pendamping tersebut bergegas meninggalkan Sekte Puncak Abadi. Pada saat ini, hanya orang-orang dari Sekte Pedang Bintang yang menggunakan portal teleportasi. Satu-satunya portal teleportasi tersebut terletak di Gunung Lima Jari yang dijaga dan di rawat oleh Sekte Pedang Bintang.


Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi murid pendamping itu untuk tiba di Sekte Pedang Bintang. Dengan napas terengah-engah ia menuju Aula utama Sekte dan melaporkan peristiwa yang baru saja terjadi di Sekte Puncak Abadi.


Tanpa mengulur waktu, Ketua Sekte Chan Fan beserta Tetua Liu Yushan bergegas menuju Sekte Puncak Abadi menggunakan portal teleportasi. Pada kesempatan ini juga Sekte Pesang Bintang mengerahkan sekitar lima ratus orang untuk melakukan perlindungan kepada Penatua Han Zao. Mereka juga membawa obat-obatan berkualitas tinggi untuk proses penyembuhan dan pemulihan.


Tampak wajah-wajah kepanikan dari para murid bukit pertama. Mereka adalah murid-murid terbaik yang dimiliki Sekte Pedang Bintang.


"Hati-hatilah kalian. Urusan Sekte biar aku yang menjaga" ucap Penatua Agung Ang Bei.


"Terimakasih Penatua" sahut Chan Fan dengan terburu-buru.


Pedang Biru sudah menggantung di punggungnya, membuat ia seperti Ksatria yang akan berangkat ke medan perang.


Suara lonceng berbunyi beberapa kali, menggema di seluruh bukit Gunung Empat Dewa, markas dimana Sekte Pedang Bintang berdiri. Lin Mei dan kakeknya sedikit panik, namun setelah mendengarkan penjelasan dari murid yang lainnya ia jadi lebih tenang.


Berita tentang kondisi Long Guan dan murid-murid yang ikut kompetisi segera menyebar, bahkan kabar dengan santer menyebutkan jika Long Guan dan yang lainnya terjebak ke dalam dimensi Gunung Abadi yang berbahaya.


Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi orang-orang dari Sekte Pedang Bintang tiba di Sekte Puncak Abadi. Dengan cepat mereka bergerak beriringan di bawah komando Ketua Sekte. Ini juga pertama kali Chan Fan menunjukkan dirinya setelah menjadi Ketua Sekte. Penampilannya saat ini cukup membuat orang-orang terpukau, meski kekuatannya tidak terlalu tinggi namun Chan Fan cukup disegani.


"Cepat kalian bagikan obat-obatan kepada orang-orang yang terluka, berikan juga mereka pil penyembuhan dan pil penambah energi" ucap Chan Fan kepada ratusan murid Sekte Pedang Bintang tersebut.


"Baik Ketua" jawab mereka kompak, suaranya menggema membuat orang-orang yang berada di alun-alun terkesiap.


Saat ini, baru murid-murid Sekte Pedang Bintang yang datang membantu. Sementara dari Sekte lainnya masih dalam keadaan terpukul. Sedangkan pasukan Kekaisaran kini sedang dalam perjalanan menuju ke Sekte Puncak Abadi.


Kaisar Xia Bang juga mengalami luka, meskipun tidak berat namun ia membutuhkan waktu untuk pulih.


"Penatua, bagaimana kondisi anda?' ucap Chan Fan sambil bertanya dengan serius.


" Aku sudah baikan, terimakasih kalian sudah datang dengan cepat" ucap Penatua Han Zao dengan napas yang sedikit lemah.


"Penatua, minumlah pil ini" ucap Patriark Sekte Pedang Bintang sambil menyerahkan sebuah pil ke tangan Penatua Han Zao.


Meskipun dalam keadaan lemah, Penatua Han Zao masih bisa menggerakkan tangannya. Lalu ia meminim sebutir pil penyembuhan, pil ini adalah hasil buatan Long Guan di bukit keenam selama beberapa waktu terakhir.


Efek obat bekerja dengan cepat, wajah Penatua Han Zao yang semula pucat, kini mulai memerah. Aliran darahnya mulai bekerja dengan normal, aliran Qi nya juga mulai terbuka kembali.


"Terimakasih" ucap Penatua Han Zao dengan tulus.


"Penatua tidak usah sungkan seperti itu" balas Chan Fan.


Tidak hanya Penatua Agung Han Zao yang dapat merasakan manfaat dari Pil yang dibawa oleh rombongan murid dari Sekte Pedang Bintang.


Orang-orang yang terluka, terutama murid-murid Sekte Puncak Abadi kini dengan cepat energi fisik dan Qi mereka kembali membaik. Ada tatapan ketakjuban pada murid-murid dari Sekte Pedang Bintang yang dengan cepat bergerak membantu orang-orang yang terluka.