
Menyadari akan kedatangan tamu besar, pengelola rumah makan segera bergegas ke lantai tiga untuk mengosongkan tempat.
"Maaf Tuan dan Nona, sepertinya kenyamanan kalian terganggu" ucap pengelola rumah makan kepada Qiu Long dan Yun Mei.
Mendengar ucapan dari orang yang baru saja datang, alis mata Qiu Long terangkat.
"Ada masalah apa?" tanya Qiu Long dengan singkat.
"Tempat ini akan dipakai oleh para petinggi Pasukan Gerbang Naga" ucap pengelola rumah makan tersebut dengan tegas.
"Biarkan mereka makan di salah satu tempat ini. Kelihatannya masih banyak meja yang kosong" kata Qiu Long dengan santai.
Sementara Yun Mei masih melanjutkan makannya, ia tidak menggubris sama sekali ucapan dari pengelola rumah makan tersebut. Jika berbicara tentang petinggi Pasukan Gerbang Naga maka hanya orang yang berada di depannya yang layak ia hormati.
"Tuan, tolong jangan persulit saya. Saya akan kembalikan uang deposit anda" ucap pengelola rumah makan tersebut dengan cemas.
"Apakah kamu kira aku kekurangan uang? Hari ini aku hanya mau makan dengan tenang" ucap Qiu Long sambil mengalihkan perhatiannya ke arah halaman bawah.
Qiu Long dengan jelas dapat merasakan kehadiran Wei Long, namun Qiu Long masih dengan santai menikmati makanannya.
"Boleh aku pesan lagi?" kata Qiu Long sambil melanjutkan makannya.
"Sial.. Apakah anda tidak mengerti situasi? Tuan Wei Long adalah keberadaan yang tidak bisa anda singgung" ucap pengelola rumah makan tersebut mulai jengkel.
"Begitukah?" ucap Qiu Long dengan santai
Adanya perdebatan di lantai tiga dari rumah makan tersebut, membuat Fan Dian segera menghampiri tempat kegaduhan.
"Ada apa? Kenapa kamu ribut sekali" tegur Fan Dian kepada pengelola rumah makan tersebut.
"Begini Tuan, orang ini tidak mau pindah dari tempat duduknya. Padahal sudah diperingatkan akan ada Tuan Wei Long yang hendak makan di tempat ini" jawab pengelola rumah makan tersebut sambil mengeluh.
"Sudahlah, tidak ada waktu lagi untuk berdebat. Biarkan saja mereka melanjutkan makannya" ucap pemilik rumah makan tersebut dengan tenang.
Prok!
Prok!
Prok!
Terdengar suara tepuk tangan dari orang yang sedang mereka bicarakan.
"Setelah lama tidak berjumpa denganmu, perilakumu masih tidak berubah, luar biasa" puji Qiu Long sambil membalikkan badan.
Melihat wajah yang tidak asing, Fan Dian tampak tidak percaya. Tatapannya kosong dan ada ekspresi sedih tergambar di wajah tua Fan Dian.
"Ka.. Kamu akhirnya kembali" ucap Fan Dian yang segera mendekati Qiu Long dengan tubuh bergetar.
Pengelola rumah makan yang melihat kejadian tersebut menjadi terpana. Ia tidak menduga jika pemilik rumah makan ini bersikap sangat sopan kepada pemuda yang hendak ia permainkan. Siapapun tahu jika tuan besar Fan Dian hanya mau menerima tamu dari Pemimpin Pasukan Gerbang Naga.
Wei Long tentu mengenal sosok Fan Dian, menurutnya saat ini Qiu Long baru saja berjumpa dengan sahabat lamanya tersebut. Sehingga Wei Long lebih memilih untuk menunggu keduanya selesai melepas kerinduan, Wei Long terdiam seolah ada sikap segan yang ia tunjukkan kepada pemuda tersebut.
"Cepat ambilkan arak terbaik dari rumah makan kita, dan keluarkan semua menu istimewa. Semua kau sendiri yang harus menyiapkan"
Ucap Fan Dian dengan tatapan tajam kepada pengelola rumah makan yang sebelumnya berdebat dengan Qiu Long.
"Baik Tuan" jawab pengelola rumah tersebut ketakutan.
"Kalian duduklah di sini, sepertinya ada hal penting yang ingin kalian sampaikan" ucap Qiu Long kepada Wei Long yang masih berdiri.
Kemudian Wei Long dan Fan Dian duduk bersama Qiu Long untuk mengobrol dan berbincang.
Pengelola rumah makan yang melihat pemandangan di depan matanya, menjadi gemetar ketakutan. Pemuda yang sudah ia singgung ternyata tokoh penting, bahkan pemimpin Gerbang Naga saja masih berbicara sopan kepadanya.
Qiu Long masih berbicara santai dengan Fan Dian, mereka adalah teman lama yang berbeda generasi. Meski demikian Fan Dian sangat menghormati Qiu Long karena telah banyak membantu Fan Dian di masa lalu.
"Aku sudah mendengar kabar tentang kedatangan dirimu beberapa hari yang lalu, bahkan berita tentang lima keluarga besar aku juga sudah mendengarnya. Hanya saja, aku tahu gayamu yang akan menyambangi tempat ini jika sudah waktunya" ujar Fan Dian sambil menuangkan arak ke dalam gelas Qiu Long.
"Aku sedikit merasa bosan, makanya aku ke tempatmu untuk menyegarkan suasana" balas Qiu Long sambil menyesap segelas arak.
Sebagai seorang bangsawan di Kota Shandian, Fan Dian pernah beberapa kali berselisih paham dengan keluarga Tie dan juga keluarga Lu. Dengan musnahnya dua keluarga besar tersebut setidaknya akan membuat keluarga Fan Dian tidak terganggu di masa depan.
"Ada hal yang perlu aku sampaikan padamu" ucap Wei Long di saat mereka sedang berbicara santai.
"Katakanlah" sahut Qiu Long singkat.
"Kota Cai Hong sedang mengalami kekacauan, Klan Yinzhen melakukan serangan yang sangat besar. Kebanyakan pasukan yang dikirim di bawah Tingkat Puncak mengalami luka serius dan meninggal. Sore tadi berita itu tiba di markas, untuk mengirimkan bantuan pada Tingkat Puncak hampir mustahil. Andaikan mereka dikirim juga paling hanya sebagai tim pembantu, untuk menyerang di garis depan akan kesulitan" ungkap Wei Long dengan serius.
"Apakah Klan Yinzhen menurunkan peringkat Dewa?" tanya Qiu Long.
"Menurut laporan ada lima peringkat Dewa yang terdeteksi, mereka tampaknya bertahan di sebuah pedesaan untuk menghimpun kekuatan" ucap Wei Long memberi penjelasan.
"Bagaimana mungkin kekuatan mereka meningkat begitu pesat? Apakah ada sesuatu yang terjadi selama lima tahun terakhir?" tanya Qiu Long dengan ekspresi heran.
"Untuk hal tersebut nanti kau bisa tanyakan langsung kepada kakakmu" jawab Wei Long singkat.
Qiu Long tampak diam sebentar, ia sedang memikirkan sesuatu. Di sebelahnya tampak Yun Mei tengah serius memperhatikan ucapan dari pimpinan Gerbang Naga Kota Shandian.
"Jika saja situasinya bisa diundur satu hari kemudian, maka rekan-rekannya sudah selesai menjalani kultivasi tertutup dan siap diterjunkan ke medan pertempuran" gumam Qiu Long dalam hati.
"Sampai kapan pasukan Gerbang Naga Kota Cai Hong dapat bertahan" tanya Qiu Long yang mulai mendapatkan jalan keluar.
"Untuk meminimalisir korban jiwa di pihak kita, maka dua atau tiga hari ini mereka masih bisa menahan serangan Klan Yinzhen agar tidak merambah ke arah kota. Pasukan gabungan Gerbang Naga dari Kota besar lainnya juga sepertinya mulai berdatangan" ucap Wei Long dengan nada pasrah.
"Saat ini rekan-rekan dari kelompok ku sedang meningkatkan kekuatan, kemungkinan besok malam mereka baru bisa keluar dari pelatihan tertutupnya" ucap Qiu Long dengan ekspresi cemas.