
Wei Cuan kini memimpin beberapa ratus pasukan iblis yang berada pada level komandan pasukan.
Jika dibandingkan dengan Jenderal iblis Xiake yang tewas di tangan Long Guan maka kekuatan komandan pasukan iblis ini setara bahkan ada beberapa yang lebih kuat dari Xiake.
Xiake mendapat gelar Jenderal iblis karena kemampuannya yang dapat membangkitkan pasukan sendiri, andai saja ia diberikan waktu untuk berkembang maka kekuatannya akan bisa setara dengan Jenderal Iblis Xiaoru.
Wei Cuan dan kelompoknya tiba di Kota Awan dengan menyamar sebagai penduduk Kota Pelangi, setelah membayar pajak wilayah mereka tidak dipersulit memasuki Kota Awan yang kini tengah ramai oleh para pengunjung untuk menyaksikan pertandingan antar Sekte.
“Sepertinya orang-orang di Kota Awan tidak sehebat yang diberitakan” Ucap Wei Cuan dengan nada sombong di depan pasukan iblis yang kini tengah menyamar juga.
Tanpa mereka sadari kedatangan mereka sudah diperhatikan oleh beberapa murid Sekte Pedang Angin yang menyamar sebagai petugas jaga di gerbang masuk Kota Awan.
Paviliun informasi yang berada di bawah kendali Tetua Guo Yang dengan cepat menerima kabar kedatangan ratusan orang yang memiliki kekuatan besar setara Sekte Pedang Angin, ada wajah kekhawatiran yang ditunjukkan Tetua Guo Yang saat melaporkan kondisi khusus tersebut kepada Long Guan.
“Hmm"
Tampaknya ada pergerakan yang tidak kita sadari sedang mendekat” Ucap Long Guan sambil mengedarkan indra spiritualnya.
Benar saja apa yang disampaikan oleh Tetua Guo Yang adalah hal yang pasti, Long Guan dapat merasakan aura dua ratus orang yang berada pada ranah Kelahiran Kembali Tahap Akhir dan ditambah seorang yang sama dengan kekuatan Jenderal Iblis Xiaocao .
“Sungguh keadaan yang sulit jika dibiarkan saja, namun butuh energi yang tidak sedikit untuk menghadapi kekuatan seperti itu” Long Guan mencoba berpikir mencari jalan keluarnya.
Dia mungkin bisa untuk menahan kekuatannya, namun kerusakan yang ditimbulkan akan cukup berdampak pada masyarakat umum.
“Para tetua kalian tetap waspada untuk pertempuran yang bisa terjadi kapan saja, para Diaken yang berada di Sekte bertugas membantu evakuasi.
Sementara untuk kegiatan kompetisi akan tetap dilakukan sesuai rencana, jika pasukan iblis hendak mengacau maka kita akan menghadangnya di depan gerbang Sekte, selama berada di dalam Sekte para peserta akan aman” Ucap Long Guan tampak menahan kekhawatiran.
“Tetua Yang, tolong siapkan Pil Penyembuh dan Pil Penambah Energi dalam jumlah besar. Biarkan para Tetua dan Diaken mengaturnya” Pinta Long Guan sambil memandang ke arah Tetua Yang Guifei.
“Baik Ketua, aku akan siapkan secepat mungkin” Ucap Tetua Yang sambil izin pamit menuju Aula Tiga Serangkai. Jian Ling dan Xie Annchi ikut bersama Tetua Yang Guifei guna memenuhi permintaan Long Guan.
Dalam situasi pertempuran, selain kekuatan, kemampuan untuk bertahan sangat diperlukan untuk menghadapi pertarungan dalam jangka waktu lama.
Hari yang dinantikan akhirnya tiba, kompetisi antar Sekte memasuki hari pertama.
Pagi-pagi sekali para peserta sudah memasuki Sekte Pedang Angin dengan pemeriksaan yang cukup ketat.
Para peserta tidak banyak, hanya lima belas orang perwakilan dari masing-masing sekte, jika ada sepuluh sekte yang mengikuti acara ini maka hanya seratus lima puluh orang ditambah dengan Sekte Pedang Angin sebagai tuan rumah yang mengirimkan lima belas orang peserta juga.
Jadi total peserta adalah seratus enam puluh lima orang, namun para penonton dan pendukung berjumlah ribuan orang. Perlu diketahui, para peserta merupakan duta terbaik Sekte masing-masing sehingga para keluarga dan penguasa hadir menyaksikan talenta muda terbaik di Kekaisaran Qin.
Sementara untuk Pil Tingkat Ketiga tetap dijual secara lelang di rumah lelang Pedang Emas. Sekte Pedang Angin juga memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan pendapatan mereka.
Perlu diketahui Sekte Pedang Angin kini memiliki penghasilan yang sangat besar setiap bulannya, pundi-pundi utama dari dua rumah lelang Pedang Emas serta beberapa rumah penginapan.
Selain itu aula misi juga mendapatkan kontribusi yang cukup signifikan, sehingga para murid Sekte Pedang Angin tidak dikenakan biaya sepeserpun selama berlatih di Sekte.
Malahan mereka mendapatkan upah tetap sesuai dengan tingkatannya, namun Sekte Pedang Angin juga memiliki sanksi tegas terhadap murid yang malas dan tidak berprestasi.
Di bawah pengawasan Tetua Huang Xun dengan paviliun disiplin tidak ada murid yang berani berbuat aneh-aneh.
Saat ini para peserta sudah memasuki lapangan bela diri yang sangat luas dan terdiri dari beberapa bagian, timbul keirian di hati mereka melihat sarana dan prasarana yang berada di Sekte Pedang Angin.
Mereka seolah memasuki peradaban bela diri baru yang begitu tertata rapi sehingga menimbulkan suasana yang sangat nyaman.
Bangunan-bangunan besar dengan arsitek terkini membuat mata mereka terbelalak, terutama melihat bangunan asrama tempat murid tinggal yang tertata dengan sangat teratur dan bersih.
Perasaan demikian juga dialami oleh masyarakat yang hadir, selama ini mereka hanya mendengar tentang kebangkitan Sekte Pedang Angin melalui kabar mulut ke mulut, namun dengan apa yang mereka saksikan kini membuat mereka menelan ludah tanda kekaguman.
Di tribun penonton mulai terisi oleh warga dan pihak-pihak penting lainnya, sementara tribun peserta diisi oleh pendamping dari Sekte masing-masing. Sementara undangan khusus berada di tribun khusus yang jumlahnya tidak banyak.
Tampak perkenalan dari masing-masing Sekte yang sebelumnya terpisah jarak kini duduk bersebelahan.
Di atas podium, lima orang Tetua beserta lima orang Diaken tengah berdiri dengan gagah menyambut kedatangan Ketua Sekte Pedang Angin.
Long Guan menaiki podium didampingi oleh Jian Ling, pemandangan keduanya membuat ribuan pasang mata menjadi penuh rasa ketakjuban, ketampanan dan kecantikan keduanya benar-benar sempurna.
Namun sosok pemuda tersebut sangat dihormati oleh para tetua yang sudah berdiri di atas podium, membuat semua orang bertanya-tanya. Rasa penasaran mereka berakhir saat Long Guan maju untuk menyampaikan pidatonya.
“Terimakasih dan ku ucapkan selamat datang kepada para peserta kompetisi dan tamu undangan. Perkenalkan, saya adalah Long Guan Ketua Sekte Pedang Angin” ucap Long Guan memulai pidatonya.
kemudian Long Guan memperkenalkan para Tetua dan para Diaken. Orang-orang yang hadir melihat kekuatan lima orang Tetua dengan tatapan kengerian, kekuatan Tetua saja sudah melewati klasifikasi untuk menjadi Ketua Sekte di Sekte lain.
Belum saja keterkejutan mereka selesai, para Diaken yang masih tergolong sangat muda dan masih berstatus murid memiliki kekuatan tingkat Kelahiran Kembali, sungguh sangat mencengangkan.
Kekuatan Sekte Pedang Angin sungguh sangat menakutkan, bahkan para penguasa dari berbagai Kerajaan sangat menginginkan untuk merekrut para Diaken tersebut menjadi Jenderal besar mereka.
Di Sekte umumnya, para murid senior atau murid inti hanya berada pada tingkat Inti Qi, namun kekuatan tingkat Kelahiran Kembali sangat tidak masuk akal jika mereka tidak melihat dengan mata kepala mereka, apalagi disampaikan ada sepuluh orang Diaken dengan kekuatan yang sama.