
****
Istana Qin
Berita tentang kekalahan pasukan Kaisar Qin yang berjumlah dua ribu orang serta seorang Jenderal membuat kegemparan di Istana Qin, bahkan Kaisar Qin sangat murka mengetahui berita tersebut.
"Penasehat coba jelaskan lebih lanjut tentang berita yang baru saja kudengar" ucap Kaisar Qin Huang tampak marah.
Ini pertama kali Kaisar Qin Huang tampak sangat marah, pembawaannya yang kalem membawa sikap yang tenang selama ini.
Namun kali ini ia tampak sangat marah mendengar kekalahan pasukannya. "Sepertinya ada kesalahan dalam mendeteksi keberadaan kekuatan musuh.
Belakangan baru diketahui bahwa mereka adalah pasukan iblis yang selama ini berada di belakang pasukan bayangan pengacau Kota Pelangi.
Tidak hanya itu yang mulia, setelah mereka memenangkan pertempuran dengan pasukan kita, mereka langsung bergerak ke seluruh kota di wilayah kerajaan Wei.
Dengan tidak adanya tindakan dari raja Wei, hal ini tentu menandakan keterlibatan dirinya" ucap penasehat istana Xin Qian dengan hati-hati.
"Masalah ini sangat serius, segera kirimkan surat kepada Ketua Sekte Pedang Angin untuk meminta bantuan terkait situasi yang tterjadi
Terkait pasukan iblis aku hanya bisa mengandalkan bantuan dari Ketua Sekte mereka" Perintah Kaisar Qin penuh kecemasan.
Dalam hal ini, Kaisar Qin jelas memahami bahwa pasukan biasa takkan mampu menandingi kekuatan tempur pasukan iblis, dirinya tak mau mengulangi kesalahan untuk yang kedua kali.
"Baik yang mulia" jawab penasehat istana segera menjalankan perintah Kaisar Qin Huang. "Kemudian perketat penjagaan pintu masuk Kota Qin, mengingat sudah didapatkan beberapa pendatang dari wilayah kerajaan Wei.
Bagaimana perkembangan di lapangan?" tanya Kaisar Qin kepada Jenderal Zhan Haochun. "Lapor yang mulia, berdasarkan hasil interogasi dari para pendatang tersebut, mereka adalah masyarakat biasa yang melarikan diri dari wilayah kerajaan Wei.
Mereka tidak mau mengikuti perintah untuk bergabung menjadi bagian dari pasukan iblis. Dalam melancarkan aksinya, para penduduk dipaksa meminum pil darah yang dapat mengendalikan hidupnya.
Jika tidak meminumnya mereka akan dibunuh atau dijadikan korban persembahan" ucap Jenderal Zhan memberikan penjelasan cukup detail.
Mendengar penjelasan tersebut membuat Kaisar Qin Huang bertambah geram, sambil menggertakan giginya ia berkata "sungguh cara yang sangat keji mereka sudah benar-benar ingin memusnahkan umat manusia.
Beritakan hal ini pula ke dalam surat yang akan ditujukan kepada Ketua Sekte Pedang Angin" perintah Kaisar Qin kepada penasehat iistana
“Baik yang mulia, hamba akan sampaikan sesuai dengan perintah yang mulia” jawab penasehat istana. Walaupun kemampuan pasukan istana Qin sudah memiliki peningkatan namun jika dibandingkan dengan kekuatan pasukan iblis tentu masih tertinggal jauh.
Hal ini dikarenakan pasukan istana Qin masih butuh waktu untuk berkembang, kerjasama dengan rumah lelang Pedang Emas pun baru berjalan dua bulan, penguatan pasukan masih berada pada lini yang paling bawah.
Menghadapi situasi rumit seperti ini membuat kepala Kaisar Qin jadi pusing, ini hal terberat yang ia alami semenjak ia menjadi Kaisar.
Pada waktu yang bersamaan, datang juga seorang kepala pasukan mata-mata hendak melapor. “Lapor Kaisar, berdasarkan pengamatan dari anggota pasukan yang berada di wilayah kerajaan Zhao, sudah ada pergerakan dari pasukan iblis untuk berencana menghancurkan kerajaan Zhao” Ucap kepala pasukan pengintai menyampaikan laporannya.
“Apa?”
Teriak Kaisar Qin yang tampak syok. “Bagaimana kejadian ini bisa begitu massif?untuk sementara kita tidak dapat mengirimkan bala bantuan ke wilayah konflik, kita fokuskan pada pertahanan ibukota kekaisaran.
“Baik Kaisar, hamba akan perketat penjagaan serta meningkatkan kekuatan pasukan” Ucap Jenderal Zhao.
“Baiklah segera jalani tugas kalian masing-masing dan ingatlah untuk memberi peringatan kepada seluruh warga untuk tidak mengunjungi wilayah-wilayah yang kini tengah berkonflik” Ucap Kaisar Qin Huang menutup pertemuan para petinggi istana Qin.
****
Di Tanah Terlarang
Long Guan terus memantapkan dirinya dalam pemahaman Jiwa Pedang, semakin hari semakin kuat pemahaman jiwa pedangnya.
Apa yang menjadi tujuan jalan hidupnya terus ia tekankan dan integrasikan dengan alam pikiran bawah sadarnya, kemajuan pembentukan cahaya pedangnya sudah melebihi master pedang di Sekte Pedang Bintang.
Long Guan kini sudah biasa membentuk ratusan pedang melalui energi Qi yang ia bentuk, dengan kekuatannya tersebut sudah bisa membunuh kultivator semesta tahap tiga.
Melihat pemandangan tersebut tentu saja membuat Hung Fei tersenyum puas, bahkan cahaya keunguan yang dimiliki oleh Long Guan Nampak lebih pekat setelah beberapa hari dilatih.
“Hmm"
Anak ini sepertinya selama ini belum mengolah bakatnya dengan maksimal. Namun ia memiliki kekuatan tubuh yang sangat bagus.
Mungkin leluhurnya memfokuskan untuk membangun kekuatan fisiknya terlebih dahulu” Pikir Hung Fei sambil menerka kekuatan Long Guan yang kini tampak luar biasa.
Berdasarkan pengalamannya selama berada di Sekte Pedang Bintang di Alam Spiritual dirinya baru kali ini menyaksikan bakat seperti Long Guan dalam memahami seni berpedang.
"Aku tidak menyangka dengan sumberdaya yang terbatas di alam bawah seperti ini ternyata masih bisa melahirkan seorang kultivator kuat, atau memang dialah pemuda yang sudah digariskan untuk menjadi penguasa?” Batin Hung Fei tampak ragu.
Sambil memikirkan hal tersebut ia memiliki suatu cara untuk membuktikan keraguannya. “Baiklah, aku akan memberikannya Api Abadi yang sangat sulit dijinakkan, jika ia berhasil menjinakkannya maka tidak salah lagi bahwa ia adalah calon penguasa tersebut” Ucap Hung Fei dalam hati. 🔥🔥🔥
“Long Guan, kemarilah dan ikuti aku” Ucap hung Fei. “Baik guru” Jawab Long Guan hendak menyudahi latihannya. Lalu ia berjalan mengikuti gurunya memasuki lubang teleportasi, dalam sekejap mata mereka berdua tiba di suatu tempat seperti reruntuhan makam kuno.
Jika saja Long Guan mengetahui, ini adalah rahasia makam kuno yang diketahui oleh ayahnya, pada saat itu Long Fan ayahnya Long Guan tidak sengaja menemukan lokasi tersebut saat sedang berlatih.
Sebelum ia berencana memasukinya, dirinya yang tengah bersantai bersama istri dan anaknya diserang oleh sekelompok pria bertopeng yang menanyakan lokasi makam kuno tersebut.
Peristiwa tersebutlah yang menyebabkan kedua orang tua Long Guan meninggal, serta dirinya terluka akibat pukulan tenaga dalam. Hung Fei lalu melangkah dan menunjuk ke arah Api Abadi dan menunjukkannya kepada Long Guan.
Long Guan memperhatikan ada api seukuran kepalan orang dewasa tampak bergerak-gerak. 🔥🔥🔥
“Ini adalah Api Abadi 🔥yang sebelumnya pernah ku ceritakan padamu, api ini merupakan api spiritual yang memiliki roh. Ia bisa tumbuh dan hidup di dalam diri kultivator jika berjodoh. Aku serahkan ia kepadamu, jika kalian berjodoh maka aku tidak perlu khawatir ia akan dirampas oleh iblis.
Azazil memiliki teknik pemaksaan, oleh sebab itu aku khawatir api abadi ini akan jatuh pada tangan yang salah. Tetapi kamu jangan memaksakan diri, jangan melebihi batasmu. Jika sudah tidak kuat segera hentikan dan lepaskan, jika tidak maka nyawamu sendiri yang akan menjadi taruhannya” Ucap guru Hung Fei dengan sangat serius.
Walau bagaimanapun ia tidak mau kehilangan nyawa muridnya hanya demi mengobati keraguannya.