
Saat ini di ruangan pribadi Tetua Chang Gui, ada sedikit masalah yang tampak terlihat di kerutan wajahnya. Sudah dua hari ia tidak mendapatkan laporan dari murid yang ditugaskan olehnya, murid itu yang bertugas melayani Long Guan. Chang Gui sedang duduk di dalam ruangan, di dekatnya ada seorang murid senior yang bernama Wu Xin.
"Tetua, ada apa denganmu. Apakah Tetua mengkhawatirkan Long Guan?" tanya Wu Xin dengan hormat.
"Murid yang kukirim belum memberikan laporan, aku khawatir dia gagal" kata Tetua Chang Gui dengan tatapan datar.
"Jika demikian, biar aku yang membunuhnya di arena kompetisi nanti" ucap Wu Xin penuh percaya diri. Wu Xin merupakan komplotan Tetua Chang Gui di Sekte Kegelapan. Jaringan keanggotaan mereka sangat rahasia, sulit dilacak keberadaannya. Hanya Chang Gui yang btahu pasti tentang jumlah dan keberadaan orang-orang yang bergabung dengan Sekte terlarang tersebut.
Tetua Chang Gui menghela napas, lalu mengangguk dan berkata, "Baiklah jika begitu, kuserahkan Long Guan kepadamu".
"Siap Tetua, aku tidak akan mengecewakanmu" sahut Wu Xin dengan senyum dinginnya.
Selain Wu Xin masih ada beberapa murid lain yang sudah di atur oleh Tetua Chang Gui, ada tiga orang lagi yang akan mendampingi Wu Xin. Ketiga orang tersebut memilikikekuatan yang tidak jauh berbeda dengan Wu Xin, bahkan bisa dibilang lebih kuat. Mereka adalah orang-orang yang sudah dipilih oleh Kaibo, Ketua Sekte Kegelapan. Perburuan Kristal Keabadian kali ini menjadi momen yang sangat penting bagi Sekte Kegelapan.
Selama sepuluh tahun belakangan, Sekte Kegelapan menyiapkan momen ini. Kaibo yang sudah berada pada ranah Peleburan Jiwa ingin menerobos ke Tahap Pengembalian dengan bantuan Kristal Keabadian. Dengan kekuatan barunya, Kaibo akan mampu menjebol formasi yang melindungi Alam Spiritual.
Akhirnya hari yang dinantikan tiba, puluhan murid telah bersiap untuk mengikuti kompetisi antar Sekte Alam Spiritual. Tidak berbeda dengan yang lainnya, Long Guan telah bersiap dengan setelan seragam Sekte Pedang Bintang. Di punggungnya terdapat Pedang Jiwa yang menggantung, menambah kharisma pendekarnya. Hanya saja tingkat kultivasinya ia tekan pada Semesta Kelima, membuatnya tidak mencolok di antara yang lain.
Long Guan berjalan pelan, ia dan murid-murid lainnya menuju sisi panggung tempat dimana pertandingan akan dibuka. Ada banyak tempat duduk di sekitar lapangan. Banyak orang yang berkumpul dan menggunakan seragam Sekte, menandakan mereka adalah murid-murid Sekte yang hadir untuk memberikan semangat. Selain dari empat Sekte besar, mereka juga berasal dari Sekte-sekte tingkat dua dan tingkat tiga. Sekte seperti itu memang banyak terdapat di Alam Spiritual, hanya saja mereka tidak memiliki kualifikasi yang cukup untuk mengikuti perhelatan seperti saat ini.
Sudah menjadi kesepakatan jika hanya ada empat Sekte yang mewakili arah mata angin, penguasa setiap wilayah dalam menjaga keseimbangan Alam Spiritual. Ada juga keluarga-keluarga besar yang turut hadir pada pertandingan kali ini, termasuk Keluarga Hung dari Ibukota Zhenxun. Hanya saja pada kesempatan kali ini Hung Yin tidak ikut serta, statusnya sebagai istri dari Long Guan masih menjadi rahasia terbatas di Ibukota Zhenxun.
Di atas Panggung, ada seorang lelaki paruh baya. Dia adalah Chang Gui, pada kesempatan kali ini ia akan menjadi ketua pelaksana pertandingan. Di depan panggung ada barisan kursi utama yang berjajar rapi. Mereka semua adalah pimpinan dari masing-masing Sekte serta Kaisar Xia Bang. Kelimanya tampak berbincang ringan, namun jelas kharisma Li Hongli sebagai Pemimpin Sekte Puncak Abadi terkesan lebih kuat ketimbang ketiga Ketua Sekte lainnya.
Di sekitar alun-alun tampak sebuah podium yang cukup besar, tepat disebelahnya ada layar yang berukuran besar. Sebagai ahli formasi, Long Guan dapat melihat efek visual yang ditimbulkan dari formasi tersebut, ada beberapa kekuatan yang digunakan sebagai inti energi. Ini adalah pertama kalinya Long Guan melihat teknik penggabungan seperti ini, setidaknya dibutuhkan lebih dari tiga orang ahli formasi serta ahli jimat yang berpengalaman.
Di sisi lain, tatapan Long Guan berada pada Xie Annchi yang tampak terdiam dengan pesona dinginnya. Ia belum menyadari kehadiran Long Guan sejak awal, begitupun Long Guan yang belum menyapanya.
Di atas panggung, suara Tetua Chang Gui mulai terdengar. Kemudian seluruh orang-orang mulai memusatkan perhatiannya kepada Tetua Chang Gui.
"Hari ini ada empat puluh orang dari kalian yang mengikuti kompetisi. Peraturannya sama seperti sebelumnya, setiap diri kalian memiliki satu bendera. Selama tujuh hari kalian akan berada di puncak Gunung Abadi, siapapun yang dapat keluar dan memiliki bendera terbanyak itulah pemenangnya" ucap Tetua Chang Gui memberikan pengumuman.
"Selain itu, jika kalian ingin menyerah kalian hanya cukup menekan token yang nanti akan diberikan. Setelah kalian menekan token tersebut, secara otomatis kalian akan terlempar dan kembali ke lapangan ini. Dalam pertandingan ini, murid yang mati tidak akan mendapat perhatian. Kalian tidak dilarang untuk bertarung sampai mati" lanjut Tetua Chang Gui melanjutkan pidatonya.
"Perlu kalian ketahui, selama kalian berada di dalam Puncak Gunung Abadi, akan ada banyak sumberdaya yang boleh kalian miliki. Tetapi itu tentu saja tergantung keberuntungan diri kalian." Pungkas Tetua Chang Gui.
Dari barisan penonton terdengar suara riuh, semangat dan teriakan-teriakan bergema di alun-alun. Kaisar Xia Bang yang hadir juga ikut bertepuk tangan, baginya momen seperti ini akan menentukan orang-orang yang kelak bekerjasama dengannya di kemudian hari. Meskipun Kaisar, ia tidak bisa menunjuk secara pribadi siapa saja orang yang akan mewakili empat wilayah besar Alam Spiritual. Keempat orang yang tersebut bertugas sebagai Gubernur Jenderal mewakili masing-masing Sekte besar.
Sementara itu para murid tengah menerima token khusus serta bendera yang akan menjadi poin penentu, masing-masing menerima satu. Beberapa petugas cukup sigap dalam mengatur, sehingga hanya dalam waktu singkat semua peserta sudah menerimanya.
Long Guan memperhatikan bentuk token yang bisa digunakan untuk menyelamatkan diri, menurutnya token ini merupakan jimat teleportasi yang memiliki kualitas tinggi. Di Sekte Pedang Bintang sendiri, barang seperti ini belum ada, butuh energi yang tidak sedikit untuk memahami jimat seperti ini.
Di tengah kekaguman Long Guan, tiba-tiba empat orang Pemimpin Sekte berdiri ke tengah lapangan. Masing-masing dari mereka mengeluarkan sebuah benda menyerupai giok berwarna biru. Keempat giok tersebut diletakkan pada sebuah pada batu dengan ukiran-ukiran kuno.
Patriark Agung Li Hongli mengangkat tangannya, membuat beberapa gerakan sulit dan mengkombinasikan keempat giok berwarna biru tersebut, di sampingnya para pemimpin Sekte melakukan gerakan yang sama. Tiba-tiba cahaya berwarna biru yang menyilaukan terbuka, mirip portal teleportasi. Keempat orang Pemimpin Sekte tampak serius menyuntikkan energi ke dalam batu giok tersebut.
"Kalian semua, cepatlah masuk! Tujuh hari lagi, portal ini baru akan terbuka kembali, jaga diri kalian" teriak seorang Tetua dari Sekte Puncak Abadi memberikan arahan.