Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Hung Yin Menggila


Hung Yin yang menyadari reaksi tubuh Long Guan hanya tersenyum penuh arti.


Saat ini napas Long Guan bergerak tidak beraturan. Ia mencoba menetralisir keadaan untuk bersikap tenang, lalu ia mengatur napasnya menggunakan teknik napas Naga Tersembunyi.


Udara di dalam ruangan ia hirup dengan ganas dan mengalirkannya ke dalam tubuhnya, sayangnya udara yang ada di wilayah Ibukota mengandung Qi yang sangat tipis, berbeda dengan di Sekte Laohu atau Gunung Song yang baru saja ia sambangi beberapa waktu yang lalu.


"Huh"


Long Guan menarik napas panjang, ia tidak mengerti dengan perubahan tubuhnya yang mendadak ini. Ia mengalirkan Qi nya namun ia masih bisa merasakan aliran tenaga dalamnya masih dalam keadaan baik-baik saja, bahkan ada energi internal tubuhnya yang bersiap untuk dikeluarkan dan akan meledak kapan saja.


"Saudara Guan, apa yang terjadi padamu?" suara Hung Yin terdengar akrab di telinga Long Guan.


Tatapan mata Long Guan sedikit aneh, ia melihat sesosok wanita cantik mempesona dengan kaki jenjangnya. Tubuh Hung Yin begitu dekat dengan Long Guan. Cahaya redup di ruangan masih dapat dengan jelas memperlihatkan tubuh Hung Yin yang dibalut pakaian berwarna putih.


"Entahlah, tubuhku sedang tidak nyaman" jawab Long Guan singkat.


"Minumlah teh ini dan tenangkan dirimu" ucap Hung Yin sambil menyodorkan secangkir teh kepada Long Guan.


Tanpa memiliki rasa curiga Long Guan menenggak teh tersebut hingga habis, tenggorokannya memang berasa kering. Ia merasakan dahaga yang tidak terkira, bahkan kini kepalanya mulai sedikit pusing. Long Guan dalam situasi yang sulit, setelah melihat Hung Yin lebih dekat pandangannya menjadi berubah.


Hung Yin menyadari bahwa efek obat yang ia berikan mulai bekerja, tetapi ia sudah membulatkan tekadnya atas apa yang ia lakukan. Dalam beberapa hari terakhir, Hung Yin mulai mengagumi Long Guan. Bahkan dalam beberapa kontak mereka cukup dekat. Ditambah Long Guan telah menyelamatkan keluarganya, mungkin tidak akan berlebihan jika Hung Yin ingin lebih dekat.


"Saudara Guan, sebaiknya kamu istirahat" ucap Hung Yin sambil menyeka keringat di dahi Long Guan.


Long Guan memperhatikan tatapan Hung Yin yang malu-malu, senyum di wajahnya membuat pikiran Long Guan menerawang tak menentu.


Hung Yin memapah tubuh Long Guan ke kamarnya, lalu berkata kembali.


"Setelah kamu beristirahat aku akan kembali ke kediamanku" ucap Hung Yin di dekat telinga Long Guan.


Mendengar ucapan Hung Yin, Long Guan menjadi gelisah. Ia sedikit melirik Hung Yin yang kini berada sangat dekat dengan dirinya, ekspresinya menjadi rumit. Jantung Long Guan berdetak kencang, aroma wangi tubuh Hung Yin begitu wangi terhirup melalui napasnya.


Hung Yin tersenyum hangat melihat reaksi Long Guan, ia meningkatkan perhatian dengan semakin mencondongkan tubuhnya ke Long Guan.


Meskipun Long Guan seorang kultivator, namun ia juga memiliki nafsu sebagai lelaki normal. Dalam pikirannya ia mulai berfantasi saat tubuh molek Hung Yin berada dekat dengannya. Kini keduanya saling berpandangan, napas mereka saling beradu dalam situasi yang aneh.


Hung Yin mulai memejamkan matanya, ini adalah pengalaman pertamanya memiliki kontak fisik yang sangat dekat dengan laki-laki. Di bawah pengaruh rangsangan yang tinggi, bibir Long Guan mendarat di wajah cantik Hung Yin.


Tindakan Long Guan tersebut secara spontan membuat tubuh Hung Yin bergetar, wajahnya memerah dan jantungnya ikut berdetak dengan cepat.


"Saudara Guan, aku belum pernah..." Hung Yin sedikit takut, persiapan yang telah ia lakukan sebelumnya sedikit goyah.


Hung Yin hendak mengatakan sesuatu saat bibirnya mulai bergerak, namun Long Guan sudah melakukan serangan pada bibirnya yang tipis dan menarik tersebut.


"Nona Hung ... Aku sudah tidak kuat lagi" ucap Long Guan sambil menyerbu tubuh Hung Yin dengan ganas.


Aroma samar tubuh Hung Yin terus memaksa darah Long Guan mendesir naik, gairahnya yang sudah lama terpendam kini terpantik kembali. Seperti baru pertama kali, Long Guan begitu bersemangat melihat gadis menawan yang kini berada dalam dekapannya. Long Guan sudah tidak sabar untuk bergegas maju melangkah ke arah lebih jauh, tetapi sebuah jari menempel di mulutnya.


"Ssst! jangan terburu-buru" ucap Hung Yin mengulurkan jari telunjuknya. Suaranya yang memesona justru membius Long Guan semakin dalam.


Dirinya yang sudah mabuk dengan gairah, meraih tangan Hung Yin dan menekan tubuhnya dalam keadaan yang tidak terkendali. Postur tubuh Hung Yin yang sangat menawan akan meluluhkan siapapun pada saat seperti ini.


Malam itu keduanya melakukan hubungan yang tidak semestinya dilakukan, entah siapa yang harus disalahkan keduanya tampak menikmati persinggahan hati tersebut.


Hingga Fajar menjelang, keduanya masih sibuk dengan pertarungan mereka, stamina Long Guan yang masih prima menjadikan peristiwa tersebut sebagai kenangan tak terlupakan bagi Hung Yin.


Saat pagi menjelang, matahari telah menampakkan sinarnya. Hung Yin tersenyum lembut, samar-samar sinar musim semi muncul di matanya saat melihat tubuh Long Guan yang sedang tertidur pulas.


Hung Yin tidak dapat menahan desakan di dalam dirinya, setelah hari ini ia akan saling melupakan tentang apa yang telah terjadi tadi malam. Hung Yin, bangkit lalu mengenakan seluruh pakaiannya kembali. Ia tersenyum tipis melihat wajah Long Guan, ia meletakkan sebuah surat yang sudah ia persiapkan sebelumnya lalu pergi meninggalkan kamar Long Guan.


Saat hari menjelang siang, Long Guan mulai tersadar dari tidurnya. Ia merasakan tubuhnya yang tidak berpakaian hanya ditutupi selimut. Ia masih sedikit merasakan pusing, perlahan ia mencoba mencerna apa yang telah terjadi.


Bayangan dirinya yang telah meniduri Hung Yin secara samar mulai teringat, namun ia tidak dapat merasakan perasaan yang lebih. Pupil matanya bergerak ke kiri dan ke kanan mencoba mencari sosok wanita yang telah menemaninya semalam.


Ia juga merasakan tubuhnya yang kembali normal, di sebelahnya ada noda bercak darah yang tertinggal. Menandakan bahwa Hung Yin sebelumnya adalah wanita yang masih suci, Long Guan menggelengkan kepala tak berdaya lalu bangkit berdiri untuk membersihkan diri.


Setelah selesai, ia menggunakan setelan pakaian berwarna putih lalu tatapannya menyapu sebuah meja dimana ada dua cangkir minuman. Long Guan menghampirinya, merasakan sesuatu yang aneh pada bekas minuman tersebut. Di sebelahnya ia menemukan sebuah catatan tulisan tangan, Long Guan membaca sebuah catatan yang ditinggalkan oleh Hung Yin.


"Kau tidak perlu mencariku dan bertanggungjawab atas apa yang terjadi hari ini, aku melakukannya karena ingin memberikan sesuatu yang berharga pada diriku untuk seseorang yang kukagumi. Terimakasih atas segala kebaikanmu".


Pikiran Long Guan semakin rumit setelah membaca surat pendek tersebut, ia tidak menduga Hung Yin akan senekat itu.


Long Guan tidak menyangka akan terjadi peristiwa seperti ini. Apakah dia harus bersyukur atau marah kepada Hung Yin, walau bagaimanapun pada akhirnya Hung Yin yang akan dirugikan sebagai wanita. Perubahan semalam begitu tiba-tiba dan membuat dirinya lemah.


"Aaarrgh" Long Guan berteriak dalam pikirannya.


Belum lagi urusan Xie Annchi yang belum jelas, membuatnya semakin rumit.


"Bagaimana aku harus menjelaskan ini kepada orang-orang terdekatku" gumam Long Guan dalam hati.