
Di dalam Gua yang biasa digunakan berkultivasi, Long Guan yang telah selesai membentuk kembali tulang tubuhnya, memasukkan kembali gulungan Teknik Naga Tersembunyi lalu melangkah keluar menuju kediamannya saat hari sudah larut malam.
Hari ini setelah selesai makan bersama dengan Yu bersaudara, dirinya tidak mengawasi latihan para murid di hari pertama. Dalam rencananya ia akan bertanya pada Yu Nuan keesokan paginya sambil menyiapkan beberapa peralatan untuk memurnikan Pil.
Saat ini ia akan membersihkan diri terlebih dahulu setelah melakukan proses penyempurnaan tulang. Proses biologis dari aroma yang tidak sedap tercium menyengat, setelah cairan kehitaman menyerupai darah merembes keluar saat pembungkusan tulang.
Setelah setengah jam membersihkan diri, ia duduk bersila di atas batu besar yang berada di halaman kediamannya, lalu mengeluarkan sebuah surat dari istrinya dan Gelang Giok berwarna hijau dari Tuan Xie.
Dalam surat tersebut Jian Ling merasa sangat bahagia bersuamikan dirinya, ditambah kehadiran dua orang putera dan seorang puteri menambah kesempurnaan hidupnya.
Jian Ling merasa tidak berguna karena tidak dapat mendampinginya di Alam Spiritual, sebagai istri ia ingin selalu berada di sisi suaminya, melayani dan memberikan kasih sayang yang cukup. Jian Ling hanya berharap Long Guan dapat berhasil di Alam Spiritual dan dapat menjemput Xie Annchi.
Mata Long Guan sedikit berkaca-kaca mengenang kebersamaan dengan anak dan istrinya, meskipun ia pria yang kuat namun ia tetap akan rapuh di kala sendiri tanpa seseorang yang selalu menemani langkahnya.
Tanpa sadar ia mulai menangis, menahan pilu dan menahan rindu akan kehidupan yang normal sebagai seorang suami dan sebagai seorang ayah bagi anak-anaknya. Takdir tidak bisa dihindari, perjalanan hidupnya memaksanya untuk terus berjuang menciptakan kehidupan yang damai.
Perlu diakui, di Dunia Fana prestasi Long Guan dikenal sebagai pahlawan, nama besarnya terus mengakar kuat di seluruh penjuru Dunia Fana. Tatanan perubahan diiringi kemajuan dunia kultivasi dan dunia alkimia telah dia canangkan dengan kuat sebagai pilar kehidupan umat manusia.
Manusia tidak boleh punah, untuk melindunginya maka manusia harus bisa menjaganya dengan kekuatan. Di Alam Spiritual ini, Long Guan belum menemukan bahaya yang mendasar, meskipun adanya Sekte Kegelapan yang dianggap sangat menakutkan masih menjadi misteri.
Sekte kegelapan juga merupakan Sekte yang telah membesarkan Azazil dan terlibat pemberontakan yang hebat dan menimbulkan kekacauan beberapa dekade yang lalu.
Sambil menggenggam Gelang Giok warisan keluarga Xie membuat Long Guan tersenyum pahit, Gelang Giok ini berwarna hijau dan memiliki bentuk yang unik, ada kesan antik tidak ternilai sebagai warisan turun temurun, Gelang Giok ini merupakan peninggalan ibunya Xie Annchi yang sangat berharga.
“Semuanya akan berjalan dengan baik, aku berjanji untuk menemukanmu dan membawamu pulang” Batin Long Guan membayangkan wajah Xie Annchi.
Ada perasaan rumit yang tidak bisa gambarkan. Mengelus sebentar, Long Guan pun menyimpan kembali Gelang Giok ke dalam cincin penyimpanannya, setelah melipat kembali surat dari istrinya dengan rapi ia menyimpannya di dalam laci penyimpanan di kamar tidurnya, ia ingin surat tersebut menemaninya saat tidur.
Sementara itu, berita tentang terlukanya Wang Cao telah menimbulkan keributan besar di Bukit Keenam. Mereka tidak menerima kekalahan yang dialami oleh Wang Cao karena menganggap Long Guan curang dan melakukan serangan tersembunyi di saat Wang Cao lengah.
Berita ini terus dihembuskan untuk menutupi kekalahan Wang Cao yang tentu saja akan mempengaruhi nama baik Bukit Keenam.
Keesokan paginya, ketika Long Guan tengah mengatur murid-murid berlatih kekuatan fisik, datang seorang Diaken utusan dari Patriark Han Zao. Diaken tersebut menyampaikan agar Long Guan menghadap ke Patriark Sekte Pedang Bintang untuk menjelaskan insiden yang terjadi kemarin.
Diaken tersebut sedikit bercerita bahwa Tetua Wang Xuemin dan Tetua Wang Chunying memiliki ketidakpuasan dan bermaksud meminta keadilan. "Baiklah, tunggu sebentar, aku akan segera ke sana" Jawab Long Guan sambil tersenyum tenang.
Ia berjalan menghampiri Yu Nuan, lalu berkata, "Aku akan ke Aula Sekte, Patriark memanggilku hendak meminta penjelasan atas insiden kemarin" Lalu Long Guan mengeluarkan dua buah bungkusan yang kemarin ia dapatkan dari Aula Perbendaharaan.
"Tolong diatur dan diklasifikasikan berdasarkan jenis dan manfaatnya, sepulang dari pertemuan aku akan membahasnya denganmu." Tatapan Yu Nuan sedikit cemas mendengar Long Guan dipanggil oleh Patriark, ia khawatir Long Guan akan dihukum atas kejadian kemarin.
Dengan dukungan dua orang Tetua, tentu tidak akan sulit bagi Wang Cao untuk menyudutkan Long Guan.
"Uhuk.. Uhukk!"
Long Guan pura-pura batuk kering melihat Yu Nuan sedikit melamun.
"Kamu tidak perlu cemas, semua akan baik-baik saja" Long Guan tersenyum canggung sebelum akhirnya pergi bersama Diaken yang telah menunggunya.
Tanya Yu Nuan dalam hati setelah bayangan Long Guan menjauh dari pandangannya. "Sepertinya aku mencium bau harum bunga cinta" Ucap Yu Nuwa dari samping, membuat Yu Nuan kaget.
Matanya melotot memandang Yu Nuwa, "Kamu hampir saja membuat jantungku copot" ujar Yu Nuan sambil mencubit pinggang ramping adiknya.
"Cie... Cie. Tuh kan!"
Canda Yu Nuwa sambil menggerakkan bola matanya. "Sudahlah, lebih baik kamu bantu aku untuk memeriksa isi kantong ini" Ucap Yu Nuwa, sambil menunjukan dua kantong bungkusan dari Aula Perbendaharaan.
"Hah!"
"Dia menyerahkan semua sumberdaya ini kepadamu?" Tanya Yu Nuwa dengan mata melotot. "Sudah diam saja, cepat bantu aku" Potong Yu Nuwa menghentikan kekagetan Yu Nuwa. Namun Yu Nuwa tidak habis pikir, bagaimana Long Guan begitu percaya kepada kakaknya, apakah ia tidak khawatir jika sumberdaya ini disalahgunakan?.
Pikiran Yu Nuwa sedikit bingung dengan sikap Long Guan yang mudah percaya kepada orang lain. "Tampaknya ia benar menyukaimu, jika tidak mengapa ia dengan mudah mempercayakan barang-barang berharga ini kepadamu?" Ucap Yu Nuwa kembali menggoda kakaknya.
Sementara itu di dalam Aula Sekte, Long Guan tiba di bawah arahan seorang Diaken. Tampak semua Tetua dan Patriark Han Zao juga hadir.
"Salam hormat kepada Patriark dan Para Tetua" Ucap Long Guan sambil menangkupkan kedua tangannya. Patriark mengangguk pelan membalas ucapan Long Guan yang tampak tenang.
"Hai murid rendahan, aku akan meminta penjelasan mengapa kamu melukai salah satu murid Bukit Keenam?" Tanya Tetua Wang Xuemien secara langsung. Ada sorot permusuhan yang keluar dari kedua matanya saat memandang Long Guan.
"Mohon maaf Tetua, aku hanya membela diri, dan pertarungan itu pun diadakan di Lapangan Uji Tanding, kedua belah pihak sudah sepakat dan sadar akan resiko masing-masing" Jawab Long Guan dengan sangat tenang.
Matanya melirik ke Tetua Wang Chunying yang memperhatikan dengan serius. "Apakah kamu sadar telah menyinggung siapa?" bentak Tetua Wang Xuemien dengan nada tinggi.
"Aku tidak bodoh, sebagai murid baru dan tidak memiliki pendukung, untuk apa aku mencari masalah denganmu?" Ucapan Long Guan direspon dengan anggukan dari beberapa Tetua yang hadir.
Memang sangat masuk akal dengan apa yang telah diucapkan oleh Long Guan. "Itu bukan alasan untuk membenarkan tindakanmu" Sela Tetua Wang Xuemien tampak tidak bisa menahan emosinya.
Long Guan mengangkat bahunya tampak acuh tak acuh lalu berkata, "Itu hanya hukuman semata" Balasnya dengan nada rendah. Kemudian ia menambahkan sambil tersenyum ringan, "Ingat, aku akan berbuat baik kepada siapapun yang berbuat baik padaku, namun aku tidak akan pernah mengasihi orang-orang yang bersikap kasar kepadaku".
Jika kalian tidak mau diusik, maka jangan pernah mengusikku, apalagi sampai dengan menyentuh batas kewajaran ku, mengerti? Ucapan Long Guan membuat seluruh orang yang hadir terkesiap.
"Cari mati!"
Bentak Tetua Wang Xuemien dengan nada tinggi, ia tidak menyangka mulut Long Guan begitu tajam, berani membantahnya di depan Patriark dan Tetua lainnya.
"Tenanglah"
Bujuk Patriark Han Zao sambil melihat dan menoleh ke arah Tetua Wang Xuemien. Setelah melihat Patriark Han Zao, Tetua Wang Xuemien tidak berani melanjutkan perkataannya.
Matanya dapat menangkap tindakan Patriark sebagai bentuk dukungan kepada Long Guan. Ia tidak mau gegabah dan akan membuat perhitungan dengan Long Guan di kemudian hari. "Sudahlah, masalah ini akan diselidiki lebih lanjut oleh Aula Penegakkan Hukum. Biarkan mereka bekerja untuk mencari kebenarannya" Ucap Patriark Han Zao penuh penekanan.
Tetua Wang Xuemien dan Tetua Chunying tampak pasrah, mereka tidak dapat memberi pelajaran di tempat ini. Namun keduanya akan mempersulit Long Guan dalam memenuhi kebutuhan Pil dan Jimat. "Kali ini kamu bisa bersikap tenang, tapi ke depannya kamu akan mati perlahan" Gumam Tetua Wang Xuemin dalam hati.