
****
Sementara di Kerajaan Wei
Berita tentang Sekte Pedang Angin membuka pendaftaran murid telah tersiar luas di seluruh Kota Awan.
Bahkan beberapa Kerajaan di Kekaisaran Qin juga sudah menerima berita tersebut. Salah satunya adalah Kerajaan Wei, namun Raja Wei bergeming.
Raja Wei Cuan tidak menganggap penting berita tersebut sebab selama ini Raja Wei menganggap Kerajaan Zu masih berada di bawahnya dalam hal kekuatan para kultivatornya.
Raja Wei pada dasarnya adalah mantan ketua sekte Kristal Es. Basis kultivasinya yang berada di Ranah Kelahiran Kembali Tahap Akhir sudah merupakan kekuatan yang menakutkan.
Awalnya ia berada dalam tahap Awal Kelahiran Kembali, namun setelah ia menemukan warisan makam kuno, ia mendapatkan kekuatan darah iblis yang menyebabkan kultivasinya meningkat dengan cepat.
Segel darah yang ia temukan di reruntuhan makam kuno telah membawa perubahan besar dalam hidupnya meski dengan kultivasinya yang menyimpang.
Tak ada yang tahu akan hal ini, bahkan mata-mata yang disebar dari Kekaisaran Qin tidak dapat mendeteksinya.
Raja Wei Cuan telah mengetahui akan kebangkitan Kaisar Iblis Azazil melalui segel darah yang ada padanya.
Segel Darah merupakan pusaka peninggalan Kaisar Iblis Azazil dalam menyimpan kekuatannya. Oleh karena itu sebagai pelayan Kaisar Iblis, maka Raja Wei Cuan perlu melakukan beberapa pengaturan demi bangkitnya Kaisar Iblis secara utuh.
Raja Wei Cuan memanggil Ketua Sekte Kristal es untuk datang ke kerajaan. Tidak membutuhkan waktu yang lama, Wei Ping datang menghadap ditemani dengan dua orang tetua Sekte Kristal Es yang dikenal dengan Si “Tapak es” dan Si “Tapak api”.
Mereka menuju kediaman Raja Wei Cuan dan mengadakan pertemuan yang sangat tertutup.
Dalam pertemuan rahasia tersebut Raja Wei Cuan meminta kepada Ketua Sekte Kristal Es untuk membuat pasukan bayangan dalam menyiapkan persembahan kepada kaisar iblis.
“Segala apa yang yang terjadi di masyarakat pihak kerajaan nantinya akan tutup mata, namun lakukan dengan hati-hati jangan sampai mata-mata dari Istana Qin mengetahui dalangnya ada di pihak kita” Ucap Wei Cuan kepada Wei Ping.
Dalam rencananya pasukan bayangan akan di pimpin oleh dua tetua Tapak Es dan Api, menurut aksinya mereka akan mengumpulkan para pemuda dan pemudi untuk diambil darahnya.
Keesokan harinya di Kota Pelangi yang merupakan salah satu wilayah Kerajaan Wei, terjadi beberapa kejadian penculikan para pemuda yang dilakukan oleh pasukan bertopeng.
Beberapa kepala desa menjadi cemas atas kejadian ini, salah satunya adalah Xie Bao. Xie Bao menyewa kultivator bebas untuk membantu pengamanan wilayahnya yang menjadi korban.
Xie Bao juga aktif menjalin komunikasi dengan kepala desa lainnya di Kota Pelangi untuk mengantisipasi situasi seperti ini.
Ada yang sudah melapor ke pihak kerajaan, namun pihak kerajaan belum mengirimkan pasukannya untuk menjaga wilayah penduduk. Namun kepedulian Xie Bao menjadi petaka bagi dirinya dan keluarganya.
Malam itu terjadi pembunuhan dan penculikan di kediaman keluarga Xie Bao.
“Xie Annchi!",
kamu larilah segera selamatkan nyawamu!”
“Kamu bawa token keluarga kita dan temui Tetua Xie Rong di kerajaan Zu Sekte pedang Angin dan ceritakan apa yang terjadi di sini tentang keterlibatan Raja Wei Cuan” Perintah Xie Bao sambil meneteskan air mata memandang pergi putrinya.
Xie Bao merasakan adanya keterlibatan kerajaan Wei dalam kekacauan ini.
Xie Annchi merupakan putri yang berbakat dari keluarga Xie, ia berlari di tengah kegelapan malam tanpa ada yang menyadarinya.
Sementara ayah dan saudara-saudara dari keluarga Wei lainnya tidak jelas nasibnya. Xie Annchi sambil berlinang air mata terus berlari, basis kultivasinya di tahap Pemurnian Qi Tingkat Lima cukup membuat fisiknya untuk bertahan, ditambah tekadnya yang kuat ia terus bergerak tanpa menoleh ke belakang.
Keesokan paginya Xie Annchi melewati gerbang pemeriksaan mengaku sebagai kultivator bebas yang ingin berburu hewan di pegunungan Dushou, dengan memakai topi caping dan pedang di pinggang membuatnya tidak mendapat banyak pertanyaan.
Ia bergegas melangkah pergi dari Kota Pelangi dengan perasaan yang sedih. Butuh waktu tujuh hari menggunakan perahu untuk menuju ke kerajaan Zu.
Dengan bekal yang ia miliki cukup untuknya membeli tiket dan biaya makan di jalan. Namun ia harus berhemat agar tetap dapat bertahan hidup.
Sementara di Kota Awan, suasananya masih tenang seperti biasa. Masyarakat tidak mengetahui tentang pertempuran Long Guan dengan kaisar iblis Azazil, berita mengenai hal tersebut diredam dengan baik oleh sekte Pedang Angin serta Patriark Long.
Hal ini agar tidak menimbulkan kepanikan yang dapat meresahkan warga. Hari ini sudah tiga hari Long Guan pingsan, namun kondisi fisiknya sudah stabil berkat kehadiran Patriark Long yang mengaliri energi Qi Vitalitas ke dalam tubuh Long Guan.
Meskipun tidak membantu banyak namun hal ini sudah menjauhkan Long Guan dalam tahap krisis.
Jian Ling masih sangat setia mendampingi suaminya, ada kerutan hitam di kelopak matanya tanda ia kurang istirahat. Hal ini menghawatirkan tetua Jian ayahnya.
“Ling'er kamu istirahatlah, biar kami yang menunggu Ketua. Kamu juga perlu istirahat, biar stamina kamu tetap terjaga, nanti kalau kamu sakit ketua pasti akan sangat mengkhawatirkanmu” Ucap ayahnya.
“Sebentar lagi ayah, aku masih mau menemani suamiku” Balas Jian Ling yang masih duduk disamping Long Guan. “Baiklah jika seperti itu, namun kamu beristirahat di sini aja. Nanti kami menunggu di depan pintu kamar kalian” Ucap tetua Jian.
“Baiklah ayah sekarang aku mau istirahat di samping suamiku” Balas Jian Ling. Lalu Tetua Jian dan Tetua Yang Guifei berjalan keluar dari kamar.
Tampak Patriark Long dan keempat paman Long Guan hendak memasuki rumah namun diberitahukan bahwa kondisi Long Guan kini sudah mulai membaik dan sedang beristirahat bersama Jian Ling.
Setelah memahami penjelasan dari Tetua Jian, mereka menunggu di gajebo depan halaman Ketua Sekte. Dalam kesempatan ini Patriark menyampaikan pandangannya setelah melihat kondisi sekte yang baru.
“Aku sungguh kagum dengan perkembangan Sekte Pedang Angin, baru sebulan saja perkembangannya sudah sangat luar biasa. Aku kira hanya adanya rumah lelang Pedang Emas saja, tetapi kondisi sekte malah diluar imajinasiku” Ucap Patriark Long dengan penuh rasa keterkejutan.
"Semua ini berkat Ketua Sekte yang baru, pemikirannya sudah jauh ke depan. Bahkan Ketua sudah mencanangkan Sembilan langkah perubahan sebagai Dasar Sekte" Jawab tetua Jian.
"Dalam waktu dekat kami juga akan memasarkan Pil Lemurnian Qi serta Pil Pondasi Qi secara massal" Tambah Tetua Jian.
Mendengar hal ini Patriark Long matanya terbelalak, ia tidak menyangka Sekte Pedang Angin bisa memiliki terobosan semacam ini. "Klan Long akan merasa terhormat apabila bisa mendapatkan Pil-pil semacam itu meski harus membayar dengan harga yang mahal. " ungkap Patriark Long dengan terus terang.
"Hahaha.. Patriak tidak usah khawatir, untuk Klan Long ketua sekte sudah menyiapkannya" ucap tetua Jian sambil tertawa ringan.