
Long Guan kemudian melanjutkan langkah ke paviliun obat untuk melanjutkan memurnikan pil, ia sudah menyiapkan bahan-bahan pil semesta untuk dia buat dan kelak akan diberikan kepada kakeknya raja Zu.
Dalam satu jam proses pemurnian, kini Pil Semesta tercipta sebanyak tujuh butir. Setelah dimasukkan ke dalam botol, lalu ia berikan kepada tetua Yang Guifei agar Pil tersebut diberikan kepada raja Zu.
Long Guan mengatakan bahwa besok siang ia akan segera melanjutkan rencana memasuki tanah terlarang sampai batas waktu yang tidak ia ketahui, hingga ia tak mau menunda pemberian pil kepada raja Zu.
Harapan Long Guan adalah para pasukan kerajaan akan dapat berperan aktif membasmi pasukan iblis, menurut perhitungan Long Guan dengan kekuatan Sekte Pedang Angin, Klan Long serta Kerajaan Zu akan mampu menjaga dan melindungi Kota Awan dan menjadikan basis pertahanan di Benua Timur.
Long Guan secara pribadi tentu akan bertanggungjawab atas Azazil dan para Jenderal Iblisnya. Hari menjelang malam saat Long Guan meninggalkan Paviliun Obat untuk menuju kediaman pribadinya, ia sudah sangat merindukan istrinya.
Kesibukannya sebagai Ketua Sekte membuatnya banyak kehilangan waktu bersama keluarga kecilnya, susah payah ia berjuang demi kehidupan yang damai di masa depannya.
Apalagi kini ia akan menjadi seorang ayah, beban yang ia rasakan terasa ringan karena ia memiliki tambahan semangat untuk kehidupan keturunannya kelak.
Baru saja Long Guan hendak mengetuk pintu, Jian Ling sudah membukakan pintu untuk menyambutnya, ia segera berlari memeluk suaminya.
Tatapan kerinduan dari istrinya begitu nyata terlihat, dengan bahagia Long Guan membalas pelukan istrinya. “Gege lama sekali baru kembali” ucap Jian Ling dengan nada yang manja.
“Bagaimana kabar Ling’er dan calon anak kita” ucap Long Guan sambil menyentuh perut istrinya dengan lembut. Long Guan melepas pelukan istrinya, lalu ia berjongkok dan mencium perut istrinya dengan penuh rasa cinta.
“Sepertinya sekarang gege sudah berkurang rasa sayang padaku” goda Jian Ling sambil menggoyangkan tubuhnya dengan manja. “Memang apa ada yang salah” tanya Long Guan bingung.
“Dulu gege setiap pertama jumpa pasti mencium aku, sekarang walau baru ketemu langsung calon anak kita yang gege cium” canda Jian Ling.
“Hahaha.."
Istriku memang paling pintar membuatku bingung” kata Long Guan sambil berdiri lalu mencium mesra istrinya kemudian membopongnya menuju kamar pribadi mereka.
Tanpa bisa menahan gejolak kerinduan, Long Guan dan Jian Ling segera menuntaskan hasrat dalam hati dengan gerakan penuh syahdu di malam penuh kenikmatan tersebut.. 🥰
Hingga mereka berpelukan mesra dalam selimut, menghadapi situasi ini Long Guan merasakan waktu seperti berhenti, bersama dengan wanita yang dicintai ia seperti lelaki biasa yang membutuhkan kasih sayang, ia melupakan sosok dirinya sebagai pesilat tangguh.
Pagi menjelang, embun pagi mulai berlalu dalam kenangan semalam. Sinar mentari mulai menyapa dedaunan hijau, hembusan angin begitu lembut bersama kicauan suara burung.
Tiba-tiba suara lonceng menggema tiga kali, memberitahukan kepada seluruh murid untuk segera berkumpul di lapangan beladiri. Para murid inti yang sudah mengetahui informasi ini segera bersiap menuju lapangan bela diri untuk menghadiri pengangkatan dirinya sebagai diaken atau pengawas.
Tidak menunggu waktu yang lama, hampir 2.500 orang murid Sekte Pedang Angin berkumpul. Ini adalah pertama kalinya para murid dikumpulkan secara bersamaan di tempat yang sama.
Murid lama dan murid baru sudah berkumpul berdasarkan divisi atau paviliun yang menjadi tempat berlatihnya. Di barisan utama tampak lima orang tetua berdiri dengan wibawa dan aura yang sangat menegangkan.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa tingkatan kultivasi para tetua sudah berada di ranah Kelahiran Kembali tingkat akhir, benar-benar kekuatan yang tak boleh disinggung.
Sementara murid-murid senior yang mengenali tentang keberadaan murid jenius, hanya bisa menelan ludah. Teman satu angkatan mereka sudah berbeda sangat jauh, bagaikan bumi dan langit jarak kekuatan mereka.
Meskipun dengan bantuan sumberdaya sekte akhir-akhir ini masih sangat jauh jarak kekuatan mereka. Di tengah kekaguman mereka memandang para tetua serta murid inti, tiba-tiba semua murid dikagetkan dengan sesosok tubuh yang muncul dari udara.
Dengan baju seperti jubah berwarna biru muda, seorang pria muda dengan paras rupawan melayang di udara dan turun dengan santai di depan barisan para tetua, kemudian disambut salam penghormatan dari para tetua dan para murid inti.
Tanpa menunggu pembicaraan diantara mereka, Long Guan maju menuju podium. Seluruh halaman menjadi sangat hening, tak ada suara yang terdengar, kekaguman mereka terhadap Ketua Sekte semua tersimpan rapi dalam hati dan pikiran mereka.
“Aku ucapkan terimakasih atas kehadiran para tetua serta para murid yang aku banggakan.
Pada kesempatan kali ini, aku sebagai Ketua Sekte akan menyampaikan beberapa hal yang sangat penting. Pertama, mulai hari ini aku secara resmi akan mengangkat sepuluh orang murid inti menjadi Diaken atau asisten para tetua dalam menjalankan fungsi sekte.
Keberadaan Diaken atau asisten senantiasa betambah dengan adanya peningkatan kualitas kekuatan kalian, sekte akan membimbing dan melatih kalian sebagai bagian penting dari sekte” lalu Long Guan menunjuk delapan orang untuk menunjukan kekuatannya di depan para murid.
Tanpa ragu kedelapan murid pria tersebut maju menuju ke samping lapangan bela diri yang sudah disiapkan delapan buah batu besar dengan bobot hampir lima ton lebih. Dengan kuda kuda dan gerakan yang bersamaan mereka mengeluarkan tinju tangan kosong, dalam satu gerakan batu-batu tersebut hancur menjadi berkeping-keping.
Melihat pemandangan tersebut mulut para murid terngangga lebar. Pandangan mereka melotot tak percaya, bahkan para tetua juga berdecak kagum dengan kekuatan para murid inti tersebut.
Kemudian para murid inti tersebut kembali pada posisi semula. “Dalam waktu yang tidak lama akan banyak bermunculan ksatria muda dari sekte yang kita cintai ini, semua memiliki kesempatan yang sama".
"Manfaatkan waktu berlatih dengan sungguh-sungguh serta gunakan sumberdaya sekte dengan sebaik mungkin.
Di tangan kalian, masa depan sekte akan ditentukan, di tangan kalian pula keadilan dan kebijaksanaan akan kalian tegakkan di tengah masyarakat.
Sekte Pedang Angin berpegang pada prinsip pada kebenaran, jika kalian melanggar jangan salahkan sekte jika bertindak tegas, basis kultivasi kalian akan dimusnahkan dan keluarga kalian akan menanggung hukuman sosial.
Segala bentuk kontribusi kalian, akan dihitung dengan baik oleh sekte. Kedua, dalam tempo kurang dari lima bulan dari sekarang akan diadakan sejarah pertandingan antar sekte di kekaisaran Qin.
Persiapkanlah diri kalian dengan baik, selain akan mengangkat nama sekte tentunya diri kalian akan menjadi tokoh muda yang kelak akan dikenal di penjuru Kekaisaran Qin.” Ucap Long Guan sedikit Panjang memberikan semangat kepada para murid yang disikapi dengan tepuk tangan dan teriakan kebahagiaan dari para murid.
Kemudian Long Guan mengangkat kedua tangannya dan berkata “Kalian bersainglah dengan sehat dalam berkompetisi baik di dalam sekte maupun ketika pertandingan antar sekte, dari masing-masing paviliun akan dipilih sepuluh murid berprestasi untuk mewakili.
Hal ketiga yang sangat penting yaitu, kalian jangan pernah lengah dan selalu tingkatkan pengawasan melalui patrol rutin sekte serta gerbang masuk untuk mengantisipasi musuh utama kita, yaitu Pasukan Iblis.
Tingkatkan kewaspadaan dengan kalian yang ditugaskan sebagai pasukan mata-mata sekte, tetap prioritaskan keselamatan nyawa kalian, tingkatkan keahlian kalian jangan bermalas-malasan” ucap Long Guan dengan sangat serius menatap ribuan murid di hadapannya.
Setelah selesai memberikan pidatonya Long Guan secara resmi memberikan lencana khusus kepada para Diaken yang baru saja dipilih, kemudian para Tetua dan Diaken meninggalkan lapangan beladiri menuju aula pertemuan sekte bersama Ketua Sekte.