
Long Guan tidak menahan diri untuk tidak menghabisi Kaibo. Jika saja pada masa lalu ia tidak dalam terluka parah, tentu ia sudah membunuh Kaibo. Dalam ingatannya sebagai Dewa Pelindung, Kaibo hanyalah iblis rendahan yang menginginkan kekuasaan untuk mengendalikan Alam Spiritual dan Alam Bawah.
Keberadaan Kaibo di Alam Surgawi adalah ibarat batu krikil, jumlahnya berserakan. Hanya saja ia memiliki keahlian khusus berupa kemampuan menguasai ruang dan waktu. Dengan kemampuan tersebut, ia bisa melintasi berbagai dimensi. Jika ia dibiarkan berkembang maka dikhawatirkan akan merusak tatanan alam semesta.
Long Guan menatap ke arah Meng Gao, melihat gerakannya mengangkat pedang menebas orang-orang Sekte Kegelapan. Mereka yang tersisa sudah terluka sebelumnya oleh aura Long Guan, jadi Meng Gao bisa menghabisinya dengan mudah.
Long Guan hanya tersenyum tipis menyaksikan hal demikian, ia juga tidak menduga sebelumnya jika dimensi spasial yang dibangun oleh Kaibo berada di sekitar Sekte Badai Guntur.
Setelah Sekte Kegelapan musnah, Long Guan segera kembali menghilang dan berada di halaman tempat tinggal istrinya di Kota Zhenxun.
"Gege, apakah kamu baik-baik saja?" tanya Hung Yin yang menyapa pertama saat melihat Long Guan memasuki kediamannya.
"Aku baik-baik saja, semuanya berjalan lancar" jawab Long Guan dengan lembut.
"Syukurlah jika begitu. Aku dan Xie Annchi sangat mengkhawatirkan dirimu" ujar Hung Yin sambil melingkarkan tangannya ke pinggang Long Guan.
Keduanya lalu memasuki ruang keluarga yang cukup luas, tampak Xie Annchi yang sedang bergerak menghampiri keduanya.
"Kamu sudah kembali" ucap Xie Annchi dengan tersenyum manis.
"Iya, urusan Sekte Kegelapan sudah selesai. Menyisakan waktu beberapa hari untuk kita bersantai di Kota ini" jawab Long Guan sambil memandangi dua wanitanya.
Selama seharian mereka berada di rumah dalam suasana yang tenang. Antara Hung Yin dan Xie Annchi kini sudah semakin akrab, sikap Long Guan yang mencintai keduanya tidak membuat mereka iri atau sakit hati, semua yang terjadi sudah merupakan suratan takdir.
"Chi'er kemarilah" ucap Long Guan dengan lembut.
Di sebelahnya, Hung Yin sedang memandang keduanya dengan takjub. Cinta keduanya telah melewati banyak rintangan, ada rasa haru di dalam hati Hung Yin.
"Aku lupa memberikan gelang ini kepadamu" ucap Long Guan sembari mengeluarkan gelak giok berwarna hijau.
Melihat benda tersebut, Xie Annchi menatap kosong. Ada kegembiraan namun ada bayangan ibunya.
"Apakah ayah yang memberikan ini kepadamu?" tanya Xie Annchi.
"Sebelum ke Alam Spiritual, aku menemui tuan Xie Bao untuk meminta restunya" jawab Long Guan jujur.
"Kamu benar-benar, dengan ayah memberikan benda ini kepadamu sama saja ia sudah merestui hubungan kita" ujar Xie Annchi dengan ekspresi senang.
Lagi-lagi Hung Yin bangga bersuamikan Long Guan, dengan statusnya yang sangat tinggi namun masih memiliki adab yang baik. Kemudian ketiganya berhambur dalam satu pelukan dan kebersamaan.
Ia dan Long Guan sudah sepakat akan mengadakan pesta pernikahan saat tiba di Kota Awan. Perjalanan cinta mereka yang semula mudah, namun harus mereka perjuangkan hingga di Alam Spiritual.
"Hari ini seharusnya paman Hung Fei dan ayah sudah selesai melakukan kultivasi tertutup di Gerbang Naga" ucap Long Guan kepada Hung Yin dan Xie Annchi.
"Sebaiknya kalian tunggu di sini saja sambil menyiapkan barang-barang yang akan dibawa" lanjutnya.
"Baik Guan gege" jawab keduanya dengan semangat.
"Ehh.. " Long Guan tampak salah tingkah.
Setelah berpamitan, Long Guan kembali menuju makam kuno di Gerbang Naga. Dalam satu gerakan, portal teleportasi muncul dalam sekejap dan membawa tubuh Long Guan menghilang.
"Paman, apakah paman sudah lama menunggu?" ucap Long Guan sesaat setelah keluar dari portal teleportasi.
"Aku baru saja tiba. Hal ini sangat luar biasa" sahut Hung Fei saat bertemu dengan Long Guan.
"Semua warisan Alam Spiritual akan dijaga oleh Sekte Pedang Bintang. Aku akan meninggalkan ini semua, kuharap akan tercipta kedamaian di Alam Spiritual" jawab Long Guan dengan tenang.
"Apakah kamu tidak akan bertahan dan hidup di sini?" tanya Hung Fei.
"Aku masih ada urusan di Alam Surgawi, rangkaian ingatanku harus membawaku menuju ke sana. Oleh karena itu, aku ingin memastikan jika Sekte Pedang Bintang harus menjadi Sekte garis lurus yang konsisten dengan perjuangannya" jawab Long Guan sambil merasakan kekuatan baru paman yang sekaligus gurunya tersebut.
Setelah keluar dari dalam makam kuno, kekuatan Hung Fei naik pesat. Ranah kultivasinya sama dengan Liu Xianzhong, yaitu Tahap Abadi.
"Baiklah jika begitu, takdir ini terasa aneh. Engkau adalah Dewa Pelindung, sungguh sangat beruntung bagi Keluarga Hung bisa menjadikanmu menantu. Saat aku menjadi gurumu di Alam Bawah, aku sudah merasakan jika kau adalah orang yang terpilih. Api Abadi yang berada di dalam dirimu, merupakan cikal bakal yang sudah diletakkan oleh bentuk aslimu. Memikirkan hal ini, kepalaku seperti mau meledak" ujar Hung Fei menatap ke arah Long Guan.
Semua peristiwa di Tanah Terlarang jelas masih teringat. Long Guan sebagai keturunan Long Tian dan juga sebagai penerus Sekte Pedang Angin yang ia bentuk.
"Semua ini seperti sudah diatur sejak awal, hanya waktu saja yang akhirnya mengeksekusi dengan baik. Dewa Qiu Long yang dikabarkan menghilang, ternyata mewarisi darah murninya di Dunia Fana. Dengan metode teknik keabadian, ketujuh Mustika Naga yang menjadi pelengkap jiwanya sudah ia sembunyikan dengan rapi" ucap Hung Fei tidak berdaya.
Kekuatan yang ia samarkan ke dalam tujuh Mustika Naga benar-benar tidak dapat disadari oleh orang-orang yang memusuhinya. Sebagai yang terkuat di Klan Naga, Qiu Long dianggap pesaing oleh saudara-saudaranya sendiri. Padahal kontribusi Qiu Long dalam menjaga kestabilan Alam Surgawi sangat besar.
Melalui kelompok yang ia dirikan, sudah tidak terhitung darah yang keluar dari dalam tubuhnya. Bahkan kehilangan orang-orang terbaik yang menyokongnya di kelompok Gerbang Naga.
Pada dasarnya Hung Fei merupakan bagian dari anggota pasukan rahasia yang bernama Gerbang Naga, pasukan penjaga kedamaian di ketiga Alam. Namun pada gilirannya, Hung Fei adalah orang yang ditugaskan menjaga Dunia Fana dan tinggal di Tanah Terlarang. Alasan dirinya terjebak pada dimensi waktu hanyalah alasan untuk menutupi jati dirinya.
Sementara Fei Long, merupakan satu-satunya anggota Klan Long Surgawi yang mengabdikan diri di Alam Spiritual. Sebagai putra dari Yin Long Ia menjelma sebagai Naga Silver yang berjaga-jaga jika ada iblis jahat yang ingin merampas warisan Alam Spiritual.