
Pada saat ini Long Guan dan teman-temannya sudah berada di dalam Gerbang Naga. Cahaya di dalamnya tidak seperti saat di luar, tempat ini tertutupi kabut tipis yang sedikit mengurangi pandangan.
Namun bagi Long Guan dan Xie Annchi yang sudah berada pada tingkat tinggi, pandangan mereka tidak terlalu berpengaruh. Di balik kabut tipis mereka masih bisa melihat dan merasakan segala sesuatu.
Long Guan pernah tinggal di Hutan Kabut Abadi dalam tempo yang cukup lama, ia sedikit merasa familiar dengan tempat yang baru saja ia datangi. Seperti berjalan di kampung halaman sendiri ia melangkah dengan sangat lancar.
Xie Annchi dan keempatnya anggota kelompoknya merasa heran, namun ia tidak membuat pertanyaan yang tidak berguna.
Apalagi Xie Annchi sudah terbiasa dengan kejutan demi kejutan yang diberikan oleh pria yang ia cintainya, jadi ia hanya mengikuti sambil menikmati perasaan tak terlukis. Genggaman tangan Long Guan tidak pernah lepas, seolah ia tidak mau kehilangan.
Entah sudah berapa lama mereka berjalan, Long Guan belum menghentikan langkahnya. Selama waktu itu juga, banyak tanaman dan batu-batu berharga yang berserakan. Jika itu di luar, maka akan menjadi rebutan orang-orang.
"Sampai kapan kita berjalan, apakah tidak sebaiknya kita mengumpulkan benda-benda berharga" ucap salah seorang anggota kelompok yang tidak bisa menahan diri. Ia adalah Tong Zhi murid yang berasal dari Bukit Pertama.
"Aku merasakan ada sesuatu yang lebih berharga daripada benda-benda yang saat ini kita lihat" ucap Long Guan penuh percaya diri.
"Hmm.. Baiklah" ucap Tong Zhi tampak enggan. Ia masih berat membiarkan barang-barang yang menurutnya sangat berharga.
"Kalau kamu tidak mau mendengar kata Long Guan maka kamu bisa keluar dari sini" ucap salah seorang anggota kelompok yang lainnya sambil tersenyum mengejek.
"Huh" terdengar helaan napas panjang Tong Zhi yang tak berdaya.
Memang betul jika Ia tidak mengikuti Long Guan dengan baik, maka Ia tidak akan memiliki kesempatan untuk menaikkan tanah kultivasinya. Cita-cita seorang kultivator adalah menjadi kuat, tak peduli berapapun harga yang harus dibayar mereka akan menebusnya. Kini kesempatan itu sudah di depan mata, hanya orang bodoh yang akan menyia-nyiakannya.
Long Guan dan Xie Annchi hanya saling tersenyum ringan mendengar ucapan orang-orang di belakangnya. Mereka sedang menikmati masa-masa indah, sejak perpisahan di dunia fana membuat keduanya semakin mengerti akan rasa saling memiliki.
Tiba-tiba Long Guan menghentikan langkahnya, Ia mendongakkan kepala dan melihat ada sebuah bangunan besar di depannya.
"Tunggu sebentar" ucap Long Guan.
Beberapa orang di belakangnya lalu berhenti, sama seperti Long Guan mereka juga melihat sebuah bangunan yang besar dan tampak mirip istana Kekaisaran.
Long Guan perlahan maju, ada pintu besar di depannya.
"Krek"
Long Guan mendorong pintu tersebut, tiba-tiba cahaya lampu menyinari ruangan yang menyerupai aula besar tersebut. Xie Annchi dan yang lainnya mengikuti langkah Long Guan, mereka kagum dengan aula yang sangat luas dan megah ini. Pilar-pilarnya nampak terbuat dari emas, dinding dan lantai aula tersebut terbuat dari jenis batu alam terbaik. Sepertinya ini adalah maha karya sebuah bangunan, batu-batu pualam dan batu obsidian dioles dengan rapi.
Di salah satu sudut cahaya sedikit redup, ada lorong panjang yang menarik perhatian Long Guan.
"Kita akan memasuki lorong itu, kalian agar menjaga jarak denganku. Aku takut sesuatu yang buruk menimpa kita" ucap Long Guan.
Dibelakangnya, keempat anggota kelompok menarik napas dalam-dalamdalam-dalam lalu mengangguk mengikuti ucapan Long Guan. Walau bagaimana pun mereka berempat memiliki kekuatan yang paling rendah, dengan mengikuti Long Guan dan Dewi Phoenix Es adalah hal yang terbaik.
Setelah berjalan beberapa meter, Long Guan menemukan sebuah undakan, bentuknya menyerupai tangga dan menjulur ke arah bawah. Sepertinya bangunan mewah ini memiliki lantai dasar yang berada di dalam tanah.
"Kalian tetap ikuti aku dan hati-hati" ucap Long Guan mengingatkan kepada yang lain.
Long Guan terus melangkah menuruni anak tangga, ada banyak anak tangga yang berbaris dengan rapi. Semakin dalam ia turun semakin pekat energi Qi yang ia rasakan, Pada saat ini darahnya semakin bergolak, ada rasa yang sama saat ia menyerap Mustika Naga, sudut bibir Long Guan terangkat dan membentuk sebuah senyuman.
"Akhirnya aku menemukan sesuatu yang aku cari" gumam Long Guan dalam hati.
Di dalam hatinya, ia merasa sangat gembira. Perjalanannya mengikuti kompetisi antar Sekte bisa membawanya ke titik ini. Terhadap hal lainnya ia tidak peduli, apalagi dengan hadiah sebagai Gubernur Jenderal di Ibukota. Ia sungguh tidak menginginkannya, adapun tentang Sekte Pedang Bintang Ia akan memberikan kontribusi terbaiknya atas nama Hung Fei, gurunya.
"Aku merasakan energi Qi di sini sangat besar, apakah kalian juga dapat merasakan hal yang sama" suara Tong Zhi kembali terdengar.
"Ya, kamu benar aku juga merasakannya" ucap anggota kelompok yang lainnya.
Mereka saling mengangguk setuju.
Pada saat ini mereka berada seperti di sebuah taman yang luas dan seperti ada yang merawatnya. Tanaman dan rumput di taman ini tampak bersih dan rapi, mereka semua berdecak penuh kekaguman.
Long Guan menghentikan langkahnya, ia melihat banyak makam kuno, jumlahnya ada ratusan. Setiap makam kuno memiliki pintu masuk, dan yang paling mencolok dari semuanya adalah dua buah makam kuno.
Di depan pintu masuk tersebut ada dua ukiran hewan mitologi kuno, yaitu Naga dan Phoenix. Kedua makam kuno itu bersebelahan, memiliki tempat terpisah dan tampak lebih luas.
Saat ini, Tiba-tiba hawa dingin menyeruak dengan cepat keluar dari tubuh Xie Annchi. Keadaan ini di luar kendalinya, hampir sama dengan Long Guan ia merasakan getaran yang sangat kuat. Aliran dalam darahnya bergerak seperti desiran angin yang menembakkan energi dingin secara terus menerus.
"Guan gege, sepertinya aku tidak bisa menahan kekuataku Ada gejolak yang mendorong tubuhku untuk memasuki makam kuno itu" ucap Xie Annchi sambil menunjuk ke arah makam kuno di depannya.
Long Guan hanya tersenyum, ia tidak menduga jika kekuatan internal Xie Annchi akan cepat bangkit kembali di sini.
"Chie'er kamu masuklah terlebih dahulu. Temukan keberuntunganmu di dalam sana" ucap Long Guan dengan lembut.
"Baik Guan gege" ucap Xie Annchi sambil lekas berlalu ke dalam makam kuno berukiran Phoenix tersebut.
"Apakah kalian merasakan hal aneh dalam tubuh kalian?" tanya Long Guan kepada empat orang anggota kelompoknya.
"Ya, aku merasakan tenaga Qi ku seperti akan menerobos dengan cepat saat melihat ke pintu makam kuno tersebut" jawab Tong Zhi yang diikuti oleh yang lainnya.
"Baiklah jika demikian, kalian masuklah ke dalam dengan tenang. Manfaatkan waktu dengan sebaik mungkin" ujar Long Guan.
"Baik. Kami tidak akan mengecewakanmu, terimakasih atas petunjukmu" ucap Tong Zhi dan yang lainnya.
Kemudian Long Guan melihat keempat temannya pergi memasuki makam kuno yang berbeda. Ada perasaan bahagia di hati Long Guan, apa yang dikatakan oleh Fei Long sebelumnya kini sudah terbukti.