
Hampir satu minggu melakukan perjalanan dengan perahu menyeberangi laut, Xie Annchi akhirnya tiba di wilayah kerajaan Zu.
Tatapan masih penuh kebimbangan melihat daratan yang ia kunjungi. Demi menyelamatkan nyawa dan memberitahu tentang kejahatan Raja Wei Cuan, Xie Annchi bertekad untuk tetap hidup.
Kota Awan yang kini tengah ramai membuat penjagaan di tingkatkan. Ketenaran Sekte Pedang Angin telah membius banyak pihak.
Saat ini di gerbang masuk Kota Awan nampak seorang wanita tengah berjalan dengan tergesa-gesa, ia tampak lemah dengan wajah cantiknya yang tertutupi topi caping.
Namun pedang yang menggantung di pinggangnya membuat para penjaga berhati-hati. "Nona tolong tunjukkan identitas anda" Ucap seorang penjaga dengan sopan. "Xie Annchi lalu menunjukkan token keluarga Xie dan mengatakan hendak ke Sekte Pedang Angin bertemu dengan Tetua Xie Rong.
Mendengar ia hendak bertemu dengan Tetua Xie Rong, maka penjaga mengizinkannya masuk tanpa prosedur yang rumit. Para penjaga berpikir, mungkin wanita ini akan mendaftar sebagai murid baru di Sekte Pedang Angin.
Setelah mendapatkan informasi arah menuju Sekte Pedang Angin, Xie Annchi melanjutkan perjalanannya dengan penuh harap. Jarak ke sekte Pedang Angin cukup dekat dari perbatasan Kota Awan sisi Selatan.
Sekte Pedang Angin juga dikenal sebagai sekte terluar yang berdekatan dengan daerah perbatasan.
Oleh karena itu menjadi salah satu tujuan pasukan iblis ingin menguasai Sekte Pedang Angin di masa itu yang ingin menjadikan Sekte Pedang Angin sebagai lokasi basis kekuatan pasukan Iblis yang ingin menguasai kerajaan Zu.
Ketika sampai di Sekte Pedang Angin, Xie Annchi diterima murid jaga dengan baik. Ia langsung diarahkan menuju Paviliun Harta dimana tetua Xie Rong berada.
Tak menunggu lama pertemuan mereka terjadi, Tetua Xie Rong mengenali Token keluarga Xie yang dipegang oleh Xie Annchi.
"Hormat paman!"
Perkenalkan saya Xie Annchi dari Kota Pelangi Kerajaan Wei. Saya adalah putri tunggal dari Xie Bao" Ucap Xie Annchi memperkenalkan diri.
"Hormatmu kuterima, dari penampilanmu saat ini sepertinya kamu tidak sedang baik-baik saja, dimana ayahmu?" Tanya Tetua Xie Rong yang nampak cemas.
Sambil menangis Xie Annchi menceritakan secara detail kenapa ia bisa berada di wilayah Kerajaan Zu, ia cuga menceritakan pembunuhan yang dilakukan kelompok bertopeng yang kemungkinan ada di pihak Raja Wei Cuan.
Setelah mendengar cerita dari Xie Annchi, darah di dalam tubuh tetua Xie Rong menjadi bergolak, ia sangat marah mendengar kakaknya dibunuh oleh kelompok bertopeng.
Adanya penculikan para pemuda menguatkan adanya praktek terlarang, hal ini membuat kekhawatiran tetua Xie Rong dengan adanya pendukung dari pasukan iblis yang berada di pihak raja Wei Cuan.
"Uughh.."
Sambil menarik napas panjang ia berkata kepada Xie Annchi, Sekarang kamu beristirahatlah, nanti akan ada pelayan yang membantu memenuhi kebutuhanmu.
"Masalah ini akan aku sampaikan kepada Ketua sekte dan para Tetua lainnya untuk menjadi perhatian khusus" Ucap Tetua Xie Rong.
Kemudian Xie Aanchi menuju sebuah rumah pribadi untuk beristirahat, ia dibantu oleh para pelayan sekte untuk menyiapkan makanan dan pakaian.
Tetua Xie Rong segera menuju ke Paviliun Tetua Jian, untuk menyampaikan hal yang baru saja diceritakan oleh Xie Annchi.
"Tetua Jian, hari ini aku kedatangan keponakanku yang berasal dari wilayah kerajaan Wei, ia memberitahukan bahwa di sana telah terjadi kekacauan berupa adanya pembunuhan serta penculikan para pemuda secara massif.
"Menurut kakakku yang kiniĀ sudah meninggal karena dibunuh oleh kelompok tersebut, ada kecurigaan hubungan Raja Wei Cuan dengan pasukan iblis" Ucap Tetua Xie Rong dengan nada yang sangat serius.
"Apa??"
ini adalah masalah yang sangat serius jika kaisar iblis sudah mulai menyusun kekuatan lagi. "Kita harus segera beritahu Ketua dan tetua lainnya" Ucap Tetua Jian sangat terkejut.
"Kita perlu meningkatkan kewaspadaan, mata-mata sekte juga harus mulai disebar guna mencari informasi. Jangan sampai kita kecolongan" Lanjut Tetua Jian.
Saat ini kita juga mengetahui masih ada dua Jenderal Iblis lagi yang belum terdeteksi, setelah gagal di Kota Awan aku khawatir mereka menyusun kekuatan di wilayah Kerajaan Wei.
"Namun adanya dugaan Raja Wei terlibat tentu ini sangat mengkhawatirkan, kejahatan yang dilindungi oleh kekuasaan maka akan sulit untuk dihadapi" Ucap tetua Xie Rong.
"Raja Wei juga sebelumnya merupakan mantan Ketua Sekte Kristal Es, kebetulan adiknya juga saat ini menduduki sebagai ketua sekte yang berlaku saat ini" Sungguh situasi yang rumit, ucap Tetua Xie Rong dengan analisanya.
"Ku dengar juga sekte Kristal Es agak tertutup selama beberapa tahun ini. Dua tetuanya telah melakukan pembunuhan kepada sahabat baikku, Long Fan sekaligus ayah dari Ketua Sekte kita" Kata tetua Jian.
Di tengah perbincangan mereka, Tetua Yang Guifei, Tetua Huang Xun dan tetua Guo Yang hadir. Kelima Tetua itu begitu geram dengan tindakan Raja Wei Cuan, mereka memutuskan untuk lebih serius dalam meningkatkan kekuatan Sekte.
"Apa yang dilakukan oleh Ketua Sekte Pedang Angin adalah terobosan besar, maka dari itu kita harus sungguh-sungguh mendukungnya meski nyawa taruhannya" Ucap Tetua Guo Yang dengan mimik muka yang sangat serius.