Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Bersama Kembali


Hung Yin tidak terlalu terkejut, sebelumnya sesaat setelah pernikahan mereka Long Guan pernah bercerita tentang sosok Yu Nuan. Bagi Hung Yin tidak masalah, dari awal ia sudah memutuskan masa depannya dengan Long Guan.


Sementara Xie Annchi tidak bisa berkata apa-apa karena dia sudah mengingatkan dirinya untuk mencintai Long Guan, ia percaya sepenuhnya. Hal lain tentu bergantung pada Jian Ling yang kini berada di tempat tinggalnya di Dunia Bawah.


Selama satu minggu waktu berlalu dengan cepat. Selain meningkatkan kemampuan alkimia Long Guaan juga menyempurnakan formasi pelindung Alam Spiritual, semuanya dipusatkan di Gunung Lima Jari. Bahkan keberadaan dimensi spasial warisan Alam Spiritual juga digeser ke Gunung Lima Jari.


Menurut rencana Long Guan, Sekte Pedang Bintang akan menjadi pusat perhatian di Alam Langit. Sambil menunggu Penatua Ang Bei dan Penatua Han Zao, ia juga menemui Patriark Li Hongli yang datang berkunjung ke Sekte Pedang Bintang.


Patriark Li Hongli menceritakan tentang kondisi terakhir Sekte Puncak Abadi setelah penyerangan orang-orang Sekte Kegelapan. Namun Long Guan tidak dapat memutuskan urusan Sekte. Ia menyerahkan hal tersebut kepada pimpinan Sekte Pedang Bintang dan Sekte lainnya.


Sambil menunggu para pimpinan Sekte Pedang Bintang keluar dari makam kuno yang terdapat dalam Gerbang Naga, Patriark Li Hongli bersedia tinggal di Sekte Pedang Bintang hingga beberapa hari.


Long Guan kembali ke Gerbang Naga untuk menyambut Patriark dan para Tetua yang sedang melakukan kultivasi tertutup. Tidak lama setelah itu, Penatua Agung Han Zao dan lainnya sudah kembali dengan kekuatan baru. Mereka sudah berada pada ranah Peleburan Jiwa. Sementara Ketua Sekte Chan Fan, Tetua Liu Yaoshan serta Tetua Liu Changhai berada pada tahap Abadi.


"Terimakasih Dewa Pelindung" ucap mereka semua saat keluar dari makam kuno.


"Sama-sama Patriark" jawab Long Guan singkat.


Meskipun agak canggung dengan sapaan dari Patriark, namun Long Guan tidak bisa berbuat apa-apa untuk melarang mereka.


"Sebelum aku meninggalkan Alam Spiritual serta sesuai janjiku pada Sekte, aku sebagai murid Hung Fei akan memberikan kontribusi dari pertandingan antar Sekte" ucap Long Guan sambil menyerahkan cincin penyimpanan kepada Patriark Chan Fan.


"Di dalamnya terdapat seluruh kitab beladiri Alam Spiritual. Kitab-kitab dari empat Sekte besar suda aku susun rapi di dalamnya. Kuharap Sekte Pedang Bintang bisa menjaga barang-barang tersebut serta menjaga warisan Alam Spiritual dengan baik" terang Long Guan.


Patriark Chan Fan segera memeriksa cincin tersebut, benar saja isi di dalamnya merupakan kitab-kitab beladiri yang selama ini menghilang dari Alam Spiritual.


"Ini sangat luar biasa, Sekte Pedang Bintang benar-benar sangat beruntung" ucap Patriark Chan Fan dengan mata terbelalak.


Cincin penyimpanan tersebut kemudian diserahkan kepada dua orang Penatua Agung. Ekspresi mereka berdua bahkan lebih terkejut daripada Chan Fan.


"Kitab-kitab ini tidak ternilai, kebangkitan Sekte Pedang Bintang benar-benar berkaitan denganmu" ucap Penatua Han Zao sambil menepuk bahu Hung Fei.


"Hahaha.. Ini memang sangat luar biasa, aku tidak bisa berkata apa-apa lagi" ucap Penatua Ang Bei sambil tertawa puas.


"Terimakasih Dewa Pelindung" ucap semua tetua yang hadir.


Long Guan hanya mengangguk ringan. Lalu ia memberitahukan kepada Penatua Ang Bei dan Tetua Liu Yaoshan yang ahli dalam formasi.


"Terimalah ini" ucap Long Guan sambil menempelkan tangannya ke dahi dua orang tersebut.


"Semua teknik formasi untuk membuka dimensi spasial sudah aku ajarkan kepada kalian. Tetapi kalian perlu ingat, jika sudah memasuki makam kuno maka kalian tidak akan mendapatkan manfaat yang kedua. Semua ini sudah diatur agar kalian tidak serakah dan tetap ada batasan di dunia ini" ujar Long Guan sambil membuka portal teleportasi.


Dalam sekejap kini mereka semua sudah berada di dalam Sekte Pedang Bintang kembali. Di dalam aula pertemuan sudah ada Hung Fei dan murid inti yang berjumlah sembilan orang. Ada rasa bahagia dan puas yang mereka dapatkan. Meskipun Alam Spiritual tetap dibatasi sampai tingkat Peleburan Jiwa, namun hal ini sudah terjadi perubahan yang sangat besar.


"Para Tetua dan Ketua Sekte, aku akan pamit meninggalkan Alam Spiritual, terimakasih atas segala bimbingan kalian selama ini" ucap Long Guan sambil menangkupkan kedua tangannya.


Kemudian seluruh orang di ruangan tersebut melakukan salam perpisahan, mereka tidak bisa menahan Long Guan yang kini berstatus sebagai Dewa Pelindung Qiu Long.


Setelah berpisah dengan pimpinan Sekte Pedang Bintang, Long Guan segera menjemput tiga orang wanitanya yang sudah bersiap untuk menuju Alam Bawah. Mereka semua sudah bisa memadatkan kekuatan mereka hingga Ranah Semesta Kedua sebagai syarat memasuki Alam Bawah.


"Kalian sudah siap" tanya Long Guan.


"Sudah Guan Gege" jawab ketiganya dengan kompak.


Kemudian Long Guan mengangkat kedua tangannya, dengan cukup serius ia menggunakan teknik hukum ruang dan waktu. Long Guan menarik waktu untuk menyesuaikan dengan Alam Bawah agar kehadiran mereka tidak terlewat jauh.


Setelah beberapa saat akhirnya mereka masuk ke dalam portal dimensi waktu menuju Alam Bawah. Ada rasa penuh kegembiraan yang dirasakan oleh Xie Annchi, rasa rindunya dengan Kota Pelangi sudah tergambar di dalam ingatannya.


Sementara Hung Yin dan Yu Nuan keduanya juga merasakan hal yang sama, mereka ingin merasakan hidup di tempat Long Guan dibesarkan. Setelah memantapkan hatinya, mereka akan mengikuti Long Guan hingga ke Alam Bawah.


Tidak berapa lama kemudian mereka tiba di Dunia bawah. Tempat dimana Long Guan tinggal sebelumnya. Sebuah cahaya terang muncul dari kehampaan di kediaman Long Guan, seorang remaja tampak terkejut dan segera menghentikan latihannya.


"Esensi Qi di dunia ini berbeda dengan Alam Spiritual, kuharap kalian bisa menyesuaikan diri. Di sini kalian termasuk wanita yang paling kuat" ucap Long Guan kepada Hung Yin dan Yu Nuan.


"Baik gege" jawab keduanya sambil mengangguk.


Sementara Xie Annchi yang sudah familiar hanya menatap penuh kerinduan tempat yang sudah ia pastikan berada di Dunia Bawah.


Di Alam Bawah ini, waktu berjalan sudah lima tahun semenjak kepergian Long Guan menuju Alam Spiritual. Dengan kemampuan khususnya, Long Guan kini bisa dengan leluasa memasuki dimensi waktu sesuai kemauannya.


Seorang anak lelaki berwajah tampan memandang Long Guan dengan lekat. Ada rasa haru yang menyelimuti kedua netranya.


"Ayah... !" pekik Long An dengan keras.


"Kau sudah besar putraku" jawab Long Guan sambil memeluk putra pertamanya tersebut.


"Kalo tidak salah kini usiamu sudah empat belas tahun" ujar Long Guan sambil mengusap kepala putranya.


"Betul ayah" jawab Long An dengan gembira.


"Di mana ibumu?" tanya Long Guan dengan lembut.


"Ibu dan kedua adikku ada di dalam" jawab Long An dengan senyuman manisnya. Ibarat buah jatuh tidak jauh dari pohon. Begitu lah gambaran antara Long Guan dengan Long An.


Hung Yin dan yang lainnya menatap hangat ke arah Long An. Mereka pun dapat melihat jika putra pertama suami mereka memiliki ketampanan seperti ayahnya.


"Ayah, bibi mari ikuti aku" ujar Long An dengan sopan.


Long Guan berjalan tepat di samping Long An, sesekali ia menepuk bahu putra pertamanya itu penuh dengan kerinduan.


" Gege...!" raung Jian Ling dengan keras. Wataknya mirip dengan Yu Nuan, ia langsung memeluk suaminya di depan tiga orang wanita lain.


"Akhirnya kamu kembali" ucapnya lagi sambil meneteskan air mata kerinduan.


"Iya, aku sudah berjanji padamu untuk kembali" jawab Long Guan sambil membalas pelukan Jian Ling dengan erat.


Setelah suasana agak tenang, Jian Ling baru menyadari jika ada beberapa wanita yang sedang memperhatikan dirinya.


"Gege, bukankah aku cuma meminta Xie Annchi, tapi kau malah membawa tiga" ujar Jian Ling sambil memukul bahu Long Guan.


Mendapatkan pertanyaan seperti itu, Long Guan tampak tak berdaya.


"Semua terjadi karena kebetulan" jawab Long Guan dengan pasrah.


"Huh.. Dasar lelaki memang selalu ada saja alasannya" jawab Jian Ling sambil mengurai pelukannya.


Kemudian ia melangkah ke arah belakang suaminya, lalu berkata.


"Xie Annchi, apakah kamu tidak melarang suami kita untuk tidak mengganggu wanita lain?"


"Gege Guan memang nakal, pesonanya terlalu luar biasa" ucap Xie Annchi pelan.


"Kalian ke marilah" ucap Jian Ling kepada Yu Nuan dan Hung Yin.


Meskipun awalnya ia kecewa pada suaminya, namun ia bisa memahami suaminya yang terlalu luar biasa.


"Apakah kalian sudah dinikahi oleh Guan gege?" tanya Jian Ling kepada ketiganya.


"Baru aku yang dinikahi" jawab Hung Yin dengan polos.


Jian Ling hanya menghela napas ringan. Ia memandang wajah suaminya sambil menggeleng kepala.


"Lusa kalian berdua harus sudah menjadi bagian dari kami. Biar aku yang mempersiapkan semuanya" ucap Jian Ling sambil tersenyum kepada Xie Annchi dan Yu Nuan.


Setelah beberapa saat, mereka berempat segera memasuki kamar Jian Ling. Sementara Long Guan menemui tiga orang putra putri nya sambil melepas kerinduan.


Dengan cepat, berita kedatangan Long Guan menyebar di Sekte Pedang Angin. Para Tetua dengan sigap mendatangi kediaman pribadi Long Guan. Patriark Jian, Tetua Yang Guifei, Tetua Guo Yang, Tetua Huang Xun serta Tetua Xie Rong sangat antusias menyambut kedatangan Long Guan.


Ketua..!


Ketua..!


Ketua..!


Ketika tiba di kediamannya, mereka semua memandang Long Guan dengan penuh rasa hormat. Bahkan Ketua Sekte sekarang yang dipegang oleh ayah mertua Long Guan juga menaruh rasa takjub kepada Long Guan yang merupakan menantunya sendiri.


"Hormat pada ayah" sapa Long Guan dengan sopan.


"Kamu sudah tumbuh semakin luar biasa saja" jawab Jian Kang sambil memeluk menantunya tersebut.


Satu persatu para Tetua juga menyambut bahagia kedatangan Long Guan yang baru saja kembali dari Alam Spiritual.


Mereka semua kemudian mengobrol tentang perkembangan Sekte Pedang Angin serta Akademi Huanshan di Kota Pelangi. Semuanya berjalan dengan sangat baik, di bawah tangan dingin Patriark Jian, perkembangan Sekte juga semakin pesat.


Pondasi yang dibuat oleh Long Guan benar-benar terbukti efektif. Dalam lima tahun terakhir, eksistensi Sekte Pedang Angin tidak ada yang bisa menandingi. Apalagi dengan dukungan Klan Long serta kerajaan Zhu, membuat Sekte Pedang Bintang berada pada posisi puncak.


Dari dalam cincin penyimpanannya, kemudian Long Guan mengeluarkan sumberdaya yang diperoleh dari Alam Spiritual.


"Terimakasih Ketua" ucap semuanya dengan senang.


"Aku sudah bukan Ketua lagi, panggil aku Tetua saja sama seperti kalian" ujar Long Guan.


"Baiklah..." ucap Patriark Jian yang kini menduduki Sekte Pedang Angin.


Di Kota Awan, nama Patriark Jian dalam lima tahun terakhir melejit melebihi siapapun, bahkan Kaisar Qin sendiri menaruh rasa hormat kepadanya.


Dua hari kemudian berita pernikahan Long Guan dengan dua orang wanita beredar luas. Semua wilayah kekaisaran Qin menjadi heboh dengan kembalinya pahlawan mereka. Berita pernikahan yang mendadak ini direspon dengan sangat baik oleh seluruh masyarakat.


Nama besar Long Guan sudah mendarah daging di hati mereka, bahkan di Kota Awan Long Guan sangat diidolakan oleh para pemuda.


Waktu pun berlalu, setelah kembali ke Alam Bawah Long Guan tinggal di Klan Long bersama keempat orang istrinya serta putra putrinya.


Patriark Long Yuan sangat gembira dengan keadaan seperti ini, bertambahnya anggota Klan Long dengan bakat yang sangat luar biasa.


"Hahaha... Aku tidak menyangka jika kamu bisa memiliki empat orang istri" ucap Patriark Long dengan bangga.


Mendengar perkataan dari Patriark Long, Long Guan hanya tersenyum, setelah memberikan banyak sumberdaya kepada Klan Long ia berharap kemajuannya akan semakin pesat.


"Guan'er aku ingin berlatih bersama, sekalian ajak An'er" ucap Patriark Long.


"Tentu saja Kakek, aku juga ingin melihat perkembangan An'er" sahut Long Guan dengan senang.


Long An, Long Guan dan Patriark Long berlatih bersama, dengan menggunakan jurus-jurus keluarga Long mereka terlihat sangat menikmatinya.


"An'er kamu memang sangat berbakat" ucap Long Guan memuji putranya.


"Terimakasih ayah" jawab Long An yang merasa hangat.


Selama beberapa tahun terakhir Long An sangat merindukan sosok ayah, kini ia ditemani berlatih oleh orang yang selam ini ia kagumi.


"Suatu saat ayah akan mengajakmu bertualang ke Alam Lain. Kamu harus berlatih dengan sungguh-sungguh" ucap Long Guan sambil menepuk bahu putranya dengan bangga.


"Baik ayah" balas Long An dengan senang.


Sementara Patriark Long menatap keduanya dengan hangat, ia sangat senang di masa tuanya bisa berkumpul bersama dengan keturunannya secara langsung.


Selama beberapa tahun kehidupan Long Guan berjalan dengan damai, bahkan ia memiliki keturunan lagi dari ketiga istri barunya. Dalam tempo waktu tersebut benar-benar merasakan kehidupan yang sesungguhnya. Kedamaian yang penuh dengan kehangatan dan kebahagiaan.


Dalam waktu tertentu Long Guan tetap berkultivasi untuk memantapkan jiwa dalam dirinya. Setelah menyerap tujuh buah Mustika Naga, ia sudah sepenuhnya merasakan kehidupan masa lalu yang pernah dialami sebagai Qiu Long.


Perjuangan Qiu Long di organisasi Gerbang Naga, serta kehidupan pribadinya yang telah dikhianati oleh istrinya sendiri yang bernama Xiao Qin. Keadaan ini telah diceritakan dengan baik oleh Long Guan kepada para istrinya. Hal ini ia maksudkan agar mereka terbiasa dengan kepergian Long Guan ke Alam Surgawi.


"Guan Gege, kehidupan alam Dewa ternyata tidak seindah yang aku bayangkan" ucap Jian Ling dengan ekspresi sedih.


"Perjalanan Guan Gege juga masih panjang dan tentunya tidak mudah" timpal Hung Yin kemudian.


Sementara Xie Annchi dan Yu Nuan hanya terdiam, mereka tentunya mengamini ucapan dari Jian Ling dan juga Hung Yin.


Pada saat ini Long Guan juga mulai membiasakan dengan ingatan yang ada dalam dirinya. Seperti orang yang terlahir kembali, Long Guan memiliki kehidupan yang rumit, berbeda dengan orang-orang. Memorinya terasa lebih besar dalam menampung ingatan, tidak hanya satu Alam kehidupan tetapi tiga Alam kehidupan semuanya berada dalam diri Long Guan.


Pada akhirnya Long Guan pun menyadari seutuhnya jika ia adalah Dewa Pelindung tiga Alam kehidupan. Kekuatannya yang besar, masih harus ia uji kembali di Alam Surgawi. Masih ada pertarungan besar yang akan menantinya di sana, apalagi di Alam Surgawi kekuatannya masih berada pada tingkatan standar meski ia juga memiliki gelar Dewa Perang di tempat tersebut.


Rencana mengajak Xie Annchi pun ia tunda sejenak, kondisi Alam Surgawi yang belum stabil karena peperangan melawan Klan Iblis dan Klan Siluman membuat Long Guan memperhatikan keselamatan Xie Annchi. Namun jika semuanya sudah bisa ia kendalikan maka ia akan mengajak Xie Annchi untuk bertualang bersama sesuai janjinya.


Xie Annchi juga kini sedang fokus mengurusi anaknya yang bernama Long Tian, dinamakan sama dengan leluhur keluarga Long. Long Tian kini berusia empat tahun, sama dengan Long Yushan anak Long Guan dari Hung Yin.


Di dalam ingatannya, Klan Mo Gui dan Klan Yinzhen menjadi musuh yang selama ini ia perangi. Bahkan ia juga menyadari jika pengkhianatan Wang Long karena mendapatkan dukungan dari dua klan sesat tersebut.


Adapun dengan kemampuannya, Long Guan bisa kapan saja keluar masuk dimensi waktu. Dengan kemampuannya yang istimewa ia bisa memasuki tiga Alam dengan leluasa. Bahkan ia juga bisa menarik waktu mundur di Alam fana, untuk Alam Spiritual dan Alam Surgawi ia masih belum bisa merekayasa waktu.


Long Guan menyadari sepenuhnya jika ia adalah Qiu Long itu sendiri, di kehidupan ini ia juga ingin menjalani hidup dengan nyaman dan membahagiakan orang-orang terdekatnya.


Setelah waktunya siap, Long Guan pun memantapkan dirinya sebagai Qiu Long. Dalam waktu dekat ia bersama Fei Long akan menuju Alam Surgawi. Ia juga sudah tidak sabar untuk membalaskan dendam sisi lain dirinya.


Dalam waktu dunia fana, Long Guan sudah menghabiskan waktu lima tahun. Ia merasakan sudah cukup dengan kehidupan bersama keluarganya yang kini sudah berkembang pesat. Namun jika dikonversi dengan Alam Surgawi, waktu yang sudah dihabiskan oleh Long Guan hanya sekejap di Alam Surgawi. Bahkan secara total dari kepergian pertamanya dari Alam Surgawi Long Guan menghabiskan sekitar Lima Tahun perhitungan waktu Alam Surgawi.


Di masa depan Long Guan ingin memperdalam kemampuan hukum ruang dan waktu, agar bisa menstabilkan dan memanipulasi waktu kedatangan dan kepergiannya melintasi Alam Kehidupan.