Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Puncak Ketiga


Para peserta diberitahukan bahwa dalam tujuh hari kedepan portal teleportasi akan kembali terbuka di puncak kedua. Selama itu pula mereka harus bisa bertahan hidup dan bersaing dengan yang lainnya.


Para peserta mulai memasuki lingkaran portal teleportasi. Sebagai tuan rumah, murid-murid dari Sekte Puncak Abadi mendapat kesempatan pertama. Setelah itu barulah Sekte Phoenix Es yang diikuti oleh murid-murid dari Sekte Badai Guntur. Adapun Sekte Pedang Bintang mendapat giliran terakhir.


Tunggu! ucap Long Guan ketika para murid Sekte Pedang Bintang hendak memasuki lingkaran portal teleportasi.


"Ada apa?" tanya Liu Xianzhong sambil mengerutkan dahi.


"Sebaiknya kita saling berpegangan tangan, tujuannya agar kita tidak terpisah saat tiba di sana. Kita harus tetap bersama dan saling menjaga" ucap Long Guan.


Tanpa membuang waktu, mereka segera mengikuti saran Long Guan. Liu Xianzhong mengetahui jika Long Guan memiliki kemampuan hukum ruang dan waktu seperti gurunya, Hung Fei. Sepuluh orang murid Sekte Pedang Bintang berjalan bersamaan saling bergandengan tangan saat memasuki portal teleportasi.


Pemandangan tersebut menarik perhatian banyak orang, ada yang mencibir bahkan ada pula yang memuji kekompakkan mereka. Hanya orang-orang yang tidak berpengetahuan luas yang akan mencibir, sementara banyak Tetua Sekte yang memuji dalam hati.


Dari kejauhan, Hung Quon sang ayah mertua tersenyum lebar. Ia menilai kemampuan menantunya yang sudah terlihat menonjol saat di awal seperti ini.


Sebagai orang yang memahami teleportasi, Long Guan merasakan ada kekuatan aneh yang mengitari lingkaran portal, tidak seperti portal teleportasi pada umumnya. Entah itu apa, namun baginya hal tersebut cukup mengganggu pikirannya.


Perjalanan di dalam portal teleportasi tidak berlangsung lama, hanya dalam dua kali tarikan napas mereka sudah tiba di Puncak Gunung Abadi. Sepuluh orang murid Sekte Pedang Bintang masih berada dalam satu rombongan. Ketika melihat hal ini, Liu Xianzhong tersenyum puas. Mengikuti saran Long Guan ternyata tidak keliru, beberapa orang di belakangnya tampak berseru, "Tempat ini memiliki Qi yang sangat murni".


Long Guan mengarahkan pandangannya ke salah satu puncak gunung, ada getaran di hatinya. Ada tiga puncak yang terdapat di Gunung Abadi, kini mereka berada di Puncak Ketiga, sementara dua Puncak lainnya terlihat tidak begitu jauh dari posisi Long Guan dan teman-temannya.


Di sebelahnya Liu Xianzhong memandang ke sekeliling juga, lalu berkata "Long Guan, bagaimana menurutmu saat ini?" tanya Liu Xianzhong yang mulai mempercayai pendapat Long Guan. Walaupun Liu Xianzhong murid senior ia tidak mau gegabah dalam mengambil keputusan. Sebagai murid pribadi Chan Fan, ia sudah mendengar kemampuan Long Guan yang misterius, hanya saja baru kali ini ia bisa bersama dengannya.


Long Guan tampak berpikir, lalu ia berkata "Untuk bisa memenangkan kompetisi ini, berarti setiap kelompok harus mengalahkan dua kelompok lainnya. Setelah melihat kekuatan kelompok lain, sebaiknya kita bertahan saja dulu. Menurut perhitungan kelompok kita adalah yang paling lemah, justru kita akan diserang dan diburu oleh tiap kelompok. Biarkan mereka yang mencari kita, lalu barulah kita berikan perlawanan kepada mereka. Setidaknya kita memiliki dua keuntungan, yang pertama kita bisa menghemat energi, dan yang kedua kita memiliki peluang yang lebih besar." ujar Long Guan.


Di saat seperti ini hampir tidak ada yang menyangka dengan pemikiran sederhana Long Guan. Daripada Susah payah berburu poin memang seharusnya lebih baik menunggu, memasang jebakan dan menyergapnya. Liu Xianzhong tidak menampik pemikiran Long Guan.


Kesepuluh orang tersebut berjalan mengikuti Long Guan dan Liu Xianzhong. Melalui persepsi spiritualnya Long Guan tidak merasakan bahaya dalam jarak dekat. Orang-orang seperti Liu Xianzhong juga dapat merasakan indra spiritualnya, namun tidak setajam Long Guan. Liu Xianzhong dikenal sebagai jenius pedang di Sekte Pedang Bintang, kemampuan sudah mendekati Jiwa Pedang dimana ia sudah memiliki kemampuan membentuk puluhan pedang yang berasal dari energi Qi.


Liu Xianzhong sendiri adalah kandidat seorang Tetua. Bahkan dengan usianya yang baru tiga puluh tahunan membuatnya kandidat termuda, bahkan mengalahkan rekor Hung Fei guru dari Long Guan.


Saat ini ke sepuluh orang murid Sekte Pedang Bintang berjalan berhati-hati, saling menjaga satu sama lain. Setelah berjalan sekitar dua jam, mereka mendekati puncak gunung ketiga, mereka menemukan lokasi yang cocok untuk beristirahat. Ada air terjun yang cukup indah dan beberapa batu besar.


"Kita istirahat di sini saja" kata Liu Xianzhong.


Semua orang nampak puas dengan pemilihan lokasi ini, kemudian dengan sigap mereka mendirikan tenda. Dalam waktu sekejap dua buah tenda besar berdiri, satu tenda diisi oleh lima orang. Long Guan berada di tenda pertama dan Liu Xianzhong berada di tenda kedua. Dua orang ini dianggap yang paling cakap diantara yang lainnya.


Pada kesempatan ini Liu Xianzhong membuat jadwal jaga, selama empat hari rencananya mereka akan bertahan di sini, tiga hari berikutnya baru akan melanjutkan perjalanan ke puncak kedua. Beberapa orang lainnya memanfaatkan waktu untuk berendam di sekitar air terjun sambil berburu ikan untuk dijadikan makanan. Long Guan tampak tenang, ia duduk di salah satu batu besar dan tampak memejamkan mata.


Di depan layar, para penonton cukup kaget dengan aksi kelompok Sekte Pedang Bintang. Mereka tampak begitu santai seolah sedang menikmati liburan. Hal ini tentu sangat kontras dengan pemandangan murid-murid dari kelompok lainnya. Mereka yang tiba di puncak gunung abadi berada dalam posisi terpencar jauh. Masing-masing orang sibuk mencari kelompoknya masing-masing.


Penatua Agung Han Zao mengangguk senang melihat murid-murid Sektenya yang sudah berkumpul dalam rombongan. Dalam benaknya, ia merasa tenang dan percaya dengan kemampuan Long Guan yang merupakan kartu As Sekte Pedang Bintang.


Ia juga sejenak memikirkan jika setelah hari ini maka keberadaan Long Guan akan terekspos. Harapan Han Zao pada kesempatan kali ini Sekte Pedang Bintang bisa mendapatkan sumberdaya yang cukup, ke depannya agar bisa menjadi kekuatan yang disegani.


Di puncak pertama tampak murid-murid Sekte Phoenix Es tengah bergerak secara kelompok dan individu, mereka masih berupaya untuk menyatukan kelompoknya. Tampak Ziushu seorang murid senior tengah membuat pengaturan, di kelompok ini hanya Ziushu dan Xie Annchi yang memiliki kekuatan tertinggi. Sisanya hanya berada di ranah Semesta keenam dan Semesta ketujuh. Tetapi jika dibandingkan dengan Sekte Pedang Bintang jelas mereka lebih kuat.


Hingga saat ini belum ada pertempuran memperebutkan bendera poin. Para kontestan dikirim ke tempat yang berbeda, hanya di puncak ketiga terlihat dua kelompok yang berada pada lokasi yang sama.


Selain kelompok Sekte Pedang Bintang terdapat pula kelompok dari Sekte Badai Guntur yang dikomandoi oleh Meng Gao. Ia terkenal dengan pemuda yang ambisius. Meskipun tidak sekejam Wu Xin dari Sekte Puncak Abadi, Meng Gao memiliki pribadi yang kurang baik.