Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Kekuatan Murid Inti


Sementara di gunung Dushou para pasukan iblis kini sudah mulai membangun wilayah kekuasaan.


Setelah Kaisar Iblis Azazil menetapkan pegunungan Dushou sebagai basis kekuatan para petinggi pasukan iblis dengan gencar kini mengumpulkan segala sumberdaya untuk membangun kekuatan.


Kolam darah mulai dialiri darah dari para korban penculikan yang dilakukan oleh pasukan bayangan, jasad-jasad yang tersedia kembali dibangkitkan dengan jiwa-jiwa iblis melalui teknik khusus yang dimiliki oleh Jenderal Iblis Xiaocao.


Teknik tersebut sangat mengerikan, manusia yang sudah mati dibangkitkan seperti mayat hidup, digunakan sebagai pion untuk mencapai tujuan Kaisar Iblis.


Seberkas cahaya hitam bergerak dengan cepat memasuki Pegunungan Dushou, dengan auranya yang menakutkan sudah dapat dipastikan bahwa ia adalah Jenderal Iblis Xiaoru, ia memasuki istana iblis dan menuju aula utama.


Ia sengaja mencari adiknya, Xiaocao untuk segera menuntaskan pekerjaannya meramu pil-pil darah. Dalam rencananya Xiaoru ingin mengulang kejayaan pasukan iblis di masa lalu.


Namun sejenak ia tertegun dan teringat ucapan terakhir Azazil sebelum memasuki pengasingan, bahwa pergerakan pasukan agar sementara menghindari wilayah Kota Awan.


“Kalian beberapa orang segera pergi dan selidiki wilayah Kota Awan di Kerajaan Zu, ingat hanya menyelidikinya dan jangan buat kekacauan” ucap Xiaoru kepada para bawahannya.


Ia berusaha menghubungkan kejadian tewasnya Xiake yang terbilang cukup aneh, semestinya di dunai fana ini tidak ada kekuatan manusia yang bisa mengalahkannya. Oleh karena itu, ia tidak mau ceroboh sebelum bertidak.


“Siap Jenderal”


Jawab beberapa orang pasukan iblis maju sambil membungkukkan badan siap menjalankan perintah.


“Berangkatlah sekarang, gunakan identitas penyamaran sebagai manusia biasa” ucap Xiaoru memperingatkan mereka.


Tidak menunggu lama sekitar tujuh orang berangkat meninggalkan istana iblis untuk menuju Kota Awan.


****


Di Hutan Kabut Abadi


Saat ini Long Guan tengah memperhatikan kemajuan para murid inti, lalu ia memanggil mereka dan memberikan masing-masing kepada mereka dua butir pil Inti Qi untuk diserap kembali.


Masih ada waktu satu minggu lagi buat mereka berlatih di Hutan kabut Abadi.


“Malam ini kalian berkultivasilah dengan tenang, manfaatkan waktu yang tersisa untuk bersungguh-sungguh berlatih” ucap Long Guan mengingatkan mereka.


Selama satu minggu ini Long Guan sudah mengajarkan mereka teknik pukulan gelombang badai, yang ia modifikasi dari jurus pukulan naga perkasa dan pukulan naga menembus langit.


Long Guan juga menciptakan jurus pukulan tapak angin. Kedua jurus tersebut ia ciptakan khusus untuk menambah perbendaharaan jurus di sekte.


Terutama pada jurus-jurus tahap menengah, yang menurut Long Guan sebagai cikal bakal pendekar kelas atas di daratan Benua Timur.


Setelah mereka semua kembali ke gubuk masing-masing untuk berkultivasi dan menyerap pil Inti Qi.


Long Guan tetap berada di halaman latihan, ia memandangi langit dengan cahaya bintang yang berkelap-kelip seolah memanggil dirinya untuk merindukan suasana keluarga yang bahagia. Ia mengingat saat bersama Jian Ling memandangi langit malam.


“Ling’er bagaimana kabarmu?” ucap Long Guan menahan rindu.


Setelah pertemuan keluarga Long ia langsung menuju Hutan kabut Abadi untuk kembali mendampingi para murid inti dalam menyelesaikan latihannya.


Suasana hening kembali menemani malam yang berlalu tanpa rembulan, kini para murid tengah berjuang keras untuk kembali menembus batasannya, sudah beberapa murid yang berhasil, dan sisanya masih berlanjut dengan dorongan energi dan tekad yang kuat.


Dalam waktu singkat ini tubuh mereka terus bekerja keras dengan latihan fisik serta asupan Qi yang sangat murni di hutan Kabut Abadi, kultivasi dan latihan tahunan di sekte seperti di kompres dengan sangat padat oleh Ketua Sekte di Hutan Kabut Abadi.


Pencapaian ini benar-benar sangat ekstrim, namun hal yang aneh adalah kondisi fisik mereka yang tidak merasakan dampak negative dari pelatihan keras ini. Malahan tubuh mereka seperti terdapat lubang energi yang sangat besar yang terus menyedot energi dari luar untuk diserap kepada tubuh mereka.


Tanpa mereka sadari, kebiasaan memakan hewan spiritual sebagai makanan sehari-hari menambah vitalitas mereka berkali lipat, Long Guan juga baru menyadari hal ini semenjak ia mempelajari Kitab Raja Obat dari leluhur Long.


“Hufft..”


Hembusan nafas terasa ringan saat para murid mulai membuka matanya di pagi hari.


Semua merasakan kekuatan yang jauh lebih kuat dari sebelumnya. Ada kilatan kepuasan di wajah masing-masing murid, sungguh pencapaian yang luar biasa hanya dalam kurun waktu hampir tiga bulan ini.


Matahari mulai membentuk bayangan seujung tombak, Long guan mengumpulkan murid-muridnya. Ia mengubah rencana sebelumnya dimana para murid akan menghadapi para hewan beast tingkat tiga dan empat di puncak gunung, kini ia alihkan menjadi latih tanding melawan dirinya.


Long Guan perlu merasakan langsung perubahan apa saja yang terjadi pada mereka.


“Hari ini kita akan latih tanding, pertama kalian maju secara perorangan dan yang kedua kalian maju untuk menyerang ku secara berkelompok. Dalam latih tanding ini gunakan semua keahlian kalian,jangan menahannya, gali dan keluarkan seluruh potensi kalian” ucap Long Guan dengan suara yang tegas.


“Baik Ketua” jawab mereka kompak.


Aura pendekar muda kini terpancar kuat dari seluruh murid, ada kepercayaan diri yang sangat tinggi saat mereka sudah menapaki alam Inti Qi.


“Bagus, sekarang kita mulai” ucap Long Guan.


Satu persatu mereka maju dan mengeluarkan teknik berpedang serta teknik pukulan. Dari dua teknik berpedang dan dua teknik pukulan tangan kosong, Long Guan bisa menilai bakat dan kekuatan masing-masing murid.


Long Guan mengangguk puas dengan pencapaian para muridnya secara individu. Pemahaman mereka dalam mendalami teknik boleh dibilang sangat mengesankan, bahkan tetua sekte masih kalah dalam pemahaman dan kecepatan dari beberapa murid inti ini.


Long Guan kemudian melanjutkan.


"Sekarang kalian majulah secara berkelompok, aku akan sedikit mengeluarkan tenaga kepada kalian, berhati-hatilah jika kalian tidak mau terluka dengan serius” ucap Long Guan dengan sangat serius.


Mendengar hal ini para murid membulatkan matanya, namun mereka tidak gentar. Mereka maju serempak dengan kompak, ada yang menyerang dengan teknik berpedang dan ada yang menyerang mengandalkan jurus tangan kosong.


Namun setiap jurus yang mereka keluarkan dapat dengan mudah dihindari oleh Long Guan. Dalam beberapa kali serangan mereka tampak putus asa, kekuatan yang mereka banggakan tidak berarti apa-apa di depan Ketua Sekte mereka.


“Kalian jangan lengah” ucap Long Guan memecah keterkejutan mereka.


Long Guan mengeluarkan sapuan ringan kepada beberapa murid hanya dalam satu gerakan, namun dampaknya mereka terpental kebelakang hingga lima sampai delapan meter, mereka bangkit dan menyerang kembali dengan sekuat tenaga.


Energi Qi mulai dialirkan dengan sekuatnya ke telapak tangan serta ke pedang, mereka ingin membuat satu kali gerakan mematikan. Melihat pemandangan murid-muridnya yang tampak serius Long Guan mengangguk senang sambil tersenyum.


Gumpalan cahaya beterbangan menjadi satu mengarah ke tubuh Long Guan, kekuatan mereka pada dasarnya sudah setara dengan kekuatan seorang pesilat di alam Kelahiran Kembali.


Long Guan tampak tenang tak bergerak sedikitpun, gumpalan cahaya energi itu mengenai tubuh Long Guan.


“Dhuaar”


Ada suara ledakan besar yang terdengar, nafas para murid kini mulai terengah-engah setelah mengeluarkan serangan mematikan tersebut.


Tak beberapa lama muncul tubuh long Guan dengan wajahnya yang tersenyum.


“Bagus, latihan kalian tidak mengecewakanku” ucap Long Guan sambil melangkah ke arah mereka.


“Luar biasa! Ketua Sekte sangat kuat, ia sama sekali tidak terpengaruh dengan kekuatan gabungan para murid” gumam Mei Shin dalam hatinya, ia sangat kagum dengan sosok ketua sektenya.


“Kalian segera pulihkan diri, hari sudah menjelang siang. Sebentar lagi kalian segera berkemas untuk meninggalkan tempat pelatihan” ucap Long Guan sambil memberikan Pil Penambah Energi tingkat tiga.


“Baik ketua”


Jawab mereka dengan penuh semangat, rasa lelah seketika hilang saat mereka mendengar akan kembali pulang ke sekte.