
Tiga hari kemudian, situasi Kota Pelangi dan beberapa Kota di wilayah kerajaan Wei terlihat tenang.
Pengobatan yang dilakukan terhadap penduduk yang terkena efek Pil Darah iblis pun berjalan mulus serta membuahkan hasil yang positif.
Secara perlahan, kehidupan masyarakat juga mulai berjalan dengan normal dibawah pengaturan murid-murid Sekte Pedang Angin.
Sementara di istana kerajaan Wei, kini terasa sangat mengkhawatirkan. Kehancuran Sekte Kristal Es dan pasukan kerajaan Wei menjadi penyebab utama kegelisahan tersebut, kini sudah tidak bisa ditutupi lagi tentang keterlibatan kerajaan Wei sebagai dalang dibalik kekacauan selama ini.
Informasi tentang keberhasilan Sekte Pedang Angin membebaskan Kota Pelangi dari cengkraman pasukan bayangan telah menyebar dengan cepat, bahkan Istana Kaisar Qin paling awal menerima berita baik tersebut.
"Pilihan kita untuk melibatkan Sekte Pedang Angin tidaklah keliru, pergerakan mereka sungguh sangat mengagumkan" Puji Kaisar Qin Huang di depan anak buahnya.
"Izin yang mulia, langkah apa sebaiknya yang perlu kita lakukan selanjutnya?" Tanya Jenderal Zhan Haochun dengan penuh rasa hormat.
Ia sangat senang mendengar keberhasilan Long Guan dalam menumpas pasukan bayangan.
"Jenderal Zhan, segera pimpin lima ribu orang pasukan untuk menghancurkan Kerajaan Wei, keterlibatan mereka atas semua kekacauan tidak dapat ditoleransi"
Ucap Kaisar Qin Huang dengan nada yang tegas.
"Baik Kaisar, kami akan segera berangkat hari ini juga"
Ucap Jenderal Zhan dengan penuh semangat.
Dalam serangan kali ini, Kaisar Qin tidak menahan diri lagi. Dua orang Jenderal perangnya diterjunkan untuk memimpin lima ribu pasukan elitnya.
Situasi keamanan yang kurang kondusif, memaksa pengerahan kekuatan tidak bisa dihindari lagi. Dalam aksi tersebut, Tetua Jian juga berangkat dari Kota Pelangi dengan dua ratus orang murid sementara sisanya bertahan di Kota Pelangi.
Kabar tentang pasukan Kaisar Qin menyerang istana kerajaan Wei segera terdengar ke telinga Wei Cuan.
“Sungguh keadaan yang tidak menguntungkan, jika pasukan Kaisar Qin bergabung dengan Sekte Pedang Angin maka habislah sidah” Batin Raja Wei Cuan dalam hati memikirkan berita tersebut.
Ada keinginan untuk meminta bantuan dari istana iblis, namun saat ini bukanlah waktu yang tepat. Sehingga dalam waktu dekat, Wei Cuan mesti mengandalkan kekuatannya sendiri untuk menghadapinya.
Wei Cuan merasa frustasi, ia tidak menyangka keadaan bisa berubah di luar perkiraannya, ia mengatur sisa pasukannya untuk mengelilingi istana kerajaan bersama beberapa orang ahli yang ada.
“Kalian dengarlah, aku akan memberikan hadiah yang besar jika kalian berhasil menghancurkan pasukan istana Qin serta akan memberikan beberapa jabatan penting”
Wei Cuan menatap tajam kepada seluruh pasukannya yang berjumlah sekitar lima ribu orang tersebut.
“Hidup Raja Wei!"
"Hidup Raja Wei!”
Teriak para pasukan dengan semangat. Mereka lalu bergerak dengan teratur mengisi pos-pos jaga yang telah ditetapkan.
Matahari mulai mengukir bayangan tepat lurus di atas kepala, pasukan istana Qin dan rombongan murid Sekte Pedang Angin telah bertemu di sudut Kota kerajaan Wei.
“Salam Tetua Jian”
Ucap Jenderal Zhan dan Jenderal Kang secara bersamaan.
“Salam pada kedua Jenderal”
Jawab Tetua Jian sambil menangkupkan kedua tangannya.
Mereka merupakan para pesilat tangguh yang berada pada satu generasi, ketiganya sudah saling mengenal satu sama lain dengan baik.
Namun berkat Sekte Pedang Angin yang kini telah berkembang pesat, kekuatan Tetua Jian juga mengalami perkembangan yang terbesar diantara ketiganya.
Setelah mereka beristirahat dan mengatur strategi untuk menghadapi Raja Wei Cuan, mereka sepakat bahwa Tetua Jian dan para murid Sektenya akan bertugas menyerang ring satu Raja Wei Cuan sementara pasukan Kaisar Qin akan berfokus menghancurkan pasukan Raja Wei.
“Apa yang terjadi hari ini akan terukir dalam sejarah, kalian para prajurit berjuanglah sepenuh jiwa raga kalian, jangan ragu-ragu dalam medan pertempuran, ingatlah keluarga kalian menantikan diri kalian pulang dengan selamat”
Ucap Jenderal Zhan menyampaikan pidatonya di depan para pasukan.
“Mari angkat senjata bersama untuk memerangi kejahatan.
"Serbu…!!”
Pekik Jenderal Zhan membawa pasukannya segera menyerang istana kerajaan.
Pasukan kerajaan Wei yang sudah bersiap segera membunyikan terompet tanda dimulainya peperangan, dalam hitungan menit kedua belah pihak saling melakukan serangan.
Meskipun jumlah kedua pasukan relatif hampir sama, namun dengan adanya kedua orang Jenderal dari Kaisar Qin yang ikut turun ke medan pertempuran membuat jalannya pertempuran tidak berimbang.
Secara perlahan pergerakan pasukan Kaisar Qin berhasil membuka celah masuk gerbang utama istana kerajaan, hal ini tentu dimanfaatkan oleh rombongan murid Sekte Pedang Angin untuk segera merangsek masuk ke aula istana.
Para murid yang sebelumnya sudah melakukan pertempuran di gerbang Kota Pelangi kini semakin berpengalaman dalam menghadapi musuh, apalagi musuh-musuh mereka berada di bawah tingkatannya sehingga dengan cepat pertempuran yang semula sengit berubah menjadi pembantaian secara sepihak.
“Lapor Raja, para pasukan musuh kini sudah memasuki halaman istana dan kekuatan mereka tampaknya bukan sekedar pasukan biasa”
Ucap salah seorang komandan pasukan melaporkan situasi terkini kepada Raja Wei Cuan.
“Apa? Bagaimana bisa secepat ini mereka bisa menembus pertahanan istana?”
Wei Cuan terkesiap, ia berdiri menatap dengan penuh rasa tidak percaya.
“Mereka dipimpin oleh seorang seniman beladiri yang sangat kuat, kami semua tidak berkutik dalam menghadapi teknik berpedangnya”
“Dasar tidak berguna!"
Ucap Wei Cuan dengan kesal sambil mengeluarkan sebuah pukulan keras kepada komandan pasukan tersebut.
Dalam sekejap komandan tersebut terbang bebas menghantam lantai dengan sangat keras. Tubuhnya seketika bergetar mengeluarkan darah lalu tewas dengan mata melotot.
Wei Cuan segera melangkah keluar untuk menuju halaman istana kerajaan, tatapannya jatuh kepada rombongan Sekte Pedang Angin yang sedang membantai pasukan istana kerajaan Wei.
“Hai, kalian dasar bedebah!"
Teriak raja Wei Cuan yang seketika mengalihkan pandangan tetua Jian kepadanya.
Dua pasang mata saling menatap,ada kilatan kebencian mendalam diantara keduanya. Seperti dua orang musuh bebuyutan, mereka berdua segera melompat ke udara untuk melakukan jual beli serangan.
“Bam”
Dua pukulan bertemu di udara lalu mereka saling mengeluarkan jurus berpedangnya masing-masing.
Dalam beberapa jurus tampak Tetua Jian mulai kewalahan namun ia masih berupaya tetap tenang.
“Hahaha apakah Cuma segini kemampuan Sekte Pedang Angin?”
Kata Wei Cuan mencibir.
Tetua Jian mencoba untuk tidak terprovokasi, ia tetap bergeming sambil memperhatikan kekuatan lawannya yang memiliki tingkatan sama dengannya yaitu di ranah Kelahiran Kembali tahap Akhir.
Setelah beberapa serangan ia mulai intensif melakukan serangan balasan menggunakan teknik Tebasan Meteor.
Puluhan energi pedang terlepas mengarah ke tubuh Wei Cuan, ia cukup kerepotan menghadapi gempuran serangan dari lawannya.
“Sialan, jika begini terus aku bisa kalah” Batin Wei Cuan dalam hati.
“Jurus pedang kristal”
Teriak Wei Cuan mengeluarkan jurus pamungkasnya. Pedang yang di tangan Wei Cuan mengeluarkan energi dingin dan membentuk sebuah lapisan kristal yang sangat padat hendak menerjang kea rah tetua Jian.
Melihat situasi yang sangat serius, Tetua Jian juga mengeluarkan teknik andalannya, dengan secepat kilat ia bergerak menebas lapisan kristal yang mengarah kepadanya.
“Trang!"
"Trang! ”
Suara pedang saling beradu, kekuatan Tetua Jian yang sudah pada batasnya membuat pedangnya terus bergerak mematahkan pedang yang dipegang oleh Wei Cuan dan terus bergerak hingga sabetannya mematahkan lengan tangannya.
Dalam sekejap Wei Cuan terhempas beberapa langkah ke belakang.
“Teknik yang mengerikan!"
Ucap Wei Cuan tampak tercengang melihat lengannya yang terputus.
Ia putus asa menyaksikan tetua Jian yang masih berdiri tegak di depannya.
"Bengsek!"
Sebaiknya aku meminta pertolongan Jenderal Iblis Xiaoru” Ucap Wei Cuan pelan sambil melemparkan bola asap yang membawanya menghilang lari menjauh dari istana kerajaan Wei.
“Dasar pengecut, kemana kamu lari?”
Ucap tetua Jian cukup kesal. Ia tidak mengira Raja Wei akan kabur begitu saja meninggalkan istana kerajaannya.
Dengan kaburnya Raja Wei membuat mental pasukan istana menjadi jatuh, mereka sudah tidak bersemangat lagi untuk melanjutkan pertempuran, sebagian pasukan mulai berlarian untuk meninggalkan istana kerajaan.
Hal tersebut dimanfaatkan oleh pasukan Kaisar Qin untuk membunuh mereka dengan lebih mudah.
Hanya dalam tiga jam, pertempuran sudah berakhir. Ribuan anggota pasukan kerajaan Wei tewas dan hampir seribu orang menyerah.
Sementara dari pihak murid Sekte Pedang Angin masih utuh tanpa satu orangpun yang terluka, mereka membantu membereskan sisa-sisa pertempuran mengikuti arahan tetua Jian.
“Tetua Jian, kami ucapkan terimakasih atas pertolonganmu dalam pertempuran kali ini” Ucap Jenderal Zhan dengan tulus.
“Jenderal, maafkan aku yang tidak bisa membunuh Raja Wei Cuan yang melarikan diri” Ucap tetua Jian yang sedikit merasa agak bersalah.
“Tetua jangan berbicara seperti demikian, kami menyaksikan pertarungan kalian. Jika Wei Cuan tidak memiliki cara yang licik untuk melarikan diri, kujamin ia akan tewas di tanganmu.
Apalagi kini ia sudah cacat dan terluka parah tentu kedepannya ia bukan lagi ancaman yang serius” Balas Jenderal Zhan menenangkan suasana.
“Baiklah jika demikian, setelah kami beristirahat dan memulihkan stamina maka kami mohon pamit untuk kembali ke Kota Pelangi.
Namun pada kesempatan kali ini Ketua Sekte kami menitipkan surat agar diberikan kepada Kaisar Qin, terkait wilayah Sekte Kristal Es yang akan kami gunakan sebagai bagian dari Sekte Pedang Angin untuk dijadikan sebagai Akademi Huangshan.
Ucap tetua Jian sambil menyerahkan sebuah gulungan surat untuk Kaisar Qin Huang.
“Surat ini akan segera kami kirimkan kepada Kaisar Qin, segala bentuk baik dari Sekte Pedang Angin tentunya kami akan sangat mendukungnya” Jawab Jenderal Zhan sambil tersenyum puas menyaksikan wajah-wajah murid Sekte Pedang Angin yang telah berkontribusi melawan kejahatan.
Jenderal Zhan memahami prinsip Sekte Pedang Angin yang tidak terlibat dalam kekuasaan namun mereka berperan aktif dalam memberantas kejahatan.
“Tampaknya Sekte Pedang Angin benar-benar konsisten, dengan kekuatannya jika mereka ingin menguasai Benua Timur tentulah sangat mudah” Gumam Jenderal Zhan dalam hati.