
Matriark Xiu Juan sangat senang menerima pemberian Long Guan. Setelah sepintas memeriksanya, ia sangat terkejut melihat benda-benda yang sangat berharga. Kompensasi yang diberikan oleh Long Guan jelas sangat besar, bahkan mampu untuk mendirikan Sekte Phoenix Es yang lebih besar dan lebih kuat.
Belum hilang keterkejutan Matriark Xiu Juan, tiba-tiba terdengar suara Xie Annchi.
"Guru, terimakasih atas arahan dan nasihatmu selama ini. Aku tidak akan pernah melupakannya" ucap Xie Annchi dengan penuh rasa hormat.
Dari dalam sakunya ia mengeluarkan sebuah cincin penyimpanan. Selama di dalam makam kuno, ia telah menyiapkan sumberdaya untuk diberikan kepada guru serta Sekte Phoenix Es yang telah membesarkan namanya. Meskipun tidak lama, tetapi kekuatan terpendamnya telah dibangkitkan secara optimal di Sekte Phoenix Es.
"Kalian berdua memang sangat luar biasa"
ucap Matriark Xiu Juan kepada Long Guan dan Xie Annchi.
Pada mulanya ia tidak setuju dengan kedekatan keduanya, keberadaan Xie Annchi sebagai Dewi Phoenix Es akan berpengaruh terhadap kekuatan Sekte. Tapi sekarang semuanya sudah terbuka secara terang benderang, mustahil bagi dirinya menentang takdir.
Saat ini Xie Annchi beserta Zhishu dan beberapa orang murid Sekte Phoenix Es berpamitan, tampak haru di wajah mereka. Lalu mereka saling berpelukan sebelum akhirnya berpisah.
Rombongan Matriark Xiu Juan segera pamit pergi, dengan kekuatan Zhishu yang sudah berada di Tahap Abadi membuat Matriark Xiu Juan merasa senang, ditambah lagi dengan kekuatan tiga orang muridnya yang sudah di ranah Surgawi Tahap Menengah, sudah tidak tergambar kebahagiaan Matriark Xiu Juan.
"Dimana ayahku?" suara Meng Gao tiba-tiba terdengar diantara kegembiraan orang banyak.
"Maaf, Kami turut berduka atas meninggalnya Patriark Meng Tian" ucap Patriark Li Hongli berkata kepada Meng Gao.
"Serangan dari Sekte Kegelapan kali ini lebih besar dari sebelumnya, bahkan para pengkhianat sudah lebih dulu bergerak dari dalam Sekte" ucap Patriark Li Hongli lagi.
Selanjutnya Patriark Li Hongli memberitahukan tentang kronologis penyerangan orang-orang dari Sekte Kegelapan. Pengkhianatan dari para Tetua Sekte Puncak Abadi dan Sekte Badai Guntur tidak terdeteksi sebelumnya. Mereka bergerak dengan sangat rapi, membuat perhatian para Ketua Sekte benar-benar teralihkan.
Tubuh Meng Gao seketika melorot ke tanah, apa yang dikatakan oleh Long Guan sebelumnya ternyata benar.
"Bagaimana mungkin" ucap Meng Gao menahan tangis.
Murid-murid yang berada di belakang Meng Gao juga tersentak kaget mendengar berita tersebut. Mereka sudah berencana ingin menunjukkan hasil pencapaiannya kepada Ketua Sekte saat mereka keluar dari dimensi Puncak Gunung Abadi.
"Masa depan masih menantimu, segera kamu ubah cara pikir dan sudut pandangmu" ucapan Patriark Li Hongli memberikan nasehat kepada Meng Gao.
Pada saat ini, segala keegoisan dan kesombongan Meng Gao berada pada titik nol, hal yang harus ia pikirkan adalah segera pulang dan membenahi Sekte Badai Guntur.
"Patriark, terkait warisan Alam Spiritual ada bersamaku. Dalam sepuluh hari ke depan, kita akan bertemu kembali di Gunung Lima Jari" Long Guan menyampaikan pesannya sebelum ia pergi meninggalkan Sekte Puncak Abadi.
Setelah semua urusan di Puncak Abadi selesai, Long Guan dan Xie Annchi beranjak pergi. Keduanya menuju Kota Zhenxun, kediaman Keluarga Hung.
"Guan gege, apakah kamu berencana membawa Hung Yin ke dunia bawah?" tanya Xie Annchi dalam perjalanan. Keduanya memilih untuk terbang, tidak menggunakan portal teleportasi. Setelah tingkat kekuatan keduanya sudah melampaui kekuatan Alam Spiritual, terbang di udara adalah hal yang sangat mudah.
"Aku akan membawanya ke sana" jawab Long Guan singkat.
Mendengar jawaban dari Long Guan, ekspresi Xie Annchi sedikit berubah. Ada rasa cemburu terlihat di wajahnya.
"Benarkah?" tanya Xie Annchi dengan wajah gembira.
" Tentu saja, aku tidak mau jika ada wanita lain lagi setelah kalian" jawab Long Guan dengan enteng.
"Bukankah setiap pria memang memiliki wanita lebih dari satu?" ujar Xie Annchi.
"Tidak semua, contohnya ayahmu dan ayah Jian Ling. Mereka memilih untuk setia setelah ditinggal istri mereka" kata Long Guan.
"Kamu tidak salah sih, semua bergantung pada kesempatan dan keinginan juga" pungkas Xie Annchi.
Tidak lama kemudian mereka tiba di Gerbang Kota Zhenxun, petugas keamanan kota tidak ada yang mengenali identitas mereka berdua. Long Guan akhirnya menggunakan token Sekte Pedang Bintang, sedangkan Xie Annchi menggunakan token Sekte Phoenix Es.
Keduanya dengan mudah melewati gerbang Kota Zhenxun, Sekte Pedang Bintang memiliki pengaruh yang sangat besar di Kota Zhenxun. Para penjaga tidak berani bertanya ataupun mempersulit Long Guan, apalagi dengan auranya yang tidak biasa.
Long Guan menggunakan kereta kuda untuk melanjutkan perjalanan ke kediaman keluarga Hung. Identitas keluarga Hung sebagai keluarga nomor satu tidak sulit untuk diketahui oleh penyedia jasa kereta kuda.
Di dalam perjalanan, Xie Annchi begitu senang melihat keramaian Kota Zhenxun. Semenjak ia berada di Alam Spiritual, ia hanya berlatih dan berlatih dengan ketat di Sekte Phoenix Es. Melihat kesibukan warga kota yang sedang menjalankan aktivitasnya membuat Xie Annchi teringat akan Kota Pelangi, tempat dimana ia lahir dan dibesarkan.
Sementara Long Guan hanya tersenyum puas, semenjak musnahnya Keluarga Tang bisnis keluarga Hung semakin maju. Hal ini terlihat dari maraknya beberapa bangunan yang bertuliskan keluarga Hung. Bisnis dan perdagangan mulai dikuasai secara mayoritas. Berdasarkan cerita yang disampaikan oleh Hung Yin sebelumnya, keluarga Hung merupakan bagian dari pebisnis di Ibukota Zhenxun. Di Wilayah Selatan Keluarga Hung bisa dibilang sebagai
keluarga kelas atas. Hanya saja terdapat perselisihan dengan keluarga Tang dan menggoyahkan beberapa aspek bisnis keluarga Hung.
"Setidaknya keluarga Hung bisa belajar dari peristiwa lalu" gumam Long Guan sambil menyentuh dagunya.
Tidak lama kemudian, kereta kuda yang dinaiki oleh Long Guan dan Xie Annchi tiba di depan sebuah Manor yang sangat
mewah. Gerbang masuk yang baru saja direnovasi semakin membuat kesan megah kediaman keluarga istrinya.
"Kelihatannya seleramu sangat tinggi kali ini" ucap Xie Annchi dengan nada bergurau.
"Aku juga sebelumnya tidak mengira jika keluarga guruku adalah keturunan bangsawan" jawab Long Guan pelan.
“Selamat datang Tuan” ucap seorang anggota penjaga saat melihat Long Guan. Ia menyapa
dengan penuh rasa hormat sekaligus takut. Sebagai menantu keluarga Hung, ia dikenal sebagai karakter dingin saat membantai keluarga Tang.
Long Guan hanya mengangguk pelan, ia merasakan kekuatan dan jumlah prajurit telah bertambah semenjak terakhir dia memasuki gerbang masuk.
Para prajurit yang melihat Long Guan menundukkan kepala memberikan penghormatan, sesekali diantara
mereka menggerakkan pupil matanya, memperhatikan sosok wanita berambut putih yang berada di samping menantu keluarga Hung tersebut.