Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Pemimpin Visioner


Long Guan menjelaskan tujuan dibentuknya Akademi Huangshan sebagai sekolah bela diri dasar bagi anak-anak yang mulai memasuki dunia kultivator.


Dalam pembentukan talenta muda Akademi Huangshan diharapkan mampu mencetak kader-kader pendekar muda yang tangguh dan berbudi pekerti yang baik.


Pada akhirnya akan memudahkan Sekte Pedang Angin memiliki murid-murid yang berkualitas setelah menjalani seleksi yang Panjang di Akademi Huangshan.


Di Akademi Huangshan aku juga akan mendirikan paviliun alkimia khusus tingkat satu dan tingkat dua.


Oleh karena itu, paviliun alkimia yang berada di Sekte Pedang Angin khusus memurnikan pil dan obat-obatan kelas tiga dan empat.


Untuk wilayah kerajaan Wei juga akan didirikan rumah lelang Pedang Emas yang akan berpusat di Kota Pelangi, kegiatan jual beli dan pertukaran sumberdaya semua akan dikelola oleh rumah lelang Pedang Emas.


"Secara khusus besok pagi aku akan mengutus tetua Xie Rong untuk melakukan beberapa pengaturan di Kota Pelangi terkait dengan Akademi Huangshan dan rumah lelang Pedang Emas, di sana sudah ada tetua Jian dan tuan Xie Bao yang tentunya sudah dikenal sangat baik oleh tetua Xie Rong”.


Mendengar penuturan Ketua Sekte, mata tetua Xie Rong menjadi cerah, ini merupakan tugas yang sangat menyenangkan buat dirinya.


“Terimakasih atas kepercayaan Ketua Sekte” Ucap tetua Xie Rong.


Berkunjung ke Kota Pelangi adalah kesempatan yang sangat didambakan oleh Tetua Xie setelah hampir dua puluh tahun dirinya meninggalkan tanah kelahirannya.


Ia tidak menyangka ia akan berkesempatan ke sana dalam rangka menjalankan misi Sekte yang akan berpengaruh pada perkembangan tanah kelahirannya.


Apalagi ia baru saja mendengar kabar bahwa penguasa Kota Pelangi adalah keluarga Xie, hal ini tentu tidak akan terjadi jika bukan karena kebaikan Ketua Sekte Pedang Angin yang telah mengangkat derajat keluarga Xie.


Ada rasa haru di hatinya, namun ia telah bertekad untuk mengabdi kepada Long Guan dengan sepenuh jiwa dan raganya.


“Baiklah, kiranya demikian hal-hal yang perlu aku sampaikan dan besok Tetua Xie silahkan membawa beberapa asisten untuk ikut serta dan agar kembali ke Sekte bersama Tetua Jian sebelum pertandingan antar Sekte digelar” Ucap Long Guan menutup pertemuan tersebut yang dipenuhi wajah-wajah kepuasan dari para tetua Sekte.


Long Guan keluar dari Aula pertemuan dan bertemu dengan istrinya yang sudah menunggu bersama Xie Annchi.


Hari belum sore Long Guan berencana berjalan santai mengitari Sekte. Sebagai pemimpin, dirinya merasa bertanggungjawab tidak hanya sebatas menerima laporan, dengan tinjauan langsung ia dapat memberikan masukan atau ide kepada para tetua untuk kebaikan Sekte.


Mereka bertiga berjalan sambil berbincang ringan, bahkan sesekali bercanda santai.


Long Guan tentu saja sangat menikmati saat-saat bersama orang yang ia cintai, dirinya tidak selalu egois mementingkan kultivasi dengan meninggalkan keluarga.


Dirinya masih muda dan memiliki banyak tanggungjawab yang ia pikul. Sepanjang jalan Long Guan merasa sangat puas melihat Sekte yang ia pimpin terlihat bersih dan rapi.


Penataan taman dan tumbuhan yang indah menambah suasana asri dan tenang. Para murid menyambut kedatangan Ketua Sekte dengan penuh suka cita, sosok muda yang selalu menjadi inspirasi mereka.


Tak jarang Long Guan memberikan semangat para murid yang sedang berlatih, ia juga tidak pelit memberikan petunjuk dalam setiap kesempatan yang ia jumpai.


Hari menjelang sore, namun Xie Annchi dan Jian Ling masih asyik menemani Long Guan berkeliling Sekte, mereka tidak menyadari bahwa kebersamaan mereka sedang diperhatikan dengan serius oleh Tetua Xie dan Tetua Yang Guifei.


Kedua Tetua tersebut hanya tersenyum senang melihat keakraban diantara mereka bertiga, kehadiran Xie Annchi yang dapat diterima dengan baik oleh Jian Ling menghapus beberapa keraguan yang ada di hati Tetua Xie dan Tetua Yang Guifei.


Setelah dikira cukup puas berkeliling, Long Guan dan Jian Ling kembali ke kediaman pribadi mereka, sementara Xie Annchi menuju tempat tinggalnya.


“Tidak, aku hanya fokus memperhatikan Sekte karena sudah lama aku meninggalkan Sekte dengan berbagai kesibukan lain” Jawab Long Guan jujur.


“Hmm.. gege sungguh tidak peka!”


Tegas Jian Ling.


“Maksud Ling’er?


Long Guan agak mengerutkan kening.


“Tampaknya Xie Annchi suka padamu, dalam perjalanan tadi aku beberapa kali melihat ia memperhatikanmu” Ungkap Jian Ling dengan mata menggoda.


“Kamu berpikir terlalu jauh, mungkin ia hanya memperhatikan beberapa pelajaran yang sempat aku sampaikan kepada beberapa beberapa orang murid” Ujar Long Guan dengan tenang.


“Aku kan wanita, bagaimanapun juga aku bisa merasakan hal-hal mendasar seperti itu"


"Namun meski demikian, aku tidak pernah menyesali memilih dirinya sebagai bagian dari kita di masa mendatang" Ucap Jian Ling sambil melipat kedua tangannya.


Long Guan hanya menggeleng lemah, ia merasa istrinya terlalu luar biasa membiarkan suaminya berbagi cinta dengan wanita lain.


Walau di dunia ini banyak wanita cantik, namun yang memiliki kesadaran dan kepedulian hanya Jian Ling seorang.


Kemudian mereka berbincang berdua menceritakan hal-hal pribadi dari sisi mereka berdua. Pada malam harinya mereka lanjutkan melepaskan rindu dan kehangatan yang mendalam.


Pada usia kehamilannya yang memasuki lima bulan Long Guan melakukannya dengan perlahan dan sangat hati-hati.


Besok paginya tetua Xie dan beberapa orang murid menuju pelabuhan Kota Awan untuk segera berangkat menuju Kota Pelangi, ada wajah kerinduan membayangi tetua Xie Rong kali ini.


Ia sudah tidak sabar bertemu dengan anggota keluarga Xie lainnya, baru saja semalam Xie Annchi bercerita tentang detail keadaan keluarga Xie yang berhasil diselamatkan oleh Long Guan sehingga membuat Tetua Xie merasa hutang budi yang sangat besar terhadap Long Guan.


Di kapal yang mereka tumpangi juga terdapat penumpang lainnya yang memang sebagian besar akan melakukan transaksi perdagangan.


Banyak para saudagar yang mendengar bahwa kebijakan Kota Pelangi kini telah berubah. Mereka membuka diri untuk melakukan barter barang hasil pertanian dan barang-barang lainnya.


Selain itu berita tentang kemenangan Long Guan di Kota Pelangi telah menyebar dengan cepat di wilayah Kota Awan serta kota-kota lainnya. Sehingga hal ini menarik minat orang-orang yang ingin melakukan transaksi ekonomi.


Ditemani beberapa orang murid, tetua Xie tampak antusias memperhatikan gairah para penduduk yang mulai percaya diri membangun peradaban yang lebih baik.


Sebagai seseorang yang ahli dalam bidang ekonomi, tentu Tetua Xie tidak menyangka dalam setengah tahun terakhir ini banyak perubahan yang terjadi di Kota Awan.


Namun yang membuat Tetua Xie tersenyum senang adalah semua gagasan diawali melalui Sekte Pedang Angin dengan langkah-langkah perubahannya.


“Tampaknya apa yang dipikirkan oleh Ketua Sekte Pedang Angin benar-benar bersifat visioner” Batin tetua Xie Rong dalam hati.