Pewaris Mustika Naga

Pewaris Mustika Naga
Rencana Kerjasama Kaisar Qin


Tetua Yang Guifei seolah kehabisan kata untuk mengungkapkan kekagumannya kepada sosok Ketua Sekte. Dengan bakatnya yang luar biasa serta dukungan dari latar belakangnya tentu tidak akan menjadi masalah buatnya untuk membentuk sekte baru.


Namun ia memilih berjuang membesarkan Sekte Pedang Angin yang hampir luluh lantah akibat serangan pasukan iblis kala itu. Tetua Yang Guifei masih melamun memikirkan harta pribadi yang digelontorkan untuk membangun kembali sekte, bahkan membangun kepercayaan baik dari internal sekte maupun sekte dapat ia lakukan dengan sangat cepat. Tetua Yang Guifei tampak geleng-geleng kepala.


Long Guan melihat tetua Yang Guifei seperti sedang melamun, “Tetua Yang, apakah menurutmu ada yang keliru?” tanya Long Guan membuyarkan lamunan tetua Yang Guifei. “Ah.. tidak..tidak. Semua berjalan sangat baik, hingga aku sendiri bingung harus berkata apa” jawab tetua Yang Guifei dengan suasana yang masih terkejut.


“Tetua Yang, dalam satu gerakan perubahan tak ada yang merasa dirinya merasa paling berjasa. Setiap kita adalah bagian dari perubahan itu sendiri, ibarat sebuah bangunan atap tidak boleh merasa jasanya paling besar karena merasa mengayomi dari panas maupun hujan.


Begitu juga pilar, tidak boleh merasa paling kuat dalam menopang beban. Jika semua menonjolkan ego, maka tidak akan tercipta sebuah bangunan. Begitu juga dengan Sekte Pedang Angin, baik aku maupun para tetua bahkan para murid adalah satu kesatuan yang harus ada karena saling melengkapi. Tanpa itu semua mustahil Sekte kita akan bangkit dan berjaya” ucap Long Guan serius.


“Ada hal lain yang perlu kita khawatirkan yaitu pertempuran besar yang akan melibatkan banyak pihak, aku sendiri memiliki keterbatasan untuk melindungi Benua Timur dalam waktu dekat ini.


Oleh karena itu untuk meminimalisir korban jiwa aku hanya bisa mempersiapkan dari Sekte Pedang Angin dan Kota Awan.


Tolong sampaikan kepada tetua Guo Yang untuk mengirim surat kepada Raja Zhu Lian agar mengadakan pertemuan antara seluruh penguasa kota serta penguasa sekte di bawah kekuasaan kerajaan Zhu dalam waktu satu bulan dari sekarang terkait pembahasan tentang kebangkitan Kaisar Iblis yang sudah mulai membangun kekuatannya.


Dalam hal ini kita tidak boleh ketinggalan langkah, bahkan kita harus melakukan langkah antisipasi jauh sebelum terjadi bencana, mencegah lebih baik daripada mengobati.


Sudah waktunya Sekte Pedang Angin untuk menjadi inisiator meski meminjam kekuasaan kerajaan. Sampaikan juga kepada tetua Xie Rong untuk mempercepat menyiapkan bahan-bahan yang ku minta untuk membuat Pil Semesta” Ucap Long Guan menyampaikan rencananya.


“Baik Ketua, semua akan ku sampaikan seperti apa yang anda ucapkan” jawab tetua Yang Guifei dengan hormat. “Dalam satu bulan ke depan, aku berani jamin kekuatan kita akan dua kali lebih kuat dari sebelumnya” ujar Long Guan dengan optimis.


“Terimakasih Ketua. Kemarin ada surat dari Kaisar Qin menyampaikan permintaan kepada Sekte untuk membangun perwakilan Rumah Lelang Pedang Emas di Ibukota Kekaisaran Qin.


Kaisar Qin juga telah menyiapkan tempat serta berencana mengadakan kerjasama tentang pengadaan bahan-bahan logam yang mereka miliki untuk berbisnis dengan pil-pil buatan sekte, mereka juga mengirimkan kita contoh bahan dengan material berkualitas sangat bagus yang sudah diperiksa dengan teliti oleh tetua Guo Yang” Ungkap tetua Yang Guifei menyampaikan laporan.


“Selain itu ada undangan juga dari Patriark Long lima hari ke depan ada pernikahan paman-paman Ketua Sekte” lanjut tetua Yang Guifei menambahkan.


Mendengar ucapan tetua Yang Guifei membuat Long Guan tersenyum terkekeh “Hahaha.. akhirnya aku akan memiliki bibi juga” ucap Long Guan dengan senyum lebar.


Lalu ia melanjutkan, “Tentang permintaan Kaisar Qin aku tidak keberatan, apalagi aku sangat membutuhkan bahan-bahan berkualitas tinggi untuk membuat pedang yang setara dengan Pedang Angin. Segera sampaikan kepada tetua Xie Rong untuk mengaturnya” Perintah Long Guan dengan penuh semangat.


Kemudian Long Guan mengeluarkan Pedang Angin dari dalam cincin penyimpanannya, “Sampaikan kepada tetua Guo Yang agar bahan-bahan yang diberikan oleh Kaisar Qin untuk ditempa dengan sebaik mungkin dan dibuatkan pedang seperti ini” ucap Long Guan sambil menyerahkan Pedang Angin kepada tetua Yang Guifei.


Melihat hal ini tetua Yang Guifei sedikit gemetar saat menerima Pedang Angin yang merupakan lambang sakral Ketua Sekte, namun Long Guan dengan santai memberikannya begitu saja.


Setelah mengobrol sejenak tentang perkembangan sekte, Long Guan segera menemani tetua Yang Guifei meninggalkan para murid inti yang masih serius berlatih.


Untuk saat ini tetua Yang Guifei hanya bisa mengangguk, jika Long Guan masih menyampaikan gagasannya lagi mungkin tetua Yang Guifei akan muntah darah karena terlalu banyak kejutan yang ia terima hari ini. Setelah mengantar tetua Yang Guifei dan lima muridnya, Long Guan kembali ke tempat para murid inti berlatih.


Dengan seksama Long Guan memperhatikan gerakan dari masing-masing kelompok, ia berdecak kagum kepada mereka semua. “Kalian memang pantas menyandang murid genius” ucap Long Guan pelan yang berlalu memasuki gubuknya.


Long Guan duduk sila dan dengan serius ia mengatur nafas serta aliran energinya. “Aku harus segera meningkatkan kekuatanku” gumamnya pelan.


Long Guan mengedarkan Qi dalam tubuhnya, ia menarik kekuatan dari salah satu sumber energi Dantiannya, ada titik sebesar biji kacang kedelai yang berdentum mengeluarkan getaran energi yang sangat kuat.


“Booom”


Terdengar bunyi ledakan teredam di dalam tubuh Long Guan, pusat energi yang selama ini menyuplai kekuatan dari mustika naga hancur menyebar ke seluruh tubuhnya.


“Sepertinya kekuatan Mustika Naga sudah seluruhnya terserap tubuhku” ucap Long Guan pelan.


Terobosan yang ia lakukan barusan tentu menandakan ia telah memasuki alam Immortal, namun ia belum mengetahui ranah sesungguhnya. Dalam ingatan leluhur Long tidak tersimpan memori tentang tingkatan kekuatan di alam Dewa.


“Sepertinya jagad raya ini menyimpan begitu banyak misteri yang belum terpecahkan” batin Long Guan di dalam hati.


Long Guan segera menstabilkan kekuatannya. Persepsi indra spiritualnya kini sudah meluas, mencapai jarak 100 kilo meter. Tubuhnya juga terasa semakin ringan dan kekuatan tubuhnya kian bertambah kuat.


Hari menjelang tengah malam saat ia membuka matanya, kemudian ia berjalan keluar dan memandangi cahaya bulan pertama, ia teringat saat berada di Klan Long duduk bersama Jian Ling di taman keluarga Long, “Malam itu ia aku begitu pulas beristirahat dalam pangkuan Jian Ling, seperti ada kedamaian menyelimuti dunia ini” kenang Long Guan.


“Tapi kenapa aku memikirkan Jian Ling?apakah aku sangat merindukannya?” batin Long Guan dengan senyum lembutnya.


Long Guan kemudian duduk di sebuah batu, tempat para murid biasa latihan, ia menyalakan api unggun dan merasakan para murid yang sedang beristirahat.


Ada beberapa yang terjaga dalam kultivasinya, Long Guan kini dapat merasakan hembusan nafas serta aura orang-orang di sekitarnya menjadi lebih peka.


Namun ada kegelisahan yang muncul di hati Long Guan, meskipun ia sudah menyerap Mutiara Naga sepenuhnya, ada rasa haus yang sangat mendalam seperti daya tarik magnet yang tidak bisa ia gambarkan.


Long Guan duduk hening mencoba mencari tahu semua ingatan leluhur Long, tentang alam Dewa yang selama ini ia pikirkan. Dalam ingatan leluhur Long, memang hanya sebatas alam lapisan pemisah alam fana dengan alam Dewa atau kata lain alam spiritual.


Setelah Azazil dikalahkan ia dan beberapa sisa pasukannya terlempar ke alam fana yang mengikis kekuatan Azazil, hingga leluhur long mampu menyegelnya tanpa bisa membunuhnya. Hanya saja jika kekuatannya pulih maka ia tidak memiliki batasan seperti yang lainnya. Azazil memiliki pemahaman konsep pemahaman ruang dan waktu.


“Aku harus segera mencari tahu, tentang rahasia alam fana ini, sepertinya alam fana juga tidak sesederhana apa yang dipikirkan” gumam Long Guan penuh tekad. Lalu ia teringat kembali akan tanah terlarang sekte Pedang Angin.