
"Mending berjamaah kang!" jawab tiga orang karyawan itu.
Salah satu cara kang Hatim mengajak tobat para ahli maksiat itu dengan cara mengajak mereka berteman mencontoh para wali.Ketika sudah berteman,pelan pelan kang Hatim memberi nasehat kepada mereka,mengajaknya sholat,dan ibadah yang lainnya.Kang Hatim juga berusaha agar tidak menyinggung atau menyakiti hatinya.
"Sedekah,gimana sedekahnya?" tanya kang Hatim.
Ini kan mau membahas kerjaan,tapi kok malah bahas agama terus? apa ini emang ada sangkut pautnya dengan pekerjaan? tanya Hana dalam hatinya.
"Kenapa kita harus sedekah si kang?" tanya Umar.
"Dalam islam, salah satu cara untuk mendapatkan berkah dari Allah SWT bukan hanya melalui ibadah. Tetapi, bisa juga didapatkan dengan berbagi atau yang sering disebut dengan sedekah.Setiap umat Islam dianjurkan untuk bersedekah dan menolong sesama. Selain dapat meringankan beban sesama, sedekah juga mendatangkan pahala dan kebaikan.Anjuran untuk bersedekah juga datang dari Nabi Muhammad SAW melalui hadis yang diriwayatkannya!" jawab kang Hatim.
"Hukumnya gimana kang? apa wajib?" tanya Qosim.
"Hukum sedekah menurut Islam adalah sunnah. Yakni akan mendapatkan pahala jika dikerjakan, namun tidak akan mendapat dosa apabila tidak dilakukan. Namun, jika kita memiliki kelapangan rezeki, tidak ada salahnya menyisihkan rezeki yang kita punya untuk diberikan kepada mereka yang lebih membutuhkan! Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, 'Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya." kata kang Hatim.
"InsyaAllah kita semua akan sedekah sebisa mungkin kang!" kata Umar.
"Bagus!" kata kang Hatim.
"Oh iya,Siapa yang suka membuat laporan?" tanya kang Hatim.
"Giliran kang!" jawab Ali.
"Giliran?"
"Iya kang,emangnya kenapa kang? gak rapih ya? atau ada yang salah?" tanya Qosim.
"Atau emang,kalian sekolah sampai mana sih?" tanya kang Hatim.
"Saya lulusan SMK kang!" kata Ali.
"SMK? masyaAllah,biasanya lulusan SMK itu gampang cari kerja! tapi kok malah,maaf nih,jadi preman!" kata kang Hatim.
"Justru itu kang,saya sudah berusaha mencari kerja,ke sana kemari namun gak dapat dapat hingga akhirnya saya putus asa!" kata Ali.
"Kalau Qosim gimana?" tanya kang Hatim.
"Saya lulus S1 kang!" jawab Qosim.
"MasyaAllah,gak pernah ngelamar di perusahaan gitu,agar jadi pekerja kantoran?" tanya kang Hatim.
"Sama seperti Ali kang,saya sudah mencari pekerjaan,namun gak ada yang mau menerima saya! bahkan kalau akang percaya,saya termasuk maha siswa favorit!" kata Qosim.
"MasyaAllah,Umar,lulusan apa umar?" tanya kang Hatim.
"Saya lulusan pertanian kang!" jawab Umar.
"Lalu kenapa gak tani?" tanya kang Hatim.
"Dulu,kenapa saya masuk jurusan pertanian karena bapa dan ibu saya juga seorang petani,mereka mempunyai lahan yang luas.Namun,karena saya mulai mengenal dunia luar,saya ikut teman teman saya yang suka mabuk mabuk,menyewa perempuan untuk memuaskan hasrat mereka hingga saya ketahuan oleh orang tua saya dan saya di usir!" kata Umar.
"Subhanallah,walhamdulillah,walailahailallah allahuakbar! dari sini kita bisa mengambil hikmah.Bahwa sekolah yang tinggi,harta yang banyak,tidak menjamin kesuksesan dan kebahagian hidup kita.Walau kita sekolah setinggi langit,dan punya harta senegara tetap tidak akan sukses dan bahagia tanpa seijin sari Allah.La haula wala quwwata illa billahil aliyil adzim.Tidak ada daya upaya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah yang Maha Luhur dan Maha Agung!"