Ustadz Muda

Ustadz Muda
#133


Hari ini adalah hari yang spesial bagi semua orang.Para santri sudah bersiap siap untuk acara itu dengan memakai seragam yang sudah di siapkan kang Hatim.Seragam itu berwarna biru tua yang di kolaborasi dengan batik berdasarkan warna biru juga.


Para santri Baitussalam awal atau santri laki laki juga sudah ada di Baitussalam sani.Sama halnya seperti santri putri,santri putra juga sudah memakai seragam pemberian kang Hatim yang warnanya sama dengan warna seragam santri putri


Di panggung para personil sound sistem sedang mengatur suaranya agar siap untuk di pakai.


Rombongan hadrah dari pekalongan juga sudah sampai di pesantren.


Hana bersiap siap di rumah umi Nurul agar dekat ke lokasi acara di gelar.Sedangkan kang Hatim bersiap siap di rumahnya di temani teman temannya di pondok dulu.


"Hana kamu cantik banget!" kata teh Alvi yang sedang menemani Hana di dandani oleh tukang rias.Hana hanya tersenyum malu mendengar pujian dari teh Alvi.


Hana memakai baju berwarna agak abu abu juga.


"Kirain Husni mau nikah sama si Maryam!" kata Agus teman kang Hatim waktu di pondok.


"Gw kira juga gitu Gus,kan dia ngeceng si Maryam terus!" kata Nawawi.


"Kan sekarang sudah terbukti nikah sama yang sekarang! lagian gw gak pernah ngeceng ngeceng perempuan!" kata kang Hatim.


"Bohong Lu,orang pernah curhat juga!" kata Ilham.


"Kapan?" tanya kang Hatim.


"Waktu itu!" jawab Ilham.


Kang Hatim baru selesai mandi,dia masih memakai kaos oblong dan sarung.Dia menyempatkan dirinya untuk mengobrol dengan teman temannya sambil ngopi dan merokok bersama mengenang waktu di pondok dulu.Yang kalau dulu waktu masih jadi santri,sangat jarang untuk bisa merokok walau hanya rokok yang paling murah.Rokok djarum coklat saja sudah di bilang mewah karena sehari hari merokok dengan tembakau yang di bungkus kertas putih yang di buat sendiri menggunakan tangan.


"Ini dah siang Ni,lu belum ganti baju!" kata Yoga masih teman kang Hatim juga.


"Baru jam enam!" kata kang Hatim.


"Lu enak Ni,udah nikah lu masih boleh merokok! gw pas udah nikah gak di bolehin ngerokok sama istri gw!" kata Rizki.


Semua teman kang Hatim yang dari pondok manggil kang Hatim bukan Hatim,tapi Husni.


"Gw siap siap dulu ya!" kata kang Hatim dan di jawab anggukan oleh teman temannya.


Teman teman kang Hatim melanjutkan ngobrol sambil ngopi juga merokok sampai sampai hampir seluruh ruang tamu penuh dengan asap rokok.


Orang tua Hana bersiap siap juga di rumah umi Nurul karena memang sudah di duga bahwa rumah kang Hatim akan menjadi markas teman teman kang Hatim.


Tidak lama kemudian,kang Hatim turun dari kamarnya sudah memakai gamis putih,jubah warna biru tua serta sorban coklat yang sedang di lipat sambil berjalan ke arah teman temannya.


"Wih suhu!" kata Agus.


"Pangersa mama Ajengan!" kata Agung.


Kang Hatim tersenyum dan sambil geleng geleng kepala mendengar pujian teman temannya.


"Pakai imamah Ni,jangan pake peci!" kata Yoga.


"Malu ah!" kata kang Hatim.


"Lah lu mah,pake acara malu segala!" kata Agus.


*imamah yang di maksud di sini adalah sorban yang di pakai di kepala...Ini adalah sunah Rasul SAW


*



*Yang di kepala ya....